Love Brings Heaven

Love Brings Heaven
Dede al~~~~


__ADS_3

"Saya dipaksa oleh ibu tiri saya untuk berjualan,dan memutuskan untuk sekolah saya,saya juga sedih namun apalah daya saya"


"Ah kasihan"ucap umar,namun ditengah tengah Obrolan itu pesanan makanan mereka sudah siap disajikan,dan mereka pun memutuskan untuk memutuskan percakapan dan dilanjutkan dengan menyantap makanan terlebih dahulu.


Setelah makan


Anak itu sudah bersiap siap untuk segera pergi berjualan lagi.


"Nyonya,tuan saya sangat berterimakasih sekali pada anda,karna sudah membeli dagangan saya sekaligus memberi saya makan"


"Sama sama ahmad,owh ya,ini ada sedikit rezeki untuk kamu,kmu ambil ya"ucap umar sambil mengepalkan uang 200 rb


"Ah tidak usah tuan,tadi kan tuan sudah membayar uang tisyunya"


"Ini untuk kmu ahmad,karna tidak mungkin saya membeli semua tisyu kmu,karna saya tidak terlalu membutuhkan nya sekali,jadi anggap saja saya memberikan sedikit sedekah pada kmu"ucap umar


"Ini serius tuan,nyonya??"


'Iya ahmad,terima ya"ucap ilmi


"Kalau begitu saya terima uangnya,sekali lagi terimakasih tuan nyonya,karna sudah sangat merepotkan anda,padahal saya baru kenal anda namun anda sudah baik pada saya,semoga kebaikan anda dilipat gandakan oleh Tuhan Wazala,dan semoga apa yg anda inginkan semoga terlaksana,amin saya pergi dulu,Assalamualaikum"


"Amin,Waalaikumsalam"


Skip...


Rumah vina..


Karna ini sudah memasuki waktu azan ashar,umar memutuskan untuk segera melaksanakan sholat ashar,karna tak terasa juga perjalanan dari rumahnya hingga sampai ketempat restoran ini sudah sangat jauh,Dan tidak mungkin juga bila ilmi dan umar berjalan kaki lagi untuk balik kevilanya dan mereka pun menutuskan untuk melaksanakan sholat ashar dimasjid terdekat.


"Kita sholat dulu ya"ucap umar


Selesai sholat....



Ilmii dan umar memutuskan untuk naik taxi saja,karna perjalanan kerumah vina juga lumayan jauh dari vilanya.



Setelag sampau divila Umar dan ilmi memutuskan untuk mandi terlebih dahulu,Tak seperti biasanya umar lebih manja dan sangat agresif pada saat itu,ia menarik ilmi untuk ikut mandi bersama dengan nya.



Dan ilmi pun sama sekali tak menolak ajangan sang suami,karna ini juga adalah salah satu sunah yg sering Rasulullah kerjakan bersama siti aisyah.



**Skip**...



**Rumah vina**..



Ilmi dan umar berhenti tepat diperkarangan rumah vina,dan segera turun dari taxi dan mulai mendekat kearah pintu dan menekan tombol bel rumah vina.



*Ting....tongg*....



Pintu terbuka



"AHHH,Ilmiii"ucap vina setengah berteriak



"*Assalamualaikum* vin"

__ADS_1



"Eh iya Waalaikumsalam,masuk dulu yu il,kak umar"ucap vina



Saat masuk kedalam rumah,ilmi dan umar sudah disambut oleh ibu mertua vina dan suami vina,mereka sedang berkumpul diruang keluarga.



Ilmi dan umar pun menyalimi ibuu mertua vina


"Nak ilmi,nak umar ayo duduk dulu,jangan berdiri aja"ucap ibu



"Iya bu"ucap ilmi dan mereka pun langsung duduk dikursi yg kosong



"Nak ilmi sudah makan belum??ini sudah sore,tapi tadi kita sudah makan il ,tapi kalo nak ilmi dan umar mau makan bisa disiukan"ucap ibu



"Eh engga perlu bu,kita sudah makan"



Tiba tiba vina datang sambil menggendong bayi mungil ditangannya.



"Eh vin,ini aliandra??mau gendong"ucap ilmi yg tiba tiba jadi kekanak kanak kan



"Ini il,dia anak aku si Aliandra,Al aja deh biar keren"ucap vina sambil memberikan bayi mungil itu pada ilmi




"Iya dong il,siapa dulu bapaknya haha"ucap rahid



"Aelah, kakel ngeselin haha"ucap ilmi



"Mas tolong ambilin bungkusan itu dong"ucap ilmi pada umar,dan umar pun memberikan bungkusan itu pada ilmi



"Ini vin buat al"ucap ilmi sambil memberikan bingkisan itu



"Ini apaan il??aelah jadi ngerepotin"ucap ina



"Gkpp vin,kan jarang jarang juga kan ngasih hadian buat si al,owh ya aku izin ajak al kebalkon ya,pengen sekalian liat pemandangan dari atas"ucap ilmi



"Iya boleh,hati hati ya,Eh pengen ikut deh "ucap vina



"mas aku keatas dulu"ucap ilmi pada umar


__ADS_1


"Iya il"ucap umar



***Setelah kepergian ilmi***~~~



"Mar,ibu boleh tanya ga?"ucap ibu



Umar tersenyum "Silahkan bu,mau nanya apa??"



"Ilmi itu gimn si orangnya?ibu lihat liht sepertinya dia orang yg baik ya,dari setiap kata katanya juga sopn"



"Iya bu,Ilmi memang orang yg baik,saya juga bangga punya istri sebaik dan selembut ilmi,dia jug sangat perhatian orangnya"



"Kmu punya pesantren?ilmi sering ngajar ya disana??"



"Iya bu,almarhum abi saya mewariskan sebuah pondok pesantren,dan Alhamdulilahnya abi saya memberi kepercayaan pada saya dan kakak saya untuk mengurus pesantren tersebut,dan ilmi juga sering membantu mengajar juga disana"



"Ibu lihat lihat ilmi tidak seperti wanita lain nya ya,dia sepertinya tidak suka bersolek??benar kan nak umar??"



umar tersenyum geli "Iya Benar bu,ilmi memang jarang sekali berdandan bukan jarang jarang lagi si bu memang tidak pernah,tapi saya tidak pernah menuntun ilmi untuk terus berias saat bersama saya,saya malah lebih suka ilmi yg polos dan cantik yg alami"



"MasyaAllah,keluarga sempurna seperti hubungan kalian ini"



"Amin bu"



"Owh ya mar,saya mau nanya boleh?"ucap rahid



"Tanyakan saja hid?ada apa?"



"Sosok suami sholeh itu seperti apa si??dan suami yg baik untuk istrinya dalam membantu pekerjaan rumah tangga itu seperti apa??"



"Sosok suami sholeh itu adalah sosok suami yg sholeh dan juga sejati yaitu seperti suami yang memberikan pendidikan dan pengajaran agama Islam bagi istri dan anak anaknya Sebagai pemimpin rumah tangga yang menjaga keluarganya dari api neraka, mengajak pada ketaatan untuk mentauhidkan Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman yg artinya :


“*Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka ….” (QS. At-Tahrim : 6*)


*imam asy-Syaukani mengutip perkataan Ibnu Jarir: “Wajib atas kalian untuk mengajarkan anak-anak kita agama Islam, serta mengajarkan kebaikan dan adab-adab* Islam dan itu sedik penjelasan dari sesosok suamu shalih,sedngkan suami yg baik untuk istrinya dalam membantu pekerjaan rumah tangga itu seperti apa hukumnya Dan benar hid kalau Suami terbaik itu adalah suami yg membantu pekerjaan istrinya,seperti mencuci pakaian,ngepel dan pekerjaan yg begitu berat karna Hal ini juga pernah dikerjakan oleh rasulullah saw, dan ini yg menumbuhkan rasa Ketawadhu’an inilah yang nanti akan membuat Allah meninggikan derajat para suami. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,



وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ


“Tidaklah seseorang tawadhu’ (merendahkan hati) karena Allah melainkan Dia akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim, no. 2588) bgitu kurang lebih hid"ucap umar


__ADS_1


"MasyaAllah makasih atas penjelasannya ya mar"ucap rahid


__ADS_2