
Sinar matahari yang merambat menyusuri kaca jendela kamar di yacht yang aku naiki membangunkanku perlahan. Rasa sakit diseleuruh badanku sangat lah terasa. Lelah Perih dan Rasa sedih yang amat sangat terasa mengingat kejadian malam yang membuatku tak menjadi wanita baik.
Aku berusaha mendudukan Badanku dengan susah payah, Melihat keluar lautan luas menyapaku dengan Damai bertolak dengan keadaanku yang sangat porak poranda. Lamunanku Terhenti ketika pintu kamar terbuka dan masuklah Bernard bersama satu temannya. Badanku menggigil merasakan takut yang teramat sangat. Dia tertawa sambil terus mendekatiku.
"Kau telah bangun. Honey. Ah baguslah. menyelesaikan kegiatan tadi malam dengan wanita tanpa kesadaran sangat tidak mnyenangkan. Jadi sekarang ayo kita ulangi yang tadi malam "
Lagi perlakuan Kasar pelecehan dan Pemerk*s**n terjadi padaku. lebih menyakitkan kini dilakukan oleh Dua orang sekaligus. Hingga aku sempat sadar melihat beberapa teman shally malah menonton bukan nya menolongku. Oh tuhan Rasa hancur sehancur hancurnya. Hari hari ku Dineraka lautan. Menjadi Momok menakutkan, Entah apa yang terjadi aku tebangun dirumah sakit dengan infusan ditangan dan kakakku serta Brooklyn yan tampak menagis disisiku.
Hari demi hari serasa neraka bagiku. Semua pria nampak seperti Bernath dimataku. Kumpulan kecil manusia yang tertawa berhasil membuatku berteriak ketakutan hingga menghilangkan kesadaranku. Kakakku yang selalu setia disampingku serta waktu yang diberikan Brooklyn untuk menjagaku sedikit membantuku membunuh rasa pedih dihatiku.
Ada saat dimana aku tenang dan dapat bertanya pada Brook tentang bagaimana aku bisa berada disini. Dirumah sakit Jiwa.
Flashback on
Brooklyn Pov
"Oh tuhan. bagaimana ini. Nora berhasil dibawa Shally."
Shally yang ternyata dibayar seseorang untuk mendekati Nora dan menyusun rencana sehebat ini untuk menghancurkan Nora. Aku yang tahu itu ketika mendengar percakapan antara Shally dan seseorang. Berusaha sekuat tenaga selalu berusaha membantu agar rencana sebelum sebelum ini gagal.
Mungkin kalian berpikir bagaimana Bisa aku diam saja. Kondisiku yang berada diujung tanduk membuatku tak bisa berkutik. Bila aku melawan bukan hanya aku tapi keluargaku akan mendapat akibatnya. Shally bukan lah orang biasa. Ayahnya seorang Penjahat besar serta Orang dibelakang nya yang selalu dapat membuatku bertekuk lutut.
Hingga saat ini yang membuatku takut hal yang sangat buruk menimpa Nora. Hingga kuberanikan berusaha menolong Nora.
Diawali dengan terus menelpon Nora. tapi tanpa hasil akhirnya aku beranikan diri menelpon Kakak dari Nora. Selama berjam jam belum juga diterima tak membuatku menyerah hingga Menjelang dini hari akhirnya telponku tersambung.
"Hallo. Siapa Ini."
"Apa ini kakak dari Nora. aku teman nya. Dan Nora dalam bahaya. bisa ke sini sekarang juga."
Suara diseberang tampak sangat Khawatir. dia bertanya terus menerus hingga membuatku semakin ketakutan. Dia meminta alamatku. Hingga menjelaskan bahwa akan ada Beberapa orang yang akan membantuku mencari Nora.
__ADS_1
Bantuan Datang. pagi hari tanpa Tertidur aku langsung mencari tempat Shally mengadakan Pesta. dan itu membuatku terperanjat. Dia berada di Yacht yang jauh dari Daratan. bagaimana bisa aku menolongnya. Sore menjelang Bantuan lain datang. Pihak polisi pun ikut terlibat karena aku melaporkan penculikan. dimalam hari setelah ponsel Nora tak dapat terhubung.
Pencarian membuahkan hasil kami menyusul Yacht yang dinaiki Nora dengan beberapa Speedboat . Kapal polisi serta kapal lain yang menurutku malah lebih baik dibanding kapal polisi.
Lokasi telah ditemukan titik kordinat keberadaan yacht ditemukan. Kami menaiki nya tapi hanya ada awak kapal tanpa Shally dan teman nya. Mereka telah berganti yacht belum lama ini. Kami pun mencari disetiap sudut kapal hingga aku menemukan Nora dengan keadaan yang mengenaskan. Badan telanj*ng dengan wajah kusut. Beberapa bercak darak aku lihat disekitaran paha dan telinga. bekas gigitan tertera jelas disana.
"Oh my God. Noraaaa... I am so sorry" aku menjerit berulang kali berusaha membangunkan Nora yang telah aku tutup tubuhnya dengan selimut.
Kami berhasil menemukan Nora tapi sangat terlambat aku terus merutuki diri. Keadaan Nora yang amat sangat hancur membuatku lebih hancur. karena gagal menyelamatkanya.
Keadaan nya tak kunjung membaik selama dua minggu. Hingga satu hari seorang lelaki paruh baya datang dan memarahi Nora habis habisan. Malah menampar wajah Nora dengan kencang. Wajah kosong itu tak menangis tak juga bersedih. Hanya tatapan kosong. Hingga Nora dikurung di rumah sakit jiwa yang ternyata oleh ayah nya sendiri. Kakaknya berusaha keras menolongnya. Merencanakan penculikan Nora.
**Flashback off
Nora pov**
Hingga saat dimana kakak dan Brooklyn berhasil menyelamatkan ku dari kemarahan besar ayahku. Aku ditempatkan disebuah kota bersama Brooklyn. Aku berkonsultasi dengan psikiater untuk mengurangi traumaku. Hingga satu hari Brooklyn tak bisa lagi menemaniku karena neneknya meninggal. Aku kembali sendiri sehingga membuat ku tak kunjung membaik. Tiba pada suatu hari aku bertemu Gemma di tempat dokter psikolog ku. Dia tampak mengobrol bersama Alex kakakku. membantuku mengatasi kesendirian dan akhirnya berada disini. Di lautherbrunnen bertemu dengan orang yang sanggup membantuku keluar dari trauma mendalamku hanya dengan hitungan Minggu. dan dapat membuatku bereaksi dalam beberapa menit. Brieaya khara Abram. sahabat baruku, dan penolongku.
Akhir ceritaku.
"Oh tuhan. Kenapa kau membuat hal seperti ini terjadi... Oh tuhan..." Brieaya tak sanggup mendengar cerita Nora. air matanya telah lama menetes walau dengan sangat kuat dia menahan tapi rasa sakit terus menghantamnya.
Entah rasa sakit apa yang menambah pukulan dihatinyam Mendengar cerita Nora yang menyakitkan malah membuatnya lebih tersakiti. Apalagi mendengar perilaku yang didapat Nora dari ayahnya. Menganggap Anak gadisnya memalukan hingga mengurungnya dipenjara.
"Oh tuhan. " Tangis brieaya tak kunjung reda malah semakin terdengar kencang dan memilukan. Badannya kini gemetar hebat, Seorang Brieaya tangguh dimata semua orang kini menangis tergugu tanpa ada ciri ciri akan berhenti.
Nora yang bercerita dan membuat Brie menangis menjadi bingung dan menyesal. Bagaimana bisa dia membuat sahabatnya menangis sehebat ini. Tak lagi bisa menenangkan Brie, Nora berlari keluar mencari Luca dan meminta bantuannya.
"Kak.. kakak. Dimana kau.. tolong aku"
Bukan hanya Luca beberapa pengawal mendekat yang entah datang dari mana.
__ADS_1
"Ada apa Nora. Apa yang terjadi" Luca tampak khawatir menghampiri Nora dengan berlari.
"Brie menangis kencang. aku tak bisa menenangkan nya."
"Brie.. Bukan kamu yang menangis?" Tanya nya dengan heran. Sambil memberi isyarat untuk mundur pada para pengawal Luca mengikuti Nora kekamar. Tampak Brie masih menagis kencang dan memilukan.
Luca terkejut,tangisan ini mengingatkan nya pada tangisan Nora Dulu. Luca duduk dihadapan Brie dan menyentuh bahunya. Berusaha menenangkan Brie dengan pertanyaan.
"Brie.. tak apa.. Nora baik baik saja sekarang" Luca berusaha mencerna dan menebak alasan Brie menangis kencang. Benerapa waktu tak juga kunjung tenang. Luca menggendong Brie.
"Kau tidur lah. Jangan Khawatirkan Brie. kakak akan menjaganya." Luca berlalu sambil menggendong Brie dupangkuan nya yang masih menangis.
Luca membawa Brie ke kamarnya. Menaruhnya ditepi ranjang dan menatap nya lekat.
"Brie.. lihat aku.. Tak apa.. ada aku bersama mu. Jangan takut apapun. Jangan memikirkan apapun" Luca merangkup wajah Brie dengan kedua tangannya. Menghapus air mata yang mengalir menganak sungai dipipinya. Masih ada sisa gugukan Dinapasnya, yang menandakan dia belum juga tenang. Hingga Luca akhirnya mengecup bibir ranum Brie dengan lembut. Sehingga membuat Brie tampak sedikit lebih tenang.
Luca memeluk tubuh gemetar Brie dengan perlahan menidurkannya tanpa melepaskan tautan dibibirnya. Ciuman lembut yang terus berlanjut mulai dapat menenangkan Brie. pelukan hangat Luca disamping tubuhnya yang telah terbaring lemah memberikan kenyamanan dan ketenangan. Hingga akhirnya Brie dapat tertidur dengan damai disamping Tubuh Luca yang masih memeluk erat Brieaya.
"Jangan takut Khara.. Aku ada disini disampingmu. Apa cerita tentang keluargaku membangkitkan sisi menyakitkan dibagian terdalam hatimu. Apa cerita menakutkan Nora membuatmu sangat marah. Terima kasih kau telah berada disamping adikku. Aku janji aku akan membalas semua kebaikan mu dengan apapun. Tidurlah sekarang.. mimpi indah.."
Luca mengecup lembut kening Brie. memberikan ketenangan dipelukan nya sehingga membuat Brie membalas pelukan luca.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
To be continued