
"udah gue bilang kan kalo nyari si Dimas itu susah"ucap Azizah dengan terus celingak-celinguk mencari Dimas.
"coba deh di area lapangan"ucap Shfi'yah
"Lo bener juga Fia yaudah yu kita turun kelapangan"ucap Azizah lalu diapun menarik tangan Shfi'yah.
Menuju kearah lapangan mereka berdua bergegas turun menuruni anak tangga tapi siapa sangka mereka berpas-pasan dengan Dimas dan gengnya di tengah tangga,mereka saling diam dan pandangan
"eh Fia tuh kak Dimas nya"ucap Azizah dengan menepuk bahu Shfi'yah,membuat Shfi'yah tersadar dari lamunan nya.
"ah iya"ucap Shfi'yah gugup.
"waaah Dim ada bidadari surga yariin Lo tuh"seru Fikri dengan menepuk bahu Dimas,sedangkan Dimas hanya memutar mata malas.
"wah bidadari nya Bambang Dika kenapa nyariin ni anak mening nyariin Abang ajah"ucap Dika dengan menurunkan naikan alisnya.
Azizah membelikan matanya mendengar rayuan Dika sungguh tidak mempan.
"Ada apa"tanya Dimas dengan matanya terus menatap kearah Shfi'yah yang terus menunduk itu.
"ini aku mau kasih ini sama kakak"ucap Shfi'yah dengan memberikan toter bag itu kepada Dimas dengan masih menundukkan kepalanya."kalo lagi berbicara itu liat lawan bicaranya jangan nunduk Mulu emang apa yang Lo liat di bah hah koin jatuh"ucap Dimas dengan pedasnya membuat Azizah ingin sekali meninju laki-laki itu.
Shfi'yah hanya diam dirinya bingung dalam situasi seperti ini apa lagi ini di tempat terbuka.
"angkat kepala Lo tatap gue kalo ngomong gue gak suka kalo gue lagi ngomong orang yang di ajak ngomong malah nunduk,apa gue harus angkat kepala loh hah"ucap Dimas dingin.
"wih bos kalem dong kasihan bidadari Dika ketakutan"ucap Dika yang hanya di acuh kan oleh Dimas.
Dengan terpaksa Shfi'yah mengangkat kepalanya dan dia menatap Dimas tapi tidak saling tatap mata hitamnya itu melihat kearah pucuk kepala Dimas
__ADS_1
"kak ini Shfi'yah mau balikin baju kakak"ucap Shfi'yah berbicara begitu tenang.
Lalu Dimasoun merah toter bag itu dan tanpa mengatakan terimakasih diapun langsung lewat begitu saja meninggalkan Shfi'yah dan Azizah.
Setelah kepergian Dimas dan kawan-kawan nya Shfi'yah pun menghela napas lega begitu juga dengan Azizah.
"hufffff"hembusan napas keduanya berbarengan.
"yaudah yu Fia kita ke kelas lagih"ucap Azizah mengajak Shfi'yah untuk kembali ke kelas mereka.
merekah pun berbalik akan menaiki tangga tapi alangkah terkejutnya merekah ternyata banyak murid yang melihat merekah membuat Shfi'yah menunduk takut sedangkan Azizah menatap merekah semua tajam.
"Ngapain Lo pada liatin kita hah itu mata mau gue colok hah"ucap Azizah kesal merekah semua yang melihat itu langsung bubarkan diei masing masing dengan mencibir Shfi'yah.
"gue kira tuh cewek alim eh tau2 nya malah diem-diem ngasih hadiah ke Dimas "ucap murid perempuan yang memang tidak suka saat Dimas menerima toter bag yang di berikan oleh Shfi'yah,"hooh Lo bener kayanya kita gak boleh nilai orang dari kesing nya,ucap yang lain
"eh tapi tuh cewe yang kemarin gak sih yang sengaja numpahin kuah bakso ke baju nya Dimas ucap yang lain menimpalinya dan banyak lagi yang membicarakan Shfi'yah yang membuat dirinya tidak nyaman.
"darimaanah kalian berdua"tanya Nayla tajam.
"eh nay udah bangun"tanyabalik Shfi'yah.
"jawab kalian dari nanah kenapa gak ajak gue"tanya lagi Nayla dan tidak mempedulikan pertanyaan Shfi'yah kepadanya.
"Sabar dong nay,pasti Lo
baru bangun tidur"ucap Azizah yang melihat kemarahan Nayla,Nayla hanya diam masih menatap merekah tajam.
"hemmm gimana kalo ngobrolnya kita di kantin pasti kamu juga laporkan Nay"ucap Shfi'yah dengan tersenyum di balik cadarnya.
__ADS_1
Nayla pun mengangguk kan kepalanya dengan polosnya,Azizah dan Shfi'yah tersenyum lalu merekah berdua pun mengajak Nayla untuk pergi ke kantin.
Sedangkan di sisi lain geng Dimas mereka juga tengah berada di kantin dengan teman-teman Dimas yg kepo dengan isi toter bag yang di berikan oleh Shfi'yah itu.
"eh Dim tuh cewe ngasih apa ke loh ko loh main terima ajah"tanya Fikri penasaran.
"iya Apa lagi ini Pertama kali Lo Nerima pemberian dari cewe"sahut Dika yang juga penasaran.
"kepo kalian"ucap Agis kepada kedua temanya itu,"yeeee kita kan kepo pasti Lo juga kepo kan sekarang ngaku ajah deh Lo gis"ucap Dika dengan Menaik turunkan alisnya,tak bisa di pungkiri dia juga sebenernya juga merasa penasaran apa lagi ini Pertama kalinyaseorang Dimas mengambil pemberian dari perempuan.
tapi ini seorang Agis yang bisa mengendalikan perasaan penasaran nya dengan exspersi datarnya.
Dimas yang mendengar celotehan teman-teman nya pun langsung saja menarik toter bag itu di atas meja dan melirik kepada teman-teman nya.
"wah bos kita boleh liat"tanya Fikri dan di jawab deheman oleh Dimas.
"hemmm"jawab nya yang dengan segera Fikri membuka toter bag itu yang sedari tadi yang membuat nya penasaran saat di buka dan di ambil isinya Fikri Dika dan Agis kebingungan karena yang di pegang oleh Fikri ituh baju seragam dimas yang kemarin kena kuah bakso,lalu mereka bertiga secara kompak melirik kearah Dimas sedangkan yang di tatap oleh mereka bertiga cuman acuh.
Di sisi lain Shfi'yah,Azizah dan Nayla baru sampai di kantin dan mereka pun langsung memesan makanan setelah ketiganya duduk Nayla pun menagih cerita dari kedua sahabatnya itu.
"Fia,zia buruan cerita tadi kalian kenapa ninggalin gue di kelas"tanya Nayla penasaran.
Sedangkan Azizah yang baru saja memasukan anak bakso kedalam mulutnya pun hanya bisa melirik kearah Shfi'yah yang hanya membeli teh dingin tidak membeli makanan.
"Lo ini ny baru ajah gue masukin satu biji bakso Lo udah gak sabaran "ucap Azizah yang sudah menelan baksonya dan tatapannya menatap Nayla kesal,sedangkan yang di tatap cuman diam saja dengan mengaduk2 makanannya.
"yaudah Zia kamu ajah yang cerita kasihan tuh Nayla wajahnya udah cemberut ajah aku gemes kalo liat dia kaya gitu"ucap Shfi'yah.
lalu Azizah pun mengangguk-angguk kepalanya lalu diapun menatap Nayla yang duduk di depannya dengan serius.
__ADS_1
"Jadi..."