Lentera Di Kegelapan

Lentera Di Kegelapan
Eps 19


__ADS_3

" bagaimana kalo sekarang kita bahas masalah perjodohan kedua anak kita,aku sebagai papa dari Dimas dan mewakili papa Anton dan mendiang istri ku dan juga Dimas,sebagai mana yang kita tau papa Anton dan istriku mereka telah setuju atas perjodohan,begitu juga dengan Dimas diapun menyetujuinya "ucap Papa Gara yang berhasil membuat,Fikri,Shfi'yah,Ilham dan Nathan terkejut.


...****************...


"Tapi Gara sebelum itu saya sebagai ayah nya Shfi'yah ingin bertanya langsung kepada Dimas apa kau mengijinkannya"tanya Abi kepada Gara sahabatnya.


"tentu silahkan Zidan"jawab papa Gara.


"nak Dimas"panggil Abi Zidan.


"Iya Om"jawab Dimas yang langsung menatap kearah Zidan,yang tengah menatap nya serius.


"Nak Dimas apa kamu benar-benar menerima perjodohan ini,walau tidak melihat bagai mana rupa Shfi'yah"tanya Zidan serius.


"Saya serius Om menerima perjodohan ini"jawab Dimas.


"Apa kamu mau melihat rupa Shfi'yah"tanya Zidan lagi.


"jika di izinkan saya ingin,tapi jika tidak itu tidak masalah Om"jawab Dimas tenang.


"Baik lah Shfi'yah abi minta buka cadar kamu dan perlihatkan lah wajah mu kepada calon suamimu"ucap Abi Zidan lalu diapun melihat kearah Shfi'yah.


Yang menganggukan kepalanya lalu diapun perlahan membuka kain yang menutupi wajah nya itu,setelah kain itu terlepas dan terlihat lah pahatan yang cantik,yang membuat Dimas,Fikti menganga tak percaya dan sekaligus tatapan mereka berdua tidak bisa di alihkan dari Shfi'yah.


"masayallah cantiknya,bener-benar cantik apa dia bidadari yang di utus Tuhan untuk turun ke bumi....Andai sajah Dimas tidak mau aku siap menggantikannya"ucap batin Fikri


"cantik,tida...bukan cantik tapi sangat-sangat cantik"ucap batin Dimasa.


papa Gara yang melihat putra nya yang terus menatap kearah Shfi'yah tanpa berkedip dia terseyum puas melihat itu.


"Ehem"dehem papa Gara yang berhasil mengembalikan kesadaran Dimas lalu diapun menoleh sekilas ke arah sang papa lalu diapun menoleh kearah Fikri yang masih belum sadar,cepat-cepat dia mendekap kepala Fikri dan memasukannya kedalam dadanya,yang membuat Fikri memberontak.


entah lah Dimas merasa dirnya sangat tidak rela jika ada orang lain yang menatap dan menikmati wajah Shfi'yah,etah lah Dimas sendiri tidak atu akan perasaan nya itu.


"Wey Dimas lepas"ucap Fikri didalam dekapan Dimas dengan terus berontak.


"udah,pake lagi cadarnya"pinta Dimas kepada Shfi'yah yang langsung di angguki oleh Shfi'yah lalu diapun cepat-cepat menutup kembali wajah nya dengan cadar nya.

__ADS_1


"Dimas lepas ege engap gue Lo mau ngebunuh gue"pekik Fikri yang sudah berhasil terlepas dari dekapan Dimas,dengan napas ngos-ngosan.


Sedangkan Dimas hanya menatap nya datar tanpa berekspresi Sam sekali.


"Jadi nak Dimas gmana kamu mau,lanjut apa tidak"tanya Abi Zidan kepada Dimas yang membuat Dimas Dim terlebih dahulu, mereka yang menunggu jawaban Dimas pun merasa was-was.


"Kumohon jangan terima"ucap batin Shfi'yah.


"Saya memilih lanjut Om,saya menerima perjodohan ini"jwab Dimas yang membuat semua orang tersenyum sedangkan Shfi'yah,dia tengah berkecamuk dengan otak dan hatinya,otaknya membuat dia berpikir untuk menolak dan merasa kecewa atas jawaban Dimas tapi hatinya kebalikannya hantinay sangat Senang dan lega.


"Lalu bagai mana dengan kamu nak Shfi'yah"tanya papa Gara sekarang giliran nya bertanya kepada Shfi'yah,yang membuat Shfi'yah menegang seketika,Shfi'yah tidak menjawab tapi kepalanya mengangguk tanda bahwa dia menerima perjodohan ini.


"Alhamdulillah,"ucap Papa Gara,umi Putri,dan Abi Zidan mengucap syukur tapi berbeda dengan dua kakak Shfi'yah mereka menunjukan eksistensi tidak senang,tapi sebisa mungkin mereka meredamnya dengan hanya terseyum di bibir.


"yasudah kalo begitu bagaimana sekarang kita langsung sajah mengikat mereka dengan bertunangan,kebetulan aku sudah mempersiapkan kan nya"ucap Papa Gara semangat yang membuat Dimas terkejut.


"Gara sepertinya kamu tidak sabar ingin segera memiliki menantu"ucap Abi Zidan dengan terseyum.


"tentu saja,agar Dimas juga ada yang ngurusin nya"ucap Papa gara lalu diapun mengeluarkan kotak cincin dan memberikan salah satu cincin yang di dalam kotak itu kepada Abi Shfi'yah.


"ini cincin untuk Shfi'yah,kamu kenakan lah padanya,dan aku akan mengenakan cincin ini pada Dimas,"ucap Papa Gara bersemangat.


Lalu kedua lelaki paruh baya itu bersama-sama menyematkan cincin itu kepada jari kedua anak mereka.


setelah acara pasang cincin mereka pun di persilahkan untuk makan malam,di meja makan hanya ada keheningan karna ketiga anak Abi Zidan tengah berkecamuk dalam pikiran mereka masing-masing.


Sedangkan Dimas ya gitu orang nya dia bukan orang yang mulai membuka percakapan.


Setelah makan malam selesai dan mereka kembali mengobrol di ruangan tamu,setelah itu keluarga Dimas berpamitan kepada keluarga Shfi'yah Karan memang sudah malam.


"yasudah kalo begitu,aku pamit dulu ya besan nanti kita bisa bicarakan tentang pernikahan Meraka berdua"pamit papa Gara sambil di akhir kalimat nya dia terkekeh.


"iya dan hati-hati ya"jawab Abi Zidan lalu mereka pun bersalaman satu persatu,keluarga Shfi'yah mengatakan mereka ke depan rumah nya.


"Assalamualaikum"pamit Papa Gara,sebelum dia memasuki mobil nya yang di setiri oleh Fikri.


"Waalaikum salam"jawab keluarga Shfi'yah berbarengan,lalu setelah keluarga Dimas pergi dan tidak terlihat lagi mereka pun masuk kedalam rumah.

__ADS_1


"kalian bertiga cepat-cepat istirahat ya karna kalian besok harus sekolah"ucap umi Putri kepada anak-anak nya.


"iya umi, selamat malam umi Abi"ucap ketiganya tidak lupa mencium kedua tangan orang tuanya seperti rutitas mereka sejak kecil selalu melakukan hal itu,lalu ketiganya pergi menaiki tangga sesampainya di lantai dua.


Ilham dan Nathan malah mengekor Shfi'yah masuk ke dalam kamatnya.


"Abang ngapain pada ngikutin Fia"tanya Shfi'yah saat mereka berada di kamar Shfi'yah.


"Dek ada yang ingin Abang omongin sama kamu,sini duduk"pinta Ilham lalu diapun megeser duduk nya yang duduk di tepi tempat tidur bersama Nathan.


Shfi'yah pun menurut dan diapun berjalan kearah kedua kakaknya dan duduk di tengah-tengah mereka.


"Apa yang mau di omongin Abang"tanya Shfi'yah.


"Dek kamu yakin menerima perjodohan ini"tanya Ilham.


"Apa lagi kamu tau sendiri kan kalo Dimas udah punya pacar,dan tadi siang dia ngumumin nya di lapangan sekolah"tambah Nathan yang membuat Ilham melototkan matanya terkejut.


"Serius kamu Nat"tanya Ilham tidak percaya.


Nathan hanya menganggukan kepalanya.


"Dek kamu masih mau Nerima perjodohan ini,dia juga punya orang yang dia cintai dek"ucap Ilham kepada Shfi'yah.


Shfi'yah membalas mereka dengan senyuman lalu diapun mulai berbicara.


"Abang-abang nya Shfi'yah,Shfi'yah tau ko, malahan Shfi'yah tau kalo keputusan yang Shfi'yah ambil ini pasti sangat sulit bagi Shfi'yah di masa depan nanti,tapi Shfi'yah yakin ko sama Allah pasti Allah akan bantu Shfi'yah,Shfi'yah pasti bisa buat kak Dimas menerima Shfi'yah dan mencintai Shfi'yah,suatu saat nanti dan Shfi'yah akan berjuang mendapatkan hal itu,walau pun mustahil tapi tidak ada yang mustahil bagi Allah dia maha membolak-balikkan hati manusia,dan Shfi'yah akan meminta nya dari Allah SWT,agar ka Dimas mau mencintai Fia dan menerima perjodohan ini dengan lapang dada"ucap Shfi'yah panjang lebar.


"Dek kamu akan ngemis cintanya"tanya Nathan kepada Shfi'yah yang membuat Shfi'yah,terseyum dan menggelengkan kepalanya.


"Tidak,bang,tapi Shfi'yah akan meminta itu semua dari Allah buakan dari kak Dimas nya,dan Fia akan berdoa di sepertiga malam untuk mendapatkannya "jawab Shfi'yah yakin.


"Dan Abang harus dukung Shfi'yah"ucap Shfi'yah meneruskan ucapannya lalu diapun menatap kedua kakak nya silih berganti.


"pasti Abang akan mendukung semua keputusan adek,tapi jika adek lelah adek boleh istirahat terlebih dahulu,tapi jika adek sudah menyerah tenang masih ada Abang Ilham dan bang Nathan di sini yang akan selalu ada buat adek"ucap Ilham yang lalu di angguki oleh Nathan lalu kedua laki-laki itu memeluk adiknya dengan penuh kasih sayang.


"yasudah kalo gitu kamu tidur ya dek,besok kan masih sekolah"ucap Nathan lalu diapun melepaskan pelukannya,begitu juga dengan Ilham.

__ADS_1


Shfi'yah menganggukan kepalanya lalu kedua kakaknya berpamitan padanya dan pergi meninggalkan kamar Shfi'yah,seketika wajah Shfi'yah berubah muram dan senyuman yang sedari tadi menghiasi wajah nya hilang seketika.


"ya Allah apa kah Shfi'yah egosi kali ini"ucap batin Shfi'yah


__ADS_2