
Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (********). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.” (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan lainnya)
jodoh itu bukan seberapa lama kmu mengenal nya namun,seberapa yakin akan ketetapan nya ,jodoh itu bukan hanya soal tentang cinta .namun tentang,rencana allah ,karna allah tidak pernah kehabisan cara untuk memisahkan yang tidak berjodoh dan menyatukan dengan yang berjodoh .meskipun jarak memisahkan .♡
...****************...
mereka berbicara dengan keseriusan terlihat dari sorot mata mereka dan juga raut wajah mereka yang terlihat sangat jelas.
umamah sudah paham atas kedatangan mereka kesini jadi ibu pun memanggil putri pertama nya ima.
dengan gerasa gerusuh ibu nyapun mengetuk pintu ima pelan.
tok tok....
ima yang belum terlalu lelap itupun langsung berjalan mendekat kepintu untuk membukanya.
ceklec
ibu nya langsung masuk tanpa disuruh masuk
"kenapa bu ?"
"hum...neng ada keluarga nya nak sahrul kesini "
"hah,serius bu..sejak kapan ia datang ?"tanya ima kaget
"dari tadi neng,dia kesini....mau ngelamar kamu "
"ibu serius"ucap ima tak percaya
"ibu serius neng,mana siilmi juga belum pulang lagi "cemas sang ibu
"hem tenang ya bu,nanti juga ilmi pulang "
__ADS_1
"yaudah kita samperin kesana dulu ya "ucap siibu sambil memgang tangan anak nya
"bu...tapi ima belum siap "
"kita datengin aja dulu gk enak dia udah nunggu lama "
"iya bu"
ima datang bersama ibu nya denga langkah pelan hati nya bercampur aduk saat ini ada senang,sedih dan sedikit cemas ,iya begitu takut untuk menghadapi kedua orang tua sahrul...namun ada ibu nya yang selalu menenangkan nya.
iya duduk disebelah ayah nya sedangkan ibu duduk disebelah dirinya.
ima nampak pucat ,dia hanya menundukan pandangan ny tanpa melihat kearah tamu nya
sahrul tersenyum saat melihat ima yang datang dengan anggun nya ,wajah nya berbinar dengan wajah cemas nya yang sedari tadi tanpa melihat kearah nya.
ima menyalimi kedua orang tua sahrul
"wah ,ima udah besar ya um,sebentar lagi juga jadi mantu saya ini "ucap ibu sahrul diakhiri dengn tawaan
"cantik ya anak nya,perasaan aku pertama kali liat itu pas waktu ima kelas 3 smp ya,sekarang udah gak pernah ketemu lagi sekali nya ketemu beh makin cantik aja "puji ayah sahrul
"bisa saja pak,perasaan saya anak saya malah makin jelek muka nya hehe"canda si bapak
"bapak "ucap ima memukul pelan tangan bapak nya
ilmi sampai didepan rumah nya melihat ada mobil masuk tapi bukan mobil bapak nya ,ilmi turun dari gojek dan membayar nya .
ilmi jadi bingung sendiri siapa sebenarnya tamu bapak nya kali ini.
"assalamualaikum...."
"waalaikumsalam"ucap serempak
__ADS_1
"eh udah pulang neng"ucap ibu
"i-iya bu"ucap ilmi kaku ,karna tamu nya kali ini berbeda
ilmi menyalami kedua orang tua nya serta tamu nya
"ilmi ya"
"iya bu"
"wah cantik banget ya um"
"ah biasa aja bu "
"sini duduk "ucap sibapak sambil menepuk nepuk kursi kosong disebelah nya
"kita langsung aja ya bu,saya bersama keluarga datang kesini ada maksd tertentu,saya ingin menikah kan anak saya sahrul dengan putri bapak nak ima ...bagaimana pak ?"
"hem,pak maaf sebelum nya kita tanya langsung saja pada ima nya,toh yang akan menjalani rumah tangga itu ima bukan saya kan ....jadi gimana neng ?"tanya sibapak pada ima
"bagaimana nak"
"hum ,iya bu pak ima mau"ucap ima pelan
mendengar jawaban itu pun seketika wajah mereka berbinar binar sangat bahagia tatkala mendapat kan jawaban yang sangat memuaskan.
mereka mulai memasangkan jari ima dengan cincin permata ,namun tidak langsung dari sahrul melainkan dari kedua orng tua masing masing .
mereka juga sudah menentukan tanggal pernikahan terbaik untuk mereka.
namun disisi lain ilmi hanya melihat nya saja tanpa memberikan reaksi,iya malah bingung dengan maksud tujuan mereka,namun saat bertukar cincin ilmi mulai mengerti pada tetej nya inj bahwa iya sedang dilamar oleh mas sahrul .
__ADS_1
“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (li-ta'arofu) …” (QS. al-Hujurat: 13)