Love Brings Heaven

Love Brings Heaven
SAKIT


__ADS_3

Malam hari


Suasana dirumah itu sangat berbeda dari biasanya,saat ini irma akan tinggal dirumah ilmi dan ia akan dibantu oleh th husna,Sebenarnya umar sudah memutuskan untuk menyuruhnya tinggal dipesantren,dan semua keperluan,dan berbagai kebutuhan irma akan ditanggung oleh umar,namun irma menolaj dengan alasan "Aku ingin tinggal bersama kak umar dirumah ini,karna aku belum terbiasa dengan lingkungan disini" Ucap nya yang sejenak membuat umar jengkel namun umar bisa apa


Husna sedang menyiapkan makan malam,setelah sholat isya mereka berkumpul dimeja makan,namun tinggal ilmi yg belum keluar dari kamarnya dari tadi siang,Umar pun tidak diizinkan untuk masuk oleh ilmi,jadi dengan terpaksa ia mandi diwc dapur dibuka untuk umum yang berkunjung kesitu.


"Ibu belum keluar?"ucap annisa


"Belum sayang,biar ayah yang panggil ibu dulu ya"ucap umar dan pergi


Irma yg melihat kedeketan dan kesayangan umar pada istri dan anaknya pun menjadi minder dan berucap "Kak umar sangat sayang sekali ya pada istri dan anaknya"ucap irma yg membuat semua orang melirik tajam kearahnya


"Jelas bgt umar sangat sayang sekali pada ilmi dan annisa,jadi jangan ada orang yang berfikir akan menghancurkan rumah tangga mereka,eh maaf ir,ysd kita makan duluan deh"ucap husna sambil menyindir halus irma


"Aku gak bermaksud untuk menghancurkan rumah tangga mereka th,aku disini juga karna kemauan th husna dan mas umar,karna kan memang ini kesalahan anda,bila anda tidak menabrak ayah saya orang yg paling saya sayangi saya juga tidak akan tinggal disini apalgi mengenal anda"ucap irma


"Iya saya tau,sekarang kmu makan dulu deh"


"Owh iya,mba irma ini siapa?mba irma tinggal disini??"ucap annisa


"I-iya sayang,mba irma bakal tinggal disini,kamar mba irma ada disebelah kamar tidur kamu"ucap irma


"Hah?mba tmn ibu?aku baru tau kalo ibu punya tmn mba irma?dimn ketemunya??"ucap annisa yg terus bertanya


"Hum"Irma hanya berdehem,karna bingung mau jawab apa pada annisa


"Udh iya sayang,kita makan dulu"ucap mas kasmin


Disebelah


Umar sedang berada diluar kamarnya,ia mulai mengetuk pintu kamarnya,namun tidak ada jawaban dari dalam apalagi pintu nya tak sedikit pun terbuka,namun umar masih setia untuk terus membujuk sang istri agar mau makan bersama,karna sepertinya ilmi memang belum makan dari pagi.


"Sayang,kita makan dulu yah,klo kmu mah marah boleh boleh aja asalkan kalo soal makan kmu harus tetep makan,jangan gk makan cmn gara gara masalah ini"ucap umar

__ADS_1


"Sayang,keluar dulu"ucap umar


Setelah cukup lama memanggil sang istri,pintu baik ucapan umar itu tetap tidak ada Respon nya dari ilmi,akhirnya umar pasrah dan kembali kemeja makan untuk makan.


"Alhamdulilah"ucap annisa


"Ibu dimn yah?"ucap annisa


"Hum...ibu...ibu lagi kurang enak badan jadi gk bisa ikut makan bareng,nanti biar kmu anterin makanan nya keibu ya"ucap umar


"Lagi gk enak badan juga emang karna ayah kali,perasaan tadi ibu baik baik aja ko"ucap annisa dan langsung bangun dari kursi dan mengumpulkan piring kotor bekas mereka.


Umar hanya menghembuskan nafas pasrah,tanpa banyak bicara karna bila ia banyak bicara pasti akan lebih banyak juga menyakitu hati orang lain,walaupun menurutnya ini tidak adil baginya,namun ia juga faham betul bagaimana perasaan ilmi dan anak nya saat ia tau bahwa ia akan menikah lagi.


Setelah beres annisa mencuci semua piring kotornya,Ia segera menyiukan nasi kedalam piring dan ditaruh lauk pauknya diatas nasi dan ada buah apel yg sudah dikupas juga dipiring kecil sebagai makanan penutup dan kebetulan apel ini adalah buah favorit ibu dan segelas air putih


Ia mengetuk pintu kamar ibunya "Bu,ini annisa"


"Iya bu setelah ini annisa akan langsung tidur,owh ya bu,ini annisa bawa makan malam buat ibu,dibukain dulu dong bu pintunya"ucap annisa


Tak lama kemudian pintu terbuka,annisa pun segera masuk "Bu,ibu kenapa??"ucap annisa


"Engga apa apa"


"Annisa bawain ibu makan lengkap deh pokonya,ada nasi,daging,buah sama minum nya"ucap annisa


"Iya makasih"Ucap ilmi


"Ibu kenapa si?gara gara ayah ya??"


"Engga nis,ibu cmn lagi kesel aja,udah kmu tidur sana,udah malem"


"Mau tidur bareng ibu boleh??"

__ADS_1


"Jangan,kmu tidur dikamar kmu aja,nnti ada kak ali pulang,sudah sana"ucap ilmi


"Yasudah lah bu,annisa pergi dulu"


"Iya,langsung tidur,jangan bergadang"ucap ilmi


"Iya bu,dah ibu,selamat malam,assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Setelah annisa pergi,ilmi pun mengambil nampan yg berisi nasi dan lauk nya itu,ia pun memakan nya dgn tenang,sambil berfikir "kenapa bukan umar yg bawa nampan ini?knp harus annisa,ketauan bgt gk sayang nya"Gumam ilmi


Hari ini umar tidur Disopa,yg berada diluar kamarnya,jadi bila sesekali ilmi membuka pintu kamarnya,umar bisa langsung ikut masuk dan meminta waktu untuk menjelaskan nya.


Didalam rumah tangga itu kan akan ada yg namanya jatuh dan bangkit lagi,karna didalam kehidupan tidak semuanya berjalan dengan sempurna sesuai dengan ekfetasi manusia,semua tergantung dari Allah swt,keributan dalam rumah tangga bila bukan terjadi masalah keungan pasti karna masalah diluar semisalnya suami memiliki niat untuk menikah lagi,berselingkuh dan lain lain.


Apalagi berhadapan nya dengan wanita penyabar,bila dia sudah kecewa dia tidak akan kembali lagi.


-Berhati hatilah saat bersama orang yang penyabar,karna sekalinya dia kecewa dia tidak akan kembali lagi.


Diambil dari salah satu kisah sahabat nabi yaitu Umar bin khattab r.a


'Ketika Umar bin Khattab dimarahi oleh istrinya, ia hanya diam mendengarkan. Padahal pada saat itu, Umarlah satu-satunya manusia yang 'setanpun takut padanya.


Namun Umar hanya terdiam dan menyimak keluh kesah istrinya itu. Ketika ditanya alasannya, Umar menjawab;'Dia telah melahirkan anakku, menjaga dan mendidiknya. Maka amarahnya tak sebesar pengorbanan yang ia lakukan untuk keluarga ku.



“Bukanlah termasuk akhlak suami yang baik yaitu hanya menahan diri agar tidak menyakiti istri akan tetapi sabar terhadap “gangguan” dari istri. Lembut menghadapi kekurangan dan kemarahannya. Hal Ini adalah meneladani Rasulullah ﷺ “. (Mukhtashar Minhajul Qashidin 2/12)



*Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk, ia tidak bisa lurus untukmu di atas satu jalan. Bila engkau ingin bernikmat-nikmat dengannya maka engkau bisa bernikmat-nikmat dengannya namun padanya ada kebengkokan. Jika engkau memaksa untuk meluruskannya, engkau akan memecahkannya. Dan pecahnya adalah talaknya.”(HR. Muslim*)

__ADS_1


__ADS_2