Love in Patience

Love in Patience
Episode 36 (Surat Dari Mertua)


__ADS_3

Lampu walkie talkie Calvin tiba-tiba berkedip, dengan sigap ia menekan tombol hidup.


"Hmm.." Sahutnya malas. Walkie talkie nya tidak biasanya menyala, biasanya dari rumah pekerja dibelakang itupun jarang karena jika hanya masalah kecil pasti Rico lebih dulu yang di hubungi namun saat ini Rico ada di hadapannya.


"Bos.." Sahut suara Egil. "Darurat, Ranti.." Rintih Egil sambil menahan sakit luka tembak di kakinya.


"Ranti kenapa?" Calvin mulai getir. Ricopun langsung berdiri menghampiri Calvin di sebrang meja kerjanya.


Belum sempat menjawab, pintu ruang kerja Calvin terjeblak terbuka. Tori dengan langkah pelan mundur masuk perlahan sambil mengangkat kedua tangannya.


Wanita pirang itu membawa Ranti masuk dengan langkah hati-hati masih dengan menempelkan pisaunya tepat di urat nadi leher Ranti


"Bos, Sorry. Dia mengancam lewat Ranti." Ucap Tori dengan hati tidak enak karena hanya bisa diam menuruti wanita penyelinap itu tanpa perlawanan.


"It's ok. Lo bisa keluar." Sahut Calvin tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah pucat Ranti. Yang terpenting baginya bahwa Ranti selamat.


Tori keluar dan menutup pintu. Lalu wanita pirang itu membuka topi dan maskernya. Tanpa dibuka pun Calvin sebenarnya sudah tau siapa orang itu, dia sudah cukup kenal dengan wanita itu.


"Wow.. I'm surprised you came all the way to my house!" Seru Calvin dengan nada terkejut yang jelas dia buat-buat.


"Really?" Sahut wanita itu dengan nada mengejek.


"But you don't have to take my wife like that!" Sahut Calvin yang sudah mulai kesal dengan tingkah laku sekertaris Ibunya itu.


"Hahahaha.. Kalau tidak seperti ini, apa aku akan dipersilahkan masuk kerumah ini?" Ucap wanita itu tertawa.


Ranti mulai gundah, kulit lehernya sudah terasa perih dan terasa ada yang mengalir dari leher ke pundaknya, itu darahnya. Air mata dan keringatnya mulai menetes, tapi dia masih tetap diam memandangi wajah Calvin yang dia tau Calvinpun khawatir padanya. Seolah dia bisa membaca arti dalam tatapan mata Calvin bahwa semuanya akan baik-baik saja.


"Hebat! Lo sampai belajar bahasa Indonesia demi datang kesini. Tapi lo mau sampai kapan menyandera istri gue? Kalau sampai ada cacat setitik aja di lehernya, lo tau kan apa yang akan gue lakuin?!" Geram Calvin.


"Dengan satu syarat."


"Apa?"


"Back to England! Your mother really need you!"


Calvin diam. Ternyata ini semua benar rencana Ibunya. Dia merasa kesal dan semakin membenci Ibunya karena mengutus wanita gila ini kesini bahkan sampai menyandera Ranti. Ibunya tau betul lewat Ranti, Calvin akan menyetujui apapun.


Rico mendekati Calvin dan berbisik. "Untuk kali ini biar kita ikutin permainannya, Vin. Yang penting Ranti selamat dulu. Lo bisa bawa dia ke kamar dulu terus kita diskusikan lagi apa mau Ibu lo. Pasti ada masalah besar disana, Vin." Calvin mengangguk setuju.

__ADS_1


Dia menghampiri Ranti dan wanita itu. "Oke. Apapun. Sekarang lepasin dia, Christ!" Perintah Calvin.


Detik itu juga Christina langsung melepaskan pisaunya dan mendorong tubuh Ranti dengan kasar kepada Calvin. Calvin langsung memeluknya erat, mengusap pundaknya. Ranti seketika merasa lega dan juga lemas, ia menutup luka lehernya dengan sebelah tangannya yang bebas sambil terisak.


"It's oke, it's oke, beib.." Ucapnya lembut menenangkan Ranti.


"Ugh! So sweet. Kenakalan kamu ternyata bisa ada manis-manisnya juga yah." Ledek Christina.


Lalu Calvin membuka pintu membawa Ranti ke kamar. "Lo tunggu disini, jangan bikin masalah lagi!" Sahutnya pada Christina.


Christina menghempaskan tubuh ramping nya ke sofa sambil berkata. "Bring me a coffee without poison, please!" Lalu dia tertawa puas.


Setelah pintu tertutup dan Calvin keluar sambil memeluk Ranti, semua penjaga langsung sigap berdiri menghampiri Calvin termasuk Tori.


"Bos!" Seru semua penjaga.


"Perketat keamanan! Tidak becus kalian semua!" Geram Calvin.


Semua penjaga menundukkan badan seraya memohon ampun. Tori yang paling merasa bersalah karena sebagai kepala pengawal dan yang paling dipercaya Calvin dirumah ini bisa kecolongan dengan adanya penyelinap, apalagi penyelinap itu hanyalah seorang wanita.


Setelah sampai di kamar, Bi Tuti sudah menunggu sejak tadi membawa kotak obat, mewanti-wanti jika ada luka pada Ranti. Karena saat dia sedang di dapur mendengar suara gaduh dan sempat melihat Ranti di sandera.


Ranti duduk di pinggir ranjang dengan sigap Bi Tuti segera mengecek luka yang ada di sebelah leher Ranti. Luka itu kecil hanya luka goresan tapi Calvin sangat khawatir terlebih jika nanti akan ada bekasnya karena dia sangat menyukai leher jenjang Ranti.


"Tidak, Den." Jawab Bi Tuti sambil membersihkan luka Ranti menggunakan kuas kecil lalu mengoles sedikit cream luka agar lukanya tidak berbekas setelah itu Bi Tuti menempelkan plester transparan. "Selesai." Lanjut Bi Tuti sambil membereskan perlengkapan p3k nya.


"Kamu nggak apa-apa?" Tanya Calvin ke Ranti.


Ranti hanya menggeleng melas.


"Saya permisi dulu, Den."


"Iya, Bi."


Calvin duduk di hadapan Ranti. Mengaitkan rambut Ranti kebelakang telinganya dan mengelus lembut pipi Ranti.


"Hai, kamu kalau diam aja begini aku jadi khawatir. Apa ada yang sakit lagi?"


"Nggak ada, Vin."

__ADS_1


"Bener?"


"Iya." Ranti mengangguk. "Perempuan itu siapa?"


"Bukan siapa-siapa."


"Vin.." Ucap Ranti penasaran.


"Kamu nggak perlu tau perempuan itu siapa, yang penting kamu sudah aman aku lega."


Ranti diam, mengerti maksud Calvin bahwa urusannya tidak ingin Ranti ketahui. Lagipula dia mendapatkan sepucuk surat dari wanita itu, mungkin akan ada kejelasan di sana.


"Aku kebawah dulu, kamu istirahat ya." Ucap Calvin sambil mengecup kening Ranti. Ranti mengangguk dan menyenderkan tubuhnya.


Lalu Calvin keluar. Ranti langsung mengambil surat dari wanita tadi dari balik bantal tidurnya. Sesaat dia takut jika surat itu hilang karena sebelum dia sampai disini, Bi Tuti sudah lebih dulu ada di dalam kamar ini. Saat tangannya menyentuh sebuah amplop, hatinya sedikit lega namun kembali bergetar saat kedua tangannya cepat-cepat membuka amplop itu.


Ranti mengeluarkan lipatan suratnya dan cepat-cepat dia baca.


*Dear, Ranti..


From, Evelyn (Calvin's Mother)


Salam kenal dan salam hangat dari saya Ibunya Calvin untuk menantu saya. Maaf jika saya memberikan pesan ini dengan cara yang kurang tepat, kamu pasti tau alasannya.


Sayapun ingin mengucapkan terimakasih kepada kamu yang telah berkorban untuk hidup bersama anak saya Calvin. Saya mengerti itu semua tidak mudah dan mungkin kamu mempunyai alasan mengapa memaksakan diri untuk tetap hidup dengan putra saya, apapun itu saya sangat menghargainya.


Karena kamu, Calvin telah berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih baik. Menjadi pria yang hangat hatinya, terimakasih kamu telah membuat Calvin bahagia walaupun dengan caranya yang salah. Saya harap kamu bisa menerima sifat buruknya Calvin.


Saat ini saya membutuhkan Calvin untuk bisa kembali ke Inggris karena ada salah satu urusan yang ingin saya selesaikan dengannya, saya harap kamu bisa sedikit mencoba membuat Calvin kembali pulang walau hanya sebentar. Saya berharap Calvin juga bisa membawa serta kamu dan mempernalkan kamu kepada saya, namun jika tidak, saya bisa mengerti.


Besar harapan saya untuk bisa bertemu dengan putra semata wayang saya walaupun hanya sebentar saja. Pesan saya, saya harap kamu bisa terus selalu bersama dan menemani hidupnya, agar dia bisa kembali ke jalan yang benar.


Surat ini saya titipkan melalui sekertaris kepercayaan saya, Christina. Maaf jika ada salah kata dan kalimat, karena kami baru saja belajar bahasa Indonesia dengan waktu yang sangat singkat.


Sekian, salam sayang. Evelyn*..


.


Ranti bisa merasakan betapa mertuanya sangat merindukan anaknya. Dalam hati Ranti bertanya, kira-kira sudah berapa lama mereka tidak bertemu? Dari surat yang ia baca ini sepertinya sudah sangat lama sekali mereka tidak bertemu.

__ADS_1


Besar harapan mertua nya ini agar dirinya tetap bersama anaknya. Apakah dengan dirinya ada sifat Calvin yang berubah? Entahlah Ranti belum cukup mengenal Calvin lebih dalam. Sebenarnya dia ingin tapi Calvin masih menutup rapat kahidupannya pada Ranti.


Bersambung..


__ADS_2