
Hai. Aku Brieaya Khara Abram teman teman dekat ku memanggilku khara atau brie, terserah mereka saja memang. Aku sekarang berada dihalaman kampusku yang terletak di Bern Swiis.
Yap. Aku salah satu dari mahasiswa yang menerima Beasiswa. Di swiss memang biaya study sangat lah ringan hanya mengeluarkan biaya untuk makan dan tinggal, Fasilitas di university of bern tempatku belajar memang lengkap. Kebetulan aku mengambil jurusan Manageman bisnis di sini. Mengejar gelar MBA (Magister administrasi Bisnis) .Diusia ku yang ke 25 tahun. Mengejutkan? sebenarnya tidak aku hanya telat meneruskan study ku. Niatan awal ku menetap di swiss hanya ingin keluar dari kungkungan keluarga dan berusaha mandiri. Aku mempunyai banyak teman pria maupun wanita dikota ini. Salah satu nya Greta.
"Guten Morgen.. Brie " Greta berjalan ke arah ku menampilkan wajah ceria nya. Pasti saja membuat aku pun ikut tersenyum melihat kedatangannya
"immer gut.. Kau tidak ada kelas pagi ini gret"
"Tidak. Siang nanti baru aku punya kelas"
"Aku pun punya kelas siang ini"
"Lalu kenapa kamu berada dikampus pagi sekali"
"Menikmati suasana ku rasa. Sebentar lagi kita akan jarang menikmati suasana ini. Sidang akan segera mengikis waktu kita gret"
"Yakin hanya itu. Bukan karena sosok pria plamboyan yang berjalan menuju kemari kah"
"Oh No Gret. Julian hanya bonus penambah semangat pagi ini"
"Hallo Schatz. Kau tampak sangat cantik pagi ini" Julian menjatuhkan tubuhnya disampingku, Mata Coklatnya menatapku dengan senyuman diujung bibirnya.
"Hai. Kenapa pagi sekali kau sudah ada disini Julian. And wait like you didn't go home yesterday your clothes look the same"
"Yah. i am "
"Kenapa ? Dimana kamu menginap semalam?"
"Hanya disuatu tempat honey"
Aku tak melanjutkan pertanyaan karena sepertinya Julian enggan memberi tahu.
Kami terus berbicang tentang sidang yang menunggu tentang club baru yang akan buka malam ini. Dan aku adalah salah satu pegawai paruh waktu yang berhasil mendapat kesempatan untuk bekerja disana.
Selain Kuliah aku juga bekerja sambilan atau part-time dibeberapa tempat, Dicaffe, Diclub, Dan perpustakaan kota, Aku tidak pernah asal mencari tempat Part-time ku tentu saja.
Diperpustakaan dapat membantu ku dalam kuliahku sangat banyak. Dicaffe tentu saja menambah kehidupan social ku karena untuk berada disana sekedar nongkrong dan minum aku tak punya waktu. Selagi bekerja aku pun dapat bertemu teman teman yang lain ketika bekerja. Dan Club tentu saja mengcurahkan semangat muda. Hahaa
Hidup di Bern yang nota bene adalah ibukota swiss yang merupakan kota terbesar ke empat di swiss dibawah Zurich. Memang sangat mengasyikan bagiku. Tempat yang indah, orang orang yang sederhana, yap penghasilan yang besar disini diikuti dengan biaya hidup yang tinggi pula.
Siang menyongsong waktunya aku memasuki ruang kuliahku
__ADS_1
"Hallo Mr.james " Mr James Dosen pembimbingku tampak berjalan gagah menuju ruang kelas yang aku tuju.
"Hallo. Frau brie, die ergebnisse ihrer aufgabe sind sehr zufriedestellend" ( Hallo nona brie. aku sangat senang dengan hasil tugas mu sangat memuaskan).
"Danke herr, ich werdeharfer lernen, um am ende des studiums enfolgreich zu sein" (Terima kasih. aku akan belajar lebih giat lagi. agar berhasil disidang akhir.)
Mr. james mengangguk dan tersenyum puas padaku. Aku memang salah satu mahasiswa berprestasi di disini. Kami masuk keruang kelas dan memulai kelas kami.
Kelas berakhir disore hari , waktunya aku bersiap menuju Club. Untuk bersiap untuk pembukaan nanti malam yang pasti akan sangat ramai, Dan pekerjaan ku sebagai pengantar minuman akan sangat sibuk. Menyebalkan memang kerja di Club yang akan launching. Tapi bonus nya tidak membuat kita kecewa teman. Upah perjam ku bisa mencapai 35 franc swiss atau sekitar $34 dolar Rupiah nya silahkan kali kan saja dengan nilai tukar sekarang. Dengan ada nya bonus itu bisa membuat ku bisa membeli keperluan lain.
Sebelum ke club aku menyempatkan untuk mampir ke apartment satu kamar yang aku tempati untuk sekedar mengganti pakaianku. aku memakai kaos dengan luaran denim jaket, dan skinny jeans warna senada. Mesti nanti aku pun akan berganti dengan seragam juga akhirnya. Make up sederhana dan tatanan rambut yang hanya di ikat ekor kuda.
Sementara aku bersiap untuk berangkat menggunakan sepeda ku. Julian meneleponku
"Brie. Hallo."
"Ya Julian. "
"Apa kamu sudah berangkat ke club"
"Ya. Aku baru saja hendak berangkat dengan sepedaku. Ada apa? "
"ok. " Aku menutup terlebih dahulu sambungan telpon dari Julian diponselku. Segera menjingjing sepeda dari pinggir pintu apartment membuka kunci dan melaju dengan kayuhan ku yang terburu buru. Aku hanya ingin cepat sampai agar bisa mempersiapkan kerjaan ku nanti.
Karena Sepeda yang kulajukan dengan cepat dan terburu buru membuatku kurang hati hati dan menabrak Seorang pria dengan stelan kemeja putih delengkapi jas Casual.
Brukk Sepeda ku tersungkur besertaku yang yang terduduk diatasnya. Auu Sakit dibagian sikutku. Aku melihat kearah samping Pria yang ku tabrak tampak meringis sambil menepuk nepuk baju nya yang sedikit kotor karena Terjatuh.
" Are you ok?"
"Yaahh. ok"
"Maaf kan saya Tuan. saya benar benar ceroboh"
"Tidak apa. Sudah lah. Sepertinya kamu terburu buru"
"Benar. Sekali lagi maaf kan saya. Bila anda terluka anda bisa meminta biaya klinik padaku. Sebentar." Aku langsung mengambil dan membuka tas ku. Menulis nomor telpon ku disecarik kertas kecil. Dan segera memberikan nya pada pria yang ada dihadapan ku.
"Tidak perlu. Kau boleh melanjutkan perjalanan mu. aku sungguh baik baik saja nona." Dia menolak dengan ramah nomor telpon ku. Tapi kalian pasti tau teman kalau aku meninggalkan begitu saja. Jiwa ku memakiku sebagai manusia tidak bertanggung jawab. Maka aku menyelipkan nomor telponku disaku jas nya sembari kembali mengayuh sepedaku.
"What happen Brie? " Tanya rekan kerja ku ketika melihat aku meringis sambil melihat sikutku yang sedikit tergores dan berdarah.
__ADS_1
"Aku terlalu ceroboh hari ini mily. Sepedaku menabrak pria didekat taman. Ketika menuju ke mari "
"Are you ok"
"Aku baik baik saja. hanya sedikit perih " Aku menuju Ruang loker dan segera berganti pakaian. Mendengarkan briefing untuk menangani keramaian pengunjung.
Lantai Dansa sudah pasti terisi penuh dengan para Pencinta pesta. Music adm yang bergema diruangan menulikan telingaku. Aku sibuk mengantar minuman pada Tamu Vip yang berada diruang khusus dilantai dua. Banyak teman teman ku yang datang ke club aku senang karena bisa bertemu walau hanya sekilas.
"Brie. Kamu bisa antarkan minuman ini ke ruang 3 di lantai atas. please"
"Baiklah. tak usah merasa ragu untuk memintaku membantumu mily"
"Terima kasih brie. Aku benar benar butuh ke toilet."
Aku membawa minuman dari meja dan mengantarkan ke ruang 3. Tampak nya Ini Ruang VVIP. diluar ruangan ada penjagaan oleh beberapa pria bertubuh besar dan beberapa wanita cantik memakai setelan hitam. Ya aku kira mereka bukan wanita biasa. Dari tangan nya yang berotot saja sudah bisa dijamin mereka pandai berkelahi.
"Permisi. saya mau mengantar kan minuman ini kedalam."
"siapa kau. Kau bukan pelayan yang ditugas kan Manager tadi"
"Saya Brie. Karyawan pelayan disini juga tuan. Kalau maksud tuan Mily. Dia sedang ada keperluan mendesak dibelakang, Tepat nya Toilet" Pengawal disamping kiri ku nampak menahan tawa karena penjelasan ku.
"Baiklah Masuk lah" Aku masuk kedalam dan segera meletakan minuman yang ku pegang dimeja besar yang terletak ditengah ruangan. Disofa terlihat beberapa pria dengan stelan yang nampak mewah dan dapat dipastikan mereka dari kalangan atas. Mata ku berselancar memandang sekilas orang orang yang ada diruangan hingga pandangan ku terpaku pada satu pria yang nampak familiar.
Pria yang tadi sore aku tabrak. oh Apa dia tahu aku bekerja disini dan mencoba melaporkan ku pada Pemilik club yang sedang duduk bersama nya.
"Hallo frau. du bist so schon" Salah satu yang tamu yang ada diruangan menggodaku.
"Danke. Atas sanjungan nya. saya permisi" Pria tersebut hanya memandang ku dengan tersenyum.
Menjelang dini hari pekerjaan ku akhirnya selesai aku berganti pakaian dan segera keluar untuk memapah sepeda ku. Jarak antara Club dan apartment tunggal ku memang dekat hanya 20 menit berjalan kaki dan 10 menit dengan sepeda, tapi malam ini nampak indah untuk sekedar menghilangkan lelah aku memandang pemandangan dini hari.
upz. Aku melupakan sesuatu malam ini Julian, Julian tak terlihat selama Aku di club dimana dia. Tapi untuk sekedar menelpon dan bertanya rasanya aku malas.
Sedang disatu ruangan temaram, Terlihat dua orang sedang bercumbu mesra. Menghabiskan malam bersama..
To be continued....
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Haii... Readerss aku harap kalian suka sama cerita nya. ini cerita Baru ku.. kalian bisa lihat juga Cerita lainku yang berjudul FRAMIA RADITA. terima kasih
__ADS_1