
Brieaya Pov.
"Bukan kah hal yang Rumit menjadi daya tarik.Brie.."
"Hahaha.. Semenarik apa?"
"Menurutmu. Semenarik apa diriku dengan Kerumitan nya."
"Luca. Aku terlalu banyak melihat sisi dirimu hari ini.. Tapi itu sedikit menghiburku" Aku tersenyum pada Luca yang menurutku sangat berbeda hari ini. Entah karena dia ingin menghiburku atau apapun. Tapi aku merasa membaik dengan apa yang kurasakan dipagi hari ini.
Aku setidaknya melupakan kesakitanku dipagi hari ini. Walau harus menghadapai perkataan Luca yang sulit aku pahami.
Dan kini aku baru sadar. Aku menyayangi Nora dan menyukai Luca. tapi tidak tahu banyak tentang mereka. Yah walau pun aku sebenarnya tidak peduli.
"Setelah dari sini. Kau ada acara lain" Tanya ku sambil menatap Danau yang beriak oleh hembusan angin. Cuaca hari ini memang sangat Indah Apalagi Danau Lauzern memang indah bukan.
"Kenapa. Kau ingin Ikut" Luca menarik bahuku agar menatapnya. Wajahku seketika berhadapan dengan wajah Luca. Aku hanya tersenyum canggung. Ku kira ini terlalu dekat hingga membuat jantungku berdetak lebih kencang.
"No. Aku ingin pulang ke penginapan. Dan tidur lagi.. Tapi kapan kita pulang. Aku rasa pesan diponselku sudah menumpuk dan bila aku tak pulang aku rasa. Oma Josh dan yang lain akan Memukulku hahhaa.."
"Besok pagi kita pulang. Tenang saja Oma sudah menghubungiku. Dan Nick sudah menjelaskan pada yang lain sehingga kau bisa beristirahat disini sebentar. jangan memikirkan hal yang lain yang menyakitimu."
Aku hanya bisa memandang takjub pada luca yang sepertinya telah berhasil menghapus rasa kesalku.
****
Di Apartment milik Sam. Julian duduk dikelilingi Oleh Sam, Nick,Greta dan Milya, Sedang Josh berdiri Di dekat Dapur dengan wajah yang memerah menahan marah setelah mendengar berita dari Nick tentang pengkhianatan Julian.
"Dan sekarang apa yang akan kau lakukan. Brie telah tersakiti dan wanita itu telah hamil." Kata Sam mengawali pembicaraan yang memang tak ada yang bersuara semenjak Sam membawa Julian ke apartemennya.
"Tapi itu belum tentu anakku" Sanggah Julian
"Dumm. Anak mu atau bukan. sekarang bukan itu yang penting Bodoh. Kau tidur dengan nya atau tidak itu yang lebih penting. Karena kalau kau tak tidur dengannya Walau dia mengaku hamil olehmu. Brie akan berada disampingmu. Tapi bila kau tidur dengan jalang itu. Dia hamil olehmu atau bukan. Pengkhianatan itu ada disana. jangan bilang soal hati. Pengkhianatan sama saja." Gerutu Greta dengan amarah.
"Kau tau. Dia adalah wanita setia, Kau sendiri mengakui itu Julian." Sambung Milya.
"Aku benar benar tak bermaksud menyakitinya. Awalnya aku hanya bersenang senang. Tak ada niat mengkhianatinya."
__ADS_1
"Tapi diwaktu itu bukannya kau Bermaksud menaikan kepercayaan dirimu dengan mencari pekerjaan hingga bisa berdiri didepan Brie dengan Bangga.. Itu yang kau ceritakan padaku. Tapi menurutku Brie selalu merasa bangga padamu. Disetiap kekuranganmu dia tak pernah mengeluh. Ini memang hanya tentang dirimu yang pengecut Julian." Greta tampak berkaca kaca menyadari bahwa kini persahabatnya diujung tombak. Memikirkan Brie yang kini sedang tersakiti membuat Greta tak kuasa menahan Tangis.
"Jadi apa yang mau kalian. Aku saja sudah tidak bisa berpikir. Aku sangat ingin bersama Brie, Menikahinya dan berbahagia. Tapi sekarang apa yang harus kulakukan." Air mata Julian Jatuh berderai dipipinya. Julian hanya menundukan kepala sambil mengusap air mata dengan kasar.
"Pergi dari sini sejauh mungkin. Jangan sampai aku melihat kau." Kata Josh dengan dingin. Nampak kemarahan dinada Bicaranya.
"Pergi. tak segampang itu, Aku harus mendapat maaf dari Brie aku ingin bertemu dengannya dulu" Ujar Julian
"Untuk apa. Untuk lebih menyakitinya. Sekarang dia sangat kesakitan. pengecut sepertimu tak berhak mendapat maaf nya. Pergi tak gampang itu katamu, Tapi kenapa mengobral kemaluanmu itu terlihat sangat mudah bagimu." Josh tampak lebih marah lagi hingga akhirnya Greta mendekatinya dan memeluk Josh untuk meredam amarahnya. Josh memang tipikal pria lembut terhadap wanita, Tapi dia bukan lah Seorang yang bisa ditangani Julian bila telah marah.
"Oh josh ayolah. Soal Cinta dan Ranjang itu berbeda.. Ak..."
Bukkkk... Julian tersungkur kepinggir sofa.Pukulan kencang menghentikan perkataan Julian. Nick yang dari tadi terdiam mulai emosi dengan kata kata Julian.
Belum sempat Julian Bangun. Kini kepalanya telah basah kuyup oleh minuman yang ditumpahkan Mily.
"Cinta dan ranjang berbeda katamu. Bila kau ingin Meniduri wanita kapan pun maka jangan memacari satu wanita. Hiduplah dengan nafsu mu. jangan membawa cinta. Tak ada satu wanita pun yang akan mengerti. Bila kau sudah berkomitmen dengan satu wanita maka bukan hanya tanggung jawab. kesetiaan juga harus ada disana. Aku tak menyangka temanku seorang yang picik." Milya menatap tajam Julian.
"Kalian semua juga sama. tak hanya tidur dengan satu wanita bukan" Kini julian sedikit marah karena merasa terpojok.
"Tentu. Tapi itu ketika aku tidak menjalin hubungan dengan siapa pun." Sam menjawab dengan senyuman sedih.
"Sekarang tak lagi bisa kita lanjutkan. Silahkan kau keluar dari apartemen ku Julian." Sam berdiri beranjak ke arah pintu sambil mengisyaratkan agar Julian pergi.
"Baiklah aku pergi.." Julian berjalan keluar. Sebelum keluar diambang pintu dia berbalik menatap semua sahabatnya. Rasa bersalah pada Brie dan Rasa kehilangan yang dia dapat dari tatapan para sahabatnya yang kini membencinya. Membuatnya menahan panas diwajahnya.
Hingga Julian pergi. Ruangan masih diselimuti keheningan hingga Greta memulai pembicaraan.
"Aku pastikan Julian akan mencari Brie dan memaksa menemuinya. Bagaimana ini"
"Alex bilang hari ini brie terlihat sedikit melupakan kesedihannya disana." Sela Nick.
"Benarkah. Syukurlah." Sela Milya.
"Jangan cepat bersyukur. Honey, Kau tak tau pasti Siapa Alex" Potong Sam dengan wajah khawatir.
"Maksudmu.." Mily menatap Sam dengan penasaran.
__ADS_1
"Brie merasa nyaman bersama nya. jadi kenapa kita harus cemas bukannya dia juga teman mu." Lanjut Milya.
"Dia temanku. Dan dia mempunyai tunangan itu yang membuatku Khawatir."
"What. Are seriously sam" Teriak Nick
"Yah. Dia punya tunangan di Los Angeles. Bukan hubungan yang baik. tapi aku khawatir tunangan nya membuat masalah dengan Brie"
"Kenapa bukan berarti Alex berselingkuh dengan Brie. Dia hanya membantu bukan" Sanggah Greta.
"Tak ada pria yang membantu wanita yang baru dikenalnya tanpa maksud apapun Gret." Balas Sam dengan wajah yang menandakan kekhawatiran.
"Aku percaya padanya. Pada Alex,entah kenapa dia terlihat dapat menjaga Brie dengan Baik" Greta menundukan Wajahnya dan menutupnya dengan kedua tangannya.
"Tapi Alex Dan brie..." Nick tak melanjutkan kata katanya. Dia mengingat perkataan Nora.
"Apa hubungan Alex dengan tunangan nya atas dasar Cinta?"
"Kurasa Tidak. Alex tak pernah sekalipun mengenalkan nya pada teman atau rekan bisnisnya. Pernah sekali ketika Aku menemui Alex tunangannya datang dan sempat berfoto. Itu saja. lalu Alex menyuruhnya pergi."
"Begitu.." Nick masih terlihat memikirkan sesuatu.
"Sudahlah. Aku ingin menghibur Brieaya setelah dia kembali. Bagaimana kalau kita berlibur bersama. Sam kau tentukan tempat dan waktunya. harus minggu ini." Potong josh menyudahi percakapan tentang Brieaya.
"Baiklah serahkan padaku. Aku akan atur semua nya."
"Dan kuharap. Kau juga memikirkan Nora. Dia telah menjadi sahabat kita juga" tambah Nick.
"Itu akan aku tanyakan dulu pada Alex. Sepertinya akan sulit. Wanita itu dijaga ketat oleh Alex, Kita tak bisa menentukan itu sendiri"
****
Aku telah berada dipenginapan Mr Elsa telah menyambutku dengan senyum indahnya. Sekelebat dikejauhan diujung persimpangan jalan mengunakan Motor aku melihat sosok yang mirip Danial ketika aku hendak masuk kedalam Rumah.
"Brie.. Aku akan pergi sebentar hanya setengah Jam. Tunggu aku didalam. ok" Teriak Luca padaku. Aku berbalik dan mengangguk sambil tersenyum.
"Ok. aku akan membersihkan diriku. Kau membawaku terlalu lama" Kataku sambil tertawa.
__ADS_1
💜💜💜💜💜💜💜💜💜
TBC. semoga ceritanya memuaskan. Aku belum sembuh dari penyakitku. Minta doanya teman teman. Dan aku selalu senantiasa mendoakan para Pembaca ceritaku sehat selalu