Love A Kind Girl

Love A Kind Girl
Kembali ke kampus


__ADS_3

Ms Rose sedang menyiapkan sarapan ketika aku keluar kamar pagi hari ini. Bersiap melakukan aktivitas seperti biasa mengerjakan laporan harian. Hari ini beberpa Villa Oma serta Home stay di isi hampir tidak menyisakan tempat. Penuh dan itu adalah hari sibuk dimana aku akan berkeliling lebih lama untuk mengatur para pekerja agar bekerja lebih baik. dan memberi pelayanan terbaik pada para penghuni.


Sebenarnya itu tidak diperlukan untuk berkeliling melihat keadaan dilapangan. cukup duduk dikantor dan menerima laporan dari para Manager lapangan. tapi tidak untuk ku


Berkeliling seperti ini membuatku bertemu dengan berbagai manusia dari berbagai kota dan negara. aku suka beriteraksi dengan banyak orang.


"Pagi Nona Brie." Para pekerja menyapaku dengan Ramah. Bekerja ditempat Oma bukan hanya keterampilan dengan sertipikat tapi juga menjungjung tinggi attitude. Jadi tidak aneh bila situasi kerja sangat lah nyaman.


"Pagi. Bagaimana penghuni disini. apa mereka merasa nyaman."


"Mereka sangat baik nona. sekarang mereka sedang ke Kota membeli beberpa keperluan untuk barbecue Nanti malam. jadi saya menyiapkan peralatan yang dibutuhkan."


"Ada yang mengantar mereka."


"Yah dua orang saya tugaskan membantu mereka berbelanja."


"Baiklah kerja Bagus"


Oma sering kali menghubungi sekedar memujiku karena kenaikan pengunjung sebulan belakangan karena rating kepuasan meningkat pesan. Para pengunjung memberi bintang tinggi setelah berlibur ataubistirahat di Sini.


Ms Nana pun hanya menemaniku selama seminggu sisa nya aku sendiri yang mengatur dan bekerja. Aku bukan sombong dengan kemampuanku tapi aku memang sangat telaten dalam bekerja.


Besok aku harus kembali ke kampus jadi hari Ini Ms Nana akan datang menggantikan ku selama 2 minggu. Sudah tidak sabar setelah Sidang aku akan pokus pada pekerjaan ku tanpa gangguan.


Pekerjaan ku selesai dengan baik hari ini. menjelang malam Ms Nana datang dan aku menyambutnya dengan sumringah. Senang karena akan ada yang menggantikan ku menjaga malam ini.


Janji dengan Danial menjadi semangatku untuk segera keluar dari rumah.


"Sepertinya kau terlalu senang dengan kehadiranku. bukan kah pekerjaan mu menyenangkan"


"Yeah. aku ada janji jadi aku hendak pergi menemui seseorang sekarang. Ms Nana bisa bantu aku menyimpan laporan dan menjaga rumah"


"Hahaahaahaa" Ms Nana tertawa sangat keras. "Ini sudah lewat jam kerja apa yang kau takutkan"


"Ada beberapa penghuni sedang melakukan kegiatan malam. hanya berjaga" Aku pun tersenyum malu.


"Pergilah sayang. kerjamu memang hebat. Mom selalu tertawa melihat laporan mingguan mu."


"Terima kasih"


Aku langsung saja berlari ke ruang base man. Danial sedang memberi oil pada rantai sepeda . Ada dua sepeda dihadapan nya


"Ada apa dengan sepeda ini"


"Kita akan mengendarainya. Tempatku agak jauh. " Aku hanya mengangguk pelan dan menaiki salah satu sepeda. mengayuhnya mengikuti Danial. bersepeda malam hari sangat nyaman. langit bersih serta bintang membuatku merasa tenang. perjalanan kami tak terlalu lama hingga memasuki ruman sederhana dengan halaman kecil tapi indah.


Danial menyimpan sepedanya disamping di ikuti aku yang juga menyandarkan sepeda bersisian dengan sepeda Danial.


"Ayo masuk. barang barangku ada didalam. "


Aku mengikuti Danial " kau tinggal disini setelah bekerja. oh aku kira kita tinggal di satu rumah karena banyak sekali kamar di villa oma yang besar."


"Terkadang disana. pun terkadang disini. Ini buka lah ada sarung tinju dan beberpa perlengkapan. pilih yang kau suka. banyak yang baru"


Aku segera membuka kitak tanpa banyak bicara lagi aku sibuk memilih sarung yang cocok dengan tananganku. setelah selesai Danial menyuruhku pemanasan dibelakang.


oh ruangan yang bagus untuk olahraga.

__ADS_1


"Apa ini. sasana yang bagus. "


Semua sarana dan pra sarana olah raga tersimpan rapi. Danial telah berkutat dengan pemanasan nya aku pun sama. Danial tampak meliriku dan mengerutkan alisnya.


"Kau sudah terbiasa dengan pemanasan rupanya"


"Sedikit.. Kenapa samsak nya hanya ada Satu" Aku mengeluh karena Danial memakai nya sedang aku tak menemukan samsak yang tergantung.


"Yang satu tak sengaja aku rusak."


"What. " sedikit tak percaya wajah Danial tak seperti pencinta beladiri apa lagi tubuh nya yang selalu tersembunyi dengan baju longgarnya.


"Kita bertarung saja. Bagaimana aku ingin latihan yang berat. agar keringatku keluar banyak"


"Hai Nona jangan memaksa berlari ketika kau baru saja belajar berjalan"


"Jangan meremehkanku"


Danial tertawa tapi dengan menyanggupi keinginanaku. kami naik kesasana. Danial meyuruhku memukul terlebih dahulu dan dia menjadi penerima.


Hingga pukulan ku membuat dia tertawa.


"Ok kita bertarung" Danial menyadari keahlianku yang sudah berada dilevel petarung walau dengan wajah dan tubuh anak kecil menurutnya.


Kami bertarung selama 30 menit. Danial yang pertama menyudahi olahraga ini. selama bertarung satu yang aku rasakan. Danial tidak dalam Mode On kurasa dia banyak sekali mengalah. sehingga aku berpikir dia mempunyai keahlian beladiri yang baik.


"Lelah. Ambilah" Danial melempar botol minum ke arahku.


"Lumayan setelah lama vacuum. Aku berkeringat banyak"


"Replek mu bagus Brie. aku sedikit meremehkanmu. Bagaimana kalau kau menjadi partnerku dalam olahraga. aku juga akan mengajarkan mu beberapa gerakan bela diri yang sedikit ku kuasai"


"Tentu saja aku tunggu partnerku"


"Ok. aku kembali sekarang aku harus bertemu Nora terlebih dahulu. Bye Danial"


Aku langsung menghampiri Nora setelah olahraga. Kami bercanda dan berbincang seperti biasa hingga akhirnya aku pulang untuk istirahat


****


Mulai hari ini sampai dua minggu ke depan aku harus berkutat dengan kuliah ku dan sidang akhirku.


Aku kini berada Di kampus setelah berangkat pagi sekali dari Lautherbrunnen dengan menggunakan motorku.


"Honey." Julian memanggilku dari arah tangga kampus.


"Sedang apa kau disini" Yupz Julian telah lulus lebih awal bukan jadi untuk apa dia berada di kampus.


"Apa maksudmu tentu saja menemanimu."


"Oh julian. " Aku bergedig heran dengan nya setelah bersama kembali dia terlalu menempel padaku. pesan telpon dan meminta bertemu sering kali diluar kesabaranku. dan menggangu aktivitas dan kerja ku.


"Kau akan bertemu dengan Mr james."


"Yah aku akan bertemu dengan nya untuk menyerahakan semua sisa persyaratan."


"Selesai jam berapa. Bisa kita ke Club malam ini."

__ADS_1


"Aku akan menghubungi mu nanti."


"Ok hubungi aku honey" Julian mencium bibirku singkat dan beranjak pergi.


Aku kini memasuki kampus menuju ruangan Mr James. Berkutat disana dengan berbagai pembicaraan yang serius. Hingga beberapa jam kemudian baru aku keluar ruangan selesai hingga menunggu Sidang beberapa hari lagi.


"Brie.." Suara panggilan yang aku kenal. Seorang gadis dengan rambut pirang menunggu di depan halaman Kampus.


lucy robson Aka Milya jhonson


"Oh hai mily. sedang apa kau disini"


"Menjemputmu tentu saja. aku bersama dengan Sam. kita akan mengadakan party nanti malam. ayo kita mencari gaun"


"Untuk apa aku masih mempunyai gaun di apartment ku"


"Hanya hadiah untuk menyemangatimu yang akan segera sidang"


Mily menggandengku menuju Mobil yang terparkir di parkiran kampus. terlihat sam berdiri disamping mobil melambai padaku.


"Ayolah cepat kita akan terlambat"


"Santailah Sam. matahari masih terang disini"


Aku masuk kedalam mobil dibagian belakang sedangkan Mily duduk disamping Sam. Mobil dilajukan dengan kecepatan diatas batas max. hingga aku mulai kesal dengan Sam.


"Sam pelankan laju mobilnya. atau kita tidak hanya terlambat tapi tak bisa hadir karena berurusan dengan polisi"


"oh shit. Aku tidak sadar. aku sangat excited sekarang."


"Pelankan laju nya Sam. kau membawa mily didepan. apa kau tidak melihat wajah nya"


Yang aku tahu mily memang membenci semua yang bisa menaikan adrenalin nya. kecepatan salah satu nya. dari belakang saja aku sudah dapat menebak bagaimana pucatnya wajah Mily didepan.


"Are you ok. babe wajahmu tampak pucat" Sam baru saja melihat ke arah Mily yang terdiam dengan memegang kencang sabuk pengaman serta bibir yang bergetar.


"Aku ingin turun dari mobil. sam" Suara Mily bergetar menandakan ketakutan nya.


"Maafkan aku honey aku akan mengurangi kecepatan nya. maaf tenangkan dirimu."


Aku tertawa dibelakang melihat wajah khawatir Sam ditambah wajah pucat Mily yang berganti wajah marah nya.


Kami sampai dibutik yang akan menyediakan gaun yang dibutuhkan Mily. Beberapa gaun dengan nuansa yang sama diperlihatkan setelah hampir 1 jam memilih akhirnya mily mengambil 3 gaun cantik untuk nya untuku dan untuk Greta tentu saja.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2