Love Brings Heaven

Love Brings Heaven
Bab


__ADS_3

"Oke aku mau cerita tentang sebuah kisah yg berjudul


...MAKHLUK PALING HINA...


Di sebuah pondok pesantren, terdapat seorang santri yang tengah menuntut ilmu pada seorang Kyai. Sudah bertahun tahun lamanya si santri belajar. Hingga tibalah saat dimana dia akan diperbolehkan pulang untuk mengabdi kepada masyarakat Sebelum Santri pulang, Kyai memberikan sebuah ujian padanya. Pak Kyai berkata pada santrinya.


"Sebelum kamu pulang, dalam tiga hari ini, aku ingin meminta kamu mencarikan seorang ataupun makhluk yang lebih hina dan buruk dari kamu." ujar sang Kyai.


"Tiga hari itu terlalu lama Kyai, hari ini saya bisa menemukan banyak orang atau makhluk yang lebih buruk daripada saya." jawab Santri penuh percaya diri. Sang Kyai tersenyum serayavmempersilakan muridnya membawa seseorang ataupun makhluk itu kehadapannya. Santri keluar dari ruangan Kyai dengan semangat, karena menganggap begitu mudah ujian itu.


Hari itu juga si Santri berjalan menyusuri jalanan. Ditengah jalan, dia menemukan seorang pemabuk berat. Menurut pemilik warung yang dijumpainya, orang tersebut selalu mabuk-mabukan setiap hari. Pikiran si Santri sedikit tenang. Dalam hatinya dia berkata..


"Pasti dia orang yang lebih buruk dariku. Setiap hari dia habiskan hanya untuk mabuk-mabukan, sementara aku selalu rajin beribadah.


Namun dalam perjalanan pulang si Santri kembali berpikir.


"Sepertinya si pemabuk itu belum tentu lebih buruk dariku. Sekarang dia mabuk mabukan, tapi siapa yang tahu di akhir hayatnya Allah justru mendatangkan hidayah hingga dia bisa khusnul khotimah? Sedangkan aku yang sekarang rajin ibadah, kalau diakhir hayatku Allah justru menghendaki suúl khotimah, bagaimana? Berarti pemabuk itu belum tentu lebih jelek dariku," ujarnya bimbang.


Santri itu pun kemudian kembali melanjutkan perjalanannya mencari orang atau makhluk yang lebih buruk darinya.


Di tengah perjalanan, dia menemukan seekor anjing yang menjijikkan. Karena selain bulunya kusut dan bau, anjing tersebut juga menderita kudisan.


"Akhirnya ketemu juga makhluk yang lebih jelek dari aku. Anjing ini tidak hanya haram, tapi juga kudisan dan menjijikkan" teriak Santri dengan girang.


Dengan menggunakan karung beras, si Santri kemudian membungkus anjing tersebut untuk dibawa ke Pesantren.


Namun ditengah jalan, tiba-tiba dia kembali berpikir,


"Anjing ini memang buruk rupa dan kudisan. Namun benarkah dia lebih buruk dari aku? Oh tidak, kalau anjing ini meninggal, maka dia tidak akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dilakukannya di dunia. Sedangkan aku harus mempertanggungjawabkan


semua perbuatan selama di dunia dan bisa jadi aku akan masuk ke neraka."


Akhirnya si santri menyadari bahwa dirinya belum tentu lebih baik dari anjing tersebut.

__ADS_1


Hari semakin sore. Si Santri masih mencoba kembali mencari orang atau makluk yang lebih jelek darinya. Namun hingga malam tiba, dia tak juga menemukannya.. Lama sekali dia berpikir, hingga akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke pesantren dan menemui sang Kyai.


"Bagaimana anakku, apakah kamu sudah menemukannya?" tanya sang Kyai.


"Sudah, Kyai," jawabnya seraya tertunduk. "Ternyata diantara orang atau makluk yang menurut saya sangat buruk, saya tetap paling buruk dari mereka," ujarnya perlahan.


Mendengar jawaban sang murid, Kyai tersenyum lega, "Alhamdulillah.. kamu dinyatakan lulus dari pondok pesantren ini, anakku," ujar Kyai terharu


Kemudian Kyai berkata,


"Selama kita hidup di dunia, jangan pernah bersikap sombong dan merasa lebih baik atau mulia dari orang ataupun makhluk lain. Kita tidak pernah tahu,bagaimana akhir hidup yang akan kita jalani. Bisa jadi sekarang kita baik dan mulia, tapi diakhir hayat justru menjadi makhluk yang seburuk-buruknya. Bisa


jadi pula sekarang kita beriman, tapi di akhir hayat, setan berhasil memalingkanwajah kita hingga melupakanNya,"


Rasulullah SAW bersabda,


"Tidak akan masuk ke dalam surga orang yang dihatinya ada kesombongan


meskipun sebesar biji sawi. (HR. Muslim nomor 91).


Ilmi mengangguk "Aku faham dari cerita ini,poko Pentingnya adalah bahwa kita sebagai manusia tidak boleh sombong atas terhadap apa yg kita punya dan kita sebagai manusia tidak boleh berbangga diri ayas apa yg kita miliki...begitukan sayang?"


"MasyaAllah klo gitu aku mau keruang tengah,mau liat televisi,aku udah lama ga pernah liat begituan"ucap umar


"Yaudah gkpp,aku mau pesen makan aja deh hari ini,aku laper yang"ucap ilmi.


"Kenapa kmu laper terus,bingung aku,badan aja kecil tapi makannya banyak"ucap umar


"Ya bodo"ucap ilmi dan pergi


••••••••••••••


Malam berlalu ilmi dan umar sedang tidak dirumah kali ini,ia sedang berada ditempat makan,ilmi ingin makan diluar dan mengabiskan waktu sebelum ia pulang,karna besok juga adalah hari jum'at.

__ADS_1


Ilmi sedang makan malam dilantai tiga,jadi ia pun bisa melihat pemandangan puncak yg indah saat dimalam hari,banyak lampu digedung yg hidup sangat indah bila dilihat diari atas...


Namun saat sedang asyik asyiknya ilmi makan tiba tib handphone ilmi berdering,ilmi pun menghentikan makannya dan mengambil handphone nya .


"Hallo Assalamualaikum,th husna "ucap ilmi


"Iya Waalaikumsalam il,ini tth nelpn kmu gangu ga ya?"


"Engga ko th santai aja"


"Hehe sebernnya cumn iseng aja si terus hal ga penting juga si tth cumn mau bilang jangan lupa makan,jaga kesehatan kmu,cepet cepet pulang ya,Soalnya pas kmu ga ada tu serasa sepi rumah,mas kasmin juga kangen masakan kmu il hihi"ucap th husn


"Iya th,ini juga lagi makan sama mas umar,makasih loh th udah ngingetin,Alahmdulilah berarti mas kasmin udah kecantol sm masakan aku hihi"ucap ilmi diakhiri dengan gurauan


"eh iy kemarin ibu juga pulang,katanya kasihan sama ima karna sendiri,jadi rumah juga sepi deh ga ada kmu"ucap th husna


"Th husna tenang aja,aku sama mas umar ga akan lama lama ko disininya aku bakal pulang paling besok pagi aku pulang,nanti aku brngkt subuh subuh "


"Eh jangan secepat itu juga kali il,takutnya kmu kepaksa, th husna ga maksa kmu buat pulang,klo kalian emng masi pengen disana ya gkpp"


"Eh engga ko th tenang aja,emng aku pengen pulang,lagian kab besok haru jum'at ya pengen cepet cepet pulang aja"


"Owh gitu,yaudahgkpp...owh ya il klo semisalkan kmu pulang besok,th husna ada sedikit minta bantuan kmu boleh ga?"


"Ya boleh atu th,emng ada apa"


"Gini besokkan th husna ada panggilan kekota bumi sama th sarah,th rara, jeung th fitri,besok tth th ada panggilan buat ceramah besok siang terus ngundang tiga orang, berubung kmu pulang kesempatan bagus juga buat tth,jadi klo kmu disuruh kepengajian ibu ibu diMajlis anur,kmu bisa? soalnya dipengajin arahman juga memang ada setiao hari jum'at tapi itu udh ditangin sama ustazah lainnya,kamu keberatan il?"ucap th husna


"MasyaAllah aku diundang jadi penceramah gitu th?aku malu,aku juga ga sepinter th husna"


"Ya allah ni anak,jangan gitu,kmu itu pinter il,udh pokonya kmu harus mau,tth percaya lo sama kmu il dah Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"ucapan itu pun berakhir saat th husna mematikan teleponnya dengan sebelah pihak

__ADS_1


Aku mengambil cerita ini dari sebuah grup HIJRAH disitu kita banyak


__ADS_2