
Entah berapa lama aku tertidur ketika perutku berbunyi minta diisi. Aku lambat lambat membuka mata dan mencari ponselku, kulihat ada beberapa notip dan waktu dilayar ponsel menunjukan pukul 11 malam.
Ah aku tertidur dari sore dan belum sama sekali mengisi perutku. Aku duduk sambil meregangkan otot tubuhku untuk strecing.
Setelah nyawaku terkumpul dan kesadaranku kembali aku membaca beberapa pesan yang masuk ke ponselku.
Dari Oma;
"khara sayang. sepertinya baru besok Oma akan menjemputmu. ada beberapa hal yang terjadi diperusahaan bram. Jadi oma ikut membantu sedikit. tak apa kan sayang. Besok siang oma jemput"
Dari Greta;
"Brie aku menunggu mu di club ada kejutan untuk mu. kau pasti senang. datang lah. aku tunggu sampai kau muncul. my sweety."
"Kapan kau akan datang"
"Brie come on"
"Brieaya khara abram. are you kidding me. aku sudah satu jam menunggumu*"
Dari Jhos;
"Apa kau baik baik saja aku merindukan mu gadis kecilku. kami tunggu di club. aku dan greta sampai tadi sore. datanglah"
"brie jawab lah. Pacar ku sudah hampir mengamuk disini*😞"
Belum sempat aku mengetik balasan jhos memanggilku dengan Vidio Call.
"Honey. kenapa susah sekali menghubungimu. aku dan greta sudah disini. tapi kata mily kau berhenti bekerja. ada apa? aku akan kesana bersama greta" jhos mencerca ku dengan kalimat panjang aku hanya tertawa melihat wajah khawatir jhos didalam Vidio.
"No. tunggu aku disana. aku hanya ketiduran dan tak mendengar suara notip diponselku.bye" Aku menutup panggilan lebih dulu. Beranjak ke kamar mandi dan bersiap menuju club milik sam.
Setelah beberapa saat aku sampai tapi tak bisa langsung masuk ku lihat Julian ada tepat dipintu masuk entah dia baru datang atau baru akan pergi dari sana.
Aku menunggu di pinggir jalan memperhatikan Julian. Aku akan mengambil keputusan setelah melihat julian. aku bermaksud masuk ketika julian pergi. atau memanggil Jhos dan Greta keluar bila Julian Masuk.
Lama sekali Julian berbicara dengan seorang temannya mungkin di depan pintu masuk club .
Ketika sedang asyik menunggu sebuah mobil berhenti tepat disampingku. Sepertinya mobil yang aku kenal milik pria yang ku temui beberapa waktu lalu.
"Berapa banyak mobil yang serupa diwilayah ini. apa lagi Club milik sam sangat lah terkenal walau terbilang baru. jadi mana mungkin itu mobil miliknya"
pemikiran ku berhenti ketika melihat sosok pria tampan dengan tampilan seksi serta atletisnya.
"Oh hai. brie . kita bertemu lagi"
Sapa nya Ramah suaranya yang terdengar seksi membuatku gugup. Oh aku tak tahu harus menjawab apa. Rasa penasaran yang aku rasakan tadi berubah jadi rasa keterkejutan yang membuat ku bungkam.
"Brie hai." Luca mengipas ngipas tangan nya didepan wajahku.
"Oh hai. Luca kita bertemu lagi"
"Sedang apa kau disini, mau masuk kedalam" Luca menunjuk arah club dengan ekor matanya. Tapi setelah melirik ke arah pintu masuk Luca tersenyum melihat sosok pria yang membuat brie menangis terakhir kali.
"Kau bersama nya" Tanya Luca sambil menujuk Julian dengan anggukan wajah nya ke arah pintu club.
"Kau bercanda. tentu saja tidak,"
"Kalau begitu mau masuk bersamaku"
__ADS_1
Luca mengulurkan tangan nya ke arahku, aku sedikit bimbang akan menerima ajakan nya atau menunggu Julian hilang dari hadapanku.
tanpa sadar tangan Luca tak lagi menunggu uluran tangan ku. Tanganku kini telah dicengkram lembut oleh Luca ditarik perlahan menuju arah pintu Club.
"Luca. tunggu"
"Kenapa takut dia salah paham"
"Bukan begitu. baik lah ayo teman teman ku mungkin akan menungguku"
Aku berjalan dituntun Luca menuju kedalam club didepan pintu Julian tampak memandang syok dengan kebersamaanku bersama Luca.
"Honey" ucapnya pelan sambil memandangku,
"Hai. Aku masuk dulu Julian sampai nanti" ucapku cepat. tak mau banyak drama disini interograsi atau apapun itu , Aku masuk bersama Luca memcari keberadaan Manusia manusia berharga dihidupku.
Mereka tampak berada dilantai berdiri sambil tersenyum melihatku tapi tunggu siapa itu. Sosok disamping Greta punggung itu tampak sangat familiar.
"Luca terimakasih. aku melihat teman teman ku boleh kah aku meninggalkanmu untuk bertemu mereka" tanya ku merasa tidak enak meninggalkan Luca yang masuk menemaniku
"Pergilah. kalau masih punya waktu temui aku ditempat biasa. kau bisa ajak teman temanmu. biar aku yang menjamu. (Luca mengedipkan matanya dengan seksi ) aku memang akan bertemu dengan Sam disini"
"Terima kasih" Ujarku sambil tersenyum dan berlari ke lantai atas menemui Greta, Jhos, dan kejutan indah disana. Aku menahan napas melihat sosok sahabat ku yang sudah lama tak berjumpa. Dia berada beberapa langkah didepanku.
"Nick... oh my god" Aku berlari menubrukan tubuhku pada nya memeluknya erat rasa rinduku sangat lah besar pada sosok sahabat baik ku ini.
"I miss you sweet girl. Apa kabar mu brie"
"Baik. aku baik baik saja. sangat baik"
"Kau pintar berbohong sekarang. gret bilang kau tak baik baik saja"
"Apa kau sangat senang bertemu dengan ku"
"Tentu saja"
Kami melepas rindu sambil berbincang dan bercanda. Aku senang Nick kembali untuk menetap di Bern, dia tidak akan kembaki ke oslo. Ah rasanya cukup untukku merasa senang hari ini. Aku tak luput menceritakan tentang tawaran pekerjaan di Lautherbrunnen mengurus bisnis home stay milik Oma. mereka tampak setuju dengan pilihanku.
"Lauther tidak begitu jauh. kita dapat berkumpul kapan pun kita bisa." Ucap Nick sambil merangkulku. Dikesibukan kita bercerita tentang hari hari kita terpisah salah satu pelayan mendekat dan memanggilku.
"Brie. Sam memanggilmu beserta teman mu keruangan utama" Ucap nya berbisik ditelingaku.
"Oh Ok. clara thanks. aku akan kesana sebentar lagi" jawabku sambil menepuk tangannya.
"Ada apa" Jhos bertanya padaku setelah Clara pergi.
"Sam. pemilik Club meminta kita bergabung. dia pacar Mily. Nick" aku sedikit menjelaskan pada Nick karena dia mungkin enggan bertemu sam. karena belum begitu kenal.
"Samuel. ok aku sudah lama tak bertemu dengan nya" Aku terkaget apa Nick mengenal Sam. Aku sedikit terkejut kerutan di keningku membuat Nick gret dan Jhos tertawa.
"Dia sepupu ku Brie. ayo " Nick merangkulku berjalan ke arah ruangan Sam.
oh sebentar aku lupa Luca tadi pun mengajak ku bergabung dengan nya apa dia masih disini pikirku.
Yeah lihat saja nanti ,sesampainya di ruangan tempat biasa Sam menjamu teman teman dekat nya Luca tampak duduk di tengah Sofa seperti biasa dikelilingi teman nya yang lain. Kami masuk dan duduk ditempat yang disediakan.
Aku tersenyum pada Luca yang menatap ku datar ketika kita berpandangan. Aku saja yabg merasa dia sedikit kesal atau hanya perasaan, senyuman nya hilang entah kemana.
"Sam. Kemajuan pesat. aku bangga padamu " Nick merangkul Sam sambil menepuk punggung nya.
__ADS_1
"Thanks. Kalian semua perkenalkan dia Nicholas kirman sepupuku." Sam memperkenalkan Nick pada semua teman nya.
"Kabarmu baik sahabatku. kenapa datang sendiri. dimana Joana" Sambut mily
Yupz Nick mempunyai pacar bernama Joana dia berada di Oslo. pacar yang amat sangat Nick banggakan, setiap panggilan telpon nya dia selalu membahas semua kebaikan Joana hingga beberapa bulan lalu. tak lagi terdengar kabar Nick tentang Joana.
"Ah. mily kau menabur garam diluka ku. Aku sudah tak bersama Ana. Aku disini mencari wanita baru. aku serahkan pada kalian. Asal jangan seperti Brieaya Greta dan kau" Ucap Nick sambil tertawa.
"Kenapa dengan kami" Greta mendelik kesal dengan pendapat Nick.
"Karena kalian tak akan bisa aku jadikan tipe pacar. Apalagi Dia" Nick menoleh padaku sambil tertawa kencang. Aku meninju perutnya dan beranjak menjauh.
"Oww. shit. Apa kalian mengerti maksudku. gadis kecil ini hanya pantas menjadi adikku. dia terlalu menakutkan untuk menjadi pacar " semua tertawa nelihat Nick meringis kesakitan karena tijuanku. aku menghampiri tempat disamping Luca yang semenjak tadi diam dengan wajah datar nya memandang ku dan Nick. setelah aku duduk disamping nya barulah Luca membuat senyum seksi diwajahnya.
"Kenapa." Aku bertanya tepat ketika duduk disampingnya.
"Kau tampak terlalu mesra dengan teman mu." Luca bertanya dengan tenang sambil menatap mataku. Oh god membuatku sangat gugup. Bisa bisa nya dia membautku terpesona hanya dengan pertanyaan ringan itu.
"Nick maksudmu"
"Hmm" Luca hanya menjawab dengan dengungan pelan.
"Dia sudah seperti kakakku. dia salah satu sahabat dekatku." Aku tersenyum untuk menutupi Sedikit kegugupanku. Luca pun tersenyum hangat membalas senyumanku.
Aku bertanya tentang keberadaan nya di Bern terakhir kali bukan nya dia bilang akan kembali ke Los Angeles. Tapi kenapa dia ada disini malam ini. Luca menjawab bahwa dia punya sedikit urusan dia baru tiba tadi pagi dan akan kembali Besok siang. Kami terus bercerita. Bergabung bersama yang lain.
Obrilan obrolan keluar dengan lancar canda Nick yang memang terkenal dengan gaya humornya yang tinggi membuat suasana terasa lebih ramai. Hingga semua merasa lelah karena malam sudah semakin menjauh. kini waktu menunjukan hampir jam 3 pagi. Greta Nick dan Jhos sudah berpamitan mengajak ku keluar dan kembali ke apartment.
Aku mengangguk dan berdiri untuk mengikuti Gret dan yang lain.
"Brie. Bagaimana kalau aku yang antar" Luca menahan lenganku . Aku hanya tertegun dengan ucapan nya. Sepersekian detik kemudian aku baru merespon dengan mengangkat kedua bahu ku.
"Apartment ku dekat Luca. jadi aku rasa aku tak mesti diantar" Jawabku sambil tersenyum
"kalau begitu kita jalan saja." Sanggahnya sambil Menuntun tangan ku berjalan mendahului ku. Aku memandang Greta Nick dan yang lain nya. semua tampak tersenyum acuh hanya Jhos yang menghela kepergian kami.
"Tunggu Mr. "
"Yah. Ada apa" jawab Luca menanggapi panggilan Jhos.
"Antar dia sampai apartmentnya. dan jangan macam macam. aku akan memperhitungkan segala sesuatu yang terjadi dengan adik manisku" Ucapnya dengan nada sedikit mengancam.
"Tenang saja. Brie aman bersama ku" Luca menjawab sambil menariku.
🌺
🌺
🌺
🌺
🌺
🌺
🌺
To be Continued
__ADS_1