
Ruang makan
Ilmi dan keluarganya sudah berkumpul diruang makan,dari ibu dan bapak pun ikut berkumpul bersama,semenjak ilmi sakit ibu lebih sering pergi kerumah kyai rahman,dan sekarang sudah sampai satu minggu ibu tak pulang kerumah.
Selesai makan...
"Alhamdulilah"
"Gimana sama keadaan kmu neng?masih sering skit engga kakinya?"ucap ibu
"Alhamdulilah bu,udah agak mendingan,ini juga kan berkat doa ibu,bapak,mas umar dan doa doa keluarga besar kyai rahman"
"Syukur deh kalo gitu"
"Owh ya, berhubung ilmi udah sembuh,jadi aku pengen ngajak ilmi keluar negri kita refreshing menghilangkan segala macam masalah disini,kamu setuju ga il??"ucap umar
"Kamu serius??"
"Aku serius il,kita ajak ibu bapak,mas kasmin dan th husna juga"
"Engga usah mar,kalian aja,ibu mau buru buru pulang kekampung"
"Iya mar,kalian aja,teteh mah ga mau ikut keluar negri"
"Kenapa th,ayolah ikut"ucap ilmi
"Udah cukup umur mar ,malu "ucap th husna
"Astagfirullah,emng kalau tua ga boleh keluar negri?aneh si tth mah"ucap umar
"Sekali sekali na,biar jadi pengalaman,g usah minder begitu"ucap ibu pada husna
Husna tersenyum "Iya bu,engga biasa naik pesawat terbang,dulu pernah beberapa kali naik pesawat terbang tapi ujung ujung nya suka ingin muntah"ucap husna
Ibu geleng geleng kepala
"Kira kira kamu mau pergi kemana il?aku ikut mau nya kamu aja"ucap umar
"Aku ga tau,aku juga sebenarnya ingin lupain semua janji itu,lagiankan aku udh ga hamil,percuma juga"ucap ilmi cuek
__ADS_1
"Ilmi ga boleh gitu ah,kenapa tiba tiba kamu ngomongin itu lagi?yang berlalu biarlah berlalu"ucap ibu
"Iya bu,ilmi ngerti,tapi setiap kejadian yang berlalu namun menyedihkan akan selalu membekas dihati bu,ga akan pernah ilang"ucap ilmi sambil mendorong kursi untuk bangun
Setelah kepergian ilmi
"Mar...th husna kasihan sama ilmi,kamu harus sering sering hibur dia biar sering ketawa,kalo bisa ajak dia keluar jalan jalan"ucap th husna
"Iya mar,ibu juga kasihan sama ilmi,padahalkan kandungan ilmi udh ditunggu tunggu sama kamu,dan keluarga"ucap ibu
"Kalo bisa kalian main aja kerumah bapak sama ibu disana asri banget,kalian bisa tentram tinggal disana"ucap bapak
"Iya pak,bu,nanti umar omongin dulu sama ilmi"ucap umar pasrah
"Umar izin keatas dulu ya bu"
Dikamar
Umar membuka pintu kamarnya dan mengucapkan salam saat masuk, ia melihat ilmi sedang membereskan kasur untuk segera tidur karna jam sudah menunjukan pukul jam 8 malam.
Umar mendekat kerah ilmi dan memeluknya dari belakang sambil menaruh dagunya dipundak ilmi.
"Aku kenapa?kamu yang kenapa"ucap ilmi
umar mengerutkan alisnya "ko aku yang??aku emng kenapa?"ucap umar
"Cape,Aku mau beresin kasur,udah kamu gosok gigi dulu terus ganti baju,jangan lupa sholat malam"ucap ilmi mengingatkan sambil melepas pelukan umar dari pinggang nya dan membalikan badan dan tak lupa mencium singkat pipi umar
"Kamu kenapa berubah si il??aku tau kamu sedih tapi...kamu jangan gini juga"ucap umar sambil menggenggam tangan ilmi
Ilmi tersenyum "Aku sedih?kata siapa aku sedih?aku bahagia mas,cukup Allah yang maha tau,dari muka aku kelihatan sedih,tapi nyatanya engga,aku bahagia,kenapa aku harus sedih?padahal aku berdampingan sama kamu sama Allah sama keluarga yang baik,aku bisa berbagi cerita disini,aku sakit pun banyak yg ngurus bukan cmn ibu sama bapak tapi ada kmu ada Keluarga besar juga,aku ga sendiri disini mas,aku bisa kumpul sama anak² ,kenapa kamu bilang aku sedih?"ucap ilmi
Umar menyuruh ilmi untuk duduk "Aku tau itu il,aku tau kamu sedih,Kamu cuman nutup nutupin untuk bahagia,aku sedih liat kamu begini,aku pengen ilmi yang dulu,yang ceria, bahagia bukan yang kaya gini"ucap umar
"Iya emng aku sedih,tapi ya harus gimn?aku harus ngambek terus sm kmu gitu?aku sedih karna aku kehilangan anak aku,tapi bukan artinya aku harus sering ngeluh,sering cerita terus sama kamu,cukup aku yang ngerasain sedihnya gimn,dan ada satu hal yang kamu harus tau, kehamilan aku yang kedua ini mungkin akan susah buat aku mengandung lagi,jadi....kamu, aku,kita semua harus banyak sabar yang"ucap ilmi
Umar menghembuskan nafas pasrah dan pergi kearah kamar mandi.
Skip...
__ADS_1
Malam....
setelah melaksanakan sholat sunah taubat,ilmi segera merebahkan badannya ditempat tidur yg empuk.
Umar pun yang selesai pulang dari pondok dijam 11 malam segera masuk kekamarnya dan melihat ilmi yang hendak tidur.
Umar mendekat kearah ilmi "Il..."panggil umar
Ilmi menjawabnya sambil membalikan badannya "Iya mas,kenapa?"ucap ilmi
"Kamu belum tidur?"
"Belum,ini baru mau,ada apa?"
"Tadi saat dipondok ada bu rt kampung sebelah datang kepesantren,dia bilang mau ngundng kamu buat datang keacara pengajian Ibu ibu sekalian memberikan sedikit tausiyah disana, tapi acaranya malam, kalo kamu mau ya syukur tapi kalo ga mau juga ya gkpp"ucap umar
"Aku diundang?aku si gpp mas,kapan acaranya?"
"Kira kira besoklah,gimn??"ucap umar
"Boleh mas,yaudah sekarang kamu tidur,terus langsung tidur udah malem,aku juga udah ngantuk pengen tidur"
"Iya sayang"ucap umar sambil mencium kening ilmi singkat dan ikut merebahkan tubuhnya disebelah ilmi
Hikmah dibalik ujian
"Sesungguhnya besarnya balasan tergantung dari besarnya ujian, dan apabila Allah cinta kepada suatu kaum Dia akan menguji mereka, barangsiapa yang ridha, maka baginya keridhaan Allah; namun barangsiapa yang murka, maka baginya kemurkaan Allah. (H.R. Tirmidzi)
Allah Mencintai Drang-orang yang Sabar
وكان من نبي قاتل معه ربيون كثير فما وهنوا لما أصابهم في سبيل الله وما ضعفوا وما استكانوا والله يحب الصابرين
"Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar."
(QS Ali 'Imran, 3:146
Jangan lupa fllw ig saya najwa a.putri 3152 yang mau difllback bisa Dm saya,dukung saya hingga saya tak patah semangat, salam dari nazwa
Karna disaat ini saya sedang berada diposisi sedih,atau bahagia,seperti kisah saya yang saya tulis ini,dimana kita diberikan satu musibah atau satu perkara dimana kita memiliki seseorang yg kami sayang namun Allah memutuskan untuk menjauhkan ia dari kami,bagaimana sedihnya ,Ahh jadi curhat hehe biasa lagi galau hehe,karna saya juga hanyalah wanita biasa hehe
__ADS_1