
Terima kasih buat yang menyempatkan baca cerita ini.. semoga pembaca suka dengan ceritanya...
jangan lupa Tinggalin jejak di kolom komentar yupz..
happy reading
🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎🍎
🛎🛎🛎
Drrttt.. Drrtt. kringgg kringgg
Suara alarm di ponselku berbunyi
Oh pagi ini aku malas sekali untuk bangun, yup aku hanya tidur 3 jam saja. Pukul 3 pagi aku baru saja sampai ke apartment tunggal tempatku tinggal ini. dan baru tertidur sekitar pukul setengah lima pagi. Dan sekarang aku harus kembali terbangun.
Pemilik toko kue diwilayahku meminta bantuan ku hari ini untuk menjaga tokonya sebentar, sementara dia mempunyai urusan di Zurich. Aku memang mengenal dekat beberpa pemilik toko disini dan mereka sering memintaku membantu bila aku mempunyai waktu libur tentu saja dengan bayaran perjam dan makan gratis.,
Kebetulan hari ini aku tidak mempunyai jadwal kuliah. Dan baru sore hari aku bekerja di club.
Aku bersiap siap, membersihkan tubuhku dengan mandi air hangat sambil menikmati lagu kesukaanku. Berdandan sedikit karena aku kira menjaga toko kue akan membuatku bertemu dengan banyak orang diwilayahku dan orang baru tentunya.
Aku berdandan sedikit memakai make up dasar dengan memakai kaos oblong jaket dan Ripped jeans., Siap berangkat.
Karena jarak hanya sekitar 30 meter saja aku hanya perlu berjalan kaki.
"Good morning Ms. Lea. " Salam ku pada Ms.Lea pemilik toko kue yang akan aku bantu jaga. Ms.Lea berusia sekitar 50 tahunan. tapi paras nya tampak masih menawan. dengan lesung pipit dikedua sisi nya.
"Oh. Tidak saya baru saja turun dan menata roti yang baru saja keluar dari oven. Cicipi ini brie. kau mungkin belum sarapan, biar aku buatkan cokelat panas untukmu."
"Terima kasih Ms Lea. Saya suka cokelat panas." Aku duduk di depan meja yang sudah menyuguhkan roti zopf ( Roti khas swiss) yang memang seringkali menjadi sarapan warga disini.
"Jam berapa kamu bekerja di club brie. Aku pulang sekitar pukul 5 sore. Bila waktunya kamu berangkat aku belum juga datang tutup saja toko ini dan titipkan kunci nya pada Mr.Roam didepan" Ms. Lea berbicara sambil menyajikan cokelat panas didepanku, Ah lambungku sudah berteriak meminta segera mengantar roti dan cokelat panas kedalam.
Baru aku sadari terakhir aku makan itu kemarin siang sebelum masuk ke kelas. Hingga malam belum lagi terisi. hanya cemilan yang sesekali melewati kerongkongan ku.
"Ok. Jangan khawatir Ms. lea aku akan menjaga toko mu dengan baik" Aku tak lagi melihat ke arah Ms Lea hanya pokus kepada sarapan yang telah tersaji di depanku saja.
Setelah Selesai sarapan Beberapa Pengunjung mulai berdatangan sangat sibuk sampai menuju siang, Ada waktu istirahat sekitar tengah hari. Aku memutuskan menelpon Julian rasanya rindu berbicara dengan nya.
"Hallo. Julian. sedang apa? "
"Hallo honey.. aku baru saja terbangun. Apa kau merindukan ku?"
"Heum. sedikit. kemana kau semalam aku tak melihat mu di club, kau bilang akan menemuiku disana"
"Ah. aku lupa memberi tahu mu. tadi malam hari ulang tahun Nenek ku. maaf kan aku honey"
__ADS_1
"Oh benar kah. maaf aku tidak menyiapkan hadiah untuknya, lain kali pasti akan aku belikan."
"Sore ini apa bisa bertemu"
"Yapp. Aku bekerja sekitar pukul 9 malam. kau bisa ke apartmentku sekitar jam 5 sore."
"Aku akan kesana tunggu aku honey"
Aku menutup sambungan telpon sebelum membalas salam terakhir Julian, Karena diluar tampak Seorang nenek berusia 80 tahun berjalan memasuki toko.
"Guten Nachmittag , oma (Grobmutter \= nenek) Apa yang bisa aku bantu"
"Aku ingin membeli Zopf, semua yang tersisa berikan padaku, Apa kue spesial hari ini, Apakah ini Kue Keju yang di buat Lea hari ini"
"Ya, itu Kue keju bikinan Ms Lea. Oma, Sebentar aku ambilkan zopf dan tempat untuk kue nya dahulu, apa oma tidak keberatan menunggu sebentar"
"Tentu saja Frau (Nona), Saya akan menunggu" Aku bergegas menempatkan seluruh zopf yang tersisa pada tempat roti yang tersedia. Dan membawa tempat kue untuk kue keju cokelat yang diinginkan Grobmutter di depan.
Setelah selesai mengemas Nenek itu berjalan meninggalkan toko yang dengan telaten aku ikuti dari belakang, Di tampak berjalan menuju Halte Trem. Setelah Nenek itu menghilang ke dalam trem, Baru aku kembali masuk kedalam.
"Ah. Kasian sekali kemana anak dan cucu nya kenapa membiarkan nenek setua itu berkeliaran dan berbelanja sendiri."
Seperti Waktu yang dijanjikan Ms. Lea tiba sebelum pukul 5 sore. Aku bergegas keluar setelah membantu membereskan sedikit baki kue yang habis terjual hari ini.
Bruukk
Kembali aku menabrak seseorang diluar toko.
"yeahh. seperti yang kau lihat aku tak tampak terluka bukan" Ucapnya sambil tersenyum kearahku
"Aku sedikit terburu buru tadi."
"Sepertinya kau selalu tampak terburu buru" Ucapnya lagi dengan senyum yang makin lebar. Oh tuhan bagaimana ini dia tampak sangat seksi dimataku. Jantungku sedikit terganggu dengan menatap wajahnya saja.
"Yah begitulah. Disini kita harus bekerja keras bukan" Aku membalas nya dengan bercanda.
Drrrtttt Drtttt. Mata ku melirik pada Pria tersebut dan meminta nya menunggu sebentar. ketika ponselku bergetar.
"Ya. Kau sudah tiba"
"Oh honey aku tidak jadi datang sore ini. nenekku meminta diantar membeli sesuatu padahal aku sangat merindukanmu. Aku janji akan datang besok sore. besok kau libur bekerja bukan"
"Yah. Baiklah antar nenek mu dulu itu lebih penting" Aku mengingat nenek yang tadi mampir ke toko, dan bersyukur Julian masih mau untuk mengantar nya aku bangga mendengarnya.
"Apa hal terburu buru mu gagal?"
oh god aku terlupa dengan pria didepan ku ketika memikirkan Julian bersama neneknya yang pasti tampak manis.
__ADS_1
"Ah karena aku punya waktu untuk sekedar mentraktirmu minum coffe apa kau bersedia. Rasa nya hal terburu buruku telah gagal terlaksana" Aku menampulkan senyum bodoh didepan nya.
"Ok. Aku menerima ajakan mu. Aku rasa itu cukup untuk menggati rugi dua hari ini"
"Oh syukurlah kau orang yang dermawan rupanya" Aku berjalan terlebih dahulu menuju caffe yang terletak masih di street ini.
" Apa kau siswa.. Highschool berapa umur mu"
Prepppttt.. Aku hampir menghamburkan minumanku karena pertanyaan nya. Aku hanya tertawa menganggap nya bercanda itu lebih mungkin.
"Apa itu penting"
"Tidak ku rasa"
"Benar bukan"
"Siapa yang tadi membatalkan hal terburu buru mu"
"My Boyfriends. Dia harus mengantar nenek nya berbelanja"
"Oh sungguh berbakti"
"Kurasa. Aku sedikit kesal tapi mengingat betapa menyedihkan nya melihat seorang nenek berkeliaran sendiri membuat aku bangga Julian masih bersedia mengatar Neneknya"
"Yupz. Aku pun hendak menyusul seorang nenek kenalan ku. tapi buntu sampai di wilayah ini."
"Oh ya. Apa kau tidak menelpon nya"
"Dia tidak bersedia membawa ponsel nona muda. membuat aku sedikit prustasi, Padahal waktuku disini tidak lama."
"Oh benarkah, mengkhawatirkan sekali, Tapi kau bukan dari sini"
"Yupz Aku dari Lost Angeles. Aku disini hanya untuk kunjungan bisnis saja"
"Aku kira kita dari Asia hahaa" Aku terhenyak sedikit merasa perkataan ku sedikit menggu, melihat wajah nya yang mengluarkan senyuman maut nya mengakhiri keterkejutanku dengan omonganku sendiri
"Aku memang punya Darah asia. Sepertinya kita sama"
Drrt.. Drttt.. Ponsel nya berbunyi, dia tampak membaca pesan dan tersenyum.
"Seperti nya sampai sini obrolan kita yang menarik dan seru ini saya harus segera kembali" Dia berpamitan dan segera keluar memasuki mobil nya dan berlalu pergi setelah sempat melambaikan tangan dan berucap
"Semoga kita dapat bertemu kembali"
Aku hanya dapat tersenyum dan "What.." Aku belum sama sekali menanyakan nama nya
"Ah bodoh bodoh. Serius aku lupa bertanya siapa namanya"
__ADS_1
✨✨✨✨✨
To be continued..