
LUCA pov
"Tuan Semua telah selesai. apa sekarang anda akan menemui Nona Nora" Tanya Carlos padaku. Setelah proyek pemindahan kantor telah selesai. Penempatan orang orang kepercayaanku pun trlah selesai. Hingga kini aku bisa menemui adik kesayangan ku di Lautherbrunnen.
Sebenarnya aku sudah disini semenjak dua minggu yang lalu hanya saja aku sedikit menyelesaikan urusan di Bern.
"Yah.. kita berangkat sekarang. apa tidak terlalu pagi"
"Tidak tuan. Biasanya Nona Nora sedang duduk dibangu depan Villa. Tapi tadi Ms Lara menelpon meminta salah satu dari kita membantunya membawa mobil untuk menjemput cucu nya."
"Maksud mu Brie"
"Yah.. Kenapa Gema meminta kalian. yah sudahlah suruh Edward menjemputnya. sekalian selidiki kegiatan Brie. " Aku tak tahu kenapa bisa begitu senang bila mendengar nama gadis itu. Aku sudah tau bahwa brie adalah cucu angkat dari Ms Lara. yang menjadi teman Nora dilautherbrunnen. setelah carlos memberikan Data Brie. Gadis pintar dengan banyak sekali prestasi. dan yang seharusnya sekarang berada diperusahaan besar tapi entah mengapa dia memilih bekerja pada Ms Lara.
"Apa sekarang kita berangkat tuan" Carlos membuyarkan lamunan ku.
"Yah. berikan kunci mobilnya biar aku yang menyetir" Jawabku sambil tersenyum senang. yah mendengar brie akan berada disana dan akan bertemu dengannya membuatku bersemangat.
Aku melajukan mobil dengan kecepatan sedang menikmati pemandangan disekitar jalan menuju desa cantik Lautherbrunnen. Menghirup udara dengan membuka lebar kaca mobilku.
"Tuan. Saya rasa membuka mobil tidak aman" Carlos memperingatkan keselamatanku.
"Disini bukan Los Angeles. bukan pula Brazil tempat ayah ku berkuasa Carlos. sebentar saja aku ingin tenang."
"Baiklah Tuan." Carlos nampak membuka ponselnya dan mengetik sesuatu. Tentu saja merapatkan pengamanan dengan memerintahkan pengawal lain lebih mendekat.
"Carlos. tak perlu berlebihan aku bilang disini aman "
"Ah maaf. aku hanya khawatir tuan." Belum sempat aku menjawab. sebuah kendaraan beroda dua menyalib dengan kencang disamping kemudiku dan melemparkan sesuatu kepangkuanku.
"Oh shit.. Cepat kejar Motor itu" Carlos memerintahkan pengaman dengan geram.
Aku melihat benda yang dilempar dan tertawa terbahak bahak.
"Berhenti Carlos. Dia Shadow. jangan berlebihan" Aku mengangkat bunga Rose kuning ke arah Carlos.
"Oh mengagetkan saja. Biar aku hukum dia" Ujar Carlos
"No. dia hanya mengingatkan ku. sama sepertimu. harus hati hati. pengawal dibelakang tak tahu kedatangan nya bukan. dan bagaimana bila itu musuh. aku terlalu santai ternyata." Aku terkekeh dengan cara Shadow memeperingatkan ku.
"Tapi Tuan bukan nya dia sedang menjaga Nona Nora mengapa dia berkeliaran"
"Dia tahu aku akan datang. Memintanya menjaga Nora sangat lah susah. jadi wajar saja dia berlari menghampiriku bukan"
"yeah. aku memang sangat sulit memintanya dulu. dia hanya patuh dengan kata kata langsung dari tuan."
"Dia anak yang baik Carlos. Jangan terlalu membencinya"
"Aku tak pernah membencinya Tuan. hanya sedikit kesal hehehe"
Tak lama aku sudah memasuki daerah Villa dan penginapan yang dikelola oleh Ms Lara. Mobil aku parkir didepan Villa Yang ditempati Nora Adikku.
Dia tampak duduk santai dengan secangkir teh dan buku ditangan nya. tertawa dengan keras ketika membaca buku. entah itu buku apa. Mengeliling melihat penjagaan Nora. semua penjaga berada diradius aman. Yah penjahat kurang ajar itu belum juga aku tangkap jadi aku sangat khawatir dengan Nora.
Nora meletakan buku nya dan berdiri hendak masuk kedalam Villa. dia melihat sejenak kearah Villa sebelahnya dan tanpa sengaja melihatku berjalan ke arah nya.
"Oh my god. Kakak" Dia berlari memburuku dan memelukku
"I miss you so much. Kak"
"I miss you too. Bunny"
"Ayo masuk. kapan kakak sampai di swiss"
"dua minggu yang lalu. Kakak harus menyelesaikan beberapa pekerjaan dulu bunny. Maaf baru bisa menjengukmu sekarang"
"Apa sekarang kau bisa menemaniku"
__ADS_1
"Tentu saja aku akan disini untuk menjagamu."
Nora membawaku kemeja makan. Sarapan bersama sambil berbincang. dia sekarang sudah banyak sekali kemajuan. Dia sudah bisa tertawa riang. Carlos yang ada disampingnya pun tak membuatnya panik. apa Brie sebegitu hebatnya membuat adikku benyak meluoakan trauma nya.
"Oh ya kak. Bagaimana dengan tunanganmu. kalau dia tau kau berada bersamaku dia akan sangat marah"
"Lupakan dia. aku tak akan membuatnya menggangumu"
"Nona. Ini Roti yang Nona pesan" Seorang pelayan menyodorkan Roti Zofp keatas meja. Aku menjulurkan tanganku untuk mengambilnya tapi Nora buru buru menghadang tanganku.
"Maaf kak ini bukan Untukmu." Nora mengambilnya dan berlalu keluar menuju villa sebelah. setelah beberpa lama dia baru kembali dengan piring kosong.
"Untuk siapa Roti itu."
"Pelayan sebelah. Aku sudah berjanji akan memberinya Roti."
"Eum. Nora aku ingin istrirahat sebentar. Bolehkah kakak tidur dikamarmu"
"Yah. istirahatlah aku akan membaca diluar. nanti kita mengobrol kembali" Nora berdiri mengecup pipi ku dan berlalu ke luar. Aku yang bingung karena Nora tak menujukan arah kamar nya harus mencari sendiri.
Setelah menemukan kamar nya Aku berbaring dan tak lama terlelap tidur. Ada bayangan melintas. dan menyelimutiku. karena sangat lelah aku tertidur.
entah sudah berapa lama hingga aku terbangun mendengar jeritan Nora aku terkejut dan berusaha keluar tapi kembali duduk ketika mendengar jelas teriakan nya.
"Brieaya.... haaiiiiii" Teriak Nora
"oh gadis itu sampai ternyata jam berapa ini." Aku merasa telah tertidur lama. aku kekamar mandi dan membersihkan diri membasuh wajahku dan mengganti atasanku dengan Kaos. Setelah selesai aku berjalan menuju luar karena sangat ingin bertemu dengan Brieaya gadis yang telah mencuri perhatianku.
Baru saja aku memutar knop pintu. pintu tetiba terdorong. Tubuh mungil gadis tersungkur ke arahku. Sadar itu adalah brie membuat pertahananku runtuh. dia terjatuh diatasku. aku hanya tersenyum
"Ohh.." Bruukkkk. "ahh.."
"Kau tidak apa apa brie" Tanyaku padanya yang terjatuh didadaku
Aku menoleh sedikit mendongak melihat wajahnya yang berada dibawahku. Dia berusaha melihatku
"Ouhh.. Luca.. Luca.. Kau kenapa bisa ada disini." Aku memandangnya yang kebingungan.
"Oh.. apa yang kalian lakukan." Nora tampak bingung didepan pintu melihatku masih dibawah tersungkur dengan Brie berada diatasku
"Oh. maaf.." Brie berusaha berdiri
"Kau baik baik saja Brie" Nora membantu Brie berdiri dengan sebelah tangan nya. sedangkan yang satu nya membawa toples cemilan.
****
Brieaya Pov
Aku masih dalam Mode terkejut. melihat luca berada dihadapanku.
"Kak Apa yang kau lakukan hingga Brieaya tersungkur seperti itu" Luca berdiri sambil tertawa. melihat ke arahku dan Nora
"Hanya kecelakaan kecil. Dorongan nya yang bersemangat membuat aku kewalahan." Luca terkekeh sambil memandangku.
"Kakak.. " Ulangku sambil menatap Nora "Dia. kakakmu Nora." Aku menujuk kaku ke arah Luca.
"Eumm dia kakak yang sering aku ceritakan"
"Luca ouhh.. aku tak mengira kau adalah kakak Nora. dunia memang sempit." Aku hanya tersenyum masam melihat ke arah Nora.
"Kau benar baik baik saja brie" tanya Luca sekali lagi.
"Yeah aku baik. tak ada yang sakit."
"Kakak mengenal brie. ku rasa aku belum mengatakan aku berteman dengan Brie. kakak saja baru datang pagi ini."
"Ah. aku bertemu dengan nya di Bern Nora. di Club Milik sam."
__ADS_1
"Sam. Milya Boyfriend"
"yeah..Kau pun bertemu dengan nya bukaaan." Nora menatap Ke arah ku dsn berpaling ke arah Luca.
"Apa sam dan Samuel teman mu itu satu orang kak" tanya Nora pada Luca.
"Eumm. dia teman ku dan juga teman brie"
"Tapi kenapa kau memanggil kakak ku dengan nama Luca brie" Nora sedikit bingung dengan panggilan brie terhadap kakak nya.
"Memangnya kenapa nama nya memang Luca kan" Aku lebih bingung lagi
"Kak. aku akan minta penjelasan." Nora menatap dengan senyuman nakal diwajahnya.
Ah apa sebegitu menarik kau brieaya sehingga kakakku pun tertarik padamu" batin Nora.
"Baiklah.. kakak keluar. aku sangat rindu pada brie dua minggu aku tak bertemu dengan nya."
"Tapi kita tak bertemu selama dua bulan gadis. dan apa kau merindukan dia dibanding kakak mu ini" Luca tampak mengerucutkan wajah nya lucu didepan Nora. dan tentu saja membuat aku menahan tawaku.
"Baiklah ikut masuk saja kita bisa berbincang bersama." ujar Nora kemudian
Aku duduk disofa diikuti Luca yang duduk tepat disamping ku mengangkat satu kaki nya dan merentangkan tangannya dibelakang sandaran sofa. Nora duduk disofa single samping perapian.
"Bagaimana brie. semua nya telah rampung."
"Yah tinggal pesta kelulusan saja."
"Bagaimana dengan panggilan kerja di Park&j company kau ambil itu"
"Tidak aku akan disini menemanimu."
"Park&j company. kau melamar kesana" tanya luca disela obrolanku dengan Nora.
"Ah bukan. Mereka yang ingin merekrutku." aku tersenyum malu
"Dan kenapa kau tak pergi kesana" tanya nya lagi. Aku memandang Nora bingung. semua orang memang selalu bertanya seperti itu. Nora hanya tersenyum mencurigakan.
"aku hanya senang berada disini. Membantu oma. dan bersama sahabatku. disini para pekerja sangat menyenangkan.Dan aku merasa nyaman saja disini."
"Bukan kah gaji diperusahaan lebih besar"
"Haha. Aku hanya seorang diri dengan gaji yang aku terima dari Oma. lebih dari cukup untuk menghidupiku bukan. aku pun suka dengan pekerjaan ini. karena hasilnya benar benar aku yang menentukan." Luca tampak tersenyum sangat senang mendengar penjelasanku.
"Kau memang unik" sanjungan Luca membuat wajahku memanas.
"Aku hanya wanita biasa. seperti pada umunnya" Luca menatapku lekat hingga membuatku salah tingkah.
"Jangan memandang nya seperti itu. nanti dia berlubang" Nora berkata sambil tertawa.
Luca ikut tertawa dan mengambil cemilan dimeja dan memakan nya. "Kau mau" Luca menawarkan cemilan kepadaku. aku hanya menggeleng pelan.
"Kau saja. sepertinya kau kelaparan" candaku. Nora tertawa terpingkal pingkal melihat Luca memberengut
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
to be continued