
Brieaya POV
Aku masih menikmati pemandangan malam didanau Lauzern. Udara yang menyenangkan Aku merasa terobati dengan suasana disini. Aku juga merasa tak lagi peduli dengan sakit yang kurasakan oleh pengkhianatan Julian.
Aku duduk dibalkon kamar sambil meminum coklat hangat yang disediakan Ms Elsa. Pikiranku berkelana ketempat tempat masa lalu ku yang sedikit berantakan. Hingga lamunan ku terhenti oleh tepukan lembut dibahu kiriku. Luca nampak berdiri sambil memegangi gelas berisi Wine.
"Apa yang kau pikirkan Brie.."
"Semua yang muncul dipikiranku.Yah ini itu.."
"Jangan memikirkan apapun. Pikirkan saja tempat indah ini. dan tempat indah lain yang ingin kau kunjungi."
"Entahlah. Semua Lauterbrunenn dan danau ini.. adalah tempat terindah yang pernah aku kunjungi. dan merasa tempat ini adalah persinggahan terakhirku."
"Tempat indah lain banyak diluar sana Brie. tapi bukan tempat untuk kau singgahi lama. hanya liburan dan akhirnya pulang kembali ke sini "
"Haha. benar aku berpikir kau memintaku pindah dari sini. Disini aku menemukan keluarga. teman sahabat dan keindahan. Rasanya ini menjadi rumahku. kampung halamanku. karena merasa terlahir jadi manusia di sini."
"Baiklah.. Sekarang istirahatlah.. Oma. terus menanyakanmu. Jadi besok pagi aku akan membawa mu pulang.."
"Eum baiklah.."
Aku berdiri menatap Luca. Yang masih duduk santai sambil menatap ke danau. Dia hanya mengerutkan ujung alis nya melihatku mematung memandangnya.
"Kenapa.. Kau ingin ku temani tidur.. Tapi maaf Brie. Sepertinya sekarang tak bisa.. Aku juga pria Normal swetty."
"What.. Oh luca.. aku hanya bingung. Kau menyuruhku cepat istirahat. dan ini kamar ku.. semestinya kau keluar agar aku bisa tidur bukan."
"Oh Maafkan aku.." Luca berdiri dengan tergesa berjalan keluar kamar. Aku hanya bisa tertawa melihat gelagat malu nya. Luca yang keren tampak sangat menggemaskan dimataku.
Karena sudah semakin malam. Aku mencoba berbaring setelah mematikan lampu agar cepat tertidur. Rasa sakitku sedikit terobati. Atau mungkin kepergian julian tak begitu berbekas hingga bisa dengan mudah aku terhibur oleh perlakuan Luca padaku serta pemandangan indah di Danau Ini...
Pagi hari menyongsong, sinar matahari pagi menerobos celah gorden dijendela kamarku. Aku terbangun dengan suara panghilan lembut diluar pintu.
"Nona.. Apakah anda sudah bangun.." Suara Ms Elsa dari luar pintu kamarku.
"Ya.. sebentar..." Jawabku dengan suara serak khas bangun tidur.
"Apakah nona ingin sarapan dikamar.." Tanya nya Padaku..
"Boleh kah.. Kalau begitu bawa kesini saja.. rasanya aku malas keluar." Jawabku..
"Ah Tapi tak usah aku rasa itu merepotkan.. aku akan sarapan diluar.. tunggu saja aku harus membersihkan diri dulu."
__ADS_1
"Oh baiklah.." Suara Ms Elsa melangkahkan kaki terdengar samar ditelingaku, aku beranjak kekamar mandi untuk Segera mandi.
Segera setelah aku selesai membersihkan badan dan memakai pakaian yang tersedia, mungkin Luca yang menyiapkan. Aku turun menuju lantai bawah untuk sarapan.
"Hai.. Good Morning.. Brie..Apa tidurmu nyenyak.." Sapa Luca yang sedang duduk memangku laptop disopa ujung ruangan.
"Yeah.. Terima kasih membuat aku bisa tidur nyenyak.. Kau sudah sarapan?.." Tanyaku kemudian.
"Apa menurutmu aku pria yang tidak tahu manners sehingga meninggalkan wanita cantik untuk sarapan" Jawabnya sambil menutup laptop dan berjalan ke arah meja makan sambil tersenyum nakal..
"Ah Luca kau menyebalkan.." Aku merasa pria ini selalu saja dapat membuat hatiku senang dengan perlakuan dan kata katanya..
Luca terus memandangku ketika kita sarapan. Entah apa yang dia perhatikan. Aku mulai merasa tidak nyaman.
"Berhenti menatapku.. Rasanya makanan ini terlalu sulit aku telan.." aku sedikit merajuk.
"Hahahaa... Sorry sweetie.. Wajah tanpa make up mu membuat aku seperti pedofilia.. Wajahmu sangat cantik tapi juga manis.." Balas Luca sambil tertawa..
"aishhh..." Aku cemberut tapi hatiku sangat tak menolak pujian itu.. Haha siapa yang tak mau dibilang cantik hanya saja aku sedikit terganggu dengan kata manis.
***
Diruang Tamu milik apartment Sam. Terlihat Mily Greta Dan Nick sibuk merencanakan sesuatu.
"Jadi sekarang tinggal meminta Izin kakak Nora Bukan.." Ucap mily.
"Baiklah.. Aku akan berusaha berbicara padanya.. kemana kita akan berlibur.." Tanya Sam kemudian.
"Zermat.. Ada banyak penginapan disana.. Hanya saja apa kau punya kendaraan listrik josh.." Jawab Greta..
"Ouh. Honey iam so sorry.. I don't have.. Sam kau punya.." Balas Josh.
"Tak apa.. Bukannya kita bisa menyewa." Ujar Sam santai. Disambut tertawaan semua orang.
"Apa kita menjadi bodoh karena tak pokus. pikiran kita ingin merencanakan liburan untuk menghibur Brieaya.. Tapi hati kita terlalu kalut karena khawatir. Sampai tak bisa berpikir bahwa kita bisa menyewa hahaaa" Ujar Nick bersuara..
***
"Ms Elsa Dimana Luca.. Tadi dia memintaku menunggunya. Kemana dia tadi tanpa menghabiskan sarapannya. " Brie tampak merajuk karena terlalu lama menunggu. Hingga terdengar suara klakson berbunyi menandakan sang pemilik mobil memanggil.
"Ahh.. Itu dia.." Senyum manis akhirnya terpahat diwajah cantik brieaya. Sambil berlari kecil menuju keluar rumah. Wajah Brieaya masih tersemat senyum manisnya.
"Ouw ouw.. Jangan berlari sweetie.. Kau itu sangat ceroboh.." Ujar Luca Yang berdiri disamping mobil sambil memyandarkan punggung nya pada badan mobil.
__ADS_1
"Dari mana saja.. Aku bosan menunggu.. Oma dan yang lain pasti cemas.. Karena seharusnya kita sudah sampai divilla.." Brieya bersungut dengan wajah manisnya.
"Naik lah Kita akan pulang sekarang." Luca tersenyum sambil membuka pintu mobil belakang.
"Kenapa aku dibelakang " Tanya Brieaya Heran.. Kareba pintu yang di buka kan oleh Luca adalah pintu tengah.. Bukan pintu depan.
"Kau ingin duduk bersama sopirku. Aku tidak menyetir hari ini. Jadi kau juga duduk dibelakang." Jawabnya sambil menarik halus tangan brieaya agar masuk kedalam mobil.
Diperjalanan Mereka tampak asyik bercerita membunuh waktu yang dilewati diperjalanan.
***
Sedang diVilla Oma tampak lebih khawatir. Karena Brieaya Tak juga muncul.
"Nana.. Dimana Rose.. " Panggil oma dari dalam kamar.
"Ada Apa Mom.." Tanya Nana khawatir.
"Khara Dimana dia belum juga muncul. Surih Rose telpon Edward. Atau Charles.. Luca sama sekali susah aku hubungi.. Ini sudah lebih dari 4 jam mereka telat."
celoteh Ms Lara dengan gelisah.
"Baik.. Tapi Aku mohon Mom. Berhenti Khawatir aku yakin Brieaya Atau pun Luca baik baik saja. Mungkin sedang mampir ditempat lain." Jawab Nana Menenang kan Ms Lara.
"Mudah mudahan saja.. Cepatlah tanyakan pada Rose."Balas Ms Lara.
"Baiklah Tunggu sebentar." Ms Nana Berjalan ke ruang kantor untuk mencari keberadaan Ms Rose.
Ms Rose yang sedang sibuk melihat laporan yang harus dia periksa menoleh ke arah Ms.Nana yang mendekat ke arahnya.
"Ms.Rose. Oh apa aku menggangu.." Sapa Ms Nana.
"Tidak Nyonya.. Ada yang bisa aku bantu.." Jawab Ms.Rose.
"Begini. Mom terus saja khawatir pada Brieaya harusnya siang tadi dia sampai tapi sampai saat ini pun Dia tak juga muncul. Bisa kah kau menghubungu Assistant Mr.Alex Menanyakan keberadaannya." Tutur Mr Nana dengan tidak enak hati, karena telah mengganggu pekerjaan Ms.Rose.
"Oh tentu saja. Aku telah menghubungi Charles Dan Edward. Aku tahu Nyonya Lara akan sangat khawatir. Dia dalam perjalanan. Mungkin 10 atau 20 menit lagi sampai." Jawab Ms.Rose dengan senyum ramah seperti biasanya.
"Ah.. Tentu saja kau pasti lebih terampil dalam menghadapai Mom. Akh.. lega nya.. Hatiku sangat cemas melihat Mom gelisah dari siang tadi. Baiklah akan ku beritahu Mom terlebih dahulu.. terima kasih Ms.Rose." Dengan terburu buru berlari kecil menuju kamar Ms.Lara.
Dikamar Ms Lara sedang menerima Panggilan telpon entah dari siapa. Terlihat Ms Lara berdiri dan berbalik.
"Apa....."
__ADS_1
**To be continued....
Setelah Lama Tak Update dikarenakan banyak alasan... Semoga masih ada yang membaca Cerita ini**...