
jam sembilan
Semua santriwan membagi tugas masing masing ada yang mencari diluar pesantren ada juga yang mencari diarea wc dan lapangan yang cukup luas itu dan ada sebagian santri lainnya mencar keberbagai tempat lainnya
"Il ,tth cape,tth haus tth boleh minum sebentar?"Ucap tth ipar
"Boleh th,tth duduk dulu saja,aku juga sebenarnya sangat cape,tapi harus bagaimana mas umar juga blm terlihat batang idungnya sama sekali"ucap ilmi yang ikut duduk dipinggir sebelah tth iparnya
Digudang....
Umar tertidur karna kelelahan karna ia berteriak sedari tadi menyebabkan suaranya menjdi serak ia juga sangat haus dan lapar karna ia sangat kelelahan jadinya ia ketiduran.
Sedangkan nurul sudah bangun daru tidurnya ia tidur berjauhan dengan umar karna umar memilih tidur dilantai karna bila tidak ia akan menjadi bahan fitnahan dari orang yg melihatnya.
Nurul sudah bangun lebih dulu dari umar ia terus menatap umar dengan tatapan kasihan,ia ingin menarik umar untuk bisa tidur ditempat yang hangat bersebelahan dengannya namun umar menolaknya, Nurul Sangat mencintai umar dari semenjak kecil ia dititipkan dipondok ini...ia bermimpi dari dulu bahwa suatu hari nanti ia bisa berjodoh dengan umar...dan bisa bersama hingga hari yang dijalani nya namun kenyataannya hanyalah sebuah hayalan yang tak pernah terwujudkan, Padahal ia bisa bertahan dipondok ini hanyalah karna umar,ia tak ingin pindah pesantren hanyalah karna umar karna sesungguhnya mimpi mimpi yang ia impikan hari itu belum juga tergapai.
"hm...Umar"suara teriakan dari Luar
Nurul bergumam "suara ini persis seperti Th ilmi, pasti dia khawatir pada mas umar,aku harus gimana ini"
"Umar.."teriakan yang kedua begitu kencang hingga membuat umar terbangun dari tidurnya, ia menatap keselilingnya dan mengingat kembali kejadian hari ini ia pun segera bangkit dari tidurnya dan buru buru mendekat kebelakang pintu siapa tau bila umar berteriak sekali lagi orang yg diluar bisa mendengarnya.
"Ilmiiiiii....tolongg"ucap umar pelan karna tenggorokannya begitu sakit bila terus berteriak ia hanya bisa mengandalkan tangannya untuk menggedor gedor pintunya.
"Th, mas..tunggu..tunggu kayanya aku denger suara mas umar deh,kayanya dia ada ditempat ini,suaranya jelas bngt"ucap ilmi
"Berarti umar ada disekeliling tempat ini,sepertinya itu suara ketukan pintu...apa jangan jangan dia..."(ucap tth ipar sambil melirik kearah gudang yg tempatnya sedikit jauh dari pohon yg ia duduki)
"Bisa jadi si..karna disini cmn ada satu ruangan aja,lagian kita juga blm liat kearah gudang, yaudah kita liat aja ya"ucap mas kasmin
"Ayo mas, th"ucap ilmi sambil berlarian mendekat kearah gudang dan disusul tth iparnya dan mas kasmin
__ADS_1
"Mas umar...kamu didalem?masss"teriak ilmi
Umar yang mendengar suara ilmi sangat dekat pun mendekatkan kupingnya dibelakang pintu dan tersenyum senang dan ia segara menjawab suara ilmi.
"Il...tolong aku...aku disini il,didalam gudang"ucap umar sambil memaksakan untuk mengeluarkan akan segala suaranya yang serak
"Ini th, ini benr benr mas umar,mas ini kmu kan?kita akan berusaha buat buka pintunya ya mas"ucap ilmi dengan rasa senangnya.
"mar...tunggu ya ,mas kasmin mau cari dulu kuncinya,sabar ya"ucap mas kasmin dan berlarian pergi untuk mencari kunci gudang
"Umar sabar ya sayang...mas mu lagi cari kunci gudang dulu"
"Kamu gpp kan mas?gimana bisa kamu kekunci didalem begini?"ucap ilmi
"Il aku ga bisa cerita sekarang,tenggorokan aku sakit il,aku juga laper,kasian juga nurul...kakinya terluka karna harus tertimpa kursi"ucp umar pelan namun ilmi masih bisa mendengarnya
"nurul?kmu sama nurul?kamu ngapain sama dia?"ucap tth iparnya
Tak lama kemudian pun mas kasmin datang sambil membawa sebuah kunci,Mas kasmin pun langsung menancapkan kuncinya pada lobang knop pintunya.
Ceklek...pintu terbuka
"Umar kamu gpp kan?ada yg sakit?terus kamu ngapain disini dan kenapa bisa kekunci begitu?"pertanyaan pun terus terucap dari bibir ilmi ia begitu Khawatir pada umar jadi ia takut bila terjadi sesuatu pada umar.
"Aku gpp ya il"ucap umar sambil berhamburan memeluk ilmi dengan erat
"Kmu gpp mar?dari tadi kita cariin kmu,ternyata kmu disini?ngapain?"ucap mas kasmin
"Aku baik th,aku bakal jelasin ko tapi ga sekarang,tenggorokan aku sakit bngt soalnya"ucap umar
"Nurul?Itu nurul kan mar?kamu ngapain disini nur?"tanya tth ipar sambil mendekat kepada nurul
__ADS_1
"Nurul?Dia ngapain sama kmu?"ucap ilmi dengan wajah yang sedih
"Nurul kamu ngapain disini?kmu gpp?"ucap tth iparnya
"Aku terkunci disini ustazah,Tadinya nurul mau ngambil kursi disini tapi ternyata ad masalah kecil yang bikin nurul jatuh hingga harus tertima semua bangkunya ustazah"ucap nurul
"Benar gitu mar?kamu seharian ini bersama nurul?terus kamu ngapain disini?dan kenapa pintunya bisa terkunci?"ucap tth ipar
"Gini gini th biar aku jelasin semuaya...aku ga mau semua orang nuduh yg engga engga tentang ini,dan termasuk istri yg paling aku sayang.. aku juga ga mau ada keributan antars aku sam istri aku,aku itu sama nurul disini ga ada apa apa kita kejebak karna ada orang yg ngunciin pintunya th,aku kesini emng sebernnya mau ngambil meja karna dikelas tujuh itu mereka kekurangan meja mangkannya aku kesini untuk itu,tapi setelah aku kesini aku ga sengaja liat nurul sudah dengan keadan yang miris...dia ketimpa sama kursi yg banyak sampe bikin kakinya terluka th...aku ga ada hubungan apa apa mas,th,il...kalian harus percaya"ucap umar yang akhirnya menjelaskan juga disitu
"Sebelum orang lain liat kejadian inj, kamu harus segara pulang mar,mas pengen kamu buru buru pulang SEKARANG!!"gertakan Mas kasmin
"Tapi mas,aku belum..."ucapan umar terpotong karna langsung segera disela oleh Mas kasmin.
"PULANG UMAR,KAMU NGEBANTAH SAYA HAH?PULANG SAYA PENGEN KMU PULANG YA PULANG DAN TANPA AJAK ILMI"
"Mar...pulang ya,biar ilmi sama kita kamu pulang duluan aja,biar nurul itu masalah tth,kamu pulang yah"ucap tth ipar
Dengan berat hati Akhirnya umarpun berjalan guntai sambil keluar dari tempat itu,sebenarnya umar ingin menyakinkan hati ilmi agar ia bisa percaya akan perihal yg sebernnya,ia takut bila ilmi marah padanya.
Sebelum keluar umar terus memperhatikan kearah ilmi sambil meraih tangannya saat hendak keluar.
"Il aku duluan yah"ucap umar
"Iya"ucap ilmi singkat
Setelah umar pergi akhirnya tth ipar dan ilmi mendekat kearah Nurul yg sedang duduk,dan bertanya mengenai semuanya kepadanya.
"Kamu gpp nur?kaki kamu emng bener bener sakit?"ucap tth ipar
"Iya ustazah itu benar,kaki saya memang benar benar sakit,tapi kejadian yg sebernnya bukanlah seperti itu"ucap nurul sambil menangis tersedu sedu
__ADS_1
"Aku pengen jujur ..tapi fitri sudah berusaha membuat kejadian ini agar aku bisa bersama mas umar dengan waktu selama ini...aku ga boleh nyia nyiain usaha sahabt ku,walaupun inj nyiksa bngt"gumaman nurul