Love Brings Heaven

Love Brings Heaven
Bab


__ADS_3

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.


{Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca Bismillah al-Rahman al-Rahim sebanyak satu kali, maka tidak ada dosanya yang tersisa, kendati hanya seberat atom”.}


Tanamkan kebaikan dalam diri. Hapus memori yang terus menyelimuti, karena pagi ini kita harus menjadi pribadi yang terus memperbaiki diri, Semangat


(Selalu ada pahala bagi setiap pelaku kebaikan kepada seluruh makhluk hidup- Al-Hadits .).


••••••


Ucapan itu membuat semua saudara saudara yang mendengar pun menjadi senang atas perihal tsbt,bagaimana dengan ilmi ?sudah tentu ia malah marah, dengan jurus tatapan nya itu, ilmi malah marah kepada umar kli ini, ia sudah tak tahan lagi, dengan sandiwara sandiwara ini, ilmi berpikir mungkin umar telah melakukan hal itu saat ia ketiduran tadi magrib ia langsung mencubit pinggang umar dengan cubitan yang sedikit kencang, hingga membuat umar harus meringis kesakitan.


Skippp


1 minggu berlalu.....


1 minggu Sudah berlalu ,kematian abi hanya akan menjadi kenangan untuk keluarga Umar,sedikit demi sedikit umar beserta keluarga sudah bisa melupakan kematian sang abi,hubungan pernikahan umar dan ilmi pun semakin dekat dan akrab dari sebelumnya.


Ilmi pun menjadi semakin lebih akrab kepada umar,ia lebih banyak bercerita kepada suaminy tentang kehidupnya, sering kali juga ilmi lebih bersifat manja kepada umar makin hari demi hari,Umar dan ilmi sudah terbiasa hidup dalam satu rumah satu kamar satu kamar satu lomari dan satu tempat tidur ,kadang kadang sebelum mereka tidur mereka lebih suka bergurai dan saling lempar candaan,namun ilmi belum bisa memberikan Hak suaminya,ia hanya belum siap untuk melakukan hal itu,umar sudah sangat sabar dengan tingkah ilmi yang begitu ,jadi umar pun tidak mau memaksa atas apa ucapan ilmi.


Hari ini adalah hari minggu jadi ilmi pun meminta izin kepada umar untuk berkunjung kerumah temannya th mira dipakuhaji karna akhir akhir ini Umar lebih banyak pergi keluar rumah karna mendapatkan undangan dari solo dan medan untuk mengadakan undangan Pengisi acara menjadi penceramah kondang yang bayarannya pun cukup mahal, Jadi umar pun meminta izin untuk pergi kesana dan tentunya ilmi pun mengizinkannya.


Ibu dan bapaknya sudah pulang beberapa hari yang lalu, dan th ima pun juga sudah pulang dari bali dan langsung pergi kerumah ilmi yg ditempatinya skrng ini, th ima ingin membrikan selamat kepada adik satu satunya ini, karna semenjak ima pergi berbulan madu ia sudah sangat rindu dengan yang dirumah termasuk juga sang adik, namun th ima sudaj pulang beberapa hari yang lalu juga.


Pagi hari


Ilmi sedang menyiapkan sarapan untuk umar ,kali ini ia memasak mie goreng instant dengn telur ceplok dan dilengkapi dengan nasi putih.


Umar turun dari kamarnya ia sedang berjalan diatas tangga lantainya.


"Assalamualaikum, much"ucap umar sambil mencium kening ilmi

__ADS_1


"waalaikumsalam, biar aku bantu ya"ucap ilmi sambil menarik kerah umar untuk merapihkan bagiannya kerahnya sambil memasangkan kancing baju dibagian tangannya.


"makasih ya,kamu masak apa?"


"aku cmn masak mie instant doang mas, gakppa kan?? "


"gapapa, yaudh yu sarapan dulu"


"iya,"ucap ilmi sambil menyiukan nasi untuk suaminya.


Akhir akhir ini ilmi sudah terbisa dengan kebiasaan nya menjadi seorang istri yang harus patuh terhadap suaminya dan iaa juga terlihat sudah ikhlas atas apa yang sudah terjadi, ia juga sedikit demi sedikit sudah terbiasa mengubah panggilan nya kepada umar dngan pnggilan "mas " karna sewaktu ibunya hendak pulang ke kediaman, ibu dan bapaknya sempat berpesan kepada ilmi pesan nya adalah " neng sekarang th neng udah ga sendiri lagi, bukan bersetatus jomblo lagi tapi sekaranv neng th udah jadi istri, ibu dan bapak cuman berpesn jadi istri nu solehah kos kana ka ibu jeung ka bapak, ari diomangan jeung suami th sing nurut ulah ngabangkng, eneng emng teu bogoh jeung umar tapi setidaknya belajar untuk mencintai cukup untuk berpura pura menjadi orang lain, cukup untuk jadi dirimu sendiri itu sudah jauh lebij baik, umar sekarang ini suda tidak memiliki ibu dan bpak, jadi setidaknya saat ia merasa sendiri kesepian tapi sekarang kan ada kamu penyemangat nya, jadi istri sholehah nya, agar masuk janah sama sama "


Pesan sang ibu lah yang membuat ilmi merubah sikapnya menjadi seorang yg patuh terhadap suaminya.


"sayang, malam ini kayanya aku ga bisa pulang, karna aku harus pergi kesolo selama dua harian, jad klo kamu mau pergi berkunjung kerumah ibu biar aku antar ya"


"dua hari?? kesolo??, kenapa harus dua hari sih mas,katanya cuman semalaman aja??"


"hehe iya sayang,maaf ya, ini juga dadakan ko yang, tapi aku janji bakal selalu kasih kabar baik buruknya kekamu,klo emng kmu takut sendiri dirumah aku suruh th husna aja ya buat nemenin kmu"ucap umar sambil mengusap kepala ilmi


"owh ya, aku baru tau ,berarti yang mengajar malm ini adalah ustad amer sendiri dengan mang Jaed ya?? "


"mungkin, memang jadwal pengajian malam ini, ngaji apa?? "


"ngaji kitab il, klo kamu takut sendiri dirumah kamu pergi aja ya kepondok biar aku antar,kmu bantu mengajar para murid murid baru ya disana "


"ihh malu ah, aku bukan orang yang pintar ilmu mas"


"jangan begitu, kmu pinter ko,kamu mau kn ngajar disana?? anak anak kecil doang ko, murid perempuan bukan laki laki"


"takut"

__ADS_1


"hm... dicoba dulu sayang,nanti juga terbiasa ko"


"yudah dee"


Pembicaraan itu berakhir saat mereka menyatap makanan nya, setelah begitu lama mereka mengobrol dimeja makan Mereka berdua pun langsung bergegas pergi kedalam mobil dan menginjak gas full mobil nya,sebelum berangkat kesolo umar mau mengantarkan ilmi kepondok para ukhti untuk membantunya mengajar para murid baru disana.


skip


sampai....


Umar dan ilmi turun dari mobilnya dan langsung masuk kedalam pondok pesantren.


Mereka sudaj sampai diruang penginapan santri perempuan, umar juga ikut masuk kedalam untuk memberi tahu semua para pengajar dan juga para semua santri.


"Heni saya minta tolong pada kamu untuk memanggil semua para santriwati untuk segera berkumpul dilapang "perintah umar


"baik ustad"


Orang yang bernama heni pun langsung memanggil semua para santriwati dengan menggunakan loceng agar mereka bisa berkumpul dilapangan


ruang B


"han itu bunyi lonceng kan??kira kira ada apa ya, bukan nya sekarang th bukan waktunya upacara ya?? "ucap sulis


"aku juga ga tau, udah yu kita kelapangan Aja nanti yang ada malah kena amarah th heni"ucap hana


"hey, ayu atu kalapangan ulah ngarobrol wae,bisi diceriken ku th heni ayu buru buru "ucap nurul tth paling besar disitu


"enya th, hayu lis"ucap hana


semua para santriwati buru buru turun kebawah, untuk berbaris dilapangan yang luas.

__ADS_1


setelah semua para santriwati berkumpul umar beserta pengajar yang lain juga ikut berbaris disana .


Ilmi terus menggandeng tangan umar dengan kuat, ia merasa sangat malu dan terlihat sangat canggung.


__ADS_2