Love Brings Heaven

Love Brings Heaven
Ahmad


__ADS_3

Ego


"Kau berdoa meminta yang terbaik. Namun, saat yang terbaik datang; egomu berkata 'Rasanya aku masih bisa mendapatkan yang lebih dari ini. Hingga takdir menyadarkanmu dengan sebuah kekosongan..


......................


setelah sampai dikamar 210 ilmi pun segera mengetuk pintu tersebut,owh ya sebelum sampai dirumah sakit,sebelumnya ilmi mampir dulu ketoko buah yaa untuk sekedar buah tangan saja untuk sikorban.


Pintu terbuka "Assalamualaikum"ucap ilmi sambil menciumi tangan bapak bapak yang sudah berusia lanjut itu


"Waalaikumsalam wr wb,ini nak ilmi ya?"ucapnya


Ilmi tersenyum "Iya pak saya ilmi,ini benar kan kamar kerabat mas umar?apa mas umarnya ada didalam??"ucap ilmi


"Iya benar nak,umar ada didalam ayo masuk"ucapnya sambil mempersihlahkan ilmi masuk


Saat didalam ilmi mengucap kan salam kembali dan semua orng disitu pun menjawabnya,ilmi pun segera menyalimi bapak bapak yang sudah lanjut usia dan juga istri istri mereka yang ikut mendampingi nya dan tidak lupa kepada suami tercinta juga.


"Ini istri umar?namanya nak ilmi kan??"ucap salah satu ibu ibu


"Iya bu,saya ilmi"


"Cantik istrinya mar"ucap ibu ibu lain


"Iya bu,istri saya emang cantik haha"ucap umar


Seketika ilmi pun menjadi malu,dan mencubit pinggang umar pelan,hingga umar pun harus meringis kesakitan.


"Ilmi"ucap ahmad yang sedang terbaring


Ilmi menoleh kearah sumber suara,dan ilmi pun sedikit tercengang "Mas a-ahmad kan?"ucap ilmi sambil mengingat ingat


Ahmad tertawa "Iya,kamu masih kenal saya?gimana sama kabar kmu?"ucap ahmad

__ADS_1


"Alhamdulilah saya baik mas,mas ahmad sendiri bagaimana?sudah mendingan?"ucap ilmi


"Alhamdulilah,udah sehat ini il,pas liat kmu hehe"ucap ahmad bercanda


Umar langsung melirik ilmi dengan sedikit emosi dan langsung menyela percakapan mereka "Kamu kenal sama ahmad yang?"ucap umar sambil mengutarakam kata kata "Yang"


Ilmi langsung mengeluarkan jurus mautnya yaitu mencubit pinggang umar sambil melotot kearahnya


"Kamu apaan si mas"ucap ilmi


"Ya apa?aku kan cmn nanya aja"ucap umar


"Aku sama mas ahmad itu emng dulu udh pernah ketemu waktu itu,sempet ditumpangin naik mobil,aku juga pernah ceritakan sama kmu"ucap ilmi


"Ko aku ga tau?kmu ga pernah cerita juga ah"ucap umar


Ayah ahmad segera menepuk pundak umar "Mar,ahmad pernah cerita juga sama abi kalo dia pernah nganterin ilmi waktu itu"ucap ayah ahmad


Ilmi mengerutkan kedua alisnya,ayah ahmad pun segera menjawa "Ahmad,tidak sopan bicara seperti itu,ilmi sudah bersuami,jadi jelas saja kalo suami nya takut dia diambil orng lain karna dia bisa merasakan rasa cemburu"ucap ayah ahmad


Umar tersenyum "Engga apa apa bi,umar ngerti maksd ahmad"ucap umar


"Mas ahmad semoga cepet sembuh,aku hanya bisa kasih ini saja,semoga mas ahmad bisa segera sembuh,sepertinya aku izin pamit saja,karna saya baru saja pulang dari tanggerang jadi sangat lelah sekali"ucap ilmi sambil memberikan buah tangan nya


"Secepat itu il?padahal saya senang kalo kmu datang kesini,rasa sakit seketika pun langsung hilang saat kedatangan kmu kesini"ucap ahmad


Ilmi menoleh kearah suaminya kembali,ia melihat wajah umar yg menatap lurus kearah ahmad tanpa tersenyum ,dan ilmi pun sudah tau dengan gelagat wajah umar yg begini pasti dia sedang difase emosi.


"Tapi saya dengan ilmi harus segera pulang ahmad,kmu yang sehat ya ahmad,sehat itu mahal,ayo il"ucap umar sambil menarik tangan ilmi dan sebelum itu ia pun menylimi sekeluarga itu termasuk pada ayah ahmad.


Setelah kepergian umar dan ilmi, ayah ahmad mendekat kearah sang anak "Ahmad,kmu sudah keterlaluan bicara berlebihan seperti tadi kepada ilmi,apa lagi dihadapan suaminy,itu tidak baik"


"cinta itu buta,apapun jalan nya akan terus dilalui walaupun sesulit apapun itu"ucap ahmad

__ADS_1


"Kamu jangan pernah punya niat jahat pada kerabat mu sendiri,dia orng baik ahmad,abi memang sangat ingin kmu menikah tapi bkn dengan wnita yg sudah bersuami"ucap ayah ahmad dan segera pergi kearah sopa untuk duduk


-Umar ilmi-


Umar dan ilmi sudah ada diluar ruangan,umar terlihat diam saat diluar,tangan yang sebelumnya menggenggam tangan ilmi perlahan lahan terlepas dari genggaman nya.


Ilmi menarik tangan umar dan menggenggam nya dengan Erat,saat umar menoleh kearah ilmi, Ilmi juga ikut menoleh kearah ilmi sambil tersenyum.


"Lain kali jangan terlalu akrab sama laki laki manapun,aku juga kan punya hati,aku bisa sakit hati,aju juga gak suka kalo kmu respon diaberlebihan kepada laki laki lain"ucap umar


"Iya maaf yang"ucap ilmi


"Maaf itu gampang,tapi kalo sesuatu ucapan atau Pembuatan,Itu mustahil bakal dilupain sama orng"ucap umar


"Kmu marah?karna aku respon ucapan ahmad,dia kan kerabat kmu,aku juga cmn respon biasa,ko kmu berlebihan gitu si,posesif bngt si kmu"ucap ilmi


Umar menghentikan langkahnya "posisif?wajahlah aku posesif aku normal,aku seorang suami,wajar kalo aku takut kehilangan kmu,aku wajar klo aku cemburu kmu deket sama orng lain,itu tugasnya suami yg harus bisa mendidik istrinya agar tidak berbuat berlebihan dekat dengan laki laki mana pun,kmu gak suka sm sikap aku yg begini?aku bakal bodoamat setelah ini,itu jalan yg kamu pengen kan?"ucap umar


"Engga gitu mas,dengerin dulu,aku kan cmn ngomong gitu doang,kmu Ko malah marah?yang terpenting kan aku gak pegang pegang tangan dia,gak pelak peluk dia,aku juga ngomong penglihatan aku ga terus tertuju keahmad juga kok,kmu ko gitu si?aku juga bkn nya gak suka diperhatiin sm kmu gitu loh"


"Dia itu belum beristri,ya wajarlah aku takut dia tertarik sm kmu,orng cara dia ngomong ke kmu sama ke yang laen aja beda"ucap umar


Ilmi hanya diam tanpa menjawab,percuma juga kalo dijawab umar bakal malah menjadi jadi,pasti dia ingin menang sendiri,lebih baik ilmi memilih diam saja.


"Aku tunggu diparkiran ya,aku ikut sama david"ucap ilmi dan memilih pergi


Umar yang mendengar jawaban ilmi yg sengaja mengalihkan pembicaraan nya pun menjdi kesal,namun iya mencoba untuk sabar,sebelum ilmi pergi umar segera menarik tangan ilmi.


imi menoleh kearah umar"Kenapa?"


"Ko kamu jadi marah si?aku cmn...ngushh"Ucap umar terpotong saat ilmi menempelkan jari nya dibibir umar


"Udah ya mas,kita pulang aja,kita ngomong dirumah aja,udh malam"ucap ilmi tanpa mau berbelit belit

__ADS_1


__ADS_2