Lentera Di Kegelapan

Lentera Di Kegelapan
Eps22


__ADS_3

Setelah jam pelajaran terakhir selesai bel pulang berbunyi nyaring di seluruh penjuru sekolah membuat murid yang di dalam kelas berhamburan keluar kelas begitupun dengan Shfi'yah,dia dan kedua temanya tengah berjalan menuju parkiran hari ini Shfi'yah akan menemani kedua temannya,dan saat kejadian di taman belakang sekolah Antara Nayla dan Agis,membuat Nayla menjadi diam dan hanya sesekali menimpali percakapan kedua temanya itu.


"Nay kenapa Lo ko jadi pendiem sih"tanya Azizah yang sudah tidak tahan dengan diamnya Nayla.


"gue gak pph"jawab Nayla singkat tapi dari rawut wajahnya dia seperti memiliki begitu banyak beban.


"kalo Lo ada masalah cerita,sama kita berdua pasti kita bakal jadi pendengar yang baik ko"ucap Azizah lagih.


"iya....iya makasih ya"jawab Azizah


Mereka pun sampai di parkiran dan ternyata Nayla membawa motor besarnya yang membuat Azizah dan Shfi'yah terkejut.


"Nay Lo keluarin si rembo(nama motor Nayla)"tanya Azizah kaget.


"iya kasian dia jarang gue bawa keluar"jawab Nayla


"wah aku mau dong Nay kamu bonceng pake s Rembo"ucap Shfi'yah tiba-tiba yang membuat Nayla dan AziAh kaget karna tidak biasanya Nayla ingin naik motor gedek nya ini.


"serius kamu Fia mau di bonceng sama Nayla peke s Rembo"tannya Azizah.


"iya emang nya kenapa"tanya Shfi'yah dengan polosnya.


"yang ada nanti Lo di bawa kebut-kebutan sama ni anak,kalo ni anak udah sama s Rembo udah dah jangan mau di bonceng sama dia,dia kalo bawa s Rembo kaya menantang malaikat maut tau gak"jawab Azizah karna dia pernah sekali menaiki motor itu dan ya Nayla membawa nya dengan mengebut.


"hahahaha,beneran"tanya Shfi'yah dengan tertawa lirih.


Azizah pun mengangguk dengan polosnya.


"Udah Fia Lo jangan dengerin omongannya kalo dia ngomong suka ngada-ngada"ucap Nayla saat Azizah akan menimpali dari arah lain keluar motor besar berwarna hitam dengan si pengendara membonceng perempuan di belakangnya,dan di ikuti oleh motor yang lainya dari belakang mau tidak mau Shfi'yah dan kedua temanya melihat itu ya karna motor itu.


motor anak-anak geng motor,sipa lagi kalo bukan Black Bom,dan yang paling depan dengan motor berwarna hitam itu adalah Dimas yang memboncengi pacarnya siapa lagi kalo bukan Lena,Dan hal itu tidak di liat oleh mereka saja tapi ada beberapa murid yang melihatnya termasuk Nathan yang melihat itu dari arah jauh,dia sangat marah melihat itu sampai-sampai rahangnya pun ikut mengeras menahan kekesalannya,dan tangannya terkepal kuat.


"eh jadi gak ni kita ke mall nya"tanya Azizah yang menepuk pundak kedua temanya itu yang membuat Nayla dan Shfi'yah terkejut.

__ADS_1


"iya jadi yaudah yu kita langsung berangkat sekarang,sekalian aku juga mau beli buku,emmm....tapi...jangan kelamaan ya takutnya nanti pulang kesorean"ucap Shfi'yah yang di angguki oleh kedua temanya,akhirnya ketiga sahabat itu keluar dari sekolah yang Shfi'yah yang di bonceng oleh Azizah dengan motor nya dan Nayla dia hanya di temani tas gendong nya yang naplok di punggungnya.


Dan mengikuti motor Nayla dari belakang.


...****************...


sesampai nya mereka di mall mereka pun langsung berkeliling,tempat yang pertama mereka kunjungi adalah bioskop karna Azizah yang merekomendasikannya.


"emang kita mau nonton apa si Zia"tanya Nayla yang melihat-lihat daftar Filem di Sanah.


"gue mau nonton Filem yang romantis "jawab Azizah.


"Cih membosankan,kenapa gak Filem horor ajah"ucap Nayla dengan memutar matanya malas lalu diapun menambah kan usul.


"gak ah takut iya kan Fia"ucap Azizah lalu diapun menoleh kearah Shfi'yah yang tengah asik memeluk ember pocron yang sudah dia beli,Shfi'yah hanya mengangkat bahu acuh karna dia tengah asik melihat - lihat sekitarnya.


"Ok kalo gitu kita nonton horor ajah,kalo Lo gak mau yaudah gue gak bakalan ikut nonton "ucap Nayla yang membuat Azizah mau tak mau menurut.


akhirnya mereka pun menonton Filem horor,dan Azizah hanya melihat bagian-bagian yang tidak ada hantunya sajah,setelah selesai mereka menonton mereka pun bermain di tim zoon yang ada di Sanah,setelah puas bermain mereka pun pergi ke toko buku yang ada di lantai 3.


"Iya ini aku udah beli dua"ucap Shfi'yah yang memperlihatkan dua buku novel yang berbeda judul.


"Sayang"panggil seseorang yang membuat Azizah dan Nayla beserta Shfi'yah menoleh ke belakang karna suara itu dari belakang dan benar saja di sanh ada Lena dan Dimas.


"Apa kah benar kalo bumi ini hanya sebesar daun kelor"seloroh Azizah yang matanya melihat kearah dua sepasang kekasih yang memakai seragam yang sama dengan mereka.


"maksudnya apa ya"tanya Lena dengan lembut.


"gak bukan apa-apa"jawab Nayla sinis.


Shfi'yah hanya menatap tangan Dimas yang sedang di peluk oleh Lena,rasanya dia ingin sekali menyingkirkan tangan itu yang memeluk nya dengan posesif.


Tatapan Shfi'yah tertuju pada jari-jari Dimas yang tidak terdapat cincin pertunangan mereka sama sekali yang membuat Shfi'yah memalingkan wajahnya kesamping matanya terpejam rapat.

__ADS_1


"ya Allah Shfi'yah terlalu berharap atas ini semua,dan Shfi'yah terlalu berharap atas perjodohan ini bahwasanya Kak Dimas mau menerima perjodohan ini tapi sepertinya dia sama sekali tidak menginginkan perjodohan ini"ucap Batin Shfi'yah yang merasa kecewa atas harapannya.


Nayla diam-diam memegang tangan Shfi'yah yang membuat Shfi'yah tersadar dari peraduan batinnya lalu diapun menoleh kearah Nayla yang pokus Nayla tertuju kepada dua sepasang kekasih yang ada di belakang mereka.


"Cih mesra-mesraan di tempat umum emang gak malu apa,tolong jaga sikap apa lagi kalian pake seragam sekolah,jangan buat sekolah malu deh"cibir Nayla sinis.


"Emang nya kenapa kan Dimas dia anak dari pemilik sekolah,lagian ini di luar sekolah,iri ya Lo karna ke lamaan ngejomblo"jawab Lena sinis.


"iri...oh Sorry dalam kamus gue gak ada tuh iri sama orang yang berbuat Zinah"ucap Nayla menusuk.


"cih heh kalian itu kakak kelas kami seharusnya beri contoh yang baik dong pada adik-adik kelasnya,emang terserah kalian sih mau pacaran sampe cek ini juga gak papah bukan urusan gue tapi urusan kalian,tapi kalian juga gak seharusnya pake baju seragam kaya gini ini tu namanya malu-maluin nama sekolah tau gak sih,kan ganti dulu bisa"ucap Nayla lagi sinis.


"udah Nay"bisik Shfi'yah.


Dimas tidak menjawab memang semua yang di katakan Naya memang benar dan dia juga sangat menikmati memandang kearah Shfi'yah tanpa mereka sadari.


"Udah yu kita pulang"Ajak Shfi'yah agar mereka tidak berdebat dan lebih-lebih agar Nayla tidak mengeluarkan kata-kata yang tajam dari mulutnya.


Shfi'yah menoleh kearah Dimas dan Lena untuk berpamitan dan meminta maaf.


"permisi kak kita duluan,dan maaf atas ucapan Nayla"ucap Shfi'yah lalu diapun Menarik Nayla Dan Azizah.


Saat Azizah melewati Dimas yang memang sedari tadi diam dia berbicara cukup pelan namun tegas.


"gak malu udah punya tunangan tapi ko masih pacaran"ucap Azizah lalu Azizah pun segera menyusul Shfi'yah dan Nayla.


Kata-kata Azizah membuat Dimas dan Lena terdiam.


"sayang,apa yang anak itu maksud,tunanga....tunangan apa...apa kamu tunangan sayang"tanya Lena beruntun.


"ya engga dong sayang kamu liat dong mana ada cincin di jari aku gak ada kan"elak Dimas.


"terus apa dong yang tu anak omongin soal tunangan"tanya Lena seakan dia belum puas atas jawaban dari Dimas.

__ADS_1


"udah lah gak usah di pikirin mungkin tuh anak sedikit ngawur mening sekarang kita cari makan yu aku laper"ucap Dimas mengalihkan pembicaraan lalu menarik Lena untuk keluar dari toko buku dan pergi mencari restoran yang ada di moll itu...


__ADS_2