
Setelah acara yang melelahkan tadi Dimas saat ini tengah berada di dalam kamar Shfi'yah,dia memperhatikan kamar Shfi'yah yang di huni oleh banyak nya boneka dengan berbagai jenis dan ukuran,dia pun duduk di pinggir tempat tidur dan menyenderkan kepalanya kepada boneka beruang yang ukuranya cukup besar.
Lalu tatapannya beralih kepada kado-kado yang di berikan teman-teman nya,yang sangat memalukan baginya,matanya terpejam karna Kamara itu sunyi hanya ada aroma kas milik Shfi'yah,aroma manis namun menenangkan membuat nya tenang dan nyaman.
Dimas memikirkan dirinya saat menolak pernikahan ini seminggu sebelum dia mengucapkan Qobiltu di depan penghulu dan para saksi.
felesbeck:
satu Minggu sebelum pernikahan.
Berak,Dimas membuka pintu ruang kerja papa nya dengan sangat keras dan nyaring,membuat orang yang di dalam melirik sekilas ke arah pintu masuk lalu kembali sibuk dengan kertas-kertas yang ada di depanya,tidak ada rasa terkejut di Sanah hanya ada ketenangan.
"sudah biasa"
"Gue gak mau menikah sama tuh cewek titik"ucap Dimas dengan penuh kemarahan.
"Tidak bisa Dimas lagian kamu sudah tunangan dengan dia bukan"ucap Papa Dimas tenang masih melihat kearah kertas di atas mejanya.
"gue gak bisa dan gue,gak cinta sama tuh cewek lagian waktu tunangan itu anda sendiri yang tidak sabaran,lagian gue udah punya pacar"ucap Dimas,yang mampuh kalimat terakhir nya membuat papa nya menatap Dimas.
"Pacar"ulang papa Dimas
"Yess"jawab Dimas dengan terseyum semirik.
"Putusin pacar kamu,papa tidak pernah mengijinkan kamu buat pacaran Dimas haram,"ucap Papa Dimas tegas.
"terserah gue dong kan ini hidup gue,lo gak ada berhak buat ngatur-ngatur hidup gue"jawab Dimas enteng.
"terserah kamu Dimas papa sudah beritahu kamu itu haram dalam Islam di Larang untuk berpacaran tapi kalo pacaran setelah menikah boleh,halah dan sudah berlebel di mata agama dan negara"ucap Papa nya tapi itu semua nya tidak di gubris oleh Dimas.
"Gue mau batalin pernikahan ini"ucap Dimas enteng.
" boleh tapi kalo yang ucapin itu Shfi'yah,papa akan mengabulkannya"jawab Papa Dimas enteng.
ya seperti dugaan Dimas pasti papa nya akan berbicara seperti itu.
"Oh, gue pastiin besok papa dapet kabar dari keluarga cewek itu buat batalin perjodohan ini"jawab Dimas dengan menarik sudut bibirnya kesamping.
"Ya kalo pun itu terjadi....kamu hanya perlu siap-siap untuk melihat makam Mama kamu di bongkar"ucap Papa Dimas serius yang membuat Dimas membeku di tempat saat mendengar kalimat terakhir papa nya itu.
"apa anda sedang mengancam saya tuan"tanya Dimas mencoba tenang walou pun tidak bisa.
__ADS_1
"Iya,kenapa"tanya papa Dimas dengan tersenyum miring.
"anda tidak akan berani melakukan itu tuan"ucap Dimas dingin.
"Saya berani kenapa butuh pembuktian baik lah"ucap Papa Dimas lalu diapun mengambil sesuatu di dalam laci meja kerjanya,dan mengeluarkan sebuah amplop putih.
"Dimas kau tau ini apa"tanya papa Dimas dengan memperlihatkan amplop itu di depan Dimas dan di Sanah ada sebuah tanda tangan milik mama Dimas.
"i...itu"ucap Dimas terkejut.
"mana mungkin masih ada"ucap batin Dimas tidak percaya.
"ya kau benar anak ku kalo ini adalah surat terakhir Mama mu yang belum aku berikan padamu,"ucap Papa Dimas tenang.
lalu papa Dimas pun mengeluarkan korek api dan menyalakannya tepat di depan surat itu.
"Jangan bakar"teriak Dimas saat papa nya akan membakar surat itu.
"kenapa,bukankah ini yang kamu inginkan,membatalkan pernikahan dengan Shfi'yah dan aku akan membongkar makam ibumu lalu aku akan memindahkan makam itu ketempat yang tidak pernah akan kamu ketahui,dan semua kenangan di rumah ini beserta foto-foto mama mu dan juga video yang terakhir kamu lihat akan saya bakar"ucap Papa Dimas menekan kan kata bakar.
"Ok...Ok gue bakalan nikahin tuh cewek bercadar asalkan Anda jangan pernah menyentuh makam Mama dan jangan bakar semua kenangan Mama"ucap Dimas frustasi
Papa Dimas terseyum menang kearah Dimas yang membuat Dimas kesal.
"Kemarikan surat itu"pinta Dimas dengan mengarahkan tangannya kepada Papa nya.
"kamu mau ini,ada saratnya..."ucap Papa Dimas dengan memperlihatkan surat yang masih dia genggam.
"apa"tanya Dimas tidak sabaran.
" putusin pacar kamu,dan nanti setelah kamu menikah baru saya akan berikan pada mu"jawab papa Dimas yang membuat Dimas kembali kesal.
"Dasar orang tua "ucap Dimas sebelum dia beranjak pergi meninggalkan papa nya,jika berlama-lama di dekat papa nya dia bisa lepas kendali dan menghajar papa nya itu.
"BERAK,Suara pintu yang ditutup dengan di banting.
"hufffff sabar-sabar dia anakmu"ucap Papa Dimas kepada dirinya sendiri.
lalu dia pun terseyum terkekeh.
"Dasar anak bod**h dia pikir aku akan berani membongkar makam kekasihku,dan membakar semua kenangan nya di sini,itu sama sajah aku aku menyakiti diriku sendiri,tidak sia-sia selama ini aku tidak main-main atas ucapan ku kepadanya"ucap Papa Dimas sambil memperhatikan surat yang ada di atas meja nya itu.
__ADS_1
"Sayang maaf kan aku aku harus mengancamnya,ini semua demi mu sayang maaf"ucap Papa Dimas dengan mengelus surat itu begitu lembut.
......................
Di sisi lain Dimas berada di markas dengan teman-temanya.
Berak.
"Eh buset gue kaget"ucap Fikri karna terkejut
"Lo kenapa si Dim dateng-dateng udah kaya reog"ucap Dika menatap Dimas yang tadi memukul meja di depan mereka.
Dimas tidak menjawab matanya terpejam dan tangannya memijit jidatnya yang sangat pusing jika emosinya belum di salurkan sepenuhnya.
"Pasti gara-gara bokap"tebak Fikri.
"hemmm"jawab Dimas mengiahkan.
"memangnya bokap Lo kenapa"tanya Dika penasaran.
"Dia nyuruh gue buat nikah Minggu ini"jawab Dimas malas.
"APA"pekik Fikri dan Dika sedangkan Agis dia hanya memperhatikan dan menjadi pendengar yang baik.
"Lo serius bos mau kawin"tanya Dika tidak percaya.
"hemmm
"Lo Dik bahasanya kawin,nikah Dik nikah"ucap Fikri kepada Dika yang tidak di gubris sama sekali oleh Dika.
"Lo mau nikah sama siap,sama pacar Lo"tanya Fikri,padahal dia tau kalo Dimas akan menikah dengan siapa.
"Sama Shfi'yah"jawab Dimas.
"Apa Shfi'yah yang anak pake cadar itu"tanya Dika kaget.
"yang temenan sama Nayla"lanjutnya,Dimas hanya menganggukan kepalanya.
"Wah gak nyangka Dim Lo bakal nikahin tuh cewek"ucap Dika.
"BERiSiK gue mau tidur"ucap Agis kepada Dika.
__ADS_1
"Si kulkas sensi dia"ucap Fikri berbisik kepada Dika dan Dika pun menganggukan kepalanya.
...---------------...