
Ilmi keluar dari gedung menjulang tinggi itu,dan langsung menarik knop pintu mobil putih untuk masuk
"David kita langsung kebogor aja ya ,ga usah pulang dulu"ucap ilmi saat hendak masuk mobil
"Kak ilmi kan lagi hamil,harus banyak istirahat,ini lagi baru saja selesai ngampus,emng ga cape??"ucap david
"Saya ada jadwal ceramah disana,tapi Nanti agak siangan jadi saya bisa istrahat dulu disana,kmu belum makan kan vid,kita mampir ketukang baso dulu aja ya Sekalian "Ucap ilmi
"Tapi kak ilmi sudah izin sm mas umar??takutnya saya bakal jadi salah klo kak ilmi ga izin dulu"
"Udh ko tenang aja,Kamu pengen makan apa??takutnya saya pengen makan baso,kmu malah pengen makan yg lain,Ga apa apa kmu bisa request sendiri ke saya"ucap ilmi
"Ga apa apa kak,saya ngikut aja,kita berangkat ya kak"ucap david dan segera menancap gas mobilnya
"Bismilah"
skip....
__ADS_1
Bogor 13.00
Ceramah......
"Kematian tidaklah menunggu kita bertaubat, tapi kitalah yang menunggu kematian dengan bertaubat Betapa banyak berita kematian yang sampai di telinga kita ya bu, mungkin mengkhabarkan bahwa tetangga kita, kerabat kita, saudara kita atau teman kita telah meninggal dunia, menghadap Allah Ta’ala. Akan tetapi betapa sedikit dari diri kita yang mampu mengambil pelajaran dari kenyataan tersebut. Saudaraku, kita tidak memungkiri bahwa datangnya kematian itu adalah pasti. Tidak ada manusia yang hidup abadi. Realita telah membuktikannya. Allah Ta’ala telah berfirman.
“Setiap jiwa pasti akan mengalami kematian, dan kelak pada hari kiamat saja lah balasan atas pahalamu akan disempurnakan, barang siapa yang dijauhkan oleh Allah Ta’ala dari neraka dan dimasukkan oleh Allah Ta’ala ke dalam surga, sungguh dia adalah orang yang beruntung (sukses).” (QS. Ali Imran : 185)
Allah Ta’ala juga telah berfirman,
“Katakanlah (wahai Muhammad) sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya pasti akan mendatangi kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada Dzat Yang Maha Mengetahui apa yang tersembunyi dan apa yang nampak, kemudian Allah Ta’ala akan memberitahukan kepada kalian setiap amalan yang dahulu kalian pernah kerjakan.” (QS. Al Jumu’ah : 8)
“Dan bagi tiap-tiap jiwa sudah ditetapkan waktu (kematiannya), jika telah tiba waktu kematian, tidak akan bisa mereka mengundurkannya ataupun mempercepat, meskipun hanya sesaat” (QS. Al A’raf :34)
Bu... silakan berlindung di tempat manapun yg ibu mau,tempat yang sekiranya adalah tempat paling aman menjadi persembunyian. Mungkin kita bisa lari dari kejaran musuh, selamat dari kejaran binatang buas, lolos dari kepungan bencana alam. Namun, kematian itu tetap akan menjemput diri kita, jika Allah Ta’ala sudah menetapkan. Allah Ta’ala berfirman,
“Dan dimanapun kalian berada, niscaya kematian itu akan mendatangi kalian, meskipun kalian berlindung di balik benteng yang sangat kokoh.” (QS. An)
__ADS_1
Bu...saya sendiri juga takut bu...takut akan kematian,bukan takut kematian nya bu,bukan takut saya tidak bisa hidup lagi didunia ini bu,tidak bu,bukan itu yg saya takutkan.... tapi saya takut bila setelah saya meninggal dunia,dicabut nyawa saya, disitulah saya menghadapi Allah Wajala,Saya takut bu,saya tidak bisa berkata kata bu apalagi saat dipertahankan Ketika amal saya kurang bu,...saya takut bila setelah saya meninggal dunia bekal amal saya kurang bu,tidak bisa masuk syurga,....disitu saya takut bu,Maka dari itu sebelum ajal menjemput kita bu,kita persiapkan bekal untuk Diakhirat nnti,...sekarang itu waktu berjalan begitu cepat baru kemarin Selasa sekarang sudah ada diselasa lagi,padahal waktu jam dirumah kita tidak pernah dipercepat ya bu?tapi kenapa waktu selalu cepat,padahal itu jam tidak pernah dipercepat kan bu??
Kematian manusia sudah Allah Ta’ala tetapkan atas setiap hamba-Nya sejak awal penciptaan manusia bu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya proses penciptaan manusia di dalam perut ibu, berlangsung selama 40 hari dalam bentuk air mani, kemudian menjadi segumpal darah yang menggantung selama 40 hari, kemudian menjadi segumpal daging selama 40 hari juga. Kemudian Allah mengutus seorang malaikat untuk meniupkan ruh pada janin tersebut, dan diperintahkan untuk mencatat empat ketetapan : rezekinya, kematiannya, amalannya, dan akhir kehidupannya, menjadi orang bahagia ataukah orang yang celaka….” (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah Ta’ala telah berfirman,
“Sesungguhnya di sisi Allah sajalah pengetahuan tentang (kapankah) datangnya hari kiamat, dan Dia-lah yang menurunkan air hujan, dan Dia lah yang mengetahui tentang apa yang ada di dalam rahim, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dia kerjakan esok hari, dan tidak ada seorang pun yang mengetahui di bumi manakah dia akan mati..” (QS. Luqman : 34)
Faidah Mengingat Kematian
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan dunia”. Kemudian para shahabat bertanya. “Wahai Rasulullah apakah itu pemutus kelezatan dunia?” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Kematian” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, hadits dari shahabat Abu Hurairah)
Ad Daqaaq rahimahullahu mengatakan, “Barangsiapa yang banyak mengingat kematian, maka akan dianugerahi oleh Allah tiga keutamaan, [1] bersegera dalam bertaubat, [2] giat dan semangat dalam beribadah kepada Allah, [3] rasa qana’ah dalam hati (menerima setiap pemberian Allah)” (Al Qiyamah Ash Shugra, Syaikh Dr. Umar Sulaiman Al Asyqar)
Bersegera dalam Bertaubat ya bu
karna Sudah dapat dipastikan bahwa manusia adalah makhluk yang banyak dosa dan kemaksiatan. Seorang manusia yang banyak mengingat kematian, dirinya sadar bahwa kematian senantiasa mengintai. Dia tidak ingin menghadap Allah Ta’ala dengan membawa setumpuk dosa yang akan mendatangkan kemurkaan Allah Ta’ala. Dia akan sesegera mungkin bertaubat atas dosa dan kesalahannya, kembali kepada Allah Ta’ala. Allah telah berfirman,
__ADS_1
“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah bagi orang-orang yang mengerjakan keburukan dikarenakan kebodohannya, kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima taubatnya oleh Allah, dan Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana” (QS. An Nisa : 17)
Semoga bermanfaat ya bu saya tutup, Allahul Muwaffiq ila Aqwamit Thariq