Love A Kind Girl

Love A Kind Girl
Penawaran


__ADS_3

Selamat menunaikan ibadah puasa.


Sambil ngabuburit.


Baca cerita tentang brie aja yuk.


Happy ReadingπŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


___________________________________________


β™₯β™₯β™₯β™₯β™₯β™₯


Dimeja makan hanya tinggal aku dan Monica anak ke dua dari Mr Alther dan Ms Nana.


Kami makan dengan tenang, walau sesekali Monica tampak melirik kearah ku dan Zucher gesehnetzeltes (daging bumbu khas Zurich swiss) yang tersaji didekat ku.


"Apa kau mau ini"


Aku menyodorkan daging bumbu khas swiss ini kedepan meja Monica. Dia hanya menggigit bibirnya dan menggangguk pelan.


"Makan lah" Monica masih saja memandangku tampa berani menggambil dan menyendok makanan yang dia inginkan.


"Apa kau tau. gema menyiapkan semua sesuai kesukaan nya. Bila gema menyimpan daging itu didepan mu. berarti itu hak mu dan aku tak bisa mengambil bagianmu"


"Oh. No kau boleh mengambil nya monic"


Monica tetap menggeleng tanda tak setuju dengan pendapatku. tapi tatapan matanya sungguh menggemaskan. dia tampak sangat menginginkan daging bumbu itu.


"Bagaimana kalau kita bertukar makanan. aku rasa kau tidak menyukai Kartoffelsalat jadi bolehkah itu untuk ku dan kau memakan daging ini. aku janji tak akan membagi rahasia ini pada Oma"


Tawaranku rupanya berhasil Tangan kecil Monic mendorong piring salad mendekat kearahku. dan tak lama daging bumbu itu sudah tergilas didalam mulut monic yang tampak membulat. Akhirnya kami berdua selesai dengan makanan dan aku bersiap membereskan meja ketika Ms.Rose melarangku Karena itu tugasnya menurutnya.


"Aku akan membantu Ms.rose"


"Tidak brie ini tugas ku tak bisa kau ambil alih" Ms. rose mengerlingkan matanya padaku dan tersenyum menandakan tak ada tawaran lagi.


"Tapi itu tidak baik Ms Rose. Menolak tawaran orang itu tidak baik"


Aku tak akan pernah mengikuti keinginan nya tentu saja. Aku membantu membereskan piring dan menyimpan nya dibak pencucian.


Ketika hendak menyimpan makanan di Meja belakang tiba tiba Oma memanggilku ke kamar nya lagi.


"Oh apa Jess terbangun" Ucapku pada diriku sendiri. Yah sedari tadi jess memang tertidur dikamar Oma. Aku menghampiri oma sambil membawa cemilan dan jus untuk jess agar dia tak kesal ditinggal makan tadi.


Pintu kamar tampak terbuka ketika aku sampai dilantai atas. Oma tampak membaca berkas dimeja nya Jessica masih tertidur diranjang dengan nyenyak.


"Oma Memanggilku"


"Oh sayang duduk lah"


"Baik oma" Aku meletak kan Baki makanan yang ku bawa dinakas dekat ranjang Oma. menunggu jess terbangun untuk memakannya.


"Ada yang ingin oma bicarakan. Ini tentang pekerjaanmu. Apa kau bisa langsung bekerja pada oma. Berhenti bekerja di club dan menjaga toko Lea. Bekerja lah disini bagaimana menurutmu."


"Aku masih harus ke kampus oma sampai menyelesaikan sidangku setelah liburan ini. Jadi apa bisa setelah sidangku selesai saja"


"Kau bisa berangkat dari sini. Atur kuliahmu disiang hari Rose akan mengantar jemputmu ketika ada kelas bagaimana"


"Tapi Oma.."


Belum selesai aku berbicara terdengar teriakan dari Villa depan. Teriakan seorang wanita kencang sekali. Ms Rose tiba dikamar dan memanggil Oma.

__ADS_1


"Ms Lara. Nora histeris dia bertemu dengan tukang kebun dihalaman dibelakang villa. Apa harus memanggil Dr. Julya"


"Yah panggil dia. sebentar khara kita lanjutkan nanti "


Oma tergopoh gopoh menuju villa depan yang akan ditinggali oleh Nora. aku hanya mengekor dari belakang. Ada apa dengan Nora.


"Nora. Geht es dir gut. "(apa kau baik baik saja)


Oma memeluk Nora yang terduduk dipojok meja makan sambil memegangi kepala nya. menangis dan sesekali memukuli tubuhnya sendiri. Oma mencoba membantu Nora Berdiri agar bisa beranjak ke kamar tidur tapi tenaga oma tidak lah sebesar itu.


"Biar aku oma" Oma hanya mengangguk pelan dan sedikit memohon.


"Aku antar kau ke kamarmu"


Aku mengangkat tubuh Nora badan nya gemetar hebat. Aku sedikit kebingungan ada apa dengan Gadis manis ini hanya dengan melihat tukang kebun dia bisa teriak dan ketakutan seperti ini.


"Duduklah aku akan menemanimu"


Aku duduk tepat disamping nya yang duduk ditepi ranjang bersandar pada dinding.


" Geht es dir gut. Nora, Mau bercerita padaku atau mau mendengar ceritaku." Nora tetap saja tak bergeming. Tubuhnya masih gemetar hebat.


"Nora.. Nora"


Aku memnggilnya dengan lebih kencang agar perhatian nya beralih padaku. Usahaku tak sia sia Akhirnya Nora menatapku.


"Nora Apa kau suka kucing?" Nora tak merespon ucapanku tapi matanya tampak memperhatikanku.


"Aku sangat suka Kucing. sangat suka" Aku kembali memperhatikan raut wajah Nora yang masih tampak cemas.


"Tapi Apa kau tahu. sangat suka kucing belum tentu bisa mengadopsinya. Apa kau tahu apa alasannya. Ini adalah rahasia apa kau akan menjaga ini" Nora akhirnya merespon dengan anggukan kecil


Walau dengan tubuh yang masih gemetar Nora mengangguk lebih kencang.


"Baiklah. Aku sangat suka kucing, aku akan lama lama memandangi mereka ketika lewat pet shop yang berada dijalan yang aku sering lewati untuk bekerja dan kuliah. Hingga teman dekat ku menyuruhku mengadopsi salah satu kucing lucu di pet shop itu. Tapi aku menolak dengan keras.. Sebesar rasaku menyukai kucing tapi sebesar itu pun rasa takut ku dengan kucing"


Aku tertawa terbahak bahak menceritakan tentang aku takut dengan kucing. Nora mulai tenang Badan nya tak lagi gemetar seperti tadi di awal.


"Apa kau tau alasan nya aku takut kucing"


"No" Akhirnya suara nya keluar walau masih sangat pelan.


"Karena waktu kecil aku memelihara kucing yang sangat lucu hingga satu waktu dia mencuri makananku dan mencakar ku. Itu makanan kesukaanku haha jadi dari sejak itu aku takut pada kucing aku takut dia mencuri makanan ku lagi"


Nora terkekeh kecil mendengar penjelasanku.


"Kenapa kau tertawa" Aku memojokannya agar bisa mendengar suaranya kembali.


"Kau Lucu. Kau mirip kakakku. Dia juga takut kucing tapi tidak juga menyukainya. Padahal hidupnya sempurna sayang nya dia takut kucing"


"Bagus lah. Didunia ini tak boleh ada yang sempurna apa kau setuju"


"Ehm.." Nora mengangguk pelan tanda setuju


Aku tak berhenti disana aku terus bercerita tentang kuliahku tempat kerjaku pengalaman ku bertemu orang orang aneh ketika diclub sampai makanan kesukaanku. Hingga tak terasa sudah hampir 2 jam kami bercerita ketika Oma masuk bersama seirang wanita cantuk berjas putih.


"Ms July. " Nora mengenali nya ternyata. Oma memanggilku keluar agar Nora dan Ms July bisa berbicara. Aku menurut pada Oma dan pamit keluar pada Nora.


"Panggil aku bila butuh sesuatu"


"Baik kembali lah nanti. apa kau mau menemaniku Brie"

__ADS_1


"of course. Aku akan ada bersama mu nanti"


Aku berjalan keluar kamar dengan diikuti oma. Nora ku tinggalkan dengan Ms July. Kata Oma dia seorang Dr psikiateri.


"Apa Nora Sakit Oma. "


"Yah Dia sedikit sakit. Tapi sekarang rasanya kau harus setuju dengan penawaran Oma. Bekerjalah disini dan juga bantu Oma menjaga Nora. Kakaknya menitipkan Nora pada Oma. Agar Nora memiliki lingkungan baru dan juga teman baru lebih baik bukan."


"Baiklah Oma. tapi ketika aku kembali masuk aku akan berada di Bern untuk menyelesaikan sidangku bagaimana"


"Baik. Untuk sekarang Oma setuju"


"Oh dimana Jessica Oma apa dia sudah bangun"


"Yah tadi dia mencarimu menurut Anggi. Sekarang anggi membawanya jalan jalan bersama pacarnya"


"Apa Oma akan tinggal disini juga beserta Anak cucu Oma? "


"Tidak mereka akan pulang besok. Sedangkan Oma akan disini untuk beberapa waktu sepertinya. Kau ada disini dan Nora pun ada disini sepertinya akan menyenangkan."


"Baiklah setidaknya Oma ada menemaniku"


"Nana juga tidak pulang dia akan mengajarimu dahulu disini. baru setelah kau cukup mengusai dan mengetahui apa saja yang harus kau kerjakan dia akan kembali ke tempatnya."


"Baguslah Oma."


****


"Nora kau sudah meminum obat mu"


"Tidak belum. Obat ku habis. Besok saja aku membelinya"


"Apa yang kau takutkan hari ini Nora. Apa yang memancing kecemasanmu"


"Itu hanya pekerja kebun bukan. aku saja yang berlebihan. Dia seperti hendak menyerangku dengan tampilan seperti itu."


"Kau harus mendengat nasihatku tadi. dan siapa gadis tadi. temanmu. apa dia sangat membantu menenangkanmu"


"Yeah. Dia lucu"


"Baiklah sampai sini saja konsultasi kita hari ini. Aku akan berusaha mencari tempat disekitar sini agar tidak terlalu jauh untuk mendatangimu. Maafkan aku, Alex pasti akan menghukumku jika lain kali terjadi apa apa terhadapmu"


****


"Ms Lara. Dr July ingin bicara sebentar dengan Nona Brie apa diperbolehkan" Ms Rose berada diluar pintu kamar Oma yang terbuka hingga kita dapat langsung melihat Ms Rose yang bersiri di ambang pintu.


"Baiklah. Khara temui july aku kira dia akan meminta bantuanmu. temuilah dia"


"Baik lah Oma"


🌺🌺


🌺🌺


🌺🌺


🌺🌺


🌺🌺


To be continue

__ADS_1


__ADS_2