
Hari hari ku di Lauther sangat menyenangkan. pekerjaan yang kudapat memang sesuai dengan keahlian dan minatku. Bisnis dibidang pariwisata memang menjadi minatku semenjak mendalami bisnis di Bern University.
Bukan pekerjaan saja yang menyenangkan tapi Nora juga menjadi teman baikku aku yang menemaninya atau dia yang menemaniku itu tak bisa dilihat. karena kami sama sama saling menyukai. teman yang baik saudara yang lugu dan jujur. hanya saja dia tak pernah setuju bila aku mengajak nya keluar atau sekedar ikut ke Bern ketika hari liburku tiba.
Aku baru saja selesai bekerja. dan bersiap siap menemui Nora di Villa nya. Aku berjalan sambil bergumam nyanyian salah satu Boyband Korea yang sangat terkenal disini. 7 pria yang berwajah luar biasa haha.
Aku menyanyikan lagu as i told you yang menjadi lagu unit dari 3 vocalisnya.
Hingga sampai ke villa Yang ditempati Nora. aku mencari Nora dikamar di dapur ruang kerja nya hingga halaman belakang tapi Nora tak terlihat batang hidungnya.
Aku bertanya pada salah satu pelayan yang sedang membersihkan bekas makanan didepan perapian.
"Dimana Nora berada. aku sudah mencarinya tapi tak juga menemukan nya" Belum sempat mendengar jawaban dari pelayan aku sudah mendengar suara denting piano dari arah lantai bawah. Villa ini memang mempunyai lantai setengah baseman. mengikuti alur tanah sehingga ketika kita masuk sebenarnya bukanlah lantai pertama tapi lantai 2. aku berjalan ke arah suara denting piano yang memainkan lagu canon in D major oleh johann pachelbel .
Aku mendengarkan Nora memainkan beberapa lagu hingga lagu kesukaanku yang dia mainkan dengan piano yang tersedia di ruang ini.
Nora berhenti setelah melihatku berdiri dipangkal pintu.
"Brie. apa yang kau lakukan. sejak kapan kau berdiri disana. semenjak lagu Canon in D major"
"ouh. sudah sedari tadi" Nora beranjak dan mengandeng tanganku menaiki tangga.
"Kau bisa main piano. sejak kapan kenapa tak pernah kau ceritakan Nora"
"Sejak kecil Kakaku yang mengajarkan ku. tapi ayahku melarangku katanya aku wanita tak perlu banyak mempunyai keahlian"
"Apa ayahmu gila. nasib kita sama ternyata" Aku tersentak kaget dengan kata kataku. melihat raut wajah Nora untuk memastikan apa dia marah dengan kata kataku.
"Hahahhaaa" Nora malah tertawa kencang.
"Kamu tidak marah Nora"
"Kamu satu satunya Orang yang berani mengatakan bahwa ayahku gila didepanku"
"Kenapa"
"Karena ayahku menakutkan bagi mereka. yang mengenalku"
"Oh. aku tidak mengenalnya jadi aku tidak takut"
Nora kembali tertawa sampai kita tiba dikamar Nora.
"Nora. besok aku mendapat kan jatah liburku. apa mau ikut bersama ku ke Bern. apa kau tak bosan disini. aku akan ketempat temanku Greta. Dia mengadakan pesta ulang tahun hanya Greta pacarnta mily dan pacarnya serta teman dekatku yang lain Nick yang aku ceritakan "
"Aku takut"
"Ada aku Nora jangan takut. aku janji akan menjagamu. ada laki laki disana tapi mereka sangat baik"
"Tapi.."
"Ayolah Nora. kau mengenal greta kan dia yang waktu itu pernah ke villa ini bersama ku"
"Aku tahu.. aku pikirkan malam ini"
Kami berbincang sampai waktu menunjukan pukul 11 malam. waktunya aku kembali menuju rumah Oma.
"Aku pulang dulu. Besok pagi kabari aku bila Kau berencana ikut denganku"
"Akan aku pikirkan"
"Ok good Night. have a nice dream"
Aku kembali pulang menuju villa. Aku berjalan santai karena langit malam tampak sangat indah walau cuaca sesikit dingin. yah walau ini musim panas tapi di sini apa lagi malam hari pasti terasa sangat dingin.
__ADS_1
Dihalaman samping Villa Tampak seorang pria sedang berbicara lewat ponsel nya. sosok yang aku kenal. Danial pelayan yang membantu aku bekerja serta menjaga Nora.
aku menyapa nya ketika dia memutuskan sambungan telpon nya.
"Haii.. Dengan siapa kamu bicara. Pacarmu"
"Oh hai Brie. Hanya seseorang yang selalu meminta informasi setiap menit. hahaa" Danial tertawa entah menertawakan apa.
aku hanya tersenyum samar melihat tawa yang dibuat buat.
"Baiklah tak usah lagi tertawa. aku tidak akan penasaran dengan kegiatanmu tak perlu menutupi sesuatu." Danial tersenyum kaku. Aku mengenal nya selama sebulan ini tapi belum juga tahu karakter manusia seperti apa dia.
Kadang sangat lah ceria dengan hal hal konyol yang dilakukan nya tapi kadang tampak misterius dengan segala keseriusan nya. yah apapun itu dia rekan kerja yang sangat bisa diandalkan.
"Danial besok aku libur. Tapi ada beberapa pekerjaan yang harus selesai besok bisa kau bantu aku menyelesaikannya."
"Ok. Tapi bawa pulang Roti yang enak. Roti disini tak se enak roti yang selaku kau bawa pulang. Harus"
"Tenang saja. Baiklah aku masuk duluan. bye"
Danial hanya menatapku dengan datar sambil berlalu. Aku pun segera menuju kamar ku untuk merebahkan tubuhku. beristirahat untuk persiapan besok
Setelah bersiap tidur aku sekali lagi memeriksa kotak masuk pesan di ponselku. ada pesan dari Jhos. Menyatakan selamat malam. Greta dan yang terakhir Julian. Yah Julian setiap hari mengirim pesan terkadang telpon. Dan besok dia juga akan datang ke pesta kecil greta. Untuk menemuiku.
****
"Brie. Anda akan mengendarai Motor." Ms Rose berlari menghampiriku ketika aku sedang memanaskan mesin motor kesayangan ku yang Baru aku beli dua minggu yang lalu dari hasil tabungan ku
"yah. ini musim panas. kapan lagi aku bisa mengendarai Motor Rose."
"Tapi Ms Lara akan memarahi saya bila tidak mengantar anda."
"Kalau begitu jangan Bilang Oma" Aku mengendarai motor menuju Villa Nora. menanti jawaban darinya.
"Kita mengendarai motor. kamu serius Brie"
"Oh hai.. yeah ini cuaca yang hebat untuk mengendarai Motor."
"Baiklah." Nora naik ke atas motor dan aku langsung saja melajukan nya dengan cepat. pengawal Nora yang berada jauh kerepotan dengan kelakuan ku membawa kabur Nora.
"Wah Brie. kau mahir mengendarai Motor. sejak kapan kau bisa mengendarai Motor.ini keren Luar biasa brie. Terima Kasih aku sangat suka ini" Nora terus berteriak dibelakang ku.
"Tutup kaca helm mu Nora kalau tidak wajahmu akan bengkak sesampainya dirumah greta" Aku pun tak luput dengan teriakan ku.
Aku mengendarai motor ku dijalur motor dengan kecepatan yang relatip tinggi 80km/jam sampai 100km/jam hingga tak butuh waktu satu jam untuk sampai di Bern.
aku memang terbiasa dengan sepeda motor. aku besar dengan sedikit berkutat dengan aktivitas pria. bermotor, boxing, taekwondo , dan menembak. jarang ada yang tahu keahlianku selain belajar tentu saja.
Tapi aku ingatkan kembali dengan keahlianku dengan kepintaran ku inilah yang menyebabkan keributan dalam keluargaku. menjadi ancaman para kakak kakakku. sehingga disini lah aku membawa kabur Nora bersama ku haa
"Kita sampai Nora. Turunlah" Aku memarkir motor ku di baseman Apartment milik Josh. Kenapa dirumah Josh. karena Greta tinggal bersama josh tentu saja.
"Lepas helm mu Nora. disini tidak ada Orang tenang saja" Nora tampak sedikit khawatir. Rasa cemas berlebihan terhadap orang orang yang Nora hadapi memang faktor yang membuatnya tak bisa berkeliaran diluar.
walaupun aku tak tahu apa penyebabnya karena sampai sekarang pun Nora maupun Ms July tak pernah menyebutkan alasan yang membuat Nora trauma. Hanya tak bisa dibawa ke Club tentu saja. pesta besar. keramaian besar. walaupun hanya pesta pernikahan misalnya.
Setidaknya Greta mengadakan pesta kecil ini hanya agar Nora dapat hadir di Ultahnya.
ting ting..
Aku memencet tombol intercom yang tersedia disamping pintu apartment milik josh. menunggu siapa pun membuka pintu.
"Nora. yang membuka pintu bisa saja seorang pria diantara temanku. ingat mereka teman temanku. aku ada bersamamu jangan merasa panik ok. Hanya lihat aku. Aku akan menghajar mereka kalau sampai menyentuh ujung jarimu tanpa izin mu. ok"
__ADS_1
Aku terus berkicau untuk menenangkan Nora. agar dia nerasa aman ketika bertemu teman teman ku yang lain.
Cklekk.
"Hai Honey. akhirnya kau datang juga. gadis kecil kesayanganku." ternyata Josh yang membuka pintu. Aku memeluknya dan memperkenalkan Nora
"Dia Nora kau ingat" Josh tersenyum
"tentu saja dia tinggal di villa tempatmu bekerja bukan" Josh hendak mengulurkan tangan tapi terlebih dahulu aku dorong tubuhnya..
"No. Don't touch her. My bro. ingat dengan permintaanku yang ku kirim kemarin apa kau tak membaca nya"
"Oh my God. aku lupa. baiklah masuk lah Nora. didalam baru ada Nick . Mily sam dan Julian Masih dijalan masuklah"
Didalam terlihat Nick sedang menata meja dan Julian membantu Greta didapur.
"Oh baby. kau datang. tapi ada apa dengan pakaian mu. rambutmu berantakan sayang" Nick memandang ku dengan heran. aku segera mencari cermin di belakang pintu kamar mandi.
"Oh yah. Nora kenapa tidak kau beritahu penampilanku yang berantakan ini"
"Tapi kau tetap cantik Brie. lagi pula aku rasa aku pun sma berantakan nya. kita sama sama memakai Helm dan mengendarai Motor dan pasti terkena angin."
"Ya tapi... "
"Tunggu apa maksud dari Motor dan Helm. Brie Honey kau mengendarai motor." Julian tiba tiba memotong pembicaraan kami.
"Kau bisa mengendarai motor Nora" Tanya Josh heran dan merasa khawatir
"No. not me. Brieaya yang mengedarai Motor. jangan kan Motor Mobil saja aku belum mendapatkan SIM." Aku terkejut bukan dengan kekhawatiran mereka tapi dengan ucapan Nora. dia berbicara didepan kami dengan lancar.
"Brie. ada apa denganmu sejak kapan kau mengendarai Motor." Greta bertanya dengan tatapan tajam ke arahku.
"Aku sudah mengendarai Motor semenjak umurku 16 tahun. jadi bisakah kalian tidak terlalu terkejut dan khawatir. Aku saja sudah mendapat kan SIM. jadi tenanglah"
Pembicaraan tentang Motor ternyata tak berhenti seketika mereka tetap mebicarakannya hampir setengah jam andai saja Mily terlambat datang mungkin akan menjadi omelan panjang.
Mily datang dengan Sam kami akhirnya merayakan ultah Greta dengan meniup lilin dari Cake yang disediakan Nick. Semua memberi kan Hadiah masing masing. Terakhir Nora yang memberikan Kadonya pada Greta melewatiku. Kotak kecil berwarna hitam dengan pita emas tersemat sederhana.
"Boleh aku langsung buka juga"
Hadiah yang lain memang telah Greta buka selain kado dari Nora karena terakhir diterima. Nora hanya mengangguk pelan denga senyuman indahnya. yang bisa menyedot perhatian Nick sedari awal Nora datang.
Hadiah dari Nora sedang dibuka oleh greta. sebuah Jam tangan Merek mewah dengan harga pantastis keluar dari kotak kecil nan sederhana.
"Oh my God. Nora ini berlebihan" Greta maupun yang lain tampak sangat terkejut dengan hadiah yang dibawa Nora. Kami semua pun akhirnya menilik pakaian sepatu hingga aksesoris yang dipakai Nora.
"Siapa sebenarnya Nona Muda ini" Greta tampak bingung dengan identitas Nora. Sekilas memang Nora telihat sederhana dengan pakaian yang sederhana andai saja kita tidak begitu memperhatikan merek dan jenis pakaian nya
Aku juga sempat terkejut dengan jam yang diberikan Nora. selama sebulan ini aku hanya tau dia sedang istirahat tampa mau tahu asal usul gadis muda luar biasa ini.
"Aku......"
.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1