Love A Kind Girl

Love A Kind Girl
Lautherbrunnen


__ADS_3

happy Reading.


Semoga Puasanya lancar yah. Jangan lupa tinggalin jejak manis di koment.. love love


🍍🍍🍍🍍🍍🍍🍍🍍🍍🍍🍍🍍🍍🍍🍍


------------------------------------------------------------------------


"Are you ok"


"No. Tentu saja tidak baik. Apa menurutmu aku akan baik baik saja"


"Kurasa tidak. Kau boleh menangis disini brie. Taman ini tak banyak pengunjung. Jadi kurasa kau boleh menangis. tanpa membuat orang orang curiga aku telah melukaimu"


Luca mencoba menghiburku mungkin, karena ternyata aku sedikit terhibur. Sepanjang perjalanan di mobil aku terus menangis tanpa sadar Luca berada disampingku. Sesampainya ditaman yang entah berada diwilayah mana Luca menghentikan mobil dan mengajak ku keluar mobil.


"Maafkan Aku sepertinya Aku membuat hari mu buruk tuan"


"Tidak. Jangan khawatir Aku tak merasa terganggu dengan tangisan wanita kecil disampingku."


"Aku sangat tersakiti dengan kejadian tadi. Aku kira aku benar benar kurang baik untuknya.Didalam hatiku aku masih berpikir mungkin Julian Hanya punya one night love dengan wanita yang bernama elena itu. Sehari sebelum ini aku menyakinkan diriku agar memaafkan nya. yah bagi nya mungkin tidak mudah berhubungan dengan gadis yang tak punya latar belakang jelas. gadis sibuk yang jarang memperhatikan nya "


"Aku rasa tak ada alasan tepat apa pun untuk pengkhianatan. Ada cara lebih baik. setidaknya lebih baik berpisah dengan baik dari pada berkhianat. apa pun alasan nya."


"Oh tuan. apa anda memiliki riwayat di khianati. seperti nya tuan terlihat berpengalaman."


"Yeah. Aku sering kali di khianati. tapi tak begitu menyakitkan ku. Karena rupanya aku sebenarnya sadar bahwa mereka akan mengkhianatiku"


"Andaikan aku punya feeling seperti itu"


"it's okay. Semua akan membaik dengan waktu."


Kami menikmati malam dengan sunyi. setelah lama merenung aku meminta Luca mengantarku pulang dengan berat hati serta malu. Kalian tahu aku tak membawa uang dan aku tak tahu ini dimana. wilayah ini baru untuk ku.


Setiap hari Julian berusaha menghubungiku dan memintaku bertemu. Greta selalu menelponku dan bertanya keadaan ku. Greta kini berada di oslo. Bersama dengan josh untuk mengunjungi teman terbaik ku Nick.


Kesibukan ku pagi hingga sore berada di toko kue. Patah hatiku masih sangat menyakitkan. Tapi apa kalian tahu aku punya obat nya. ketika aku berbicara dengan nya aku melupakan kesedihan dan kecemasan ku. Orang tersebut sedang duduk sambil menikmati sarapan pagi nya.


Didepan nya tersedia Birchermuesli (Rosti) dan susu hangat yang tadi aku buatkan. Sedang aku sarapan dengan Crossant dan coffee.


"Geniebe dein fruhstuck. oma" (Nikmati sarapanmu oma)


"Kenapa kau selalu menekuk wajah mu akhir akhir ini Khara. Apa yang menggangu mu"


"Aku. Benarkah apa aku tak lagi cantik dengan raut wajah seperti ini"


"Kau bercanda. Wajahmu memang tidak pernah terlihat cantik dimataku"


Dia terkekeh sambil mengatakan candaan nya.


"Ah yang benar saja. Bisa kah Oma memujiku cantik sekali saja" Aku merajuk padanya. wajahku ku buat seimut mungkin.


"Hahahhahaa. Wajah mu tak terlihat cantik dimata ku tapi terlihat Luar biasa dihatiku. Gadis manis"


"Benarkah. Sebesar apa luar biasanya"


"Apa kau tak mengerti kata luar biasa"


"Aku kira. Sebesar dan sebanyak isi kepalaku"


"Apa yang kau ocehkan khara. aku semakin tak mengerti"


Perbincangan kami memang kadang membuat kami tertawa. hal hal kecil yang kami bicarakan. Hingga tepat satu bulan telah berlalu tak begitu terasa karena terhibur dengan obrolan Ringan ku dengan Oma.


Sore itu didepa apartment Julian tampak menunggu ku. Dengan wajah kusut dan berantakan. Wajah nya penuh lebam.


"Julian. Ada apa ini. Kau baik baik saja."


Julian hanya menatap ku dengan air mata berderai deras diwajahnya.


"I am so sorry . I miss you honey" Julian tak sadarkan diri. Bau Alk****l tercium dari badan nya.

__ADS_1


"Kau mabuk. Oh shit jangan pingsan disini" Tak bisa begini aku meminta bantuan tuan Ribb penjaga apartment untuk membopong Tubuh julian memasuki apartment dan masuk ke unit apartment ku.


"Thanks Mr Ribb"


"you'r well come. Brie. Julian sudah berkali kali datang dengan kondisi seperti ini apa kau tidak tahu."


"tidak aku tak pernah melihat nya"


"Yeah. karena teman wanitamu dan pacarnya selalu menjemputnya sebelum kau melihatnya. Berbaikan lah "


Mr Ribb menebak dengan benar. Aku hanya memandang wajah Julian. aku membawa obat obatan yang tersedia ditempatku. dan mencoba membersihkan luka luka kecil di wajah nya.


Aku tidur disofa malam ini walau tidak nyaman tentu saja. Julian ku biarkan menginap dengan terpaksa. Melihat keadaan nya aku merasa kasihan. yah walau bagaimana dia tetap seseorang yang sangat aku sayangi.


*****


"Bangunlah. Aku akan berangkat bekerja apa kau tak cukup menyiksa hatiku. dan kini mulai mengganggu kehidupanku" Aku memukul pelan kaki Julian yang sedikit terjuntai dari ranjang.


"Oh. Maaf"


Julian terbangun dan terduduk. Terlihat jelas pengar mabuk nya masih mengganggu. dia masih memegang kepalanya sebelum turun dari ranjang.


"Hilangkan pengarmu dengan sup yang ku buat. setelah itu keluar dari kamarku"


"Brie. Bisa kita bicara sebentar. Tolong lah"


"Tidak Ms Lea sedang menungguku."


"Aku mohon Brie. sebentar saja. ini tentang kita, Aku sangat tersiksa berjauhan dengan mu. Apa yang harus aku lakukan agar kau memaafkanku honey please" Julian berjalan kearah ku dan memelukku dengan erat.


"Hentikan ini Julian. Aku benar benar harus bekerja. Jangan menyiksa dirimu aku telah memaafkan mu. tapi bukan berarti aku akan menerima mu kembali. Jadi berhenti minum minum. Dan membuat onar. Aku mohon "


Aku mendorong tubuh Julian untuk menjauh dariku. Aku menatapnya lekat masih sedikit sakit diulu hatiku melihatnya. tapi rasa peduliku lebih besar dari rasa sakit ku.


"Aku akan ke toko Ms Lea. Beri aku waktu untuk mendengar ocehan mu. Makan sup mu mandi dan pulang lah"


Julian tersenyum manis. Semanis anak anjing yang meminta pelukan sang Alpa. Tapi aku tak ingin menjadi alpa nya lagi. Aku segera bergegas menuju Toko Kue. Disana sudah menunggu sahabat dan keluarga baru ku


Oma Lara.


"Oma. Maafkan aku ada halangan kecil tadi. Maaf membuatmu menungguku."


"Oh ya. Hari ini Lea tak pergi ke Zurich. Jadi aku akan memintamu menemaniku hari ini. Tenang bayaran mu tak akan hilang"


"Oh oma apa yang kau katakan. Kenapa berbicara tentang uang padaku. Aku tak apa. aku akan menemanimu sepuas Oma mau"


Oma tertawa lebar. Aku berpamitan pada Ms Lea dan meminta izin. Ms Lea ternyata sudah tau dan dengan mudah mengijinkan ku.


"Apa kau bisa menyetir mobil khara?"


"Yeah bisa oma. Aku punya SIM untuk mobil kecil."


"Ambil kunci ini. Dan itu mobilnya. bawa aku dengan mobil itu. perjalanan kita bisa memakan satu jam apa tak keberatan"


"Tidak sama sekali. Oma. Seberapa lama pun akan aku antar. Serahkan padaku."


Aku mencari mobil oma di deretan parkir seberang toko. Telunjuk oma mengarah pada mobil putih yang tampak mahal menurut persepsiku tentu saja.


Mobil jenis Roll Royce cullian terparkir kurang rapi disana. Aku menatap oma.


"Oma membawa mobil ini sendiri kesini"


Oma hanya terkekeh dengan pertanyaanku. Dia sadar aku akan mengkomplain cara parkirnya.


"Aku sudah tua khara. Ayolah perjalanan kita panjang."


Aku mulai menyetir mobil dengan nyaman. Sambil berbicara tentang Julian teman teman. pekerjaan dan hidupku. Oma pun menceritakan tentang Keseharian nya, makanan kesukaan nya, tempat favorite nya dan anaknya yang sering iya bicarakan. Anak satu satu nya yang telah berkeluarga dan mempunyai anak anak lucu.


"Apa kau tak punya keluarga khara"


"Aku. punya oma hanya saja aku tak ingin berada diantara mereka"

__ADS_1


"Kenapa. Bisa seperti itu."


"Aku takut oma. Kadang kala keluarga sangat menyeramkan bukan. Aku iri dengan keluarga mu oma. "


"Apa mereka menyakitimu khara. Secara fisik atau mental"


"Dua dua nya kurasa. Kepintaranku menjadi bumerang bagiku dalam keluargaku Oma. "


"Apa kau berada dilingkungan atas."


"Ah tidak juga Oma. Aku hanya orang biasa saja oma. Tapi Oma. akubelum tahu dimana suami oma. oma tak pernah menceritakan nya."


"Kita akan menemuinya Sekarang khara. Akan aku kenalkan kau padanya"


"Benarkah . senangnya"


Perjalanan menjadi sunyi ketika Oma tak lagi berbicara. hanya memandang ke kejauhan pancaran wajah nya tak bisa aku artikan. Ada sedikit kesedihan, kesepian, tapi diluar dia tampak sangat ceria.


Setelah 60 menit aku sampai di Wilayah pedesaan yang indah. LAUTERBRUNNEN nama lembah yang sekaligus desa yang terletak 70 Km dari Bern.


lauter kota madya di distrik administratif interlaken oberhasli dikanton Bern.


"Wah. Indah sekali. Kemana tujuan kita oma"


"Sebenarnya ke Villa Ujung sana tapi Kita akan bertemu belahan jiwaku dulu bukan khara. Belok ke kanan dan masuk ke arean Garden itu"


Oma menunjuk taman kecil indah dengan Gerbang yang indah. Merangsuk masuk semakin dalam kebun itu tampak sangat indah. Penjaga kebun sepertinya mengenal baik mobil ini karena mereka berlari menghampiri mobil ketika hendak aku parkir.


"Turunlah khara"


Oma turun lebih dulu dari mobil dan menyusul kemudian aku. Aku memberikan kunci pada penjaga kebun karena dia memintanya.


"Siapa ini Ms. Lara?"


Seorang wanita berumur kurang lebih 50 tahun datang tergopoh menghampiriku dan Oma.


"Dia Brieaya. Cucuku "


"Ya.." Wanita itu tampak terkejut begitupun aku.


"khara kenalkan dia Rose penjaga kebunku"


"Oh. Hai Mr Rose. Aku Briaya khara abram. aku biasa dipanggil brie"


"Oh senang bertemu dengan mu gadis cantik" Ms rose menyalamiku dengan lembut.


"Ayo khara akan aku kenalkan pada soulmate ku sebelum dirimu" Oma berjalan memimpin hingga kita sampai di depan batu Nisan yang bertuliskan. Immanuel Carlos Alther


"Oma. " Pandangan ku terpahat di batu nisan itu dan seketika rasa perih menelusuk ke ulu hatiku.


"Mom. "


Panggilan datang dari arah belakangku. Aku membalik badan ku dan tampak satu keluarga dengan 3 orang anak berjalan mendekat.


"Bram. Kau sudah datang"


Pandangan anaknya oma tampak ramah sekali begitupun istrinya dari ketiga anak nya hanya yang paling besar menurutku yang tidak begitu suka sepertinya melihatku.


"Perkenalkan Dia Khara. Cucu Baruku"


Deg. perasaanku mulai tak bisa nyaman dengan panggilan cucu dari oma di depan anak dan cucu aslinya.


🍇


🍇


🍇


🍇


🍇

__ADS_1


🍇


to be continue


__ADS_2