
Nora Pov
Aku adalah gadis ceria yang mendapat begitu banyak cinta dari kakakku. Luke Alexander park seorang pengusaha sukses di tiga benua.
Hanya saja aku tak mendapatkan banyak cinta Dari orangtua ku. terutama ayahku dia menganggap aku bukanlah anak yang baik karena mencintai seni dari pada Bisnis.
Aku selalu disisihkan dan dijauhkan dari kakak ku satu satunya. aku sekolah diluar negeri. Hingga selalu berjauhan dari kakakku. semakin kakak ku mencari dan mngunjungiku semakin aku dijauhkan dengan nya. walau pun tetap pasilitas dan sekolah yang ku tempati bukan lah sekolah biasa saja.
Kakak ku yang terkekang oleh ayah dan merasa tersiksa dengan gangguan ibu kami. akhirnya keluar dari rumah dengan syarat bertunangan dengan Gabby salah satu anak teman bisnis ibu. Kakak ku alex mulai membuat bisnis kecil hingga berkembang dan sekarang hampir menandingi bisnis ayah.
Dengan kesibukan dan larangan dari Gabby membuat ku dan Kak alex jarang bertemu. Gabby merasa aku adalah pengganggu dalam hubungan nya. karena setiap kali kakakku memiliki waktu libur dia akan mengunjungiku dimana pun aku dikirim ayah ku. Qatar,Korea,Jepang,Brazil,Dan Canada adalah sebagian tempat aku menetap. Kuliah terakhirku di Canada. University terbaik disana adalah tempatku belajar.
Dan disana lah awal dari hancurnya masa depan ku. Aku berkenalan dengan beberapa mahasiswa yang selalu mengikuti ku kemana pun. Meski aku menolak mereka tetap bersikeras berteman dengan ku, bukan karena tak ingin berteman tapi kejadian dimana teman temanku sebelumnya selaku memanfaatkan kekayaanku membuatku malas berteman,hingga aku berubah menjadi gadis yang sedikit dingin,tapi dengan upaya shally akhirnya aku oun berhasil berteman dengan shally Brooklyn dan yang lain nya. Dikala waktu yang disempatkan kakakku untuk menjenguk ku aku selalu saja berada diantara Teman teman ini yang selalu bisa memaksa ku pergi bersama mereka.
"Bunny. dimana sekarang. Aku sudah berada di apartmentmu dan kau tak ada disini. Apa kau tak merindukan kakakmu ini." Isi pesan dari kakakku.
"Maafkan aku kak. aku tak bisa pulang sekarang. teman temanku membawaku ketaman dan aku tak tahu ini dimana."
"Baiklah. bersenang senanglah. jangan mengkhawatirkanku. Jaga dirimu baik baik. kakak akan pergi ke Amsterdam untuk perjalanan bisnis jadi minggu depan mungkin tidak bisa mengunjungimu. Love you little bunny"
"I am so sorry. Love you too kak" balasku sebelun ponselku dirampas oleh brooklyn salah satu temanku.
"Jangan main ponsel terus. ayo kita jalan jalan." Ajaknya sambil menggandeng tangan ku.
Kami berjalan sampai pada tempat sepi dan sejuk ada bangku yang menghadap air mancur Brooklyn mengajak ku untuk duduk disana.
"Kemana yang lain brook. Apa mereka tau kita disini."
"Mereka membeli makanan. eum Nora aku ingin bilang sesuatu. eumm"
"Ada apa brook bilang lah."
"Bila Shally mengajakmu ke pestanya apa kau akan datang" Wajah Brook tampak sedikit cemas.
"Tidak kurasa. aku tidak terlalu menyukai pesta."
"Kau yakin. Tak akan datang. berjanjilah kau tak akan datang"
"Why.Eum aku tak akan datang."
"syukurlah. dan jangan bilang aku melarangmu pada mereka. Dan satu lagi. tadi siapa yang kau kirim pesan."
"Kakakku Alex. Satu satunya keluarga yang meyayangiku."
"Bisa kau minta nomornya."
"Untuk apa.." Walau belum ada jawaban tapi tanganku lebih dulu memberikan ponsel pada Brook. Dia segera menyimpan No ponsel kakak dan cepat cepat meyimpan ponselku kembali ditanganku. Ketika Shally dan yang lain datang sambil terlihat agak marah.
"Shally.. Kau menemukan kami." Ucap Brook dengan suara sedikit gemetar.
"Apa yang kau lakukan Brook" Sally memandang brook dengan tatapan tajam tanda tak suka.
"Aku yang ingib melihat lihat dan berjalan jalan shally. Brook hanya menemaniku" Belaku.
Tatapan shally berbalik ke arahku.
"Benarkah.. Aku aku kira Brook mengajakmu melarikan diri dari kita"
"Mengapa Brook harus begitu?" Tanya ku balik tak mengerti dengan arah pembicaraan Shally.
__ADS_1
"Tak apa ini makan lah. aku membeli nya diluar sana" Shally duduk beserta teman yang lain. Disisi lain Brook tampak cemas.
Setelah Sore Shally baru mengantarku kembali ke apartemen setelah mengantar yang lain terlebih dahulu. Brook yang meminta ikut mengantarku saja ditolak kasar oleh shally.
"Apa yang Brook ceritakan padamu Nora?".
"Tidak ada. Apa maksud pertanyaan mu"
"Apa dia melarang datang ke pestaku Besok"
"Ah tidak. Dia hanya mengikutiku berjalan saja. Dan tak menceritakan apa pun. Memang nya ada apa dipestamu. Aku memang tak bisa datang Shall.. gantinya akan ku belikan kau hadiah apapun Itu." Ujarku.
"Tidak Nora. bila kau mengagapku temanmu. Bila bukan aku saja yang terus terusan mengagapmu sahabatku. kau pasti akan datangm tanpa aku minta. Hadiah terbesarku adalah kau datang ke pestaku. Tapi terserah padamu. aku mungkin bukanlah orang yang kau anggap teman. selama ini memang hanya aku yang memaksamu berteman dengan wanita aneh sepertiku."
"Oh shall. No bukan seperti itu. Baiklah aku akan datang jemput saja aku."
"Benarkah.. Terima kasih Nora. aku akan menjemputmu."
****
Aku telah selesai berdandan ketika bel pintu apartemenku berbunyi. Mungkin shally telah datang menjemputku. Aku mengambil Minaudiere bag Warna silver diatas Sofa. Sekali lagi bercermin melihat penampilanku.
Gaun putih ini memang Dress Code Acara Pesta ulang tahun Shally. Jadi walau pun kurang nyaman ku paksakan untuk kupakai.
Aku berjalan ke arah pintu dan segera membuka pintu. Tapi didepan pintu bukan lah Shally yang berdiri disana melainkan seorang pria dengan wajah tegas dan sedikit cambang dimukanya. Berpakaian serba mewah. Dari mulai Pakaian, jam tangan, Sepatu semua tampak mahal. Tapi siapa dia.
"Nora. Kenalkan aku Bernath. Aku ditugaskan Shally menjemputmu." Kata nya sambil mengulutkan tangan.
"Maaf tapi aku rasa aku tak bisa pergi dengan mu. Dimana Shally sekarang. Aku bisa pergi sendiri. "
"Hhhaa. Benar kata Shally kau bukan wanita gampangan. Ikutlah Shally ada dibawah menunggu kita di mobil"
"Benarkah." Pria tersebut mengambil ponsel nya dan melakukan Vidio Call.
"Ayo cepat turun. kenapa lama sekali. Bawa temanku turun." Shally tampak menggerutu pada Bernath.
"Ok. dia akan sampai dalam 3 menit" Dia menutup VC nya dan kembali memandangku. Aku pun akhirnya mengikutinya turun ke parkiran Apartemen.
Tiba disana Shally telah membuka pintu mobil yang iya Tumpangi.
"Haii. Sweety. Kenapa lama sekali. Ah. Nora kamu berangkat bersama Bernath apa tak keberatan. Mobilku tak bisa membawamu." Yah Mobil Shally adalah tipe mobil sport yang hanya bisa diisi oleh 2 orang saja. dan dia bersama dengan Pacarnya tentu saja.
"Ah baiklah. Tapi jangan berkendara terlalu jauh."
"Tenang saja. Aku tak akan menculik mu nona." Saut Bernath dengan sedikit senyum sebal.
"I am sorry. Aku tak bermaksud menyakiti perasaan mu. hanya saja aku tak terbiasa bersama orang asing."
"Orang asing. Kau telah tau namaku bukan. Dan kau bisa mencari tentangku sekarang juga di Internet. Bernath Rolless anak Bungsu dari keluarga Petinggi disini Juan Rolless. Oh my god."
Aku tak menjawabnya kembali. Aku hanya menurut untuk masuk ke mobilnya untuk menghindari menyakitinya lebih jauh. Mobil kami berjalan beriringan. Menuju tempat Party yang telah disediakan Orang tua Shally. Ketika Tengah berada diperjalanan. Ponselku berbunyi dan itu adalah panggilan dari Brooklyn.
"Hai. Brook ada apa kau memnaggilku"
"Nora. kau berada di apartemen. Aku akan kesana. Mari makan Pizza bersamaku"
"Maafkan aku Brook. aku sekarang dalam perjalanan ke pesta Shally."
"What. Oh No. Nora kau berjanji tak akan menghadiri pesta Shally. Aku harus bagaimana sekarang." Suara Brook terdengar gemetar mencemaskanku.
__ADS_1
"Ada apa Brook..." Belum sempat ku akhiri pertanyaan ku. Ponsel ku telah pindah tangan ke tangan Bernath.
"Kau selain angkuh juga tak punya sopan santun. Dari tadi kau tak bersuara sama sekaki dan sekarang kau berani berbincang ditelpon."
"Dia temanku. teman Shally juga. Kau tak bisa berprilaku seperti itu" Jawabku masih dengan bahasa dan intonasi yang lembut.
"Kau menganggap Brooklyn teman mu dan Shally. tapi kenapa dia tak mau datang ke pesta bahkan ketika shally menjemputnya. Jangan bercanda disini. Malah dia mekarangmu ikut juga. hah." Aku hanya terdiam lagi. yah aku tau alasan Brook melarangku pun aku tak bisa memahaminya. Pantas saja Bila Shally merasa marah pada Brook. Secara Brook adalah teman Shally dari SMA. lebih lama dariku. yang baru berteman dengan shally selama 7 bulan kurang lebih.
Kita akhirnya sampai ditempat tujuan. Bernath membukakan pintu mobil dan membantuku keluar.
"Dimana ini. Kenapa kita berada Didermaga mana Shally."
"Kau lihat kapal pesiar itu. Shally akan mengadakan pesta disana Honey. Jadi pasti kita ke Dermaga."
"Ouh yang benar saja. aku memakai pakaian minim. Apa shally benar benar tak meikirkan ini."
"Kau tak akan Kedinginan. aku jamin. ayo ikutlah jangan Banyak berkeluh kesah." Aku kembali mengikuti saja kata kata nya. berjalan beriringan dengan nya menaiki Yacht.
Akhitnya Pesta di mulai. Yang Hadir dipesta Shally tak terlalu banyak. Hanya trman trman dekat nya saja. Sebagian aku kenal sebagian lagi tidak. Aku terduduk santai di samping Kiri Shally. Dan disamping ku Bernath tak pernah jauh dariku.
"Kau mau minum apa. Biar aku ambilkan. sepertinya kau bukan seorang sosialita. Walau pakaian mu tampak mengidentitaskan dirimu dikalangan lebih tinggi dari Mereka."
"Apa manusia di mengidentitaskan dirinya sesuai dengan harta nya. aku kira tidak. Dan maaf aku tidak meminum alkohol."
"Haha. kau lucu. siapa yang menawarkan mu alkohol. aku hanya menawarkan minum. yang jelas kau tak mencicipi satu pun minuman yang tersedia disini. aku bisa meminta dibuatlan minuman tanpa alkohol."
"Orange Jus" Jawabku singkat. Bernath tertawa melihat tingkahku.
Dia kembali dengan Orange Jus ditangannya. Berjalan menghampiriku. Aku menerima minuman nya dan langsung meminumnya. Tapi rasanya Agak berbeda.
"Apa ini. Kenapa Rasanya seperti ini."
"Anehkah. Itu minuman yang disiapkan Chef khusus untukmu apa tak enak."
"Ah. Tak apa dari pada aku minum yang lain." Tapi setelah hampir setengah Gelas aku meminumnya aku mulai pusing. Hingar bingar pesta tak lagi ku pedulikan. Aku hanya merasa pusing. Hingga Tepat tengah malam aku meminta Ijin Shally untuk masuk ke kamar saja. Shally memberi ijin hingga aku berjalan sambil terus berusaha membuat keseimbanganku bekerja dengan baik.
Tapi tidak berhasil Aku terhuyung karena kepalaku serasa berputar. Hingga terjerambah jatuh. terduduk. Hingga Bernath membantuku berdiri kembali.
"Mau ku bantu. Ke kamar." Aku yang memang telah sangat mabuk dipapah Bernath. masuk ke kamar. Bernath membuka pintu dan kembali menutupnya. mendudukan ku ditepi Ranjang.
"Kau mabuk Nora. Padahal jus mu hanya tercampur sedikit saja alkohol." Apa maksud nya dia mencampur minumanku dengan alkohol ah pantas saja.
"Kau Brengsek....."
"Tenanglah. kau akan kedinginan bila tak meminum alkohol. Dan sekarang aku akan menghangatkan mu Disini. Diranjang ini"
Aku tak mengerti maksud ucapannya Hingga Bernath mendorongku Terlentang Diranjang. Bernath memegang tanganku dan berusaha mencium bibirku dengan kasar. Aku berontak dengan sekuat tenaga ku, tapi tak ada sepersekian tenagaku yang tersisa. Bernath terus menciumi Bibirku dengan kasar Dan aku terus saja berusaha berontak tapi tak berhasil keluar dari Cengkraman dan Cumb**nnya. Dia kini berusaha membuka semua pakaianku yang tentu saja gampang sekali tebuka. Gaun minim yang ku pakai sebagai Dress Code pesta Shally sangat lah muda dibuka.Tak butuh waktu lama Bernath berhasil mengambil semua masa depanku.
Dia memperk*s*ku dengan kasar. Hentakan hentakan kasar yang ku terima sangat lah menyakitkan aku menangis menjerit meminta tolong. tapi entah bagaimana. tak ada seorangpun yang mendengar. Suara ponsel yang terdengar kini kian melemah. Rontaan ku kian melemah dan akhirnya aku tak lagi mengingat apapun....
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
to be continued