
Tolong minta vote nya yah. πππππ
Like nya.. dan ayo tulis Koment nya.. Biar aku semangat lagi. Nulisnya
β₯β₯β₯β₯β₯β₯β₯β₯β₯β₯β₯β₯β₯β₯β₯β₯
Mobil Oma tampak mendekat dan berhenti tepat disampingku. Kaca jendela pintu depan turun ,seketika wajah Oma muncul dengan senyuman manisnya yang menghangatkan.
"Hallo khara sayang. Naik lah" Ujarnya dengan senyuman diwajahnya yang tak pernah pudar.
"Baik Oma. aku akan masukan dulu koperku ke bagasi." Aku mendorong koper ku kebelakang Mobil menuju garasi Ms Rose turun untuk membantuku memasukan koperku. setelah semua masuk baru aku pun menaiki Mobil Oma.
Mobil berjalan dengan kecepatan sedang. Alunan musik pop kesukaan Oma terdengar dari awal keberangkatan. hingga Oma mematikan nya untuk memulai percakapan lewat ponsel entah dengan Siapa.
"Hallo ,, mein hΓΌbscher enkelin ,Was falsch ist ruf mich an" (Hallo cucuku yang tampan, Ada apa menelponku)
"..........."
"Baiklah. Bila itu Rahasia. Apa dia begitu menarik,(Oma terkekeh sambil meliriku) Aku juga merasa dia sangat menarik dan spesial"
"........."
"Pasti aku akan menjaga nya dengan baik. Cepat selesaikan urusan mu dan kembali jaga Adikmu dengan baik sebelum ayahmu yang Angkuh itu kembali mengganggu nya"
"Baiklah. sampai Nanti"
Oma menutup sambungan telponya. kembali menaruh ponsel nya ditas jingjingnya. Oma melirikku dengan senyuman yang susah diartikan.
"Khara. Bagaimana hubungan mu dengan pacarmu itu."
"Entah lah Oma. aku masih belum bisa memaafkan nya. aku masih butuh waktu"
"Apa kau menemui teman lain. Lupakan lah orang orang yang akan menyakitimu"
"Hmm. aku kira begitu lebih baik. Tapi oma tahu kan melupakan itu butuh waktu."
"Yah. kuharap Kau menemukan pria yang akan menyayangimu dengan lebih tulus. Kau sangat berharga Khara" Oma menatap lurus ke depan. sepanjang perjalanan kami diselingi dengan obrolan yang seru. Musik yang enak sehingga waktu satu jam perjalanan tak begitu terasa hingga akhirnya kami sampai di Villa Oma.
"Oma hanya mengantarmu sayang. Oma akan langsung kembali pulang"
"Oma tidak turun dulu"
"Nanti Oma kembali. Nana Ada disini untuk membantu Rose pun kembali kesini setelah mengantar Oma. Monica terus menelpon Oma dari tadi. Oma ada janji berbelanja dengan nya. Semangat khara. semoga menyenangkan"
"Baiklah Oma aku akan bekerja dengan baik"
Oma menutup kaca jendela dia melambaikan tangan nya. aku segera beranjak ke belakang mobil membantu pelayan lain mengambil barangku. setelah semua turun mobil kembali dijalankan.
Dipintu Masuk terlihat Ms Nana tersenyum menyambut kedatanganku. Dia merentangkan tangan nya menyambutku dipelukannya.
"Willkommen, shacht ,lass uns mitmir lernenn"
(Selamat datang sayang. ayo belajar bersama)
"Danke Ms Nana. ich werde ein gutes studium machen, Agar dapat bekerja dengan baik tentunya."
(Terima kasih ms Nana. aku akan belajar dengan baik)
"Masuklah. Danial tunjukan kamar yang akan ditempati Brie."
"Baik Ms. silahkan ikut saya frau brie (Nona) "
"Saya permisi kalau begitu Ms. Saya akan merapikan Barang saya terlebih dahulu"
__ADS_1
Aku mengikuti Pelayan pria sepertinya seumuran denganku. tampak masih muda. Badan nya tampak tidak terlalu tinggi hanya lebih tinggi beberapa Cm dari tinggi badanku. tapi dia sanggup mengangkat 2 koper sekaligus. Wah tenaga pria memang sangat berbeda betulkan sahabat.
Aku sampai dikamar yang berada dilantai satu disebelah ruang belajar Oma. yang aku masuki waktu itu. Kamar yang indah dengan kuas hampir 4 kali lebih besar dengan apartment tunggalku di Bern.
"Danke Danial. Kau bisa menyimpan koperku dekat dengan lemari. dan kau bisa meninggalkanku"
"Baik Frau Brie"
"Yupz.. dan Bisa kau panggil aku Brie saja, Rasanya tidak nyaman"
"Baiklah. selamat beristirahat"
"Aku takan istirahat kukira." Danial melihat koper dan kembali melihatku. Dia berlalu sambil tersenyum. sangat menyebalkan
"Baiklah kita mulai dari mana membereskan barang ini. sepertinya lemarinya terlalu besar untuk memuat pakaianku."
Aku sibuk membereskan baju alat make up dan barang barang lain. dalam waktu kurang dari 30 menit semua telah selesai. yupz karena barangku memeng hanya sedikit. baju bajuku tak begitu banyak. ini musim panas bukan tak perlu membawa Coat atau pakaian tebal lain nya.
Aku menuju luar dengan pakaian casual hanya kaos putih polos dan jean hitam ditambah sepatu kets putih.
Ms Nana akan mengajak ku berkeliling Hone stay yang dimiliki Oma. serta pembukuan masing masing yang terletak tak jauh dari Villa yang aku tempati. Salah satu nya adalah Villa yang ditempati Oleh Nora.
Yah Nora aku jadi teringat dia. sedang apa sekarang dia disana. aku berniat menemuinya nanti setelah semua selesai hari ini.
****
Luca Pov
"Bagaimana. apa semua sudah diatur.?"
"Sudah Tuan. Tinggal masalah ayah dan tunangan tuan."
"Baiklah. apa ada perkembangan dengan kasus Nora. Jangan andalkan kepolisian Cari aku akan menghancurkan nya dengan tanganku sendiri.".
"Aku harus segera menangkapnya. agar aku bisa fokus pada penyembuhan adikku. Dia sangat tersiksa sekarang. dan ingat harus hati hati aku tak ingin Dad tau keberadaan Nora. itu akan sangat menggagu kesembuhan Nora."
Luca tampak sibuk untuk menyelesaikan semua kepindahan nya. Dia sangat ingin menjaga adiknya yang dia tinggalkan di Lautherbrunnen demi kesembuhan nya.
Nora Alexander Park adalah adik satu satunnya Luke Alexander Park. Pria Hangat yang besar dilingkungan yang keras. sejak kecil Luca dididik menjadi pria yang berkutat dengan Bisnis besar Ayah nya Jonathan Alexander Park. Dia sangat menyayangi Nora adiknya yang memang semenjak kecil selalu menjauh dari hidupnya. Karena Ulah ayah nya sendiri Mr Jonathan.
Dunia Bisnis yang berkembang pesat setelah diambil alih Oleh Luca membuatnya bekerja dengan keras sehingga jarang sekali menemani adik nya yang sudah beranjak dewasa. Nora yang memang dijaga Mr Jonathan agar tidak menggangu Luca dikirim ke Malibu. Dia hanya dijaga oleh beberapa penjaga rumah.
Hingga kejadian yang sangat mengerikan terjadi. Nora yang di undang oleh salah satu teman nya mendapat kejadian yang menghancurkan hidupnya.
Nora mendapat pelecehan seksual oleh salah satu anak konglomerat dan saingan bisnis Luca di Malibu. Bernath rolles..manusia yang sedang dicari Oleh Luca.
Dia melarikan diri setelah melecehkan Nora dengan kejam.
Nora yang Menjadi sangat pendiam setelah 3 bulan kejadian menampakan trauma hebat. Sang ayah yang mengetahuinya itu ingin mengurung Nora dirumahsakit jiwa karena menurutnya itu adalah aib.
Maka dari Itu Luca menyembunyikan Nora ditempat yang jauh dia menerbangkan Nora Ke Swiss. Agar tak dapat dijamah oleh Ayah nya.
Yah di swiss Nora Akan terjaga dengan baik. karena disana Ada Mr Lara alther. salah satu pembisnis Handal yang memiliki kekuatan dan kuasa yang hebat dibalik penampilan tua dan renta nya. Dan juga Swiss adalah negara yang memiliki pemandangan sangat indah. yang bisa membantu ketenangan Nora.
Luca mamainkan Ponselnya melihat galeri yang menampilkan Foto foto Nora. tanpa disengaja Luca menemukan jepretan trakhirnya di kota Bern.
foto Brieaya dengan tampilan casual berdiri membelakanginya dengan melirik ke arah belakang.
"Bagaimana kabar mu sekarang" Luca sedikit mendapat hiburan dengan banyak nya masalah yang ia hadapai entah kenapa wajah brie nampak sangat menarik dipikiran Luca.
tok tok.
Pintu ruangan nya terbuka tanpa menunggu jawaban dari Luca. Wanita dengan badan seksi make up yang tebal masuk keruangan luca dengan langkah yang menggoda.
__ADS_1
"Haii. Alex sayang. Maaf datang tanpa pemberitahuan. aku hanya akan menyampaikan pesan dari Daddy kita akan makan malam bersama" Ujarnya sambil merangkul leher Luca Dari belakang.
Luca yang masih duduk dikursinya berbalik dan menuntun wanita itu kesofa.
"Dimana Dad mengadakan makan malam "
"Dirumah Dad Jonathan. Dia sudah disana. aku akan berangkat bersama mu. sayang"
"Aku masih lama Gabby. Pulanglah lebih dulu"
"No. aku akan menunggumu" Gabby memeluk Luca dan menyusuri lekuk leh*r Luca dengan tangan nya.
"i miss you honey" Gabby mengecup bibir s*ksi Luca yang masih terdiam dengan godaan nya.
"Why. Kau tak menginginkanku" Gabby terus menggoda Luca dengan c*mbuanya yang menjadi lebih panas setelah dia beranjak ke pangkuan Luca.
"Oh shit.." Luca Mengangkat Tubuh Gabby membawa nya ke atas meja kerjanya.
Melepas paka*an Gabby dan melemparnya kesembarang arah menikmati lek*k t*buh Gabby yang memang sengaja Gabby sodorkan untuk dijamah Luca.
Hingga berhasil membuat gabby mendesah mendapat pelepasan nya yang pertama. Luca yang telah dipuncak ga*rah menuju penyatuan dengan hanya mengeluarkan ***** nya .Dia menikmati itu hanya diatas meja kerjanya. Luca bermain dengan kasar. tanpa penolakan dari Gabby.
"ouh. Honey " Gabby menggigit pelan pundak Luca dengan wajah yang puas
"Apa kau puas. "
"of course. kau selalu membuatku puas. "
"Kalau begitu. pakai bajumu dan pulanglah lebih dulu" Luca membenarkan resleting celananya dan merapikan pakaian nya. mengambik pakaian gabby serta menyerahkan nya.
"Pakailah"
"Thanks. " Gabby memakai kembali pakaian nya. "fast s*x is verry exciting honey" Ucapnya pelan ditelinga Luca.
"Pergilah" Luca tak begitu menghiraukan kepergian gabby.
"Oh damn. dia sangat menjengkelkan apa hanya **** yang ada diotaknya ketika bertemu denganku. " Luca merasa terganggu dengan godaan Gabby. Dia memang tunangan yang ditetapkan oleh ayahnya.
Tapi bukan berarti luca menyukainya walau pun sering kali melakukan **** dia hanya melayani napsu **** gabby yang tinggi.
Luca memanggil tangan kanan nya. orang keprcayaan Luca. 2 orang yang selalu menjadi bayangan luca kemana pun dia pergi.
"ya. Tuan " Pria dengan tubuh tinggi besar masuk keruangan Luca tampa ekspresi.
"Aku sudah tidak tahan. selesaikan dalam 2 bulan."
"Baik".......
.
.
.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1