Love Brings Heaven

Love Brings Heaven
"Musibah"


__ADS_3

Cuaca sedikit mendung saat itu,padahal ini masih dipagi hari,Th husna sedang memasak dipondok pesantren mas kasmin pun ikut mengajar dipondok sedangkan umar baru saja pulang dari pondok,iya pulang lebih dulu dari mas kasmin,karna kasihan ilmi ditinggal sendiri dirumah,tapi tidak juga si karna disana juga ada sibibi


Umar sampai dirumahnya saat masuk kedalam rumah,Umar sudah disambut oleh ilmi, Seraya ilmi mencium singkat tangan suaminya


"Udah pulang mas?tumben cepat?"


"Iya yang,aku kasihan liat kamu cmn sendiri dirumah maka dari itu aku buru buru pulang,owh ya tumben kamu rapih banget mau kemana?"


"Aku mau kesupermarket,tadinya mau minta antar david kalo kmu belum dateng,tapi berhubung kamu udah dateng,anter aku ya kesupermarket,banyak banget kebutuhan yg harus aku beli,dari sabun,sampo,handuk baru,tisu juga udh habis,pewangi ruangan,sayur sayuran,buah buahan dan aku juga mau beli beberapa baju buat kamu"ucap ilmi


"Iya atur aja sama kamu yang,uang buat kebutuhan kamu dan uang belanja udah aku transfer ya kemarin,tapi aku sempet lupa buat ngasih tau kamu"ucap umar


"Iya sayang,makasih"ucap ilmi sambil mencium pipi umar beberapa kali


"Bi "Ilmi memanggil kepad pembantunya


"Iya neng"


"Saya sama mas umar mau keluar sebentar, saya mau beli kebutuhan rumah bibi mau nitip sesuatu tidak?biar nanti saya belikan"


"Engga neng,bibi ga mau beli apa²,kalo gitu neng hati hati ya dijalan"ucap bibi


"Iya bi,saya pamit,Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Supermarket


Ilmi turun ditempat parkiran,umar menggandeng tangannya saat hendak masuk kedalam supermarketnya,Dia mengikuti kearah mana ilmi memintanya.


Ia mengambil beberapa Sabun cair kemasan,beberapa sampo dave dan mengambil satu botol pewangi lantai,pewangi ruangan dan berbagai macam sabun sabunan.


"Aku mau beli handuk mas,kita pergi kesana ya"ucap ilmi sambil menunjuk kearah ruangan lain

__ADS_1


"Iya ayok"


Ilmi juga mengambil dua handuk baru berwarna hijau botol dan warna coklat tua dengan merek guci.


"aku mau ngambil sayur sayuran yang,kamu suka sayur apa?"


"Seterah kamu yang,tapi jangan lupa beliin aku kentang ya,aku pengen makan kentang balado campur ati buatan kmu"ucap umar


"Iya iya"ucap ilmi


Skip....


Ilmi menggunakan baju gamis berwarna Coklat muda dipadukan dengan jilbab berwarna hijau army.


Ilmi diantar menggunakan mobil oleh umar,Umar akan menunggu ilmi hingga acara ceramahnya selesai.


Tema hari ini ilmi ingin menjelaskan tentang musibah.


وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا


“Ya Allah janganlah Engkau jadikan musibah kami pada agama kami”


Musibah pada agama adalah semua perkara yg mengurangi agama kita, seperti malas beribadah, malas pengajian, malas sholat malam, malas bersedekah dll bu.


Seringkali kita benar-benar merasa terkena musibah jika musibah tersebut berkaitan dengan dunia kita bu, seperti berkurangnya harta, jiwa, atau ditimpa penyakit. Akan tetapi tatkala kita menjadi malas dalam beribadah malah kita anggap hal yg biasa. Padahal itu adalah musibah… bahkankah musibah agama lebih parah daripada musibah dunia bu.. nauzubilah ya bu...


Cara kita dalan menghadapi musibah itu dijelaskan oleh Para ulama ia menyebutkan,..bahwa seseorang dalam menghadapi musibah ada empat keadaan.


Keadaan pertama adalah murka (marah) yaitu seseorang menampakkan rasa marah baik pada lisan, hati atau anggota badannya. Seseorang yang murka pada Allah dalam hatinya yaitu dia merasa benci (murka) pada Allah dan dia merasa bahwa Allah telah menzaliminya dengan ditimpakan suatu musibah.Kita berlindung pada Allah dari perbuatan semacam ini ya bu.


Adapun seseorang merasa murka lisannya seperti dia mencaci maki waktu (masa) sehingga menyakiti Allah.


Dalam shohih Muslim, dibawakan Bab dengan judul ’larangan mencela waktu (ad-dahr)’. Di antaranya terdapat hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

__ADS_1


...قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يُؤْذِينِى ابْنُ آدَمَ يَسُبُّ الدَّهْرَ وَأَنَا الدَّهْرُ أُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ...


”Allah ’Azza wa Jalla berfirman,’Aku disakiti oleh anak Adam. Dia mencela waktu, padahal Aku adalah (pengatur) waktu, Akulah yang membolak-balikkan malam dan siang.” (HR. Muslim no. 6000)


Sedangkan murka dengan anggota badannya adalah seperti seseorang menampar-nampar pipinya, memukul-mukul kepalanya sampai merobek-robek bajunya atau semacam itu ya bu,nauzulibah ya bu.


Orang-orang yang murka semacam ini tidak akan mendapatkan ganjaran dari musibah yang menimpanya, tidak terselamatkan dari musibah bahkan akan mendapatkan dosa. Orang semacam ini menjadi tertimpa dua musibah (kerugian) di dunia yaitu dengan kemurkaannya dan musibah yang menyakiti dia sendiri. Dalam hadits disebutkan mengenai orang yang melakukan kelakukan tidak sabar dengan merusak diri, yaitu hadits dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


...لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّة...


“Tidak termasuk golongan kami siapa saja yang menampar pipi (wajah), merobek saku, dan melakukan amalan Jahiliyah.” (HR. Bukhari no. 1294 dan Muslim no. 103).


Perbuatan tersebut termasuk niyahah dan ancamannya berat. Niyahah termasuk larangan bahkan dosa besar karena diancam dengan hukuman (siksaan) di akhirat kelak. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Malik Al Asy’ari radhiyallahu ’anhu bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,


...« أَرْبَعٌ فِى أُمَّتِى مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ لاَ يَتْرُكُونَهُنَّ الْفَخْرُ فِى الأَحْسَابِ وَالطَّعْنُ فِى الأَنْسَابِ وَالاِسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ وَالنِّيَاحَةُ ». وَقَالَ النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ...


“Empat hal yang terdapat pada umatku yang termasuk perbuatan jahiliyah yang susah untuk ditinggalkan: (1) membangga-banggakan kebesaran leluhur, (2) mencela keturunan, (3) mengaitkan turunnya hujan kepada bintang tertentu, dan (4) meratapi mayit (niyahah)”. Lalu beliau bersabda, “Orang yang melakukan niyahah bila mati sebelum ia bertaubat, maka ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dan ia dikenakan pakaian yang berlumuran dengan cairan tembaga, serta mantel yang bercampur dengan penyakit gatal” (HR. Muslim no. 934).


Nauzubilah ya bu,semoga kita dijauhkan dari segala penyakit hati seperti ini ya bu,dan Keadaan yang kedua adalah sabar dengan menahan diri terhadap musibah yang dihadapi


Keadaan ketiga adalah ridha terhadap musibah yg menimpa kita bu


Keadaan keempat adalah bersyukur kepada Allah atas musibah yang menimpa. Keadaan seperi inilah yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam.


Dari Aisyah radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat (mendapatkan) sesuatu yang dia sukai, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan,


...الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ...


‘[Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihat] Segala puji hanya milik Allahyang dengan segala nikmatnya segala kebaikan menjadi sempurna.’ Dan ketika beliau mendapatkan sesuatu yang tidak disukai, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan,


...الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ...


‘[Alhamdulillah ala kulli hal] Segala puji hanya milik Allah atas setiap keadaan’.” (HR. Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)

__ADS_1


__ADS_2