Love A Kind Girl

Love A Kind Girl
Rindu Julian


__ADS_3

Hari pertama Libur kuliah, Aku merasa bingung dan bosan pastinya. Kerjaan ku di Club pun sedang libur. Julian berjanji untuk menemuiku hari ini. Tapi tubuhku seperti terpatri dengan kasur, enggan sekali untuk beranjak.


Aku memaksakan tubuh ku terduduk dengan mata yang masih terkatup rapat. Sinar matahari yang lembut menelusup diantara celah tirai kamar yang sedikit tersingkap.


"Oh Tuhan. indah nya cuaca hari ini"


Aku seketika bersemangat, kalian tahu Setiap musim di sini begitu indah menurutku. Sangat indah hingga kadang kala membuatku terpaku lama merasakan kedamaian dan ketentraman hidupku. walau yah kadang aku merindukan keluargaku yang hampir 5 tahun tidak pernah menghubungiku.


Aku meraba raba kasur ku mencari ponsel yang mungkin terkubur selimut atau bantal karena semalam, Ralat dini hari aku memainkan ponselku sekedar menjelajah di akun social media Teman teman ku. Dan tentunya My Boyfriends Julian.


Aku kembali berselancar dimedia social ku, Sekedar memberi like dan comment di postingan orang terdekat ku. Hingga aku tertegun melihat salah satu postingan Atasan ku. Pemilik club tempatku bekerja.


"Oh. He apparently turn out to have a girlfriend"


(Ternyata dia sudah punya kekasih)


Aku melihat pria seksi kemarin duduk disamping atasanku dengan dipeluk wanita seksi dan Cantik. Heum cocok sekali pasangan impian sepertinya.


Kegiatanku terhenti oleh panggilan telpon Julian diponselku.


"Honey. I am coming. Can you open the door please?" Suara yang aku rindukan datang mengisi ruang dikepala ku. Aku bergegas berlari ke arah pintu membuka nya dan manabrakan tubuhku pada nya. Memeluk nya dan mengecup bibirnya singkat.


"I Miss you"


"Me too.. Honey" Julian membalas pelukan dan ciuman ku dengan hangat. Sementara ciuman yang awalnya hanya rasa rindu berhasil melajukan ketingkat lebih panas.


Ciuman Julian mulai menyebar keberbagai sisi sensitifku. Tangan nya tak lagi bisa dihentikan meraba dan meremas kesana kesini.


"I want you" Suara serak nan seksi berbisik dipinggir telingaku. Tentu saja aku mengangguk rasa rindu ku memang sangat besar, Sudah hampir satu bulan aku hanya bertemu berpapasan atau sekedar saling telpon.


Anggukan ku membuatnya memperbuas ciuman nya menjelajah disemua titik sensitipku. aku membuka semua kancing kemeja nya ,Julian memangku ku keatas ranjang. Ketika ciuman nya turun ke arah dada itu berhasil membuatku menghempaskan napas keras. Aku rindu belaian Julian.


"You are mine this morning"


Julian berhasil melepas semua pakaian ku.


"I am indeed your"


Setelah bermain cukup lama dan telah membuatku sampai diatas awan. Julian menyatukan tubuh kita. Ah gelora yang sangat ku nikmati. Cumbuan demi cumbuan nya telah berhasil membuatku beberapa kali melenguh panjang


"May I take it out inside?"


Suara serak menahan puncak kenikmatan Julian tak membuatku mengijinkan nya melakukan keinginan nya


"No please. Just outside"


Julian menarik Penyatuan kami dan melepaskan lenguhan puncak nya diatas perutku.


" Iam Sorry" Aku merasa Julian sedikit kecewa mengakhiri nya dengan kurang puas.

__ADS_1


"No. honey. its ok"


Julian mengecup keningku kembali memeluk ku. "Thank you" Aku hanya memandang nya dengan senang.


"Bagai mana nenek mu. apakah kau perlakukan dia dengan baik."


"Yeah. Seperti itu. Kau tahu nenek nenek sekarang banyak sekali mau nya"


Aku terkekeh mendengar Ucapan Julian. Harum Tubuh dan hangat nya Julian membuatku kembali terkantuk dan akhirnya tertidur dengan ditemani Julian disampingku yang entah tertidur atau tidak.


Aku terbangun ketika matahari sudar berada dipuncak singgasana nya. Julian sudah tidak berada disampingku.


"Julian" Panggilku.


Suara gemericik air dikamar mandi membuatku tenang. Dia sedang mandi rupa nya. Aku beranjak memakai pakaian menuju Kicthen mini disudut apartmentku. Membuka kulkas sekedar mencari bahan makanan yang bisa aku olah untuk mengisi perutku dan Julian siang ini.


"Kau memasak. Kenapa tidak makan diluar saja" Julian Memeluku dari belakang harum shampoo ku membuatku ingin membersihkan badan juga.


"Baiklah. Tunggu aku Mandi?" Aku berbalik mencium sekilah pipi Julian Dan segera memasuki kamar mandi. Tak berselang lama, Kami berjalan menyusuri sepanjang jalan wilayah kami mencari Restaurant yang ingin kami masuki.


"Apa benar tidak apa apa hanya berjalan dan menaiki trem. Aku membawa mobil ku padahal"


"Yeah. Lebih bisa berdekatan mungkin."


"you're getting naughty. Honey"


"Sangat senang"


Julian ikut tersenyum ke arah ku. Julian sangat baik padaku, Dia salah satu orang yang membantuku di awal kedatangan ku Di Kota beruang ini (Bern Juga dikenal sebagai kota beruang diswiss). Selain Julian Ada greta.,Mily, dan Nick. walau yang berada didekatku hanya ada 3 dari 4 teman ku. Nick berada di Oslo Norwegia.


Setelah selesai makan, kami melanjutkan berjalan disekitar Kocher Park. Menuju Caffe tempat kami janji temu dengan Greta dan pacar nya joshep.


****


"Hai Little girl" Joseph menyapa ku lebih awal.


"Hai Josh " Dia memelukku sekilas dan mempersilahkan ku dan Julian Duduk.


"Kau libur josh" Julian ikut bertanya pada nya. Josh menggangguk dan menyodorkan minuman yang telah lebih dulu greta pesan.


"Dia libur untuk menemui mu Brie. Dia merindukan gadis kecilnya."


Gadis kecil, Apa kalian bingung. Jangan bingung aku pasti disebut dengan gadis kecil wajah ku tampak sangat muda dibanding wanita seumurku di Bern. Wajahku kadang membuatku sedikit kesusahan. Yah wajah oriental khas untung saja tubuhku menunjang umurku dengan bentuk tubuh yang diluar rata rata tapi tidak juga luar biasa. asal tidak keluar dengan wajah polos aku bisa mengatasi baby face ku dengan make up.


"Aku sangat rindu padamu. Bagai mana kuliah mu. Apa kau sudah mencari tempat magang. Aku rasa semua tempat akan rela memintamu datang dengan otak dan nilai mu"


"Yeah. Ada beberpa yang menawarkan padaku termasuk Park&J Company's. "


" Are you sure. Seriously" Josh Berkata setengah berteriak. " Oh my god. Brie masuk disana saja biar aku bisa menjagamu" Kata Josh

__ADS_1


"Tahan lah sedikit antusias mu Josh. Orang lain akan mengira kau ayah dari Brie" Greta tergelak melihat betapa senang nya Josh mendengar kabar dari Brie.


Greta tak pernah sekali pun cemburu pada ku. Karena dia sangat yakin cara josh mencintai nya berbeda dengan cara nya menyayangiku. aku sudak di anggapnya adik kecil bagi josh. Tapi lebih sering terlihat dia berperan sebagai ayahku. Umur Greta dan Josh memang terpaut usia 12 tahun. Dan itu memang letak kenyamana Greta.


"Tapi sebelum itu. liburan ini akan kau isi dengan kegiatan apa" Josh bertanya dengan tampang serius.


"Menjaga toko kue Ms Lea. Dia meminta bantuan ku dia harus sering bulak balik Bern dan Zurich. Untuk urusan anak nya. Sehingga aku membantu menjaga toko dipagi hari. dan Club dimalam hari. Tapi aku hanya mengambil 4 hari kerja dalam seminggu untuk di Club"


"Good girl. Kau memang tidak boleh menghabiskan waktu mu bekerja. Harus cukup istirahat" Jawab Josh


"Dan ada waktu untuk ku" Sambung Julian. Aku mengecup pipi Julian balasan dari pelukan nya untukku.


Banyak topik yang kami perbincangkan. hingga waktu sudah menunjukan pukul 8 malam. Greta mengajak clubbing dan tentu saja langsung disetujui semua pihak.


****


"Babe. Kamu disini" Seorang wanita seksi dengan rambut coklat sebahu memeluk Julian Dari belakang membuat ku terbelalak.


"Elena" wajah Julian membeku, memandang wajah ku dan elena bergantian.


"Kenalkan dia Pacarku" Julian akhirnya mengeser tubuhnya ke arahku.


"Oh. Sorry apa aku menggangu"


"Tidak. Aku hanya sedang menghabiskan waktu bersama pacarku elena."


"Elena" Dia mengulurkan tangan nya ke arahku. dan memeluk ku " Bila dia tak bersama mu. apa boleh dia menemaniku" Elena berbisik tepat disamping telingaku.


Membuat semburat merat diwajahku. aku marah tentu saja. tapi aku selalu bisa menahan semua emosi aku sedikit terlatih untuk itu.


"Brieaya. Kamu dapat memanggil ku Brie dan soal kau meminta Julian menemanimu. tanyakan saja padanya" Aku berkata dan menatap Julian. Wajah Julian kembali tampak tegang memandang Elena tudak percaya.


"Kita pulang Honey. ini sudah malam" Julian tidak menjawab hanya menarik ku lembut untuk mengikuti nya berjalan memecah kumpulan orang menuju Luar Club yang di ikuti Greta dan juga Josh


🌺


🌺


🌺


🌺


🌺


🌺


🌺


To be continue

__ADS_1


__ADS_2