Lentera Di Kegelapan

Lentera Di Kegelapan
EPS 4


__ADS_3

ABANG JANGAN"teriak Shfi'yyah saat melihat Natan keluar dari ruangan Uks,lalu Shfi'yyah pun bangun dan mengejar kakaknya itu Shfi'yyah takut terjadi sesuatu padak kakaknya.


"Abang"panggil Shfi'yyah kepada Natan yang berjalan di depannya Natan diam di tempat tidak berbalik dan jugak tidak meneruskan langkahnya lalu Shfi'yyah pun berjalan ke arah Natan dan berdiri di depan laki-laki itu.


"Bang Pia mohon jangan ginih,bang dengerin Pia masalah gak akan pernah selesai kalo abang ngadepinya dengan amarah"ucap Shfi'yyah kepada Natan.


"Tapi dia udah keterlaluan Shfi'yyah"jawab Natan penuh penekanan.


"Bang natan pernah bilang sama Shfi'yyah kalo kita harus ngadepin orang yang jahat itu dengan kebaikan bukan dengan kejahatan juga"ucap Shfi'yyah mencoba menenangkan abangnya itu tapi sepertinya sia-sia sajah karna Natan sudah benar-benar marah.


Tampa berpamitan Natan langsung pergi untuk menemui Dimas dan gengnya,Shfi'yyah hanya tetunduk sedih dia begitu hawatir kepada kakaknya itu dia takut Natan dan Diamas berkelahi apa lagih Dimas dia seorang ketua geng motor yang sangat di takuti dan di segani.


Azizah dan Nayla mencoba menenangkan Shfi'yyah yang terduduk sedih sekaligus hawatir.


"Pia udah gak usah hawatir gue percaya pasti kak Natan gak bakal kenapa-napa,cuman yang pasti bakal boyok sedikit"ucap Nayla yang mencobak menenangkan Shfi'yyah sekaligus tampa sadar membuat nya hawatir jugak.


"astaga naga itu,mulut ya bukanya bikin orang tenang malah bikin orang makin hawatir ajah"ucap Azizah kepadak Nayla dengan matanya melotot menatap Nayla sedangkan Nayla serasa tidak punya salah sama sekalih.


"tuh matak mau kelur kayanya"jawab Nayla santay..


Azizah hanya menepok jidatnya sajah karna kesal dengan Nayla yang suka ngomong gak pernah mikir dua kali.


Di sisi lain setelah Natan bertanya kepadak salah satu murid yang adak di kolidor sekolah.


" lo tau Dimas di manah gak"tanya Natan.


"oh tadi gue liat kak Dimas ada di lapangan sama temen-temannya di bawah pohon manggah"jawabnya santay.


"yasudah makasih"ucap Natan dan menepuk bahu laki-laki itu diapun bergegas pergi untuk menujuk kearah lapangan.


Sesampainnya dia di sanah Natanpun langsung menarik Dimas yang tengah asik berbicara dengan teman-temannya dan tampa aba-aba Natan langsung meninju wajah tampan Dimas.


Buggg.

__ADS_1


yang membuat Dimas tersungkur terjatuh karna mendapat serangan mendadak dari Natan.


"lo apa-apaan sih main datang langsung hajar bos kita"ucap pikri kesal.


"gue gak punya urusan sama kalian bertigak tapi guek cuman punya urusan sama bos lo ini"ucap Natan dengan menunjuk Agis,Pikri dan Dika.


"urusan Bos kami yak urusan kami juga"jawab Dika sengit,lalu Dimas pun di bantu berdiri oleh Agis dan meyuruh Agis dan kedua temanya yang lain jangan ikut campur.


Akhirnya Agis,Pikri dan Dikapun menurut dan mereka hanya jadi penonton sajah.


"Mau lo apa dateng-dateng cari ribut"tanya Dimas menatap Natan tajam tapi yang di tatap tidak takut sama sekalih dengan tatapan itu.


"mau gue??,mau gue biki lo ngerasain rasa sakit yanga adek gue rasain baji**n"ucap Natan lalu Natapun langsung memukul Dimas dan Dimaspun membalas pukulan Natan.


Buggg.


Bugg.


"cuman gara-gara cewek murahan itu lo samape semarah ini,dasar bang**t"ucap Dimas marah.


Buggg.


Buggg.


"Dia murahan dan udah bikin baju mahal gue koto lo tau itu walo lo ganti dengan uang jajan lo dan dia sehari-hari itu gak bakalan cukup"ucap Dimas lalu diapun melayangkan pukulan kepadak Natan tapi Natan berhasil menangkis nya...


"emangnya seberapa mahal baju lo apa perlu gue jual motor kesayangan gue yang harganya ratusan juta buat gantiin baju lo itu"ucap Natan menatap tajam kearah Dimas.


Dan perkelahian mereka di saksiakan oleh semua murid GARUDAK.


di sisi lain Shfi'yyah mendengar Natan dan Dimas berkelahi lalu diapun segera berlari untuk melihat nya dan kedua teman Shfi'yyah pun ikut meyusul karna penasaran seorang ketua osis melawan ketua geng motor wah pasti sangat seru pikir merekah berdua.


Setelah sesampainya di sanah Shfi'yyah melihat kakaknya dan jugak Dimas tengah bertarung dan tidak ada yang berani untuk memisahkan mereka malah semuah orang asik menonton dan merekam nya menggunakan ponsel mereka masing - masing.

__ADS_1


Dari kejauhan ada salah satu guru laki-laki yang melihat keributan itu dari kejauhan diapun,segera berlari untuk melihatnya saat dia melihat perkelahian Dimas dan Natan guru itupun mencoba memisahkan mereka berdua.


"kalian stop"Ucapnya di tengah-tengah keduanya yang bersiap ingin memberikan tinjuan kepada satu sama lain,namun naasnya tinjuan mereka malah mengenai guru itu.


Buggg.


Buggg.


Dari kedua sisik alhasil guru itu mendapat pukulan tepat di kedua pipinya yang mengakibatkan giginya copot dua..


Guru itu melihat gigik nya yang jatuh dan mulutnya mengeluarkan darah akibat gigiknya yang copot,diapun akhirnya mundur dari perkelahian itu dan duduk lemas di lapangan saat perkelahian Dimas dan Natan masih berlanjut , tiba-tibak dari kejauhan ada teriakan seorang peria yang berhasil menghentikan Natan dan Dimas berkelahi.


"KALIAN BERDUA BERHENTI JIKA MASIH LANJUT SAYA AKAN LAPORKAN KALIAN KEPADA ORANG TUA KALIAN"teriak seorang peria yang begitu wibawah.


Lalu semua murid Garudak pun memberikan jalan untuk kepala sekolah mereka dan tidak lama bel masuk pun berbunyi yang membuat semuah murid harus bubar dari lapangan,Shfi'yyah dan kedua temannya pun pergi dari sanah dan masuk ke kelas mereka di dalam kelas ternyata guru sudah menunggu muri-muridnya untuk masuk dan di mulai lah mata pelajaran kedua..


Di sisi lain tepanya di lapangan.


"Natan,Dimas kalian berdua ikut bapak ke kantor sekolah,Dan mereka berdua hanya menganggukan kepa dan mengekori langkah kepala sekolah.


"oh dan untuk pak johan sebaiknya bapak obati di UKS"UCAP KEPALA SEKOLAH DAK BAPAK GURU YANG TERKENA PUKULAN DARI NATAN DAN DIMAS ITU BERNAMA PAK JOHAN GURU MATE-MATIKA.


pak Johan pun berdiri dari duduknya dan berjalan ke uks di bantu oleh Pikri dan Dika sedangkan Agis entah lah laki-laki itu suka menghilang tiba-tibak.


"Yang sabar ya pak"ucap Dika.


"bapak tetep ganteng ko walo gigiknya copot dua,tapi masih gantengan sayah pak"ucap Pikri.


"kalian ini bukannya tadik bantuk misahin temen kalian yang kelahi malahan kalian tontonin"ucap pak Johan.


" yakan pak tontonan seru gak boleh di lewatin,lagian bapak sok-sokan mau jadik pahlawan kesiangan eh malah bapak kena pukul sampe gigik bapak copot,nanti buk lasmi malah ilfiel lagi sama bapak"ucap Pikri,dengan logat santaynya itu namun agak yeleneh.


"manah ompongnya di depan lagih kaya jendela belum di kacain melompong,kan kalo ketawa malu pak"timpal Dika.

__ADS_1


"Kalian ini malah bayak bicara bukanya ngasih solusi sama sayah biar ni gigik tumbuh lagih"ucap Pak Johan.


" yak pak gigik dewasa mana bisa tumbuh lagi kalo yang copot gigik susu baru bisa tumbuh lagih bapak adak-adak ajah"ucap Pikri geleng-geleng kepala...


__ADS_2