
Los Angeles.
"Apa maksudmu Nona Nora dibawa kabur. apa kerja kalian disana" Carlos salah satu kepercayaan Luca terlihat terkejut dengan kabar yang diterima nya. sedang kan Edward yang terlebih dahulu mengetahui kabar ini hanya berekspresi biasa saja.
"Edward. Kau tau tentang kabar ini. Kenapa kau tampak tenang."
"Akan aku jelaskan didalam. Beri laporan pada Boss." Edward hanya terus memainkan ponselnya tidak tampak khawatir.
Didalam Ruangan setelah mendengar laporan Carlos Luca tampak terkejut.
"Jelaskan lebih detail Edward."
"Nona pergi bersama cucu angkat Mr Lara. dan bayangan sedang bersama mereka. tuan. Hanya datang ke apartment Teman cucu Ms Lara. semua aman. Nona tampak bisa mengendalikan gangguan nya bila bersama Cucu Ms Lara."
"Aku minta Data Cucu Ms Lara yang kau maksud."
"Besok aku akan serahkan Data pastinya. Dia bukan lah warga setempat. dia darah Campuran Amerika indonesia Korea."
"Baiklah. Dan kau Carlos. Bagaimana bisa kau tidak punya Rencana cadangan seperti Edward. ingin aku kirim kau ke afrika"
Carlos hanya menggangguk pasti.
"I am Sorry. Boss. Aku akan lebih berhati hati"
Bern.
Hadiah dari Nora sedang dibuka oleh greta. sebuah Jam tangan Merek mewah dengan harga pantastis keluar dari kotak kecil nan sederhana.
"Oh my God. Nora ini berlebihan" Greta maupun yang lain tampak sangat terkejut dengan hadiah yang dibawa Nora. Kami semua pun akhirnya menilik pakaian sepatu hingga aksesoris yang dipakai Nora.
"Siapa sebenarnya Nona Muda ini" Greta tampak bingung dengan identitas Nora. Sekilas memang Nora telihat sederhana dengan pakaian yang sederhana andai saja kita tidak begitu memperhatikan merek dan jenis pakaian nya
Aku juga sempat terkejut dengan jam yang diberikan Nora. selama sebulan ini aku hanya tau dia sedang istirahat tampa mau tahu asal usul gadis muda luar biasa ini.
"Aku...... Hanya adik kesayangan seorang kakak kaya mungkin. Jangan terkejut dan jangan menolak. itu hanya Jam yang tersimpan tampa pernah aku sentuh. sepertinya sekarang datang ke tangan yang tepat."
"Oh Girls. I love you so much" Greta menghampiri Nora hendak memeluk nya. seketika aku menghalangi pelukan nya.
"Oh god. Brie apa yang kau lakukan"
"Don't hug her. you know that"
"Ok. sorry aku terlalu senang saja."
Nora tampak senang bercerita dengan Greta dan Mily. para lelaki keluar Untuk membeli minuman tambahan. sedang aku sedang menikmati minuman kaleng dibalkon apartment josh.
Drtt Drtt.
Ponselku berbunyi tanda panggilan masuk ke nomor ku. Aku merogoh ponsel yang berada disaku celana ku. Nama "My Julian💓" timbul dilayar ponselku.
yupz panggilan dari Julian. Kenapa masih tersemat 💓" karena aku terlalu malas menggantinya.
"Hallo. what"
"Bisa kita bicara aku tunggu dibangku taman. lihatlah kebawah"
Julian sedang melambaikan tangan nya ketika aku melihat ke arah bawah apartment josh.
"Aku tidak bisa meninggalkan Nora."
"Ayolah sebentar saja. bilang padanya hanya butuh 30 menit saja. sebelum Josh dan yang lain datang. aku mohon"
"Baiklah aku minta izin Nora sebentar"
Aku menutup panggilan dan masuk ke ruang tamu. terlihat Nora sedang tertawa bersama mily dan greta.
"Nora. Aku bisa meninggalkan mu sebentar Julian ingin bicara dengan ku. hanya 30 menit saja"
"Pergilah. aku aman disini ditemani Greta dan Mily. aku baik baik saja"
"Ok. Gret. bila ada yang masuk cek dulu selain josh dan yang lain. jangan ijinkan masuk. jangan tinggalkan Nora sendirian. bila Mereka pulang lindungi Nora"
"Pergilah Brie aku baik baik saja sungguh. jangan khawatir" Nora terkekeh melihat ku mencemaskannya. Tapi aku masih mencemaskannya.
__ADS_1
"Aku hanya sebentar. jaga dia gret mily"
Aku berlari kecil keluar apartment untuk mengampiri Julian.
Dibangku pinggir komplek apartment Josh Julian sedang duduk sambil menghisap rokok dengan hikmat. dia tidak menyadari kedatanganku karena posisinya yang menyamping ke arah utara.
"Julian." Aku memanggilnya pelan. julian berpaling menghadapku dan tersenyum sumringah. "Dimana kita bicara. waktuku hanya sebentar cepatlah. langsung keintinya saja"
"Kita bicara disana" Julian menunjuk kursi disamping taman kawasan apartment josh. tidak terlalu jauh. tapi tempatnya memang bertolak dengan jalan utama yang biasa kita lewati dari arah luar kawasan apartment.
Julian berjalan terlebih dahulu dengan langkah yang santai. Dia membuang Rokok nya ke tempat sampah berwarna biru yang kita lewati untuk mencapai Kursi yang kita tuju.
"Duduklah " Julian menepuk bangku disebelahnya. Aku duduk agak menjauh dari Julian.
"Brie. Honey. Kenapa duduk menjauh dariku. mendekatlah. apa kau masih sangat marah padaku "
"Ayolah Julian. Katakan yang ingin kau katakan"
"Aku ingin kita kembali bersama. apa kau benar benar tak merindukan ku. Brie. aku sangat merindukanku. Aku dan elena tak mempunyai hubungan apapun sungguh. itu hanya kesalahan."
Aku hanya terdiam mendengar kan perkataannya.
"Aku sangat merindukan mu. Apa kau tak cukup membuatku sangat tersiksa semenjak kepergianmu ke lauther. Aku mohon kembalilah padaku" Julian mendekatiku dan menggenggam tanganku. Aku hanya lurus menatap wajahnya. Wajah julian terlihat putus asa. Rasa rindu memang terlihat memenuhi raut wajahnya. Ketika Julian mengecuo bibirku tiba tiba. Rasa marah selama ini jelas menguap entah kemana hanya rasa nyaman disana. Hingga aku tak menolak ciuman nya.
Julian menciumku dengan lembut. dia menariku mendekat kearahnya, Ciuman kami menjadi sangat panas ketika julian tak bisa menjaga gairahnya sehingga aku tepaksa melepas ciuman ini. Disiang Hari dan ditempat terbuka yang benar saja.
"Julian." Aku mendorong nya pelan." Jangan mengulang kesalahan yang sama. ini kesempatan terakhirmu"
"Thank you. Honey. very very much. I love you"
Julian memelukku dengan erat. Aku hanya tersenyum dan berharap tak ada kecewa yang lain selain ini. Dari jauh terlihat Josh berjalan beriringan dengan Sam dan Nick mereka telah kembali dari swalayan. Mereka menjingjing beberapa kantong belanja entah apa saja isinya.
"Mereka datang. ayo kembali masuk. aku meninggalkan Nora terlalu lama " Julian berdiri dan menggenggam tangan ku berjalan masuk ke apartment josh. mengikuti mereka dibelakang. Hingga mereka baru tersadar ketika kami sama sama berada di depan Lift.
"Dari mana kalian." Nick menatapku tajam hingga mata nya beralih pada tangan Julian yang menggenggam tanganku kuat.
"Oh my God. Josh adik kecilmu kembali bersama Julian"
"What. " Josh menoleh ke arah genggaman tanganku.
Kami Naik kelantai atas dengan candaan para lelaki disampingku. Pintu yang sedang dibuka Josh mengingatkan ku dengan Nora.
"Stop. Biarkan aku masuk dahulu. didalam Ada Nora" Josh hanya mengangkat tangan nya sambil memutar matanya.
"Mengertilah. aku tak tahu apa masalahnya tapi aku sangat ingin menjaganya"
"Of course baby" Josh menepuk bahu ku dan mengacak rambutku. Aku langsung membuka dan memanggil Nora.
"Nora aku kembali bersama Mereka" Aku melihat Nora sedang memegang Mic bernyanyi bersama Mily. aku tersenyum padanya dan melambaikan tangan isyarat untuk menyuruhnya melanjutkan kegiatan nya.
"Oh. Nora suara mu sangat indah" Nick berseloroh dari belakang Mini bar ketika Nora sedang melantunkan sebuah Lagu.
"Terima kasih" Nora menyimpan Mic nya disamping Mily yang sedang bersiap untuk menyanyikan sebuah lagu.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 3 sore. aku harus segera membawa Nora kembali ke lauther agar tidak kemalaman dijalan.
Aku pamit pada semuanya untuk kembali ke lauther. Karena Nick tampak mabuk, Mily bersama Sam sedang bercumbu di sofa ruang tengah, sedang Greta entah dimana dia berada sehingga rasanya sia sia aku pamit dengan baik.
"Hati hati Honey aku akab mengunjungimu akhir minggu ini." Julian memberikan ciuman singkat dibibirku untuk salam perpisahan.
"Dimana Greta."
"Kau tidak mendengar suara itu honey" Julian tersenyum mesum padaku. Aku menutup telinga Nora dan menuntun nya segera keluar apartment untuk kembali ke lauther.
Apa Greta gila. aku saja belum keluar bersama Nora. Bisa bisa nya dia bercinta didalam situasi ini ,shit..
Nora sedang memakai Helm ketika seorang pria yang berjalan di base man hampir saja menabrak Nora. aku denga cepat menyambar tangan Nora agar mendekat kepadaku
"excuse me. do you not have eyes?"
"Oh I am sorry girl. aku sangat terburu buru"
Aku hanya mendelik menyuruhnya segera meninggalkan aku bersama Nora. tangan Nora yang ku genggam sedikit bergetar.
__ADS_1
"tenang lah. tak akan ada yang menyentuhmu Nora aku disini bersama mu"...
Pemandanga dijalan pulang membuat Nora kembali teriak kencang. Dia terlihat kembali santai. tapi aku sekarang sedang merasa cemas. Sebuah motor selalu membuntuti kami selama perjalanan. diwaktu keberangkatan aku mengira bahwa hanya teman sejalan. tapi berbeda dengan sekarang dia sudah ada dibelakang ku semenjak aku menginjak jalan utama. Jaraknya yang selalu sama. tak pernah berniat menyusul atau pun berbelok arah. membuatku cemas.
"Nora. pegangan yang kuat. aku akan menambah kecepatan" Aku berteriak pada Nora dan melajukan kecepatan motor hingga mencapai belokan terakhir menuju lauther Motor itu tak lagi terlihat.
Aku tak akan lagi membawa mu keluar Nora. sepertinya itu akan membahayakan mu. instingku terlalu bagus kadang membuat ku menjalani hidup dengan tidak nyaman.
Aku mengantar Nora kevilla nya terlebih dahulu baru aku menuju villa Oma. Dijalan aku melihat Danial sedang bersepeda. Kami bersinggungan tapi dengan tujuan yang sama. akhirnya aku bertemu di garasi belakang villa ketika aku menyimpan Motorku di garasi bersamaan dia yang menyimpan sepeda nya disampingku.
"Mana Roti kesukaan ku."
"Ditasku. tunggulah di pantry."
"Hati hati dengan kecepatan mu ketika membawa motor"
"Apa maksudmu. kau hanya melihatku didepan"
"Sepertinya. aku susah membedakan kau sedang menarik gas atau sedang berseoeda dengan kecepatanmu itu" Danial terkekeh meliahtaku
"Sialan kau. Akan ku habiskan sendiri Roti yang ku bawa."
"Tapi kau tidak terlalu suka manis brie" dia kini tertawa lebar sambil berlalu masuk ke dalam Villa.
"Ada apa dengan nya. kenapa dia sangat menyebalkan." Aku masuk untuk membersihkan diri sebelum membuka roti untuk Danial dan bekal harian. Siang tadi aku meminta Nick membelikan beberapa roti di Toko Ms Lea untuk ku bawa kembali ke sini.
setelah selesai membersihkan diri aku beranjak menuju pantry. disana Danial sedang duduk dengan laptopnya.
"Ini roti mu. Danial"
"Terima kasih brie"
"You're welcome. Danial"
"Brie apa kau berminat belajar olah raga boxing bersama ku."
"why."
"Aku tak punya partner disini"
Memang sudah lebih dari setengah tahun akuvtak lagi menggeluti olahraga kesukaan ku. karena jadwal padatku. sepertinya aku harus menerima ini.
"Baiklah."
"Kau tidak bertanya apa pun. apa kai tahu seperti apa olahraga boxing"
"Memukul. menendang. bertahan. seperti itu kurang lebih" Aku hanya tersenyum pada Danial.
"Ok. kita akan menjadi partner mulai besok"
"Tunggu. aku belum membawa peralatan"
"tenang saja. aku punya semua jenis perlatan untuk berbagai olah raga dan bela diri Nona Brie"
"are you kidding me. itu bagus sekali"
Aku tak sabar menunggu besok untuk kembali ke aktivitas kesukaanku.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
TBC