
Dari Abu Sa’id r.a. berkata, Rasulullah saw. Bersabda,
“Allah berfirman, ‘barang siapa yang disibukan oleh al Qur’an daripada berdzikir kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka Aku berikan kepadanya sesuatu yang lebih utama daripada yang Aku berikan kepada orang-orang yang memohon kepada-Ku dan keutamaan kalam Allah diatas seluruh perkataan adalah seumpama keutamaan Allah atas makhluk-Nya.”
(Hr. Tirmidzi, DArami, dan Baihaqi)
Orang yang sibuk menghafal, mempelajari, atau memehami al Qur’an sehingga tidak sempat berdo’a, maka Allah akan memberinya sesuatu yang lebih utama daripada yang Dia berikan kepada orang yang berdo’a. sebagaimana dalam urusan keduniaan, jika seseorang akan membagikan kue atau makanan kepada orang banyak, lalu ia menunjuk seseorang untuk membagikannya, maka bagian untuk petugas yang membagikan itu akan disisihkan lebih dulu. Mengenai ketinggian orang yang selalu sibuk membaca al Qur’an telah disebutkan di dalam hadits lain, bahwa Allah akan mengaruniakan kepadanya pahala yang lebih baik daripada pahala orang yang selalu bersyukur.
•••••••
Sekarang sudah jam tujuh lewat,semua orang kembali masuk untuk belajar,hari ini ilmi mengajar dikelas delapan tentang menghafal al Qur'an.
Karna umar memang mengajar dibagian kaum adam jadi mereka pun terpisah.
"Assalamualaikum wr wb"ucap ilmi saat masuk kedalan kelas.
"Waalaikumsalam wr wb ustazah'jawab mereka serempak
"Oke,sebelumnya perkenalan dulu ya nama Ilmi suhaima istri mas umar,udah pada kenal saya kan?iya...jadi karna saya baru mengajar dikelas ini jadi saya ingin satu persatu perkenalan dulu ya didepan kelas biar saya juga bisa kenal sm kalian'ucap ilmi
"Baik ustazah"
"Ustazah izin maju"ucap salah satu murid
"Iya silahkan"
"Assalamualaikum wr wb,perkenalkan ngaran abdi teh ulan ti cilamaya umur abdi dalapan tahun,nuhun,wasalamualaikum wr wb "
"waalaikumsalam wr wb" Dan setelah satu murid duduk akan ada yg bergiliran untuk maju.
"Tadikan sebelum saya masuk kesini tadi ustazah sarah bilang pada saya bila hari ini ada setoran hafalan Al qur'an?"
"Iya benar ustzah"
__ADS_1
"Jadi saya ingin satu persatu maju,boleh dari siapa saja"ucap ilmi
"Saya ustazah"
"Silahkan"ucap ilmi dan murid itu pun maju kedepan dan membaca surah Al waqiah hingga ke96.
QS Al-Waqi'ah : 96
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ ࣖ
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha Besar.
...Shadaqallahul-'adzim' (صَدَقَ اللهُ اْلعَظِيْمُ)...
"MasyaAllah, bagus bagus banget,suara kalian itu merdu bngt,jadi hari ini saya mau menjelaskan tentang ma'na Kitab al qur'an,dan karna minggu besoknya saya bakal kasih Ujian tentang memahami apa itu al qur'an...saya mau minggu besoknya kalian harus hafalkan surah al isra ayat 1 hingga ke 30 karna disoal yg saya kasih hari besok bakal ada ujian tentang surah itu,ga dadakan kan saya?"
"Engga ko ustazah"
"Iya kan masih ada waktu beberapa hari itukan buat ngafalin materi yg saya kasih,yaudah saya tulis disini ya,tenang aja ko ini soal mudah bngt,kan kalian juga pasti udah pada faham kan ya?"
Ilmi pun mulai menulis dipapan board.
...fadilah &Keutamaan membaca Al qur'an...
Dari Aisyah r.h.a berkata bahwa Rasulullah saw.bersabda ,
“Orang yang ahli dalam al Qur’an akan berada bersama malaikat pencatat yang mulia lagi benar, dan orang terbata-bata membaca al Qur’an sedang ia bersusah payah (mempelajarinya), maka baginya pahala dua kali.”
(Hr. bukhari, Nasa’I, Muslim, Abu Daud, Tarmidzi, dan ibnu Majah)
Maksud orang yang ahli dalam al Qur’an adalah orang yang hafal al Qur’an dan senantiasa membacanya, apalagi jika memahami arti dan maksudnya.
Dan yang dimaksud ‘bersama-sama malaikat’ adalah, ia termasuk golongan yang memindahkan al Qur’an al-Karim dan Lauh Mahfuzh, karena ia menyampaikannya kepada orang lain melalui bacaannya. Dengan demikian, keduanya memiliki pekerjaan yang sama. Atau bisa juga berarti, ia akan bersama para malaikat pada hari Mahsyar kelak.
__ADS_1
Orang yang terbata-bata membaca al Qur’an akan memperoleh pahala dua kali; satu pahala karena bacaannya, satu lagi karena kesungguhannya mempelajari al Qur’an berkali-kali. Tetapi bukan berarti pahalanya melebihi pahala orang yang ahli al Qur’an. Orang yang ahli al Qur’an tentu saja memperoleh derajat yang istimewa, yaitu bersama malaikat khusus. Maksud yang sebenarnya adalah, bahwa dengan bersusah payah mempelajari al Qur’an akan menghasikan pahala ganda. Oleh karena itu, kita jangan meninggalkan baca al Qur’an, walaupun mengalami kesulitan dalam membacanya.
Mulla Ali Qari rah.a. meriwayatkan dari Thabrani dan Baihaqi, “Barang siapa membaca al Qur’an sedangkan ia tidak hafal, maka ia akan memperoleh pahala dua kali lipat. Dan barang siapa benar-benar ingin menghafal al Qur’an, sedangkan ia tidak mampu, tetapi ia terus membacanya, maka Allah akan membangkitkannya pada hari Mashyar bersama para hafizh al Qur’an
•Dari Dzar r.a., Rasulullah saw. bersabda,
“Wahai Abu Dzar, Sesungguhnya kepergianmu padapagi hari untuk mempelajari satu ayat dari kitab Allah itu lebih baik bagimu dari pada kamu Shalat seratus rakaat. Dan sesungguhnya kepergianmu pada pagi hari untuk mempelajari satu bab dari ilmu, baik diamalkan atau tidak, itu lebih baik bagimu daripada shalat seribu rakaat.”
(Hr. Ibnu Majah)
Banyak riwayat hadits yang menyebutkan bahwa menuntut ilmu itu lebih utama dari pada ibadah. Selain hadits diatas, masih banyak hadits lainnya mengenai keutamaan menuntut ilmu yang tidak dapat dijelaskan seluruhnya disini. Di antaranya ialah sabda Nabi saw., “Keutamaan seseorang alim dibanding seorang ahli ibadah adalah seperti keutamaanku terhadap orang yang paling rendah diantara kalian.” Sabda beliau lainnya, “Satu orang alim lebih berat bagi syetan daripada seribu orang ahli ibadah
...Fakta Al-Qur'an...
Dua Air Laut Yang Tidak Pernah Menyatu
Sesuai dengan firman ALLAH yang artinya:
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (Q.S. Ar-Rahman:19-20)
Di foto diatas, yang memperlihatkan aliran dua lautan yang tidak pernah bercampur, seolah-olah ada sekat atau dinding yang memisahkannya.
Ayat lain yang menceritakan fenomena yang sama terdapat pada Surat Al-Furqan ayat 53 yang berbunyi:
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S. Al-Furqaan:53)
Dua lautan yang tidak bercampur itu terletak di Selat Gibraltar, selat yang memisahkan benua Afrika dan Eropa, tepatnya antara negera Maroko dan Spanyol
Arus Selat Gibraltar memang sangat besar di bagian bawahnya. Hal ini dikarenakan perbedaan suhu, kadar garam, dan kerapatan air (density)nya. Air laut di Laut Tengah (Mediterania) memiliki kerapatan dan kadar garam yang lebih tinggi dari air laut yang ada di Samudera Atlantik. Menurut sifatnya, air akan bergerak dari kerapatan tinggi ke daerah dengan kerapatan air yang lebih rendah. Sehingga arus di selat Gibraltar bergerak ke barat, menuju Samudera Atlantik. Lalu apakah air ini akan bercampur dengan air di Samudera Atlantik?
TIDAK!. Lho?? Ternyata ketika air laut dari Laut Tengah menuju Samudera Atlantik, mereka tidak mencampur. Seakan ada sekat yang memisahkan kedua jenis air ini. Bahkan batas antara kedua air dari dua buah laut ini sangat jelas. Air laut dari Samudera Atlantik berwarna biru lebih cerah. Sedangkan air laut dari Laut Tengah berwarna lebih gelap. Inilah keajaiban alam. Tidak hanya itu yang aneh dari perilaku dari kedua air laut ini. Ternyarta, air laut dari laut Tengah yang tidak mau bercampur dengan air laut dari Samudera Atlantik ini menyusup dibawah air laut yang berasal dari Samudera Atlantik. Air dari Laut Tengah ini menyusup di bawah air dari Samudera Atlantik di bawah kedalaman 1000 meter dari permukaan Samudera Atlantik.
__ADS_1
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan? Maha benar Allah Yang Maha Agung.