Love You Boss

Love You Boss
Ep 10


__ADS_3

"Abanggg ! jangan tinggalin Anna bang hiks hiks maafin Anna bang. Anna janji tidak akan mengulanginya lagi hiks.. hiks.." raung Anna seperti orang gila.


Masih dengan handuk yang melilit ditubuhnya rasa kecemasan yang tinggi ia segera lari dipojok dengan tangan yang memeluk erat tubuhnya. Mulutnya masih bergetar melafalkan hal yang sama disela tangisannya yang semakin menyesakkan dada.


Cklekk.. bunyi handle pintu terbuka


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Betapa sesak dan kaget seketika menyelimuti perasaannya melihat istri tercintanya.


Diletakkannya nampan begitu saja dan bergegas untuk menghampiri istrinya.


"Sayangg.." ucapnya lirih sembari menarik istri tercintanya kedalam pelukannya.


"Jangan tinggalin Anna, jangan Anna mohon hiks.. hiks.." lirih Anna masih dalam pelukan suaminya.


Hati Alvaro begitu teriris mengingat istrinya kembali histeris.


Dibelainya punggung istrinya dengan sayang untuk meredakan tangis istrinya dengan terus mengecup pucuk kepala istrinya bertubi-tubi.


Nafas yang sedari tadi tidak beraturan perlahan mulai teratur diiringi isak tangis yang semakin tak terdengar lagi.


"Sayang.. look at me please ! jangan berfikir abang akan meninggalkanmu sebesar apapun masalah kita abang tidak akan pernah melepasmu. Abang keluar hanya membuat makanan untuk kita !" seru Alvaro sembari wajahnya menunjuk pada makanan yang sudah dibuatnya.


"Ayo berdiri abang bantu ganti baju setelah itu kita makan okey !" serunya lagi.


Anna yang sudah tenaganya terkuras habis-habisan hanya mengangguk. Matanya serasa ingin terpejam namun Alvaro tak membiarkan mata itu terpejam sebelum perutnya terisi.


Setelah mendudukkan Anna, Alvaro beranjak dari duduknya namun belum selangkah Alvaro berjalan tangannya sudah dicekal. Reflek Alvaro menatap istri yang sudah mendonga dengan genangan air mata dipelupuk matanya serta kepala yang menggeleng lemah.


"Sayangg.. abang gak pergi cuma mau ambil makan buat kita" ucapnya lembut. Tangannya beralih menyentuh pipi istrinya dan mengelus lembut untuk menenangkan istri tercintanya.


"Ayo makan abang suapin ya. Ayo anak manis buka mulutnya aaa.. " ucap Alvaro seperti memberi makan bayi. Anna ingin menolak tapi tatapan suaminya mengatakan tidak boleh. Akhirnya dengan malu-malu kucing Anna menerima suapan suaminya.


Selesai makan Anna masih tampak memandang suaminya yang membersihkan bekas makan mereka.


"Abang maafin Anna" serunya masih dengan suara bergetar.


"Sayang abang sudah maafin kamu. Mana bisa abang marah ke kamu. Kedepannya mari saling berbenah bersama. Kita bicara dari hati ke hati apa saja yang abang tidak suka dan kamu tidak suka agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi" panjang kali lebar kali tinggi Alvaro menjelaskan masih dengan selembut mungkin karena hati istrinya seperti kulit bayi sangat sensitif.


Anna hanya mengangguk dan tersenyum. Detik berikutnya dia mulai masuk dalam pelukan suaminya.


"I love you" terdengar suara Anna dibalik pelukan hangat suaminya.


"Love you too" sahut Alvaro sembari mengecup kening istrinya.

__ADS_1


Flashback off


Tertera nama yang sangat Anna kenal di handphone yang ia pegang. Jemari cantiknya bergegas untuk menerima panggilan meskipun masih dengan rasa kantuk yang menyelimutinya.


"Gila mentang-mentang manten baru itu handphone seperti kuburan saja sepi tak berpenghuni" cerocos seseorang diseberang sana.


"Aelah gua mah boro-boro megang handphone, melek dikit aja uda dibuat mendesah"


"Pesona duda tak dapat disepelekan anjir. emang benar kata pepatah ya duda lebih berpengalaman" sahut Sasa diseberang sana.


"Bukan kata pepatah lagi egek tapi kenyataannya emang begitu mahir dalam persek*ngk*gan !"


"Bagaimana rasanya ? jadi kepo !!" seru Sasa disebarang sana masih dengan tawa kerasnya.


"Rasanya itu....." ucapan Anna menggantung sedangkan Sasa sudah menyiapkan telinga dengan tidak sabaran.


"Lemot baget si mau ngomong aja !! jangan memperlihatkan jika anda goblok Maemunah!!" greget Sasa karena Anna masih belum saja bicara.


"Ihhh.. nungguin ya ? maklum lah artis" suara tawa Anna menggelegar


"Serius Maemunah !"


"Iya-iya ini gua mau bersabda silahkan siapkan telinga dan alat tulis !"


"Buruan egek lu lemot sekali gua gak mau ya nunggu sampe lebaran monyet!" desak Sasa.


Kala 'ku pandang kerlip bintang nun jauh di sana


Sayup 'ku dengar melodi cinta yang menggema


Terasa kembali gelora jiwa mudaku


Karena tersentuh alunan lagu semerdu des*han


Api asmara yang dahulu pernah membara


Semakin hangat bagai ciuman yang pertama


Detak jantungku seakan ikut irama


Karena terlena oleh pesona duda ganteng


Suara Anna dan Sasa saling bersahut-sahutan dengan menyanyikan lagu yang sudah dimodif oleh mereka.


"Please back to the topic !! jadi gimana rasanya di unboxing duda ?"

__ADS_1


"Rasanya hmmm luar biasa. Tenaganya bagai kuda boskuhh. Permainnya itu bikin nagih. Sepakat gua memang duda terdepan kalo masalah itu!"


Percakapan mereka terhenti ketika Sasa dipanggil oleh mamanya.


Anna segera menutup handphonenya dan memandang hijauan sebentar sebelum masuk ke kembali ke dalam kamar.


Flashback on


Setelah drama salah paham selesai ditutup dengan obrolan kecil sembari menonton.


"Sayang kamu tidak mau menonton Layangan Putus ?" tanya Alvaro.


"No... Anna lebih suka drama romantis seperti drama korea atau drama china!"


"Kenapa begitu sayang ?"


"Karena lebih baik berhayal yang baik daripada berfikir jelek karena drama yang ditonton. Layangan Putus booming dan pengadilan agama langsung jadi tempat favorit kedua akibat penonton yang menjiwai !


Alvaro yang mendengar langsung tertawa cekikikan. Istrinya memang realistis sekali.


"Kalo drama korea atau drama china gimana sayang ?"


"Ekhmmm... kalo dua drama itu tambah buat bucin karena ngajarin banyak hal yang buat pasangan ternano-nano dengan perhatian yang sederhana. Jadi makin lama usia pernikahan bukan makin bosan tapi tambah gak bisa jauh. Jauh sedikit langsung berkata Sayang aku tak bisa eek tanpamu"


"Sayang kok pup ? harusnya bernafas !" ralat Alvaro.


"Mana ada begitu bang. Buktinya pas kerja 5-8 jam tidak bersama pasangannya dia masih belum mati. Masih haha hihi sama teman-temannya. Kalo gak bisa pup itu bisa dijadikan alasan karena manusia pup umumnya dua kali pagi dan malam hari!" Anna nyerocos panjang kali lebar kali bedadung.


Alvaro hanya bisa termangap-mangap dengan yang dikatakan istrinya. Perumpamaannya sungguh ekstrem.


"Abang dengerin Anna berpantun ya !" serunya kemudian.


"Iya silahkan sayangnya aku" ucap Alvaro gemas dengan istrinya yang mudah sekali moodnya berubah.


"Abang kenapa manis sekali si bawaannya pengen Anna perkosa!" ucap Anna kemudian.


"Katanya mau berpantun ?"


"Haduh apa tadi dah ya ? padahal Anna sudah cari di kitab kang Sule. Abang si senyumannya mengalihkan duniaku" manyun Anna menanggapi pertanyaan Alvaro.


Alvaro hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar rayuan beracun dari Istrinya.


"Abang sepertinya awet muda menikah dengan kamu. Makasih sayang" ucap tulus Alvaro sembari memeluk erat istrinya.


Mereka menikmati sore menjelang malam tersebut dengan saling berpelukan menonton film animasi.

__ADS_1


Alvaro begitu bersyukur istrinya sudah kembali pada mode aslinya. Hatinya begitu sakit ketika melihat istrinya histeris.


...Bersambung...


__ADS_2