
Aku telah selesai membersihkan diri. Aku keluar kamar mandi hanya menggunkan handuk dan membiarkan rambut basahku terurai sehingga tetesan air membasahi lantai. Tapi itu kebiasaanku walau dulu nenek selalu menegurku dengan keras. karena dapat memcelakaiku sendiri.
"Tak bisakah kau bungkus Rambutmu Brie. Air tetesan nya membasahi Lantai" Kalimat itu menjadi De javu bersamaan dengan itu hatiku menghangat.
"Kau tak mendengarku"
"Oh astaga. sejak kapan kau disana Luca. Keluar auhhh.. menyebalkan" Aku terkaget dengan keberadaan Luca dikamarku. Kalimat dan suara itu ternyata Luca. Karena terkejut dan malu aku berlari kembali ke kamar mandi tapi seketika aku tergelincir karena menginjak tetesan air dilantai dan tubuhku melayang kebelakang aku menutup mata menantikan lantai yang keras yang akan ku darati.
Tapi itu tak terjadi. Badanku tetap terlentang tanpa menyentuh lantai. Hanya tangan kokoh dan tubuh harum berada tepat disampingku memelukku.
"Sudahku bilang air tetesan rambutmu bisa membahayakan." Luca menegurku dengan lembut.
"Buka matamu. Dan berdirirlah mau sampai kapan kau begini. Kau berat" lanjutnya.
"Oh maaf. hehe" Aku berusaha berdiri sambil tersenyum malu. Tapi Luca memangku ku dan membawaku kedekat lemari pakaian. memakaikanku handuk kecil dikepalaku dan berlalu keluar.
"Cepat berpakaian. aku akan meminta Ms Elsa membersihkan kamar. Kau kekamarku saja."
"Baiklah.." Aku tak sanggup memandang Luca. sepertinya wajahku sekarang sudah dapat menyaingi warna merah dikepiting rebus. Segera aku berpakaian dan berlalu menuju kamar Luca.
Pintu kamar tak tertutup maka aku bisa langsung masuk kedalam dan menutup pintu. Luca sedang berdiri didekat Televisi.
"Kau sedang apa?"
"Memilih Film. Kau ingin menonton Film apa"
"Kau ingin menonton Film bersamaku. eummm Bagaimana Kalau Perfect Date. Sepertinya menarik"
"Romance.."
"Yeahh. Kau tak suka.."
"Bukan tak suka. Hanya belum pernah menonton Film Romance. Baiklah kita Tonton itu saja. Duduklah aku punya banyak cemilan untuk menemani kita menonton"
"Lalu kau menonton film apa saja"
"Thriller. Action, Yah sejenis itu" Luca lalu duduk disebelahku setelah selesai memilih Film.
Film telah diputar aku berusaha Pokus pada cerita film, Karena Luca tampaknya tak berminat menonton film dia hanya menatapku sambil memakan cemilan dengan tenang tapi menggangu.
"Ahh. Luc lihat Film nya kenapa kau malah menontonku"
__ADS_1
"Ini mataku.." Jawabnya Santai.
"Tadi kau yang mengajakku menonton bukan. Jadi kenapa kau tak menontonnya"
"Kau lebih menarik dari Film apa boleh buat" Luca menjawab sambil tersenyum riang.
"Berhenti bercanda. Bagaimana bisa aku pokus pada cerita ketika kau memandangku seperti itu."
"Kau terganggu.."
"Bukan begitu..."
"Jadi kau senang...."
"Ahh.. Luca.. Bisakah kau kembali pada dirimu sebelum hari ini.." Luca hanya tertawa kencang sekali sambil memandangku.
"Tadi bukankah kau ingin berenang di Danau. Kenapa tak jadi"
"Oh. mendadak aku merasa kurang baik. jadi hanya ingin menghabiskan waktu beristirahat."
"Benarkah bukan hal yang kami perbincangkan tadi dengan Mr Vogh bukan."
"Petinggi disini. tapi memiliki beberapa bisnis dan ingin bekerja sama dengan Bisnis Real estates ku. Kenapa"
"Ah begitu. Luca tadi aku dengar kau tak ingin bekerja sama dengan perusahaan yang di ajukan Mr Vogh. kenapa"
"Hanya tak suka caranya mendekatiku. Semua rekan bisnis ku datang langsung padaku. bila dia berada dibalik punggung seseorang atau membonceng koneksi orang. berarti ada yang salah di bisnisnya. Hanya biasanya seperti itu.."
"Ohh..." Ah.. Sebegitu detailnya Luca. Aku merasa senang dia tak bekerja sama dengan perusahaan itu.
"Ada apa. kau tahu perusahaan itu."
"Ah tidak. Aku memang berasal dari sana tapi aku tak tahu banyak tenatang perusahaa perusahaan disana" Ujarku sambil tersenyum.
"Tapi bisakah kita matikan saja Film nya. kita berdua tak ada yang menontonnya" Lanjutku
Kami sama sama tertawa melihat ke arah Film yang sudah berada ditengah cerita selama kita berbincang.
****
Ms Lara Berada diruang kerjanya bersama menantunya Ms Nana. mereka tampak sedang berdiskusi tentang sesuatu.
__ADS_1
"Apa yang kalian dapatkan. Beritahu cerita lengkapnya."
"Yah Nona Brieaya sekarang berada di Danau Lauzern bersama Tuan Alex Nyonya. Dan para penyusup sudah kami atasi. mereka tak dapat memcium keberadan Nona Nora dan Tuan Alex."
"Baguslah. Kalian harus lebih hati hati. Para Cucu ku berada dalam bahaya bila satu saja informasi bocor tentang keberadaan mereeka."
"Bolehkah saya bertanya Mom. kenapa mereka kau lindungi dengan sangat hati hati"
"Apa kalian tak aku lindungi dengan hati hati"
"Bukan begitu. Hanya saja Brieaya bahkan belum lama Mom kenal. kita saja baru tahu kisahnya."
"Bukan kah itu cukup untuk menyayanginya. Setelah melihat pribadi nya. Aku tak pernah salah memilih seseorang untuk ku jadikan keluarga Nana. Kau pun begitu. bila aku tak mengenal dan memilihmu kau tak akan jadi keluarga ku bukan."
"Tentu saja. Aku juga semakin menyukai Brie. dia gadis yang baik. Jess apalagi dia sering kali menanyakannya. tapi aku merasa tak enak bila tiap libur Jess selale menggangu Brie"
"Khara tak pernah merasa terganggu. tak pernahkah kau lihat wajahnya ketika kita semua berkumpul dia selalu tersenyum ceria. walau setiap saat dia pun tak pernah memperlihatkan kesedihannya."
"Dan kenapa Oma mengijinkan Alex bersama Brie. Alex mempunyai seorang tunangan dari gelagat nya sepertinya Alex menyukai Brie Mom. kita harus hati hati."
"Tak perlu nana. Aku tau siapa alex. dan aku tau dia menyukai Khara. dan aku mendukung nya. walau mereka tak sadar bahwa mereka saling menyukai."
"Yah bila Mom ada dibelakang mereka Aku rasa semua akan baik baik saja."
"Dan bagai mana tentang Angelina ,Nana. Anakmu yang satu ini selalu memilih pria yang aneh, Syukurlah kali ini pria ini lebih baik."
"Yah. Dia memang bukan berasal dari keluarga berada tapi dia adalah pria yang baik. Semua telah selesai ditelusuri jadi kali ini sepertinya Aman. hahaha"
"Ibu macam apa kau ini.. anak perempuan mu bersama pria tapi kau malah tertawa."
"Hahahah.. Karena mereka juga terjaga dengan hati hati bukan"
"Begitukah. Nana tanyakan pada Alex kapan dia akan mengembalikan cucuku. sudah lama rasanya aku tak bertemu dengan nya. aku ingin memberi hadiah padanya. Hadiah atas putusnya hubungannya dengan Pria brengsek itu" Wajah Ms Lara tersenyum puas. memang sejak awal entah kenapa Ms Lara tak begitu menyukai Julian, insting nya memang Luar biasa..
Nana nampak menghubungi Alex untuk menanyakan kepulangannya.
"Mom alex bilang dia akan membawa cucu mu pulang besok Siang. jadi kita tunggu saja. atau Mom mau menyusul kesana."
"Untuk apa aku kesana. menjadi penonton gratis. Atau bodyguard tak berketerampilan hahhaa. Biarkan saja mereka Beristirahat."
"Baiklah Mom."
__ADS_1