Love Brings Heaven

Love Brings Heaven
Ujian


__ADS_3

Umar segera bergegas keluar dari pesawat terbang,dan segera memesan taksi online untuk segera mengantarkan nya kerumah sakit,tapi sebelum itu dia harus menelpon david terlebih dahulu untuk mengetahui dimana rumah sakit mana ilmi dirawat.


Setelah dapat informasi nya sang supir taxi online langsung mencap gas mobilnya menuju rumah sakit.


Menuju kerumah sakit membutuhkan setengah jam hingga sampai sana,umar semakin cemas dalam mobil,yang dibenaknya pasti ilmi sangat kesakitan saat ini,apa kandungan ilmu baik baik saja??"tanya nya dalam hati


Skip...


sampai...


Umar segera membayar taxi online dan segera bergegas masuk kedalam gedung tinggi itu,dan mulai bertanya pada administrasi rumah sakit dimana pasien yang bernama Ilmi dan ada diruangan mana dia sekarang ,setelah mendaptkan informasi umar segera berlarian keLift untuk mencari kamar dengan nomor 124.


Setelah sampai umar melihat th husna serta mertua dan kakak nya yang sudah berada disana,sambil duduk termenung dan terlihat dengan kesedihan yang nampak dimatanya.


Umar segera berlarian kearah mertuanya dan langsung memeluk ibu mertuanya itu dengan rasa sayang.


"Bu,umar minta maaf ya belum bisa jagain ilmi dengan baik"ucap umar ditengah tengah tangisnya


ibu melepaskan pelukannya "Engga mar, ini bukan salah kamu,percaya ini takdir Allah mungkin Allah punya tujuan lain karna memilih jalan kesedihan ini,kamu harus percaya dibalik musibah ini ada hikmahnya,ibu minta sama kmu untuk terus bersabar,dan ada yang perlu kamu tau,....kandungan ilmi sudah hilang...gugur,...pupus,Kamu gagal jadi calon ayah,yang sabar ya mar"


"APA!!ilmi keguguran bu?Ya Allah,..."ucap umar semakin tak berdaya mendengar Pakta ini.

__ADS_1


"Mar,sekarang kamu kedalam,terus tenangin pikiran ilmi,bapak sangat percaya sama kmu,kalo kamu bisa nanganin ini semua,dan sekalian bujuk buat dia makan"ucap bapak


"Umar menggangguk "Iya pak,aku kedalam dulu"ucap umar dan segera masuk kedalam kamar ilmi


Umar melihat keadaan ilmi yang kurang baik,ia memejamkan matanya sambil sesekali mengeluarkan air matanya,umar sangat mengerti pasti ilmi sangat terpukul dengan keadaan ini,padahal umar sudah berjanji akan membawa ilmi keluar negri saat kandungan nya mengincak ke tujuh bulan namun sepertinya itu tidak mungkin.


Umar mendekat kearah ilmi,ilmi melirik kearahnya sekilas ,umar membaringkan tubuhnya disebelah ilmi sambil memeluk ilmi dari pinggir.


"Sayang....kamu harus kuat,Allah punya rencana lebih baik dari yg sebelumnya,kamu harus kuat,ada aku disini"ucap umar


Ilmi tak menjawab ia memejamkan matanya kembali dan mulai menangis sejadi jadinya


"Mas....aku boleh sedihkan,boleh nangiskan?aku bukan wanita yg kuat mas,yg semuanya akan aku tutupi dengan senyuman,aku bersyukur karna bisa selamat dari kecelakaan,walaupun aku harus mengalami patah tulang dsbginya,tapi ada hal yg hilang dari kehidupan aku mas,mana ada seorang ibu yang kehilangan anaknya ga sedih,siap coba??"ucap ilmi lemah


"Iya sayang,aku ngerti,kamu tenang dulu yah,sekarang kamu duduk dulu,kamu harus makan,baru lepas itu minum obat"ucap umar sambil bangkit dari kasur


"Aku ga lapar"ucap ilmi


"Hey,sayang,kamu ga boleh gitu boleh sedih,tapi jangan nyiksa begini,aku tau kamu sedih tapi kamu juga harus makan biar kamu cepet sembuh ya"ucap umar


Umar pun membantu ilmi untuk bangun karna ia harus makan terlebih dahulu,kondisi ilmi semakin lemah bila dia tidak makan asupan sama sekali.

__ADS_1


Umar dengan setia menyuapi ilmi dengan penuh sabar dan penuh perhatian,cinta kasihnya pada ilmi tidak berkurang sama sekali,walaupun ilmi mengalami keguguran yang telah mengihlangkan calon bayi yg umar tunggi tunggu,tapi umar tidak pernah punya pikiran jahat pada ilmi,iya tidak memiliki rasa ingin marah dan sebagainya,melainkan umar malah semakin cinta dan mencoba untuk bersabar karna mungkin memang ini adalah ujian baginya.


Sabar Tidak Ada Batasnya


Hakikatnya, kesabaran itu tidak memiliki batas sebagaimana ganjaran yang Allah sediakan bagi mereka yang bersabar pun tidak memiliki batas.


Allah berfirman,


إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ


“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)


Ibnu Al-Jauzi mengatakan dalam Tashil li Ulumi At-Tanzil, “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. Ayat ini dapat ditafsirkan dengan dua makna. Pertama, orang yang sabar akan mendapatkan balasan pahala atas kesabarannya dan Allah tidak menghisab amalannya. Mereka inilah yang dijanjikan masuk surga tanpa hisab. Kedua, balasan orang yang melakukan kesabaran itu tidak terbatas, lebih banyak dari apa yang diperhitungkan dan lebih besar daripada apa yang ditakar di mizan pahala, inilah pendapat mayoritas ulama.


Skip....


Setiap hari ilmi harus menjalani terapi kesembuhan tulang,agar kaki dan tangannya bisa sergera sembuh dengan cepat...umar setiap hari rela meninggalkan semua hal hal penting demi menjaga kesehatan ilmi,karna bila umar lebih mementingkan masalah pribadinya itu sangat salah sekali,karna harta dan uang masih bisa dicari sedangkan istri solehah akan susah dicari bila sudah hilang dan pergi...karna sebaik baiknya manusia tak akan sama baik dan keburukan ny.


Tak terasa hari sudah berlalu begitu cepat,kejadian itu sudah mulai terlupakan oleh kedua pasangan itu namun masih membekas luka yg terdalam dalam kehidupan ilmi dan umar,Ilmi juga sudah satu minggu ini tidak pergi untuk ngmpus,ia sudah meminta izin tidak bisa datang melainkam secara online,Umar juga sudah jarang pergi kepesantren dan lebih memilih menemani ilmi dirumah.


Karna kerja keras ilmi yang tak pernah pupus,akhirnya luka yang dulu sulit untuk disembuhkan itu pun bisa disembuhkan dalam waktu singkat,Padahal dokter pernah mendefiniskan bahwa penyakit yg diderita ilmi akan sembuh dalam jangka lama perkiraan antara satu bulan atau bisa mencapai setengah tahun,namun kenyataan nya ilmi.bisa sembuhdalam waktu satu minggu,walaupun terkadang kaki dan tangan ilmi masih agak sulit untuk digerakan namun ilmi tetap mencob untuk sembuh dengan memaksanya bergerak perlahan lahan,dan ini juga sudah tentu berkat Doa ibu dan ayahnya yang mendoakam untuk kesembuhan sang anak tak pernah putus siang dan malam,dan sudah tentu juga berkat suami dan keluarga besar kyai rahman,Dan juga berkat doa doa para anak santri yg mau mendoakan kesehatan ilmi kembali.

__ADS_1


__ADS_2