Love Brings Heaven

Love Brings Heaven
Bab


__ADS_3

Saat turun hujan, itu waktu emas untuk berdoa.


Sebagian orang tatkala memperhatikan hujan, ada yang sampai gelisah. Apalagi jika turunnya hujan dirasa mengganggu aktivitasnya, mungkin ada meeting, janji atau yang lainnya. Sehingga yang terjadi adalah mengeluh dan mengeluh. Padahal jika kita merenung dan memahami hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, waktu hujan turun adalah saat mustajabnya do’a, artinya do’a semakin mudah terkabulkan.


Ibnu Qudamah dalam Al Mughni[1]mengatakan, ”Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,


اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ


“Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan : [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] Saat hujan turun.”[2]


Begitu juga terdapat hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,


ثِنْتَانِ مَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِوَ تَحْتَ المَطَرِ


“Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.”[3]


Do’a yang amat baik dibaca kala itu adalah memohon diturunkannya hujan yang bermanfaat. Do’a yang dipanjatkan adalah,


اللَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً


“Allahumma shoyyiban naafi’aa [Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat].”


Itulah yang Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ucapkan ketika melihat turunnya hujan. Hal ini berdasarkan hadits dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha,


إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ « اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً


”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shoyyiban nafi’an”[Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”.[4]


Ibnu Baththol mengatakan, ”Hadits ini berisi anjuran untuk berdo’a ketika turun hujan agar kebaikan dan keberkahan semakin bertambah, begitu pula semakin banyak kemanfaatan.”

__ADS_1


Al Khottobi mengatakan, ”Air hujan yang mengalir adalah suatu karunia.”[5]


Semoga dengan turunnya hujan semakin membuat kita bersyukur, bukan malah mengeluh. Manfaatkanlah momenttersebut untuk banyak memohon segala hajat pada Allah Ta’ala menyangkut urusan dunia dan akhirat. Jangan sia-siakan kesempatan untuk mendoakan kebaikan diri, istri, anak, kerabat serta kaum muslimin lainnya.


Wallahu waliyyut taufiq.


Panggang-Gunung Kidul, 18 Jumadal Ula 1432 H (21/04/2011)


[1] Al Mughni, 2/294.


[2] Dikeluarkan oleh Imam Syafi’i dalam Al Umm dan Al Baihaqi dalam Al Ma’rifah dari Makhul secara mursal. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shohihul Jaami’ no. 1026.


•••••••••••••••••••••••••••••••°


Aini sudah dalam perjalanan pulang karna azan zuhur sudah berkumandang jadi ia pun memutuskan untuk mampir sebentar ke masjid untuk melaksanakan sholat zuhur.


Setelah selesai sholat zuhur mereka pun segera masuk kemobil untuk pulang, karna sepertinya cuacanya malah semakin gelap ada rintikan hujan juga yg sudah mulai turun.


"il,aku boleh ga,klo semisalkan aku cari pembantu dirumah,aku kasihan liat kmu terus beres beres sepagi itu ,kan rumah itu juga besar, luas,klo kmu kerjain itu sendiri pasti bakal cape, sekarang aja ada ibu jadi ada yg bantu kamu"


"Engga perlu lah,aku bisa kerjain sendiri ko,aku juga pengen jadi istri yg soleha"ucap ilmi


"Sayang,denger ya,aku tau kmu pengen nyenengin aku dengan setiap langkah kmu,tapi aku kasihan lihat kmu kerja sendiri gitu,aku juga klo ada waktu buat bantuin kmu,kmu kan tau sendiri aku harus ngajar semua santri buat ngji pagi,dan itu tuh bakal lama dan ga bisa buru buru pulang kermh,dulu kan waktu alm abi,dirumah kita itu ada pembantu juga yg ngurus semua pekerjaan rumah,dulu kita make dua orang dan dulu juga th husna sama kaya kmu nolak gitu pengen dia sendiri yang ngerjain,tapi kan mas kasmin mikir kasihan istrinya udah cape dirumah,cape juga dipondok pesantren buat ngajar,terus kadang kadang dia ngurus abi sampe telit bngt sm abi,buat makannya dan sbginya, klo masalah masak itu emng th husna yg masak terus dia juga yg kadang kadang suka lelah tapi ga pernah ngeluh keaku atau kemas kasmin juga,abi pun dulu nyuruhin buat cari pembantu dan akhirnya th husna pun ga ngebantah lagi,karna kan dia juga lagi hamil terus sempet digertag gitu sm mas kasmin, kan ini juga kebaikan kita semua gitu"


"Nanti klo semisalkan kmu kerja pulang sore kamu pasti bakal cape yang,terus kmu pulang sore malah langsung beres beres,nntikan kmu juga bakal hamil nanti yg ada kmu makin cape,aku kasihan kmu liat kmu nnti juga kmj sering ngajar dipondok dan pulang juga sore itu pasti bakal cape bngt"Ucap umar


Ilmi berpikir"Aku si ikut kmu aja"ucap ilmi singkat


"Ya jangan pendek juga jawabnya kaya orang marah aja"ucap umar.

__ADS_1


"Ya aku harus jawab apa?ya udah aku ga masalah klo semisalkan kmu mau cari pembantu juga,emng kata kata kmu juga emng bener"ucap ilmi diakhiri dengan senyuman


"Hum...ga ikhlas deh kayanya senyumnya"ucap umar sambil menarik tangn ilmi dan mengelusnya.


Ilmi menghadapkan setengah tubuhnya kearah umar sambil menjawab"iya suami ku tercinta,aku setuju,Udahkan?terus aku harus bilang apa?harus cium kamu biar kmu percaya aku ga marah?Aneh dasar"ucap ilmi


"Boleh deh,cuman tanda buktikan"Ucap umar memancing


"Bisa bisanya gitu,lagi nyetir juga"


"tukan marah,masa cumn gitu aja pake alesan"ucap umar


Tanpa mau berdebat ilmi pun langsung memberi ciuman dipipi kiri umar dan kembali duduk kesemula.


dan umar pun tersenyum senang


••••••••••••••


Skipp...


jam 15.30


Hari ini hujan terus membasahi kota bandung,padahal banyak yg ingin ilmi abadikan dikota ini,namun ia pun harus bersabar sampai hujannya reda.


Umar dan ilmi pun memutuskan untuk duduk disajadah dan membaca Al qur'an walaupun sebentar,ilmi ingin kali ini ia bisa mengaji pada umar,ia ingin belajar dengan suaminya sama halnya seperti murid dan guru bukan suami dan istri.


Jadi bila ilmi salah dalam membaca al qur'an umar akan tetap menegurnya dengan kata kata yg halus namun tegas.


Setelah selesai mengaji,Ilmi memaksa umar untuk menceritakan sebuah kisah tentang islami.

__ADS_1


Umar berfikir sejenak sambil menutup kedua matanya sambil berfikir tentang sikap istrinya yg setiap hari ada saja perubahannya,kadang kadang ia marah marah,kadang kadang ia bucin kadang kadang ia imut kadang kadang menyebalkan kadang kadang bertingkah seperti layaknya anak kecil.


__ADS_2