
"Ya Allah, sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. ... Ya Allah, tundukkanlah... (Umar) padaku, sebagaimana Engkau telah menundukkan Fir'aun pada Musa AS. Dan luluhkan hatinya untukku, sebagaimana Engkau telah meluluhkan besi untuk Daud AD "
••••••••
ilmi langsung mengejar umar kedalam mobil agar ia tak ditinggal umar,saat masuk mobil umar langsung menjalan kan mobilnya saat ilmi sudah duduk dikursinya.
ilmi bersiul kepada umar,namun umar tak menanggapinya ia malah pokus kedepan tanpa menjawab atau pun melirik kepada ilmi.
ilmi terus mengkode pada umar namun usaha ilmi hanya sia sia umar sama sekali tak menanggapiny ataupun meliriknya hingga akhirnya ilmi pun mengalah untuk menurunkan gengsi nya untuk menanya lebih dulu kepada umar yang sedang ngambek.
tanpa aba aba ilmi langsung memeluk tangan sebelah kiri umar,sambil merebahkan kepalanya dipundak umar seketika umar langsung menarik tangan nya dengan sedikit memaksa karna pegangan tangan ilmi sangat kuat.
namun setelah terlepas ilmi menarik kembali tangan umar agar tak bisa lepas darinya dan adegan itu terus saja.
umar menepikan mobilnya...
"il aku lagi nyetir nanti klo kmu ganggu aku terus yang ada kita bisa celaka "ucap umar berkata lembut pada ilmi
"ga mau,aku mau begini terus kalo kamu masih marah sama aku"ucap ilmi bermanja
"apaan sih aku ga marah il ,kamu mau cepet cepet pulang kan? jadi klo gitu jangan ganggu aku "ucp umar
"ko Kakak ngomong ny Gitu sih,itukn tadi klo skrng mah ya beda..aku ga jadi pulang deh,aku mau keliling keliling sini aja sekalian cobain kafe kafe yg katanya enak² disini ,janji semalem kan blum diturutin dan permintaan kak umar juga blm aku sempat turutin,jadi happy fun " ucap ilmi
umar tak menjawab perkataan ilmi ia mengangkat kedua alis nya keatas sambil melmparkan senyuman kepada ilmi ia pun langsung menjalankan kendaraan nya kembali
ilmi bergumam
"ya allah untung sabar banget kak umar nya,terimakasih ya allah engkau telah menitipkan laki laki sebaik ini untuk ku " ucap ilmi sambil tersenyum kecil
"ya allah kadang kadang suka hilaf begini dah" gumam ny kembali dlm hati sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.
umar melirik kepada ilmi
"ya allah suka gemes sama nih orang,mau ngambek beneran ga tega ,mau nyuekin dia juga ga rela ,ckkk pujaan hati " ucap umar dalam hati
Ilmi melirik kepada umar saat umar jyga sedang melirik kepadanya.
"ciee lirik lirik,kangen godain aku ya"ucap ilmi
"siapa ?g'er bet kamu "ucap umar sambil memalingkan lirikan nya kesetirnya .
__ADS_1
"cie ketauan,eh iya kak,aku boleh cium pipi kamu ga"ucap ilmi menggoda umar
"apaan,aku udah ga tergoda sama kmu lagi "ucap umar sambil tersenyum
"ko kak umar ngomong nya gitu sih?padahal aku kan ingin jadi istri sholehah seperti ibuku,sepertinya kata maaf untuk ku sudah tertutup ya"ucap ilmi sambil memalingkan wajahnya kejendela mobil
"ko kamu ngomong nya gitu sih?emng kmu mau cium aku?"ucap umar
"hm..ga jadi deh,aku mau cari suami baru aja ,yang ini mudah baperan "ucap ilmi mengada ngada
umar langsung menghentikan mobilny secara tiba tiba (mendadak) ,dan langsung memalingkn wajahnya keperempuan yang berada disebelahnya dan langsung mendekatkan wajahny dan mencium pipi kanan ilmi dengan tiba tiba ,seketika ilmi menegang dan tak bisa berkata apa apa iya sampai membuka bola matanya dengan sempurna.
"kakkk"ucap ilmi berbicara pelan dan seketika ilmi lngsung menjewer kuping umar sambil ikut memarahinya
"Ih kak umar,modus banget sih ih..ihh..ihh"ucap ilmi sambil memukul mukul pelan pundak umar
"aduh aduh,il kenapa?"
"kenapa kak umar langsung cium cium aku aja,udah ga izin ,ngerem mendadak dan sekarang langsung cium cium aku,ih ngeselin "
"bukan ny kamu yang tadi bilng mau cium aku,ya gapapa dong klo aku yang cium kmu duluan"
"itukan cmn boongan biar kak umar ga marah lagi,eh malah tau nya dianggap beneran"ucap ilmi
"ko kak ngomong nya gitu sih,ya udah aku minta maaf deh...kira kira maaf ku diterim ga? "ucap ilmi sambil meraih tangan kiri umar
"udah ku maaf kan"ucap umar cuek
"kakkk,maaf "ucap ilmi sedikit berteriak sambil menunjukan wajah sedih nya
"caelahhh,jangan begitu deh,nnti kamu nya makin cantik "ucap umar
"aaahhhh bisa aja kang somai"
"laemang ada kang somai seganteng ku?"
"banyak atu kang,gantengan tukang somai diluaran sana dari pada kamu "
"alah ga bisa jauh jauh dariku juga,love your lies " ucap umar sambil mengusap jibab ilmi pelan
"kita mulai yah dari awal,aku pengen hubungan kit Lebih baik dari sekarang,aku juga mau minta maaf sama kamu,kalo pertama awal aku udah sering berkata kasar sama kamu"ucap ilmi
__ADS_1
"tumben ngomong gitu,lagi kesambet yah ?"ucap umar
"Ih ini aku serius,bercanda mulu kamu mah"
"yaudah,kalo kamu mau jadi istru sholehah cium aku dulu,tanda sayang kan ?"ucap umar
"Modus ga ga"
"katnya mau berubah,kalo nolak permintaan suami juga dosa loh "ucap umar
"ngancem mulu,dimana? "ucap ilmi
"dipipi boleh,dibibir juga boleh "
ilmi langsung mencium pipi kiri umar dengan secepat kilat,ia benar benar grogi saat ini.
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassallam tentang sangat agungnya kedudukan suami dihadapan istrinya. Bahwa suami adalah Surga atau neraka istrinya. Artinya bila seorang istri berbakti kepada suaminya maka Surga Allah akan selalu menantinya
••••••
ilmi dan umar terus melanjutkan perjalanan nya kedaerah kota tanggerang ,ia sedang menepi ditempat toko pakaian pria dan wanita.
ilmi memilih beberapa baju muslimah untuk dipakai saat pulang kembali kekediaman kak umar ,ilmi juga tertarik dengan baju baju pria yang cukup ilmi itu sangat menarik.
ilmi pun melihat lihat baju baju pria yang menurutnya bagus dan cantik saat dikenakan umar.
"kakk,yang ini bagus deh kayanya cocok banget sama kmu "ucap ilmi .
"masa sih ,coba aku liat"ucap umar sambil mengambil baju yang dipilihkan ilmi
"iya deh bagus banget ya,aku mau deh beli satu ,sama baju kamu yang tiga itu tolong dibawa ke kasir nya ya"ucap ilmi
"nnti yang bayar kamu kan?"
"iya sayanggg "ucap umar
skipp
setelah mereka berbelanja mereka langsung pergi ketempat kafe kafe yang makanan nya sangat enak,tapi tempatnya berada agak jauh dari situ.
__ADS_1
mereka langsung duduk dibagian dalam kafe ,dan juga banyak para pengunjung yang ikut berdatangan hampir hampir kafe ini sangat ramai hingga kursi yang disediakan pun sudah habis ditempati para pengunjung.