Love in Patience

Love in Patience
Episode 22 (Vidio Call Part 2)


__ADS_3

"Rantiii..." Yang di sebrang sana juga tidak percaya bisa melihat anak gadisnya dulu. "Kamu baik-baik aja, Ti?" Air mata sudah tak terbendung, Ibu Ranti langsung mengusap pipinya.


"Iya, Bu. Ibu juga disana baik-baik aja kan? Hito juga baik kan, Bu? Apa Ayah sama Mas Anto macem-macem lagi? Bilang sama Ranti, Bu nanti Ranti aduin ke Calvin." Ucap Ranti yang selalu merasa kesal sampai ke ubun-ubun jika mengingat 2 anggota keluarganya itu.


"Nggak sayang, Ayah sama Mas Anto di sini hampir gak pernah ngusik Ibu dan Hito lagi. Ibu sama Hito juga baik, Hito juga sudah lebih sehat. Ibu harus minta maaf sama kamu, Ti. Karena beban Ibu dan Hito hidup kamu jadi harus tersiksa begitu." Ibu Ranti bahkan sudah menangis membayangkan hidup anak gadisnya dulu.


"Ibu tenang aja, Ranti disini baik-baik aja, Bu. Ranti bahagia." Isak Ranti yang juga menangis berusaha untuk terlihat senang. Baginya melihat Ibu dan Hito bahagia itu sudah membuatnya tenang. "Ranti cuma sedih gak sempet makan masakan terakhir ibu, ayam kecap sama gak sempet beliin Hito ice cream." Tangis Ranti semakin pecah mengingat kejadian terakhir.


Inez sudah mulai ingin merebut ponselnya dari Ranti, Ranti mencoba mempertahankan ponsel Inez.


"Kamu yang sabar ya, Ti..." Panggilan terputus saat Inez berhasil mengambil ponselnya dari tangan Ranti. Ranti menangis.


"Sekarang lo percaya kan kalo Ibu dan Adik lo baik-baik aja?! Calvin bener-bener tanggung jawab sama lo, Ran. Sekarang tinggal lo nya aja yang harus membalas semua kebaikan Calvin." Ujar Inez.


"Kenapa aku harus membalas semua kebaikannya? Toh aku sudah memberikan semua yang berharga dalam hidupku yang dia rampas dengan paksa."


"Iya tapi lo emang gak seneng liat Ibu dan Adik lo hidup enak kayak gitu? Wake up Ranti! Diluar sana banyak cewek yang rela kasih semua diri dan hidupnya untuk Calvin demi bisa hidup enak kaya lo!"


"Tapi gue bukan cewek-cewek kayak begitu ya, Nez! Gue cewek baik-baik!" Bentak Ranti.


"Huft! Gue cape ngomong sama lo, Ran. Buang-buang waktu aja! Sekarang keadaannya udah terlanjur seperti ini. Lo mau rubah kayak gimana lagi? Gak ada yang bisa lo ubah, Ranti. Lo cukup benahi hubungan lo sama Calvin, luluhin hati Calvin. Gue yakin setelah hati Calvin luluh apa aja yang lo minta dia pasti kasih dan yang terpenting lo akan bisa ketemu Ibu dan Adik lo itu!" Seru Inez meyakinkan Ranti agar mau membuka hatinya untuk Calvin.


"Apa lo seyakin itu?"


"Iya gue seyakin itu. Nikmati yang ada sekarang, sebelum akhirnya Calvin bosen dengan sikap kolot lo itu dan berpaling ke cewek lain. Lo mau Calvin buang lo dan hidup sama cewek lain? nanti setelah lo di buang lo mau jadi apa? Dan siapa yang mau sama lo lagi? Apa pacar lo itu akan mau sama lo lagi yang udah jadi bekas orang?! Coba pikir panjang, Ran!" Ujar Inez mempengaruhi pikiran Ranti. Ranti mulai berfikir benar juga apa yang Inez ucap itu. "Ayolah Ranti, hidup harus move on. Gue rasa pacar lo itu juga udah punya cewek lain, lo udah gak ada kabar setahun lebih. Lagipula apa lo gak mau hidup enak? Lo bisa punya uang banyak, makan enak, beli barang-barang mahal. Sini deh." Ajak Inez. Ranti mengikuti Inez ke sofa, Inez menyalakan televisi memilih chanel yang terdapat acara sosialita.


"Liat acara itu. Cewek-cewek pada belanja barang-barang mahal, apa lo gak mau kayak mereka?"


Ranti memperhatikan chanel tv yang Inez setel, itu chanel tv indonesia yang artinya bukan cuma acara luar negri saja yang ada di tv ini.


"Tunggu deh, ini chanel lokal? kok ada sih? Gue baru tau ada chanel lokal di tv ini, biasanya selalu chanel tv luar negri. Yampun gue seneng banget bisa nonton tv lg." Ujar Ranti girang. Inez menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Ranti yang kekanak-kanakan itu.

__ADS_1


Jadi selama ini dia gak tau kalo ada chanel lokal juga disini? Komplit lho ini, semua yang Calvin punya gak mungkin setengah-setengah." Inez geli melihat tingkah norak Ranti. Dia semakin semangat untuk mengajak Ranti dalam pergaulannya.


"Jadi lo ngapain aja selama lebih dari 1 tahun hidup di kamar doang kalo gak nonton tv?" Tanya Inez heran.


"Tidur, melamun ke jendela, yaaa terkadang nonton tv juga sih, tapi kalo lagi sama Calvin aja itupun gue gak ngerti sama acaranya." Jawab Ranti sambil menaikan kedua pundaknya.


Ranti memencet-mencet tombol di remote mencari chanel lokal yang ingin dia tonton. Tapi malah kembali ke chanel luar negri lagi.


"Inez, kok chanelnya chanel luar lagi sih?"


"Chanel lokal ada di nomer 51 ke atas, dibawah itu chanel luar negri semua. Coba pencet chanel 21 deh." Ranti menekan tombol 2 dan 1. Chanel berubah ke chanel asia. Dari bahasanya adalah bahasa Korea.


"Apa ini? Bukan chanel lokal, korea ini sih." Sahut Ranti.


"Yaaa itu drama Korea, lagi hits, acara favorit gue. Lo tonton itu bagus lho ceritanya lo bakal ketagihan!" Ucap Inez.


Pintu kamar terbuka dan Calvin masuk ke dalam kamar dengan pakaian rapih, sepertinya dia habis dari kantor, tapi yang jadi pertanyaan adalah apakah mafia itu punya kantor? Ranti tidak tau jawabannya, mungkin dia harus mendekatkan diri dengan Calvin agar dia bisa tau lebih dalam tentang suaminya. Tiba-tiba dadanya terasa berdesir saat dia tiba-tiba bergumam kata suami.


Tapi tidak dipungkiri Calvin memang tampan. Tubuhnya lebih tinggi dari Ardi, bahkan umurnya lebih tua dan pastinya Calvin lebih punya banyak duit. Lagi-lagi dada Ranti terasa berdesir. Kok tiba-tiba jadi membandingkan keuangan Calvin sih!


"Ngapain, Nez?" Tanya Calvin singkat sambil melepaskan jas nya dan memberikan kepada Ranti.


"Cuma ngajak Ranti ngobrol aja, Bos. Saya keluar dulu, Bos." Pamitnya, Ranti mengikuti Inez sampai ke depan pintu kamar.


"Nez, gue mau tanya." Bisik Ranti.


"Apa?"


"Apa lo pernah tidur sama Calvin?"


"What?" Inez terbelalak mendengar pertanyaan Ranti itu, dia tau mungkin Ranti sudah ada rasa curiga atau cemburu. Itu bagus, awal yang bagus.

__ADS_1


"Jawab aja!" Ranti sudah tidak sabar desiran dalam hatinya semakin terasa.


"Kalo pernah apa lo bakal cemburu?" Goda Inez. Kini hati Ranti mulai panas.


"Apa?" Ranti tersentak kesal. Inez tertawa pelan.


"Lo tanya aja sama Calvin, jawaban gue akan sama kok."


"Lo ngeledek ya, Nez?!" Ranti kesal rasanya ingin menempeleng kepala Inez.


"Dari pada lo kepo sama gue, mending lo praktekin ilmu yang tadi gue kasih. Calvin paling suka posisi wot lho!" Bisik Inez di telinga Ranti.


"Wot? Apa lagi sih itu?" Ranti tidak mengerti.


"Posisi yang tadi gw unjukin, itu namanya wot! Woman on top. Good luck beib!" bisiknya lagi dan pergi meninggalkan Ranti yang masih kesal memikirkan jawaban Inez.


Kok Inez sampe tau posisi yang Calvin suka? Aaaa jangan-jangan bener mereka pernah ngelakuin itu! Ranti benar-benar kesal lalu menutup pintu dan berjalan masuk kedalam kamar sambil memikirkan jawaban Inez dan melempar jas Calvin begitu saja ke sofa.


Apa iya Inez pernah tidur sama Calvin? Kok aku kesel yah ngebayangin mereka pernah ngelakuin itu, sumpah kok kesel banget?! Gumam Ranti dalam hati mendadak khawatir dengan kelakuan nakal Calvin di belakangnya.


Dia melihat tempat tidur, tidak ada Calvin. Sepertinya Calvin sedang mandi karena terdengar pelan suara percikan air dari dalam ruang pakaiannya. Ranti masuk kedalam ruang pakaiannya menghampiri kamar mandi. Seketika dia ingin masuk menghampiri Calvin yang sedang mandi tapi dia ragu, apa yang akan dia lakukan di dalam? Malu. Tapi hatinya bergejolak ingin segera melaksanakan ilmu yang dia dapat tadi dari Inez.


Masuk gak ya? Duh malu. Gimana kalo Calvin nolak? Gimana kalo Calvin meledeknya? Risau Ranti dalam hati, dia sudah mulai menyentuh gagang pintu kamar mandi tapi dia jauhkan lagi tangannya dari gagang pintu itu. Tapi tiba-tiba secara reflek tangan kanannya membuka pintu kamar mandi itu tanpa permisi terdahulu Ranti mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam.


Ranti tertegun melihat tubuh Calvin tanpa sehelai benang pun terbasuh air shower. Calvin sedang menyibakan busa shampo di rambutnya dan menoleh ke arah Ranti. Dia terdiam sejenak, Ranti mendekat. Di bawah rintikan air shower, Ranti menyentuh kening Calvin dengan jari telunjuknya, menyusuri wajah tampan Calvin. Ranti menatap wajah Calvin, betapa tampan nya pria dihadapannya ini, bahkan saat air membasahi seluruh tubuhnya. Ranti semakin mendekati Calvin, menjinjitkan kedua kakinya berusaha untuk mencium bibir Calvin. Sekejap Calvin terkejut, Ranti melepaskan ciumannya karena reflek merasakan penolakan Calvin.


"Maaf.." Ucap Ranti namun Calvin cepat-cepat menarik tubuh Ranti agar menempel dengan tubuhnya, Calvin mencium bibir Ranti dan ******* habis bibir Ranti. Ranti menyambut ciuman itu lalu Calvin mendorong tubuh Ranti ke dinding dan melucuti pakaian Ranti yang sudah basah kuyup, air shower mengalir deras di atas tubuh mereka.


Calvin mengangkat tubuh Ranti dan Ranti melingkarkan kedua kakinya di pinggul Calvin. Calvin menghisap seluruh tubuh Ranti, Ranti menikmatinya dan merasakan kenikmatan yang luar biasa. Ini pertama kalinya dia benar-benar merasakan nikmat yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Desahan demi desahan keluar dari mulutnya menikmati aktivitas yang Calvin lakukan padanya, suara desahan mereka beradu dengan suara percikan air shower yang terus mengalir deras. Dia puas dan terlebih lagi senang, Ranti benar-benar menikmatinya melepaskan seluruh beban hidup dan pikirannya serta bergumam dalam hati.


Good Bye Ranti.. Mulai saat ini dia memilih untuk merubah dirinya menjadi wanita nya Calvin dan menjatuhkan hidupnya kedalam kehidupan gelap Calvin.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2