Love A Kind Girl

Love A Kind Girl
Lamaran.


__ADS_3

****


"Mana gaun untuku" Greta menyambut heboh kedatangan kami di apartment nya. Dia segera merampas paper bag yang dijinjing Sam untuk segera memeriksa isinya.


"Calm down babe." Josh menegur greta karena tingkah rusuh nya.


"I am so excited babe. Sorry" Greta membuka paper bag dengan sedikit tenang. dia berdecak kagum pada gaun seksi yang dipilih mily untuk nya. Dan kembali membuka gaun yang aku pilih.


"What. Gaun ini untuk mu brie. ouh" muka greta tampak sedikit mengkerut tapi tak tahu apa yang ada dipikiran nya.


"Berika padaku akau akan berganti pakaian." aku mengambil gaun yang sedang dipegang greta. berlalu menuju kamar greta. Semua ikut berganti pakaian begitupun para lelaki yang berganti dikamar sebelah.


setelah aku selesai berdandan . aku keluar untuk menunggu dua wanita heboh ini selesai berdandan. Ada panggilan dari Julian yang segera aku angkat.


"Dimana kamu honey. aku akan menjemputmu"


"Di apartment josh. kau akan menjemputku julian"


"Oh. No aku akan menunggu di club saja"


"Baiklah tunggu saja" Aku menutup panggilan Julian cepat.


Kami berangkat menggunakan dua mobil Mily sam dan aku satu Mobil dan Greta bersama Josh. Julian Dan Nick telah berada di Club. diwaktu seperti ini aku ingin sekali mengajak sahabatku Nora. apa yang dia lakukan sekarang.


*****


Aku memakai Atasan Empire line longgar warna hitam dan bawahan skort denim pendek. Dimana gaun yang tadi dibeli. tak jadi kupakai, aku merasa bukan diriku memakai gaun itu.


"Hai Honey " Julian menunggu ku di depan pintu Club. dengan senyum sumringahnya. aku hanya membelas senyum nya dengan senyuman tipis. dia mengecup pipiku ringan dan membawaku masuk kedalam.


Sam meminta semua naik ke lantai atas. tempat dia biasa bertemu dengan teman teman kelas atas nya. Oh aku tak tahu kenapa aku berharap ada Luca disana. hah dasar.


Kami berpesta disana sampai tengah malam. Sam memberi tanda padaku agar keluar ruangan mengikutinya menuju pojok ruangan lantai atas yang sedikit tenang.


"Brie. maaf apa aku boleh bertanya?"


"Ada apa tiba tiba Sam"


"Bolehkah aku memberikan Nomor mu oada salah satu temanku. yeah kau pun mengenalnya."


"Untuk Apa"


"Aku pun berpikir begitu tapi dari semenjak sampai disini dia terus menelorku brie. meminta Nomor mu. aku takut akan membuat Julian salah paham."


"Hemm. siapa dia. tapi sebelum itu kenapa kau tak menolak bila merasa Julian akan salah paham"


"Kau bersama Kembali dengan Julian tapi sepertinya masih ada sedikit halangan denganmu. aku hanya punya pemikiranku sendiri."


"Jangan berikan Nomorku Sam. siapa pun dia. aku hanya ingin pokus pada sidangku dan kerjaanku saat ini. dan julian sekarang ada disampingku."


"Ok. I know. Ayo masuk kembali. oh satu lagi Hari ini aku akan melamar Mily." Sam berlalu sambil tertawa.


Oh my God. Senang nya mendengar berita bahagia barusan. Belum sempat aku memasuki ruangan Lampu Club padam semua. hingga aku tak bisa melihat jelas disana.


Seseorang menggapai lenganku menarikku kepelukan nya. Tak ada jarak diantaranya. aku merasakan hembusan napas hangat diwajahku. Dan sentuhan bibir lembut pada bibirku. Oh entah karena apa aku tak bisa menolak ciuman ini. Dia mengecap dan menciumku dengan hangat. Aku suka apa julian sekarang selembut ini. Aku kini membalas ciuman nya setelah hampir dua menit berciuman saling menyautkan bibir dan lidah dia melepaskanku perlahan. melepaskan pelukan ku dan berlalu pergi.


Oh tuhan apa yang dilakukan Julian.


"Jul...." belum selesai aku menyebutkan namanya Lampu kini telah hiduo kembali. semua orang diClub membawa lampion kuning dengan mawar kuning ditangan sebelahnya. Dipintu Ruangan Greta josh dan Mily keluar dampak lampu padam tadi. Dan tepat didepan nya Sam memegang buket mawar kuning pavorite Mily dengan sebuah kotak terbuka berisi Cincin.


Tapi mataku berkeliaran mencari Julian. dia ada dibelakang Josh.


kenapa dia ada disana. pikirku


Julian melihatku dan tersenyum lebar melihat kejadian didepan nya. tapi pemandangan romantis didepan ku tak bisa mengambil alih perhatianku oleh sensasi yang kudapat barusan. Siapa yang berciuman denganku.


"Milya jhonson. Willst du mich heiraten"


(Maukah kau menikah denganku Milya jhonson)


"natürlich möchte ich dich heiraten. So much"


(Tentu saja aku bersedia menikah dengan mu.)Milya tersenyum dengan air mata bahagia yang menetes dipipinya.


"Danke mein heirzliebhaber"


(Terima kasih kekasih hatiku)


Sam memeluk erat Milya dan dengan mesranya mereka berciuman disambut tepuk tangan meriah dari semua pengunjung Club yang merupakan kenalan dan pengunjung setia Club. teman dekat dan sahabat dekat serta keluarga dari Sam ternyata hadir diantara kami.


Aku tersenyum bahagia menlihat pemandangan ini. mataku mengeliling melihat keadaan club yang sedang melanjutkan party. hingga sosok pria yang berjalan keluar club mencuri perhatianku.


Belum sempat aku melihat dengan jelas tangan kekar julian merangkulku dari belakang.

__ADS_1


"Apa yang kau lihat Honey"


"Nothing" Aku tersenyum mengalihkan perhatianku pada Mily dan sam.


"Kita bersenang senang malam. ini" Julian berbisik ditelingaku dan mengecup pipi ku. But perhatian ku masih pada kejadian beberapa saat lalu.


Siapa dia, Kenapa menciumku apa salah orang. tapi perasaan ku begitu berkecamuk. antara suka dan bingung hingga aku kurang memeperhatikan pesta dan orang orang disekitar.


"Brie kau baik baik saja." Sam mendekat bersama Josh.


"Aku memeperhatikan mu dari tadi. kau tampak kurang baik. kau tidak menikmati pestaku" ujar Sam kembali.


"Apa ada masalah sweet heart." Tanya Josh.


"No. Semua ok. aku baik baik saja. Mungkin karena sebentar lagi mendekati waktu sidang hhaaa" Aku berusaha mengubah Mood ku.


"Ah Brie apa....." Sam hendak berbicara tapi tak ia lanjutkan.


"Yah. kenapa sam. kau ingin bertanya apa"


"Tidak jadi. hahah nikmati pesta nya. Aku tinggal yah. Mily menantiku" Sam mengedipkan mata nya dengan senyum ciri khas nya.


"Pergi lah. Sam" Aku tertawa melihat dia sedikit berlari menuju ruang pribadi nya. Aku melanjutkan pesta dengan yang lain berusaha melupakan kejadian tadi.


****


Hari ini adalah hari sidangku. Aku sedang duduk ditengah tengah para Dosen penguji. Sidangku yang mengambil bahan rumit menurut teman temanku membuat dianatara dua pilihan.


Berhasil menjadi lulusan terbaik atau bahkan mengulang kembali tahun depan. Tapi keyakinan ku selalu besar. aku yakin akan lulus dengan baik. walau bukan yang terbaik. Sidang ini memang sangat rumit. para penguji selalu memberi pertanyaan yang sulit. tapi bukan berarti tidak bisa dijawab.


Setelah semua pertanyaan aku jawab dengan sebaik mungkin. Akhirnya selesai dan aku berdiri menyalami para penguji.


"Brie. Bagaimana" Greta menyongsong ku dengan menembakan peluru pertanyaan yang pasti sulit aku jawab.


"Aku tidak tahu. kita lihat saja Nanti" Ujar ku sambil tersenyum.


"Oh. baik lah"


****


"Kau kembali ke lautherbrunnen Honey" Julian memelukku dari belakang ketika aku mengepak pakaian ku.


"Yupz. aku harus kembali. Semua berjalan baik. sidangku berhasil dengan memuaskan. sekarang tinggal menunggu kelulusan ku. Selama menunggu aku harus bekerja bukan"


"Kita bisa bertemu ketika kau libur. kau bisa mengunjungiku atau pun sebalik nya"


"Ah tapi rasanya masih berat berpisah lagi dengan mu. " Julian mencium pipiku dan mengangkat daguku untuk bisa mencium bibirku. kami berciuman dengan panas hingga berakhir diranjang.


Beberapa Saat menerima cumbuan Julian hingga bunyi nada dering ponselku berbunyi.


Aku mendorong sedikit dada Julian untuk menghentikan cumbuan nya.


"Julian. aku angkat telpon dulu"


Aku mengambil Ponselku dimeja belajarku. Ku lihat sekilas dan nama Oma tertera disana.


"Hallo oma." Kataku segera setelah menerima telpon.


"Hallo khara Sayang. Oma sudah dibawah. cepat turun" Oma memang akan menjemputku hari ini.


"Baiklah tunggu sebentar" Aku menutup telpon dan segera menutup koper untuk segera turun.


"Honey. kau pergi sekarang"


"oh ya tuhan. maaf aku dijemput Oma dibawah. Julian aku berangkat" Julian memasang wajah kesal tapi masih mau membawakan koper ku ke bawah.


Diluar Oma sudah berdiri disamping Mobil bersama Ms Rose dan supir yang belum aku kenal. Supir itu membantu ku mengangkat koper dari tangan Julian ke bagasi Mobil.


"Hati hati Honey aku akan menjengukmu disana" Julian mengecup pipiku melepas kepergianku.


"Sudah siap brie kita berangkat." Oma menatap Julian agar melepasku.


"Aku pergi Julian. sampai nanti" Aku menaiki Mobil di ikuti Oma dan Ms Rose.


Oma duduk disampingku. Dan Ms Rose duduk dibangku Depan disamping pengemudi. Oma memulai percakapan denganku dengan bertanya tentang julian.


"Khara. Bagaimana hubungan mu dengan Julian"


"Baik baik saja Oma"


"Tapi kau tampak tidak bahagia"


"Hahaha.. Oma apa aku tampak tidak bahagia. Aku biasa saja padahal. aku hanya masih takut dengan hubungan ku dengan nya. bayangan perselingkuhan terus berputar dikala ku bersama nya. Dia pria yang baik oma. Dia selalu ada untukku. tapi entahlah sepertinya sedikit susah menata hatiku oma."

__ADS_1


"Bahagia mu kamu yang tau khara. Orang lain tak bisa memberi bahagiamu. kau yang bisa mendapatkan nya. Jangan memaksakan sesuatu yang menyakitimu"


"Terima kasih Oma." Aku memang merasa Oma kurang menyukai hubunganku dengan Julian. karena kesalahan Julian.


"Nora Sangat merindukan mu. Dia selalu bertanya kapan kau pulang "


"Aku pun merindukan nya Oma. sangat tapi mulai hari ini aku akan selalu disana bukan. Kuliahku sudah selesai. tinggal menunggu kelulusan ku Bulan depan."


"Apa kau memutuskan tetap bersama ku khara" Oma menatapku dengan mata berbinar


"Tentu saja. Oma ku sayang"


"Oh tuhan aku sangat senang. aku takut kau memilih ke perusahaan lain agar bisa dekat dengan pacar mu" Oma menggenggam tangan ku dengan erat dan senyum yang merekah


"Haaa.. Mengapa Oma berpikiran seperti itu. tentu saja aku memilih Oma. Aku sudah seperti dirumah disana bersama yang lain. aku suka kerjaanku. aku suka teman teman ku dan aku suka tempat tinggalku."


Aku membalas genggaman tangan oma dan tertawa bersama. Ms Rose didepan pun ikut tersenyum mendengar obrolan kami.


Tak terasa kami telah sampai Di lauther. Mobil mendekat ke arah Villa suasana sejuk menyambutku disini.


Aku turun dari mobil bersama an dengan teriakan Nora dari arah Villa nya.


"Brieaya.... haaiiiiii" Nora melambaikan tangan nya sambil tersenyum riang.


"Nora.." aku membalas panggilan nya. "Oma aku boleh bertemu Nora terlebih dahulu. biarkan saja Kopernya Nanti aku bereskan"


"Pergilah" Oma terkekeh melihat kelakuan kami yang seperti dua saudara yang terpisah lama.


Aku seketika berlari menghampiri Nora dan sesampainya disana aku memeluk erat tubuh Nora.


"Oh my god. I miss you so much. aku tak tahu kenapa sangat merindukan mu."


"Me too. My sister. my friend. " balasku tak kalah semangat.


"Ayo masuk.. kau harus menceritakan bagaimana hari hari mu disana.." Nora menuntunku kearah kamar nya.


"Ah masuk lah lebih dulu aku akan membawa cemilan" Kata Nora menghentikan langkah nya


"Tidak Aku saja. kau masuk lah lebih dulu"


"No.. No. aku saja. " Nora mendorongku pelan agar melanjutkan langkahku. mengisyaratkan agar aku menunggu dikamar nya.


"Baiklah.." Aku beranjak ke arah ke arah kamar nya. Pintu kamar Nora tertutup. Tapi ketika aku hendak membuka pintu dan sedikit menyenderkan tubuhku untuk mendorong pintu. pintu tiba tiba saja terbuka membuat keseimbanganku hilang. dan terjatuh kedepan.


Aku terjerambah tapi tidak mencapai lantai karena tangan kokoh nan kuat menahan tubuhku ditubuhnya. walaupun akhirnya kita sama sama tersungkur.


"Ohh.." Bruukkkk. "ahh.."


"Kau tidak apa apa brie" Suara yang sangat menggelitik di telinga suara yang aku kenal dan menyenangkan. Apa aku salah dengar.


Aku menoleh sedikit mendongak melihat wajahnya yang berada dibawahku. posisiku yang berada didadanya membuat sedikit susah memandang wajahnya..


"Brie.. kau baik baik saja.." Dia kembali bertanya. Dan terkejutlah aku.


"Ouhh.. Luca.. Luca.. Kau kenapa bisa ada disini." Aku memandangnya bingung. kenapa bisa dia berada disini. apa aku yang berhalusinasi.


"Oh.. apa yang kalian lakukan." Nora tampak bingung dideoan pintu melihatku masih dibawah menindih Luca.


"Oh. maaf.." Aku berusaha berdiri dari posisiku sekarang.


"Kau baik baik saja Brie" Nora membantuku berdiri dengan sebelah tangan nya. sedangkan yang satu nya membawa toples cemilan.


"Kak Apa yang kau lakukan hingga Brieaya tersungkur seperti itu" Luca berdiri sambil tertawa.


"Hanya kecelakaan kecil. Dorongan nya yang bersemangat membuat aku kewalahan." Luca terkekeh sambil memandangku.


.


.


.


..


.


.


.


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2