
Husna masih belum percaya akan kejadian ini,ia masih mematung sambil mengingat kejadian yg baru saja terjadi,ia menyesal karna sudah meninggalkan ilmi sendiri didalam mobil,yg ada dibenaknya saat inj "Andai saja tadi aku tak pergi meninggalkan ilmi sendiri didalam mobil mungkin kejadian ini tidak akan terjadi,Ya Allah ampuni kesalahan hamba ya rab,yg sudah ingkar atas janji hamba pada umar"
Bi inem dan david berlarian kearah husna ,bi inem pun memeluk husna singkat
"Th husna,kumaha sami keadaan th ilmi??Ya Allah gusti,bibi sampe kaget dengar berita ini"ucap bi inem
Husna menghapus air matanya "bi,husna mengalami kecelakan dengan kondisi patah tulang dibagain kaki kiri dan juga tangan kirinya,Dan kandungannya juga tidak bisa tertolong bi,...Hiksh...hiksh,...Bi...husna,husna merasa bersalah sekali pada ilmj, husna sudah merasa gagal menjadi Kakak ipar bagi ilmi dan umar,Hiks...hiks"tangis husna pun pecah dihadapan bi inem dan david
"Ya Allah,sini dulu atu neng,duduk dulu,minum dulu,maca istigffar heula,tenangin diri neng dulu atu,neng laper engga??makan dulu ya??"
"Engga bi,saya ga lapar"ucap husna lesu
"Gini neng,Ini semua th bukan salahnya eneng husna,tapi memang semuanya sudah takdir Allah,ini semua akan jadi pelajaran bagi th husna,dan keluarga,apalagi untuk neng ilmi,Dia sedang diuji bersama suaminya neng,pokonya neng husna jangan merasa bersalah begitu,Bibi khawatir sama neng husna dan neng ilmi,Sedih mah ya sedih aja,tapi jangan bikin badan sakit juga,neng ilmi baru saja tertimpa musibah,masa neng husna ga mau makan,yg ada nanti sakit dua duanya,Sekarang neng husna makan dulu ya "
Husna mengangguk "Iya bi,tapi aku mau lihat ilmi dulu,aku mau minta maaf sm dia"ucap husna
Sang suster pun datang menghampiri husna sambil mengelus pundak husna singkat "Kak,jangan terus bersedih,Untuk saat ini,pasien belum bisa dijenguk, dia harus dipindahkan dulu keruang inap,Saya juga bisa merasakan kesedihan kakak nya,Semoga sang pasien dan keluarga diberi kemudahan untuk bisa memiliki anak lagi,kalau begitu saya pergi dulu"ucap sang suster
"Terimakasih sus"ucap husna singkat
Tak lama kemudian pun ilmi dikeluarkan dari ruang IGD dan didorong dengan Brankar menuju tempat ruang inap yang berada dinomor 124.
Husna ,bi inem dan david pun segera menyusul keruangan baru.
Skip...
ilmi sudah berada diruang inap,ia masih tertidur lelap karna masih terpengaruh oleh obaf tidurnya,ia masih belum bersedih karna belum mengetahui kejadian ini,husna pun menarik gagang pintu kamar itu dengan lesu dan duduk dipinggir kasur sebelah ilmi ditidurkan
Husna menggenggam tangan ilmi dengan kuat sambil menangis ditengah tengah ucapannya "Il,...th husna minta maaf,belum bisa jaga kamu,sama bayi kamu,mungkin saat ini kamu masih belum bersedih tapi saat kamu bangun pasti kamu kecewa sama aku il,aku minta maaf hiks...hiks"ucap husna ditengah tengah tangisnya
Tiba tiba tangan ilmi yg digenggam husna ada sedikit pergerakan,husna langsung tercengang,hingga segera menghapus air matanya dan segera tersenyum dan mencium kening ilmi.
"kenapa th??nenh ilmi udah ada pergerakan??"tanya sang bibi yg ikut tersenyum
"Iya bi,il,bangun il"ucap th husna sambil mengelus wajah ilmi
__ADS_1
Tak lama kemudian pun ilmi mulai mengejap ngejapkan matanya,dan membuka perlahan lahan matanya.
"M...mas "Pertama kali yang keluar dari mulut ilmi
"Ini th husna il,sayang...ini th husna"ucap th husna
"Neng mau minum??"ucap bibi
Ilmi menggeleng pelan "aku dimana th?mas umar?ibu??"
Husna mencoba untuk tersenyum,dan kembali menggenggam tangan ilmi dengan penuh kelembutan "ill...dengerin teteh ya ,umar lagi pergi keluar kota,dia lagi cari uang buat kamu,kamu sekarang ada dirumah saki il.kamu sempat mengalami kecelakaan tadi,huhf..."
"Kecelakaan th??terus bagaimana dengan keadaan bayi aku??apa dia baik baik aja,bagaimana keadaannya th??"ucap ilmi
husna menghapus air matanya dan menatap ilmi dengan tatapan sendu "Teteh ga mau bohong sama kamu,teteh terpaksa bicara jujur karna memang ini faktanya,huhf ill....kamu keguguran ,keguguran il..hiks..hiks"ucap husna dan tangisnya pun kembali pecah dihadapan ilmi
Ilmi syok,seketika tatapannya menjadi kosong kedepan,matanya mulai mengeluarkan carian bening yang mulai turun dari kelopak matanya,wajahnya menjelaskan bahwa ia tidak baik baik saja.
Bi inem segera mendekat kearah ilmi sambil mengusap pucuk kepala ilmi "Neng ilmi,sing sabar ya neng,maca istigfar,minum dulu ya neng biar tenang"ucap si bibi sambil memberikan air putih kepada ilmi namun ilmi menolaknya
Husna menggelng pelan
"Kenapa....kenapa ini jadi begini,Ya Allah huhuhu"ucap ilmi pasrah
"Il,maafin th husna ya"ucap th husna
"Teh,aku minta waktu sebentar untuk nenangin pikiran aku sendiri"ucap ilmi datar
"neng,bibi sama th husna keluar dulu ya,kalau nenh ilmi mau makan,panggil bibi aja,kita keluar dulu saja ya th husna"ucap bi inem
Akhirnya dengan terpaksa husna keluar bersama bi inem dan david.
"bi,apa aku telpon umar saja??tapi...aku takut ganggu ia,tapi,umar harus tau tentang hal ini,ilmi juga butuh sesosok suami nya"
"Iya teh,mening ditelpon aja,sekalian sama ibu nya neng ilmi,biar keluarganya semua tau atas Kecelakaan ini"
__ADS_1
"Kalau begitu,aku telpon umar dulu ya bi"ucap husna
Ia pun segera menelpon umar terlebih dahulu
Dret...drett....
📱"Assalamualaikum...mar"
📱"Waalaikumsalam th,ada apa ya,ko bukan ilmi aja yang nelpon th,ada apa??"
📱"mar,sebelumnya teteh mau minta maaf"ucap th husna sambil sesekali menumpahkan air matanya
📱"Th ada apa??kenapa minta maaf?teteh nangis ya??"
📱"Mar...teteh mau ngasih tau,kalo sekarang teteh dirumah sakit,teteh minta maaf sama kamu,hiks...hiks..teteh udah ceroboh ninggalin ilmi sendiri dimobil marar??"
📱"Teh ada apa ini??kenapa ilmi??diculik??"
📱"Bukan mar,tapi dia,mengalami kecelakaan,saat teteh pergi kedalam supermarket,yang teteh tau dia mau bantu orang,buat nyebrang jalan mar,tapi karna menyelamatkan ibu ibu,malah ilmi yang harus jadi korban,.maafin teteh ya mar" ucap th husna
Seketika umar syok...dia tidak sengaja hingga menjatuhkan handponenya hingga terbanting keras,umar tidak berkata ia hanya diam mematung sambil mengluarkan air mata kesedihan,mang kasmin yang melihat umar dari kejauhan menangis pun segera berlarian mendekat kearah umar
"Mar kmu kenapa??Ya Allah mar,knp??"ucap kasmin
"Mas...ilmi mas,ilmi"ucap umar ditengah tengah tangisnya
"Kenapa mar??ilmi kenapa??"
"Dia kecelakaan mas,hiks..hiks"
"Inalilahi ,Sabar mar,sabar,sekarang kita pulang aja ya mar"ucap kasmin sambil memeluk umar
"Engga mas,engga mungkin kita pulang lagi,terus gimn sama pengajian"ucap umar
"Huh...gimn ya??gini aja mening kamu pulang lagi aja mar,mumpung ini masih belum terbang pesawatnya,biar mas yg bicara sm kyai ali,klo kmu g bisa datang,tapi mas minta maaf ya sama kmu klo ga bisa ikut pulang"ucap kasmin
__ADS_1
"Iya mas,makasih ya"ucap umar dan langsung memeluk ilmi dan segera bergegas keluar