
Saat Shfi'yah sedang asik mengelus kepala abangnya dan Nathan yang kembali tidur lagi karna elusan Shfi'yah yang membuat nya nyaman.
"tok
tok
tok
"Siap yang Dateng"tanya Nathan yang mendengar ketukan pintu itu,dan membuatnya terganggu dari tidurnya.
"Gak tau"jawab Shfi'yah
"yaudah kalo gitu biar Shfi'yah bukain pintu"lanjut Shfi'yah lalu diapun menggeser kepala Abangnya dan berdiri dari duduk nya hendak menemui orang yang bertamu.
"udah biar Abang yang bukain pintunya lagian kamu gak pake caradarnya sayang"cegah Nathan yang menahan pergelangan tangan Shfi'yah yang hendak berjalan pergi ke depan.
"oh iya ya,hehehehe Fia lupa"jawab Shfi'yah cengengesan,Nathan hanya menggelengkan kepalanya mendengar itu.
Lalu diapun akhirnya berdiri dari duduk nya dan berjalan menuju pintu yang di Sanah di ketuk tidak sabaran.
"Nih orang gak sabaran banget deh,awas ajah kalo bertamu gak penting gue ajak gelut juga tuh orang ,ganggu ajah"gerutuk Nathan
Ceklek
pintu pun di buka oleh Nathan tapi dia terkejut melihat seseorang yang berdiri di depan nya.
"Assalamualaikum"ucap Salam orang itu malas.
"Waalaikum salam,ngapain Lo kesinih"jawab sekaligus bertanya kepada orang yang berdiri di depannya dengan pandangan tak suka.
"Gue mau ketemu sama adik Lo"jawab Dimas ketus.
"Gak ada ketemu-ketemuan sama adik gue ini udah malem,gak baik datengin perempuan yang bukan mahrom buat lo malem-malem"larang Nathan tegas.
"Tapi gue udah di izinin ko sama Abi"jawab Dimas enteng.
"etssss,"cegah Nathan saat Dimas akan menorobos masuk kedalam.
__ADS_1
"Apa sih"tanya Dimas yang mulai kesal
"Udah gue bilang gak gue kasih izin,ini udah malem kan di sekolah besok masih bisa,lagian Shfi'yah jam segini udah tidur"ucap Nathan dan di serta kebohongan.
"astagfirullah maafin Nathan ya Allah ,yang udah bohong tapi kalo gak gini Nathan takut kalo Nathan lepas kendali dan menghajar si berengsek ini"ucap batin Nathan
"Cih baru 15menit yang lalu tuh adek Lo bales pesan gue,dan gue gak percaya kalo tuh cewek udah tidur jam segini"ucap Dimas tidak percaya.
"Cih di bilangin juga lo ngeyel ajah dasar bocah"ucap Nathan Tampa sadar memaki.
"Apa Lo bilang,gue bocah lah Lo sendiri apa,kakek-kakek jompo"jawab Dimas enteng.
"Lo"tunjuk Nathan dengan mata melotot tajam.
Tapi ucapanyan tertahan karna ada suara sesoarang yang berdehem.
"ehem"dehem seseorang di belakang Nathan
reflek Nathan berbalik ke belakang dan di Sanah ada Ilham yang menatapnya tajam yang membuat Nathan menciut.
"Ada apa Tan"tanya Ilham tenang.
"ini ada tamu tak di undang"jawab Nathan spontan.
"Nathan Abi dan ummi pernah ajarin kita buat bersopan santun kan sama tamu yang datang ke rumah kita "tegur Ilham kepada Adiknya itu.
"tapi untuk dia pengecualian"jawab Nathan dengan menunjuk Dimas yang masih di luar.
"Nathan"panggil Ilham dengan tegas saat Nathan menunjuk Dimas dengan telunjuknya.
Membuat Nathan terkejut begitupun dengan Dimas,yang sama terkejut nya dengan sifat Ilham yang terdengar marah dan tegas.
"Maaf bang"ucap Nathan lalu diapun menundukkan kepalanya saat menyadari kesalahannya.
"hufffff,sudah Dimas ayo silahkan masuk,tapi jangan lama-lama ya kasian Shfi'yah butuh istirahat"ucap Ilham ramah membuat Dimas terdiam beberapa saat karna terkejut baru sajah dia melihat ketegasan dan kemarahan yang hampir meledak di diri Ilham tapi dengan cepat Ilham berubah,pikir Dimas bingung.
Dimas dan Ilham,Nathan pun masuk ke dalam di Sanah ada Shfi'yah yang masih setia menonton TV,tidak lupa cadar yang sudah menutupi wajah nya karna tadi saat Ilham datang ,Ilham membawakan cadar untuk Shfi'yah.
__ADS_1
"Assalamualaikum sayang"tegur Ilham begitu lembut kepada adiknya itu.
"eh waalaikum salam"jawab Shfi'yah lalu diapun menoleh kearah abang-abang nya,tidak lupa di Sanah Shfi'yah melihat Dimas juga.
"Ayo Dimas silahkan duduk,saya beri kamu waktu 15menit"ucap Ilham kepada Dimas.
Dimas mengangguk lalu duduk,di sofa yang ada di ruangan itu,di ikuti oleh Nathan dan Ilham.
"Ada apa ya kak"tanya Shfi'yah bingung.
"ehemm,gue cuman mau ngasih tau Lo kalo seminggu lagi kita akan menikah"jawab Dimas
"APAH MENIKAH"teriak Ilham,Nathan dan Shfi'yah karna terkejut.
"Lo gak usah bercanda deh Dim"peringatan Nathan kepada Dimas.
"Gue gak bercanda malahan sekarang keluarga kita lagi nyiapin pernikahan buat gue dan Lo"ucap Dimas dengan menatap Shfi'yah yang diam mematung.
"gue suka liat mata Lo yang bulat itu Shfi'yah,apa an sih gue ini,haduh ni otah udah konslet kali ya"ucap batin Dimas,Dimas pun menggelengkan kepalanya.
"Tapi ummi sama Abi gak ngomongin pernikahan"ucap Shfi'yah dengan was-was
"Gimana mau ngomong sama Lo,mereka juga saat Lo pulang gak ada kan"jawab Dimas enteng.
Shfi'yah hanya menganggukan kepalanya.
"Jadi Lo datang ke sini mau bahas itu doang..."tanya Nathan
"Bukan"jawab Dimas singkat
"Terus"tanya Nathan dengan mengerutkan keningnya begitu juga dengan Ilham.
"Gue mau Lo Shfi'yah batalin pernikahan ini,karna gue gak mau nikah sama Lo,gak cocok sama gue dan Lo bukan perempuan yang gue idam kan"ucap Dimas enteng
"Bereng sek Lo"maki Nathan....
...----------------...
__ADS_1