
Malam sudah berganti menjadi pagi kembali,embun dan sinar matari menemani pagi hari yang asri,seperti hari biasanya ilmi dan yang lain akan tetap beraktivitas,Umar tetap akan pergi mengajar bersama mas kasmin sedangkan Ilmi dan th husna akan dirumah membereskan seisi rumah yang kotor.
Ilmi sedang memasak untuk sarapan nanti,Ia memasak stik kentang,spageti dan juga air lemon seperti biasanya.
Kebetulan th husna lewat dan mendapati ilmi yang sedang memasak didapur "Il..."
"Iya th husna"ucap ilmi sambil tersenyum
"Kamu masak?"
"Iya th"
"Kmu udah lebih baikan sekarang??"
"Hum..ya gitulah"ucap ilmi
"Th husna tumben gk ngajar?"ucap ilmi
"Iya,aku kasihan sama kamu,takutnya kamu masih sedih sampe gk keburu buat beresin rumahnya hehe"
"Aku gak perlu dikasihanin th,tapi aku bersyukur karna ternyata th husna masih bisa ngertiin posisi aku"ucap ilmi
Husna meraih tangan ilmi dan menatap kedua matanya "Il jangan bilang begitu,th husna faham banget gimn rasa sakit nya kmu,tapi ya gimn"
"Iya th aku faham,aku juga bakal ikhlas kalo memang jalan nya irma harus menikah dengan mas umar,mungkin emang ini jalan nya,mungkin aja dengan kejadian ini bisa mempermudah aku bisa masuk janah nya Allah,santai aja th"ucap ilmu sambil melepas tangan husna dari tangan nya
"Klo semisnya ibu kmu gk setuju??"
__ADS_1
"Ibu bakal setuju kalo aku yang mau"ucap ilmi dan langsung pergi meninggalkan th husna
Husna terdiam,ia sangat kasihan pada ilmi yg harus merasakan penderitaan ini,ia pun memutuskan untuk segera bicara pada irma dan menjelaskan pilihan lain kepadanya agar salah satu dari masalah itu tidak ada yg memberatkan disalah satu orang dirumah ini.
Saat sedang terburu buru berjalan,Irma dan th husna bertabrakan dari arah yg berbeda
"Ma-maaf th,aku gk sengaja"ucap irma
"Iya engga apa,saya juga yg salah ko,barusan saya mau ketemu kmu tapi udh ketemu disini"
"Oh begitu,saya juga ingin bertemu dengan th husna,ada hal yg ingin saya bicarakan"
"hal apa itu?"
"Sesuatu yg sangat penting"
"Ysdh kita duduk dulu"ucap husna sambil menyuruh irma untuk duduk disopa itu
Irma meremas jari jari tangan nya"Eh-jadi begini th husna,sebelumnya aku sangat berterimakasih pada th husna dan keluarga yang lainnya,karna sudah mau menumpangkan saya dirumah ini dan sudah ditawarkan juga untuk masuk pesantren keluarga anda dengan jaminan tanpa bayar sepeser pun,namun saya menolak dengan alasan Saya tidak mau merepotkan anda dan ingin tetap tinggal dengan mas umar karna ingin mengenal lingkungan disekitar rumah anda,mungkin jawaban saya pada waktu itu tidak sesuai ekfetasi kalian mungkin anda semua juga sempat jengkel pada saya,namun kejengkelan kalian tidak bisa diekspresikan karna takut menyinggung perasaan saya karna pasti th husna dan yg lain berpikir memang ini kan kesalahan kalian jadi bisa apa,Mungkin memang ini sudah takdir saya yg memang sudah harus kehilangan ayah saya walaupun saya sedikit tidak rela tapi ya mau bagaimana,saya tau mungkin nyawa itu memang engga akan pernah bisa ditukarkan dengan uang tapi dari kebaikan anda saya bisa tau,dan saya juga minta maaf karna permintaan terakhir ayah saya sudah membuat seisi rumah ini menjadi rusuh,anggap saja permintaan ayah saya waktu itu hanya omong kosong biasa,karna ketidak mungkinan Kak umar juga mau menikah kan saya,karna disatu sisi lain juga dia tidak ingin menyakiti hati istrinya dan memang kak ilmi itu adalah sosok wanita cantik,baik,dan solehah jdi wajar saja bila kak umar tidak ingin menikah lagi"ucap irma penuh dengan deraian air mata
Hati husna pun tersentuh mendengar ucapan irma"Kmu serius ir?maafin kesalahan kami ya, th husna sangat mewakili kesalahan keluarga ini,Hati kmu baik bgt,cara Pemikiran kmu sangat bijak,walaupun kmu yg merasa dirugikan tapi kamu tetap mau memaafkan kesalahan kami"ucap husna
"Iya th,ini kan bukan kejadian disengaja melainkan sebuah ketidak sengajaan,setelah ini aku bakal pindah dari sini,karna dari satu malam ini aku sudah dapat pelajaran yg aku petik bahwa keluarga itu penting,dan suasana keluarga itu adalah hangat dgn berbagai moment nya namun kehangatan itu akan hilang bila salah satu dari anggota keluarga itu ada yg berselingkuh atau memiliki istri lain,Kesalahan nya itu dari wanita lain,karna aku juga sama sama perempuan faham sekali bagaimana perasaan kak ilmi dan annisa,pasti dia bakal sedih bgt"
Husna langsung memeluknya,husna berbisik"Terus kalo kmu keluar dari rumah ini kmu bakal pindah kemana??"ucap husna sambil melepas pelukan itu
"Kalo masih diizinkan aku ingin tinggal dipesantren th,menimbah ilmu agar lebih banyak pengetahuan yg aku petik dari sana"ucap irma
__ADS_1
Husna menganggung "Boleh bgt ir,kmu boleh tinggal disana kapan pun kmu mau,kalo kmu mau kuliah pun kmu bisa kuliah,masalah biyaya biar keluarga kita yg tanggung dan masalah syukuran ayah kmu bakal diadakan dipesantren malam ini"
"Engga ush th husna,aku gk usah kuliah,aku diinepin disana aja aku udh seneng bgt,dan makasih juga udah mau direpotkan oleh aku dan ayah"
"Iya ir"ucap husna
Setelah itu,saat jam 12 siang,umar dan kasmin baru pulang dari pesantren,dalam perjalanan juga umar dan kasmin saling mengobrol mengenai masalah Irma,jalan mana yg hendak diambil oleh umar.
"Mas kasmin tau sendiri kan klo irma itu gk mau tinggal dipesantren,dia ingin ikut dengan aku dan ilmi,aku harus gimn,orang pilihannya aja cuman satu yaitu menikah dengan irma,kalo boleh jujur,aku sebenernya gk mau nikah lagi,kasihan ilmi"ucap umar merenung
"Yaa,mas juga bingung,tapi ada satu cara lain gimn klo kmu carikan pria saja untuk irma atau kerabat kita yg belum menikah,contohnya...ahmad,kebetulan dia juga sedang mencari istri pengganti almarhum nya kan"ide kasmin
"Yakin irma mau??"
"Belum dicoba mana tau mar,berfikir positif aja"
"Iya deh,biar aku tanyakan juga pada ahmad"
Dirumah 12.00
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"ucap dari dalam,Husna membuka kan pintu masuk
"Yang lain pada kmn th??"ucap umar
"Ilmi masi dikamar,kalo irma lagi didapur bantu aku naroin piring,klo annisa dan ali bilang nya tadi si mau nginap dipesantren,jadi lagi ngebersin beberapa baju deh dia"
__ADS_1
"emang nya ilmi dari pagi engga keluar?"ucap umar
"Keluar,orang masakan ini juga ilmi yg buat,aku sm irma cmn bantu nata aja dimeja makan"ucap husna