Love A Kind Girl

Love A Kind Girl
Rencana Berlibur


__ADS_3

Brieaya POV


Lautherbrunnen


Ah.. Rasa nya nyaman setelah bercerita pada Nora apa yang terjadi kemarin. Aku merasa lepas dari tali yang Yang melilit dadaku.


"Hai.. Sedang apa disini" Luca datang entah dari mana. Aku bahkan tak menyadarinya.


"Sedang melepas rasa sesak.. Meresapi kedamaian.." Ujarku sambil terkekeh.


"Hah.. Tak mungkin sesakmu tak hilang, Siapa dulu yang membantumu melepaskannya." Luca duduk sambil menatap sedikit angguk.


Aku hanya terkekeh melihatnya. " Yah Nora ...membantuku melepas sesakku."


"What.. Are you kidding Miss.. Jadi apa kau tak merasa baikan kemarin."


"Jangan mendelik seperti itu.. Apa kau merasa tak terima.. Adikmu lebih membuatku cepat membaik." Godaku.


Luca tertawa sambil mendekat ke arahku.


"Aku sangat bersyukur siapapun yang membuatmu membaik."


"Ah.. Thanks.. Tapi kau pun punya andil besar."


"Jadi sekarang lebih bisa melupakannya"


"Yups..."


"Jadi bisakah aku lebih dekat denganmu"


"Bukan kah kau telah sangat dekat.." Ujarku sambil menatap arah duduk nya yang sekarang hampir menempel diBahuku..


"Ini kurang dekat kurasa.." Luca menatapku dengan pandangan yang bisa menembus jantungku dengan tajam..


"Ah.. berhenti berdetak dengan cepat.. apa kau tak ingin berumur panjang.. Brie.. kendalikan detak jantungmu... ah shitt.. bagaimana bisa dikendalikan.. dia saja tak bisa mengendalikan pesonanaya..."


batinku meronta..


"Brie..... Brieaya... sedang apa kau... upsss" Akhirnya keadaan canggung ini berakhir dengan panggilan dari suara yang jelas aku kenal..


"Greta.... Kapan kau kesini... dengan siapa..."


"Maaf apa aku menggangu"


"Apa maksudmu.. kemarilah.."

__ADS_1


Greta duduk disampingku.. sambil menatapku dan Luca bergantian.


"Aku rasa sepertinya hanya aku yang mengkhawatirkan mu tanpa sebab.!" Greta mencebik


"Haha.. Terima kasih telah mengkhawatirkanku.. Kau memang sahabatku."


"Tentu saja.."


"Kau bersama si..." belum selesai Brie bicara. Muncul Nick dan josh muncul dari samping Villa.


"bersama kami Girl.." Joshep menjawab sambil tersenyum manis ke arah brieaya..


"Ah. maaf membuat kalian khawatir.." Brieaya tersenyum dari duduknya


"Syukurlah kau tahu.." ujar Nick duduk didepan brieaya


Mereka mengobrol seru mencoba tidak membahas kejadian yang membuat teman sahabat dan adik kecil mereka merasa tersiska kemarin..


"Ouh benar.. Brie ayo kita akan bermain.. siap kan dirimu aku akan membawa mu berlibur.." ucap greta


"Berlibur.. kemana.. siapa..! aku..?"


"Tentu saja siapa lagi.. kita semua.. berlibur bersama.. bagaimana.. pasti seru kan.."


"Ah.. kalian semua ikut.."


"Ah pasti seru.. baiklah.. aku ikut.."


"Dan kau Alex.. Oh.. jangan dijawab.. harus ikut tentu saja..."Cerca Greta dengan raut muka tanpa dosa


"Harusnya kau pastikan dulu aku punya waktu atau tidak.."


"Jadi kau tidak punya waktu.." Sela Brieaya sambil menatap Luca dengan senyum manisnya..


"Ada.. tentu saja Ada.. kemana kita akan pergi..." Jawab Luca cepat..


Semua orang tertawa mendengar jawaban Luca yang menggemaskan.


Apartment Sam


"Sudah ada kabar dari Greta.. Baby.." Tanya sam Pada Milya..


"Belum.. Apa sebaiknya aku hubungi mereka.."


"Yah.. Calling Greta. Jangan menunggu lagi.. sepertinye mereka melupakan kita.." Ujar sam sambil tersenyum ringan..

__ADS_1


"Hahaa.. Kau tau bagaimana Greta.. sam.."


Milya menghubungi Greta dengan ponsel nya. Tidak membutuhkan waktu yang lama Milya bisa menghubungi Greta dan menanyakan kabar brieaya..


"Ah.. syukurlah.. Kalau dia baik baik saja.." Ujar Sam


"Dan sepertinya kita akan berlibur sam.. mereka menyetujui untuk pergi berlibur.."


"Alex juga..."


"Yah.."


"Ah sepertinya memang dia menaruh hati pada Brieaya.. Bagaimana ini.."


"Jangan dulu membuat kesimpulan Babe.. Mungkin dia tulus pada brieaya.."


"Semoga Saja.."


*****


Di Villa Brieaya masih bersenda gurau dan bercengkrama dengan Greta ,Jhos , Nick, Dan Luca..


Hingga Nora datang dari tidur nya.. setelah bercerita dengan brieya tadi dia ketiduran. Nora berjalan cepat hampir berlari kecil menuju ke belakang villa dimana terdengar suata tawa sahabat dan teman teman barunya.


Karena terlalu bersemangat dia tidak meperhatikan jalan nya.. hingga hampir terjatuh karena tersandung. Tapi tangan kokoh menahan berat tubuhnya sehingga tidak terjerambah ketanah.


"Bisa kah kau berjalan lebih hati hati.. gadis manis.."


"Nick..."


"Yah.. siapa lagi memang nya..."


"Ah terima kasih.. "


"Jangan jalan terburu buru.. Dan jangan terlalu ceroboh.."


Nora hanya tertawa ringan sambil melanjutkan berjalan menuju belakang Villa.. Brieaya melihat kedatangan Nora dan melambai memanggilnya.


"Hay.. Bunny tidur mu nyenyak.." Ujar Luca


"Yah.. Kurasa begitu.. sekarang aku bisa tidur tanpa obat kak.. bukan kah itu luar biasa.."


"Benarkah.. oh suatu kemajuan little bunny.." Luca menghampiri Nora dan memeluknya.


"Ah. aku iri aku tak punya kakak sebaik Luca.." Ujar Jhos sambil merenggut.

__ADS_1


"Hahahaa.. Ok. iam sorry.. Tapi aku merasa kau ayahku bukan kakak ku..." Ujar Brieaya sambil tertawa keras.. diikuti oleh semua orang..


__ADS_2