Lentera Di Kegelapan

Lentera Di Kegelapan
Eps 21


__ADS_3

Setelah jam pelajaran usay semuah murid berhamburan keluar menuju kantin,untuk mengisi perut mereka,sedangkan Shfi'yah dan kedua sahabatnya itu mereka sekarang sedang duduk di taman belakang di bawah pohon yang cukup rindang dengan dedaunan nya dan besar itu.


"jadi kamu tunangan sama siapa Fia ko tega gak ngasih tau sih"ucap Azizah dengan memakan rotinya,lalu menatap kearah Shfi'yah yang tengah membuka rotinya.


ya mereka memutuskan untuk makan siang di taman karna kantin begitu padat dan banyak orang yang membuat mereka harus makan di taman belakang yang memang sunyi dan jarang di datangi murid dan guru,cocok untuk berbicara soal rahasia.


"sama....sama kak Dimas"jawab Shfi'yah sambil menunduk kan kepalanya,dia tidak bisa berbohong kepada kedua sahabatnya itu.


"ohok....ohok....ohok


"Beyuuur


Nayla dan Azizah terkejut sampai-sampai Nayla yang tengah menikmati rotinya harus tersedak sedangkan Azizah yang minum dia langsung menyemburkanya ke depan.


"Lo gak ngehalu kan Fia"tanya Nayla dengan masih dengan keterangan kejutannya.


Shfi'yah menggelengkan kepalanya sebagai jawaban kalo dia tidak sedang menghalu.


"tunggu...ko bisa Lo tunangan sama kak Dimas,bukanya kak Dimas udah punya pacar ya"tanya Azizah bingung.


Akhirnya mau tidak mau Shfi'yah pun menceritakan kronologi nya dengan begitu ditel.


"Wat,jadi Lo di jodohin sama kak Dimas,dan apa tadi dia sendiri yang Nerima perjodohan ini"ucap Azizah terkejut setelah dia mendengarkan cerita Shfi'yah Barusa.


"iya...awal nya juga aku berharap kalo dia mau batalin perjodohan ini"jawab Shfi'yah lalu diapun memakan Rotinya yang dari tadi belum dia makan.


"yampun Fia Lo yang sabar ya ngadepin kak Dimas,tenang aja gue sama Azizah pasti bakal dukung Lo apapun itu,tapi harus di jalan yang bener ya"ucap Nayla membuat Shfi'yah terseyum.


"Makasih ya,kalian emang sahabat-sahabat yang terbaik jika nanti aku salah dalam memilih jalan aku minta kalian ingatkan aku ya"jawab Shfi'yah yang membuat kedua sahabatnya itu terseyum dan mereka bertiga pun berpelukan.


"Udah ah gak usah melow mening kita sekarang lanjutkan makan nya"ucap Nayla lalu mereka pun melepaskan pelukan mereka dan lanjut kembali makan.


"eh Nay bukanya itu kak Agis ya"ucap Azizah dengan menepuk bahu Nayla.


"apa ana sih,yaudah biarin ajah lagian apa urusannya sama gue"ucap Nayla ketus lalu dia pun sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


"yeh gue kan ngasih tau Lo Nay tapi Lo malah sensi amat"ucap Azizah kepada Nayla.


Saat Nayla akan menanggapi ucapan Azizah tapi urung karna mendengar seseorang memanggil nya dari jarak yang jauh.


"Nayla"panggil suara itu.


Suara itu tidak asing di telinga Natal dan diapun menoleh ke asal suara itu dan alangkah terkejutnya dia melihat Agis yang memanggilnya.


"Ada apa"tanya Nayla setelah dia menguasai dirinya dari keterkejutan nya itu.


Agis tidak menjawab dia hanya mengangkat tangannya dan menyuruh Nayla mendekatinya,mau tidak mau Nayla pun mendekat kearah Agis.


"Gue kesanah dulu ya"pamit Nayla kepada kedua sahabatnya lalu mereka berdua pun menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


Setelah itu diapun berjalan kearah Agis yang bersidekap dadak menunggunya.


"Ada apa"tanya Nayla setelah dia berhadapan dengan Agis.


"Lo ngomong apa sama Mia"tanya Agis toh poin.


"gue cuman mah ngasih tau Lo ya,lo bukan siapa-siapa di sini dan Lo juga gak usah ikut campur dengan urusan pribadi gue"ucap Agis dingin..


"gue tau gue bukan siapa-siapa di antara kalian,malahan gue juga heran kenapa gue bisa terjebak dalam hubungan kalian yang gak jelas"jawab Nayla dengan menatap Agis begitu tajam.


"Lo tau gis,gue gak mau ikut campur urusan Lo tapi....itu semua bukan keinginan gue Lo dan Mia nyusahin hidup gue"lanjut Nayla tajam.


"Cih...ini peringatan buat Lo agar gak usah ikut campur urusan gue sama dia"ucap Agis dingin


"gue tau dan gue gak mau..tapi....apa Lo pikir apa yang akan terjadi jika gue gak lakukan itu semua"jawab Nayla dengan sedikit menaikan nada suaranya.


Agis terdiam mendengar jawaban Nayla,dia tau seperti apa kehidupan Nayla yang sebenarnya malahan kedua sahabatnya Nayla pun tidak tau.


"Udah lah gis Lo tinggal Dateng aja ke rumah sakit dia lagi butuh Lo,dia habis kena tindak kekerasan sama pacarnya dan pasti Lo khawatirkan sama dia,gue mohon sama Lo hidup gue ada di tangan Lo"ucap Nayla menerus kan ucapanyan lalu diapun pergi meninggalkan laki-laki itu yang terdiam.


Sedangkan Shfi'yah dan Azizah mereka hanya menonton sajah perdebatan itu walou memang tidak terdengar apa yang mereka berdua bicarakan.

__ADS_1


"Padahal mereka cocok ya "ucap Azizah tiba-tiba.


"hah maksud nya apa Ziah"tanya Shfi'yah bingung.


"hemmm,yang gue tau mereka itu saling suka,gue cuman nebak ajah sih"jawab Azizah dengan cengengesan nya.


"yampun Ziah aku pikir apa,udah ahk lagian gak baik juga main tebak-tebakan yang ada nanti jadi fitnah"ucap Shfi'yah menasehati yang membuat Azizah menganggukan kepalanya.


"yaudah yu kita susul Nayla"ajak AziAh kepada Shfi'yah lalu mereka berdua pun berdiri dari duduk nya dan berjalan masuk ke gedung sekolah.


Saat mereka berdua tengah berjalan di koridor lantai satu mereka mendengar suara langkah kaki yang berlari terburu-buru dari arah belakang mereka saat mereka berdua melihat ke belakang mereka bisa melihat di Sanah Dimas,sedang menggendong seorang gadis.


Dimas melewati Shfi'yah begitu sajah walou dia sempat melihat Shfi'yah dengan ekor matanya sajah.


"kayanya dia khawatir banget ya"ucap Shfi'yah yang tadi melihat wajah Dimas yang begitu khawatir.


"Iya lah kan dia pacarnya wajar ajah kan kalo dia hawatir"seseorang yang berdiri di samping nya,lalu Shfi'yah pun menoleh kearah samping nya dan ternyata itu Fikri.


Yang membuat Shfi'yah menundukkan kepalanya lalu dia pun memegang tangan Azizah takut.


"Udah Fia gak papah ko dia gak makan orang dia jinak ko"ucap Azizah menenangkan Shfi'yah.


"Memangnya gue harimau apa"ucap Fikri dengan menatap Azizah sinis.


"Ya kalo ngerasa"jawab Azizah lalu diapun menjulurkan lidahnya kepada Fikri,sebelum Fikri mengamuk Azizah langsung menarik Shfi'yah berlari menjauhi Fikri .


Hufffff.


Sesampainya mereja di dalam kelas Azizah pun merangkul Shfi'yah,dan membisikan sesuatu yang membuat Shfi'yah terseyum.


"Lo gak papah kan Fia,yang sabar ya suatu saat nanti pasti kak Dimas bakal cinta sama Lo dan buah dari kesabaran Lo nanti pasti sangat indah"bisik Azizah.


"Makasih Ziah"balas Shfi'yah.


Azizah hanya membalas nya dengan senyuman dan kedipan mata sebelah nya.

__ADS_1


__ADS_2