Lentera Di Kegelapan

Lentera Di Kegelapan
23


__ADS_3

Setelah pulang dari mall bersama kedua sahabatnya Shfi'yah pun pulang dan di sambut oleh Nathan yang tengah bersidekap dadak di depan pintu.


"Dari mana kamu"tanya Nathan datar.


"Assalamualaikum,dulu bang"ucap Shfi'yah lalu diapun mendekat kearah Nathan yang tengah berdiri di depan pintu.


"Waalaikum salam"jawab Nathan dengan acuh ,lalu membiarkan tangannya di raih oleh Shfi'yah dan di kecupnya tangan itu.


"Dari mana "tanya Nathan sekali lagi.


"Tadi sepulang sekolah pergi ke mall sama Nayla dan Azizah"jawab Shfi'yah dengan senyuman di wajahnya.


"Kenapa gak minta izin dulu kalo mau keluar"tanya Nathan lagi.


"Fia udah izin ko sama umi,sama bang Ilham juga"jawab Shfi'yah.


"Hemmm,tapi kenapa pulangnya sore,kalo udah keluar kamu itu selalu gak tau waktu,kamu itu anak perempuan Shfi'yah"omel Nathan kepada Shfi'yah.


"Maaf bang"Jawab Shfi'yah dengan menundukkan kepalanya.


"udah Sanah masuk "titah Nathan kepada Shfi'yah lalu tubuh nya bergeser ke samping untuk memberikan jalan kepada Shfi'yah,Shfi'yah hanya menurut sajah lalu dia pun masuk dengan di ikuti oleh Nathan di belakangnya.


"Udah pulang dek"tanya Ilham yang sedang duduk di ruang keluarga,dia bertanya begitu lembut kepada adiknya itu.


Shfi'yah pun berlari kearah Ilham lalu dia pun memeluk Ilham dari samping.


"Cih ngaduk,padahal salah"gumam Nathan


Yang masih terdengar oleh Ilham,Ilham memelototi adik nya itu agar dia diam,Nathan hanya mendengus lalu diapun pergi menuju kamarnya.

__ADS_1


"Kenapa hemm"tanya Ilham lembut sambil tangannya mengelus kepala Shfi'yah dengan penuh kasih sayang.


"Bang Nathan,Shfi'yah baru sampai juga tiba-tiba di marahin sama dia"adu Shfi'yah


"Mungkin dia hawatir sama kamu dek,jadi maklumi ya,tadikan kamu pergi gak minta izin ke dia"jawab Ilham lembut.


"Tapi bang Nathan aneh,dia kaya cewek yang dapet tamu,ajah sensitif"ucap Shfi'yah


"Mungkin dia banyak pikiran,udah gak usah di pikirin sekarang kamu mandi ya bau acem"jawab Ilham lalu diapun mengecup kening adik nya yang masih setia bersender di pundaknya.


"Hemmm iya Fia mandi sekarang,oh ya umi sama Abi kemana ko gak ada"tanya Shfi'yah bingung saat menyadari kedua orang tuanya tidak ada.


"mereka sedang keluar,katanya ada urusan yang penting"jawab Ilham,Shfi'yah hanya menganggukan kepalanya lalu diapun bangun dari duduk nya dan pergi ke kamarnya untuk mandi,Sedangkan Ilham dia menggelengkan kepalanya melihat kedua adiknya itu.


Lalu diapun ikut berdiri dari duduk nya dan pergi ke kamar Nathan,saat dia membuka kamar Nathan,terlihat Laki-laki itu sedang Bermain gitar dengan asal-asalan.


"Lo kenapa Sih Tan dari dateng,tadi itu wajah di tekuk Mulu,juga kenapa harus marah-matah sama adek"tanya Ilham yang berdiri di ambang pintu dan menyenderkan tubuhnya di daun pintu tidak lupa kedua tangan laki-laki itu bersidekap dadak.


"Lo putus cinta apa gimana sih,gak biasa nya Lo kaya gini"ucap Ilham dengan tatapannya tertuju pada Nathan yang masih setia bermain gitar asal bunyi saja.


"Bukan urusan lo"jawab Nathan acuh,Ilahm hanya bisa menghembuskan Napasnya dia hapal dengan sikap Nathan yang kalo marah dia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri,lalu Ilham pun keluar dari kamar Nathan tidak lupa untuk menutup pintunya lagi.


...----------------...


Bug


bug


Bug

__ADS_1


"Kamu itu ya,kenapa gak bisa sama sekali di andalkan hak"teriak seorang perempuan kepada seorang gadis yg hanya menunduk dan terduduk di lantai.


"Apa kamu lupa siapa orang yang nolongin kamu hak,malahan dia berani bertaruh nyawa untuk kamu,tapi kamu sama sekali gak bisa ngabulin permintaannya yang mudah,mending kamu mati ajah Sanah"maki seorang perempuan kepada gadis yang hanya diam.


"Mih Nayla bukan Tuhan yg ngabulin keinginan nya Mih,disinih itu anak Mami itu siapa aku apa dia"tanya Nayla dengan menatap Mami nya dengan mata berkaca-kaca.


"kamu berani ngebantah omongan mamai kamu hah emang kamu bisa apa,tampa saya"ucap Perempuan itu,lalu perempuan itu melihat kearah dua pelayan yg ada di Sanah.


"pukuli dia sampai tau apa kesalahannya"perintah Mami Nayla.


Ya ini lah kehidupan Nayla yang sesungguhnya,yang tidak di ketahui oleh siapapun,Maminya yang dulu penuh kasih sayang kepadanya kinih berubah menjadi ibu tiri yang jahat,saat perempuan itu memutuskan menikah dengan seorang Duda yang sama-sama memiliki anak perempuan yang sudah rela mengorbankan dirinya saat melihat Nayla akan tertabrak sebuah mobil yang melintas saat Nayla SMP kelas Dua,dan di Sanah lah semuanya kacau,Maminya yang menikah dengan seorang Duda,dan dirinya yang sudah tidak di pedulikan lagi.


"Maaf Mi,aku pasti bawa dia nemuin Mia"ucap Nayla yang masih di pululi oleh pelayan di Sanah.


"Bagus sekarang cepat pergi"ucap Mami nya,lalu melenggang pergi meninggalkan Nayla yang masih meringkuk di lantai,sebelum Mami nya pergi dia memberikan isyarat kepada kedua pelayan yang tadi memukuli Nayla,agar berhenti.


Nayla berdiri dari lantai dengan tubuh gemetar,diapun pergi ke luar rumah yang memberikan banyak luka padanya saat dia di ambang pintu dia berpas-pasan dengan laki-laki yang menikahi Maminya, Laki-laki itu acuh tak acuh kepadanya lalu diapun masuk melewati Nayla begitu sajah.


"papi Nayla kangen papi"ucap batin Nayla menangis.


"Non"panggil Bik Sum yang sudah lama bekerja di rumah itu.


"Bik"jawab Nayla dengan memperlihatkan senyuman di wajahnya yang terdapat bekas tamparan dan sudut bibir yang berdarah.


"non apa yang terjadi,ya Allah non"ucap Bik Sum lalu diapun mendekat dan memperhatikan wajah Nona mudanya itu.


"Nayla Gak papa Bik,Nayla mau pergi keluar"ucap Nayla lalu diapun berjalan keluar dari rumahnya itu menuju halaman rumahnya yang di Sanah ada motor kesayangannya.


"non bibi obatin dulu ya lukanya"ucap bik Sum yang berlari mengejar Nayla.

__ADS_1


"gak usah Bik,mening bibi masuk nanti takut Mami marahin bibi,Nayla pamit dulu ya Assalamualaikum"pamit Nayla lalu dia pun menaiki motornya dan pergi dari rumah itu meninggalkan Bik Sum,yang menatapnya penuh iba.


Dia Bik Sumi yang selalu di panggil dengan sebutan Bik Sum,dia sudah lama bekerja dengan keluarga Nayla,saat Nayla masih kecil Bik sum yang selalu merawat Nayla seperti anaknya sendiri.


__ADS_2