
Assalamualaikum wr wb
...Para pembaca setia,tidak terasa ya,sekarang kita sudah memasuki bulan Ramadhan kembali bulan yg disebut dengan bulan seribu kebaikan,semoga kita semua diberikan ketaatan kepada Allah swt,yg akan selalu bersemangat dalam melaksanakan ibadah puasa nya,sholat wajib maupun yg sunah nya,dan semoga kita semua diberikan kesehatan selalu,umur yang panjang dan selalu diberikan rizki yang berkecukupan,amin amin ya rabbal alamin....
Saya juga disini ingin meminta maaf dengan sebesar besarnya,bila ada kesalahan atau pun sering membuat kesal karna novel ini yg tak kunjung up,semoga kesininya banyak yg tertarik untuk membaca novel saya ini,Saya ucapkan Minal aizin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin.
Umar bersama keluarganya sedang berada didalamnya mobil menuju kekediaman nya,dan ada wanita cantik bertubuh mungil duduk bersebelahan dengan th husna,ia terlihat sedang menangis karna matanya sedikit bengkak,dan hidungnya pun memerah,th husna dengan setia mengelus elus pundak nya agar ia tidak terus bersedih seperti ini.
*Dirumah*
Ilmi sedng memanaskan masakan nya tadi pagi untuk dimakan,agar saat dimakan rasanya masih enak dan panas,bila membuat menu lain,pasti itu sangat mubazin jadi ilmi pun memutuskan untuk memanaskan masakan tadi saja.
Tak lama kemudian,suara mobil mas kasmin berderum yg mulai memasuki perkarangan rumah umar,ilmi dan annisa pun segera berlarian untuk membuka kan pintu nya dan menyambut sang ayah.
*Tok tok tok*
"Biar ibu aja nis yang buka"ucap ilmi yang meraih kunci nya dan memutarnya kekanan
*ceklek*~
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"ucap ilmi sambil menyilimi mereka
Ilmi pun peka bahwa ada seseorang wanita yang ikut datang kerumahnya,ia mengerutkan kedua alisnya sambil bertanya kepada mereka wanita ini siapa?
"Dia siapa mas?"ucap ilmi
Umar meraih tangan ilmi"Biar aku jelasin ya il,sekarang kita masuk dulu"ucap umar
ilmi pun mengangguk,dan menyuruhnya untuk masuk,dan menyilahkn mereka untuk duduk.
"Annisa tolong sediakan minum iya"ucap ilmi
"Iya bu"ucap annisa
Umar meraih tangan ilmi "Sebelumnya aku minta maaf belum bisa cerita ini ditelpon,dan kejadian nya tuh Jadi begini yang,sebenarnya kemarin aku sempet nabrak orang,dia seorang bapak bapak yang sudah lanjut usia,aku sama sekali tidak berniat untuk menabrakny,yaa...tapi itu takdir Allah yang aku gk sengaja nabrak dia dan dia pun terluka parah,sampe harus masuk ruang IGD dan ia mengalami koma dan cendera yang tidak biasa"ucap umar sambil menggenggam tangan ilmi dengan erat
__ADS_1
"Hah,inalilahi setelah itu?"ucap ilmi agak kaget
"Biar th husna yg lanjutkan mar,jadi setelah itu il,kami harus bertanggung jawab atas kejadian kemarin,kami membawa ayah nya irma kerumah sakit,dan ia sedang koma dalam waktu yang cukup lama setelah bangun dari koma nya,ia meminta tebusan kepada kita...yaa bukan tebussan melainkan permintaan terakhir sang ayah,mungkin kamu juga kaget il,tapi itu kenyataannya,th husna dan yg lain sangat meminta maaf sekali pada kamu"ucap husna sambil menumpahkan air mata nya
"Tebusan apa??"ucap ilmi yang masih belum mengerti
"Ia meminta...agar irma bisa diurus dengan kami sayang,dan..."ucap umar terpotong saat annisa datang sambil membawa air untuk mereka
"Dan apa??"ucap ilmi
"Annisa pergi kekamaar dulu ya"ucap mang kasmin dan ia pun pergi
"Dan apa??"ucap ilmi mulai sewot
"Dan di-Dinikahkan"ucap umar pelan
Wajah ilmi langsung berubah,ia melepas tangan umar dari genggaman nya"Maksud kmu apa?memang nya Tidak ada permintaan lain selain menikah?kenapa harus menikah?memang nya ayah kmu tidak merasa tercukupi sampai sampai harus meminta kmu untuk menikah dengan suami SAYA HAH?"ucap ilmi dengan emosi sambil menunjuk kearah irma
Dan irma pun hanya bisa pasrah sambil menangis dengan tersedu sedu
"Sayang,aku minta maaf,kita bicarakan pelan pelan ya,jangan emosi"ucap umar sambil menahan ilmi untuk pergi
"Hah?pelan pelan?gimn mau pelan pelan mau sabar coba kalo cara permintaannya begini?kmu Tuh Nikah sama dia kmu pikir apaan coba bercanda?kmu tau kan aku gk mau dimadu sampai kapan pun itu iya kan?IYA KAN?JAWAB!?" ucap ilmi dengan emosi
"Iya il,aku tau,tapi ya gimn aku harus apa coba?aku harus apa"ucap umar sambil menangis
"Dimana ayah nya irma sekarang?aku mau ketemu?"ucap ilmi
"Il...ayah ny irma udah gk ada,kmu harus faham sama kondisi ini,mungkin memang tth pun akan melakukan hal sama kaya kmu skrng,marah,emosi tapi tth juga bingung mau gimn"ucap th husna
"Iya il,karna ia takut tidak bisa menjaga anak nya jadi dia pun memutuskan untuk meminta kepada umar untuk segera dinikahkan putrinya"ucap kasmin
Ilmi lemas,rasanya kakinya pun tidak bisa menopang dirinya untuk bangun,Saat mendengar bahwa ayah irma telah meninggal,ilmi harus apa??
__ADS_1
Umar memeluk ilmi dengan erat "Aku tau kmu kecewa yang,tapi aku harus apa?ini kesalahan aku,aku wajib untuk bertanggung jawab"
"Kenapa kmu pulang?kenapa kmu gk langsung nikah saja disana?kenapa kmu harus kasih kabar ini kepada aku dulu?setidaknya aku gak perlu tau akan kesedihan ini kan"ucap ilmi dengan datar sambil menangis
"Aku gak mau menikah tanpa sepengetahuan kmu,itu bakal sakit bgt kalo aku gk kasih tau kmu dulu"ucap umar
"Aku mau istirahat,tiba tiba pala aku sakit,aku mau istirahat"ucap ilmi sambil mencoba untuk bangun
Umar langsung berdiri untuk membantu ilmi,namun ilmi menolaknya "Aku bisa sendiri,kmu belum makan kan?aku sudah masak buat kamu,kalo kmu sudah makan disana,gk perlu dimakan masakan aku"ucap ilmi langsung pergi
Saat umar hendak mengejarnya,mas kasmin menahan nya sambil bicara"jangan dikejar mar,biar kan saja,mungkin ilmi lagi ingin sendiri,biarkan ia menenangkan pikirannya dulu"
*Dikamar*
Ilmi membanting pintunya,dan mengkuncinya dengan rapat,dan duduk dilantai sambil menangis dengan tersedu sedu
Annisa yg mendengar bantingan pintu pun segera datang menghampiri kamar ibunya,sambil mengetuk beberapa kali.
"Bu,ibu tidak papa kan didalam??ibu kenapa??"ucap annisa
Namun ilmi hanya mengabaikan nya,karna saat ini ia ingin sendiri,dan menenangkan nya agar lebih tenang lagi.
Annisa yang tak mendapatkan jawaban dari ibunya pun segera berlarian kearah ayahnya,untuk menanyakan perihal ini kepadanya mereka.
"Ayah ayah"ucap annisa
Umar segera menghapus air matanya dan menjawab panggilan anaknya "Kenapa sayang?ada apa??"
"Ayah nangis??ayah lagi ribut ya sm ibu?kenapa si ayah jahat bgt sm ibu?padahal tiap hari ibu kerja ngurus rumah,ngurus aku ngurus ayah,ibu pagi pagi masak,dan selalu ngeluangin waktunya cmn buat ngurus kita..tapi ko ayah masi sempet sempet nya bikin ibu nangis?ayah gk kasihan apa sama ibu?"ucap annisa
"Ayah minta maaf ya sayang,sudah bikin hati kmu hati ibu kecewa gara gara ayah"
"Ayah cmn bisa minta maaf??tapi ayah gk mau nunjukin klo ayah emg beneran sayang sm ibu,setia sm ibu,ibu marah,kecewa klo bukan kecapean pasti karna ayah melakukan kesalahn sampe ibu marah"ucap annisa
"Annisa sayang"ucap husna menyela
__ADS_1
"Wa husna,aku pengen marah sm ayah,pengen kasih tau kalo ibu itu wanita sempurna,hebat,dan kuat dan gk pantes disakitin"ucap annisa dan langsung pergi meninggalkan mereka