Love A Kind Girl

Love A Kind Girl
Pilihan yang terbaik.


__ADS_3

Alarmku berbunyi, Yah hari ini aku harus bangun pagi dan menunggu Julian didepan kamar apartemennya. Tapi tangan Luca memelukku sangat erat sehingga membuatku sedikit kesusahan untuk melepaskan diri.


"Kau bisa tidur lebih lama brie. ini masih terlalu pagi.." Suara serak Luca membuatku berbalik menghadapnya.


"Tapi aku takut Dia meninggalkan apartemen itu lebih dulu.."


"ini hari liburnya bukan.."


"Yah.. Dan hari dimana harusnya aku berkencan.."


"Jangan khawatir. kau masih bisa berkencab denganku." Luca kembali berhasil membuatku tersenyum dipelukannya.


"Aku mandi lebih dulu. bisa lepaskan aku. " Luca melepaskan pelukan nya. sesegera mungkin aku ke kamar mandi. sambil terus diperhatikan oleh Luca. Aku selesai memberihkan diri lalu keluar kamar mandi.


"Kau memakai pakaian yang sama apa nyaman. Tunggulah sebentar lagi assistantku datang membawa baju gantimu" Belum kering perkataan Luca suara pintu diketuk membuat Luca beranjak dan sedikit berlari kecil membuka pintu.


"Ini pakai ini...." Luca menyerahkan Paperbag berisi pakaian. Setelah selesai berganti pakaian aku sarapan Bersama Luca yang juga telah membersihkan diri. Kami hanya tinggal berangkat. Supir Luca telah sampai dideoan Lobby Hotel dan menunggu kami.


"Aku bawa mobil sendiri. kau tunggu saja.."


"Tapi boss.. Shadow akan sangat marah.."


"Siapa boss mu.. aku apa dia" Kata Luca dingin.


" I am so sorry Bos.." Supir itu kini mengalah memberikan kunci dan mundur teratur.


Luca mengantarku ke depan apartemen Elena. Aku mengambil ponsel dan menelpon Julian terlebih dahulu. Sambungan terhubung tapi tak julian angkat hingga panggilan ke empat baru telponku tersambung.


"Julian.." Sapaku


"Oh. Honey.." Julian tak mennayakan ada apa dan tambak bingung harus bicara apa.


"Aku sudah didepan apartemenmu. Bisa keluar sekarang. ada yang harus kita selesaikan.."


"Aku sekarang berada diluar. bisa kau tunggu sebentar Honey." Ucapnya gelagapan.


"Dimana kau jam segini.." Tanya ku


"Aku bersama Adam tadi malam. dan menginap di apartemen adam. aku akan segera kesana tunggu aku." Aku segera turun agar bisa berada tepat didepan pintu apartemen elena. Benar saja sesampainya aku didepan pintu, pintu terbuka dan julian keluar tergesa hingga belum menggunakan pakaian komplit. hanya menggunakan celana nya dan bertelanjang Dada.


"Honeyy.." Julian membeku melihatku tepat didepan pintu. Aku menerobos masuk dan mencari keberadaan elena. Dia tampak tertidur tanpa mengenakan pakaian.


"Sepertinya. Kita tak harus bertemu lagi."


"Honey.. please dengarkan aku dulu.."


"Kau tidur dengan nya..."


"Ya.." Dengan berat Julian menjawab.


"Dan apa lagi yang harus aku dengar. dia hamil. Selamat kalau begitu.." Aku segera berlalu keluar sedikit berlari ke arah Luca tapi tanganku telah berhasil Julian Raih dan memeluk ku dari belakang aku meronta meminta dilepaskan. Hingga Bruukk tangan Jukian lepas dan tubuhnya berada dijalan.


"Brengsek jangan sentuh dia lagi. keparat"


"Nick.. No jangan seperti ini." Nick kembali memukul Julian. Aku berteriak pada Luca untuk menghentikan mereka tapi Luca tak bereaksi dia hanya mendekatiku dan menuntunku dengan kuat agar masuk ke mobil.

__ADS_1


"Hajar dia seperlunya Nick. Brie tak sesakit itu ditinggalkan olehnya.." Ujar Luca sambil memasuki Mobil. Sedang Nick berhenti memukul Julian dan meninggalkannya.


"Bagaimana bila Nick terus menghajar Julian. Kita harus menghentikannya.."


"Tenanglah.." Luca tak mendengarkanku dia hanya terus mengemudikan mobil ke arah yang tak aku ketahui. walau aku terus mengomelinya dia tak sedikit pun terganggu. Hingga aku mulai lelah berbicara dan mulai terdiam menikmati pemandangan jalan saja.


Aku tak tahu kemana tujuan Luca membawaku dua jam perjalanan akhirnya Luca menghentikan Mobilnya didepan Sebuah Home stay indah.


"Turunlah. Kenapa menatap seperti itu."


"Dimana ini Luc."


"Tempat yang bisa menghiburmu. Kau tak pernah kemari."


"Aku jarang bepergian selama disini. Luc"


Luca kembali hanya tersenyum manis padaku. Aku rasa mendapat pengkhianatan dari Julian tak begitu menyiksaku bila berada disamping Luca.


"Danau Luzern.." Gumamku..


"Eumm.. Kau masuklah dulu kedalam. Aku ada sedikit pekerjaan. Nanti kita makan siang bersama. Istirahatlah jangan menangis." Luca membuka pintu dan menuntunku keluar Mobil.


"Masuklah.. Didalam ada Ms Elsa kau bisa meminta apapun padanya.. Tunggu aku kembali. Dan jangan nakal" Luca beranjak pergi sambil melambaikan tangannya. Aku hanya tersenyum dan melambaikan tanganku.


"Guten tag, Miss.tut mir leid,dass sie vorne warten müssen,bitte kommen sie herein"


(Selamat siang Nona, maaf membuatmu menunggu didepan. silahkan masuk)


"Dash mcht nichts. Miss".


(Tuan telah meminta disiapkan kamar, Mari ikut saya, pakaian ganti Nona juga telah saya siapkan.")


Aku hanya bergumam dalam hati kapan Luca meminta semenjak tadi saja aku tak melihatnya memegang ponselnya kecuali sebelum dia pamit barusan. Manusia aneh.


Aku hanya mengikuti arahan. Masuk kedalam kamar yang tampak sangat nyaman. Aku langsung membaringkan Tubuhku diranjang. Bayangan kejadian kemarin dan tadi membuatku kembali menitikan air mata. Tapi suara Luca kembali terngiang ditelingaku.


"Jangan menangis" kata kata itu terpatri ditelingaku hingga aku terduduk dan segera menghapus air mataku. Entah karena nyaman atau lelah aku segera mengantuk ketika membaringkan kembali tubuhku di ranjang. Hingga akhirnya aku terlelap.


*****


Disuatu ruang Luca duduk dengan menyilangkan tangannya dihadapan beberapa Pria yang membawa beberapa berkas ditangannya. Mereka nampak merumbukan sesuatu.


"Bagaimana. Umpan nya. Berhasil disautkah."


"Suskes Bos. Semua bukti Foto vidio telah aman tersimpan. Tapi sedikit kabar Buruk. Ayah anda hampir saja bisa melacak Nona Nora karena unggahan disosial media seseorang."


"Siapa.."


"Teman Nona Nora. Greta. Disana memang tidak terlalu tampak Nona Nora Hanya Jam pemberian ibu tuan diunggah oleh Nona Greta."


"Lalu bagaimana.."


"Tampaknya teratasi oleh Teman Nona yang bernama Brieaya."


"Brieaya.. bagaimana bisa."

__ADS_1


"Ketika salah satu akun bertanya dari mana asal Jam tangan itu. Nona brieaya menjawab membelinya Di Maroko dari seorang Wanita yang kehilangan Dompet. Dan menjadi hadiah ulang tahun Teman nya."


"Itu bisa membuat sedikit membelokanbarah pencarian. Dibenua berbeda."Luca tampak tersenyum senang. Sehingga membuat para pekerjanya kebingungan.


"Selanjutnya Dengan sibrengsek itu. Dimana tempat terakhir dia terdeteksi."


"Anda akan terkejut serta senang melihat ini. Dua hal yang kita dapat dari satu Umpan." Pengawal itu memberikan Selembar Foto yang membuat tawa Luca melebar.


"Akan ku pastikan mereka mendapat ganjaran nya. Lebih dari yang mereka perbuat."


"Setelah Ini ada Janji makan siang dengan salah satu petinggi disini. Apa tuan akan langsung ke sana Atau kembali ke penginapan dulu."


"Tentu saja kembali. Dan undur waktunya satu jam. Aku harus membawa seseorang" Ujar Luca.


*****


"Elsa.. Dimana Brie.. Apa dia dikamar"


"Iya tuan Nona muda dikamar. Dia belum bangun dari tidur siangnya."


"Apa dia menangis.."


"Saya tidak melihat dia menangis tuan, setelah 15 menit dikamar Nona langsung tertidur ketika saya lihat."


"Gadis penurut. Baiklah terima kasih" Luca kini berjalan menuju kamar. Brieaya Tampak tertidur pulas. Tapi Luca tak bisa membiarkannya terus tidur. Dia belum makan siang.


"Brie.. Bangunlah kau tak lapar. hei cepat bangunn." Luca menepuk pipinya perlahan. Brie tampak membuka matanya. kantuk nya belum hilang dari matanya.


"Bangunlah. Ayo bersiap kita harus makan siang" Luca menarik pelan tubuh Brie..


"Eum.. maaf apa aku tertidur lama. Entah kenapa aku sangat mengantuk" Dengan muka yang masih mengantuk Brie beranjak ke kamar mandi.


"Bagaimana tidak mengantuk. Tadi malam saja kau baru tertidur menjelang dini hari dan pagi pagi buta dia memaksa pergi menemui pria brengsek itu. Bagusnya kau tidak menangisi bajingan itu." Batin Luca


Luca menunggu Brie yang sedang berdandan. Setelah beberapa lama Brie nampak turun dari kamar. Akhirnya mereka berangkat menuju tempat yang telah disediakan.


"Wah. Danaunya indah. Apa aku bisa berenang setelah makan siang. Wah.. ada perahu. Luca ayo kita main perahu. wahh.." Brie tampak bersemangat.


"Aku rasa kau lebih indah Brie.." Luca menatap brie dengan mata yang berbinar. Keceriaan Brie yang muncul diwajahnya membuat Luca terkesan. Bagaimana tidak Baru pagi ini dia melihat pacarnya bermalam dengan wanita yang dihamilinya,tapi wajahnya dapat secerah ini.


"Apa kau bisa kenyang dengan hanya melihatku Luca.. aku lapar dimana tempat makannya.." Seru Brie menghancurkan bayangan Indah Luca.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be Continued.


__ADS_2