Love You Boss

Love You Boss
Ep 5


__ADS_3

"Bos ini hadiah dariku semoga membantu" ucap Nino dengan muka yang dibuat seserius mungkin membuat Alvaro mengernyitkan dahinya menerima hadiah dari asiten laknatnya.


Belum sempat Alvaro bertanya sudah disambar oleh mulut gercep istrinya


"Abangg.. itu apa ?" ucap Anna penasaran sembari mendekat pada Alvaro dan merebut hadiah ditangan Alvaro dan membukanya.


"Abanggg....!!" pekik Anna melihat apa yang dilihatnya sedangkan Alvaro matanya sudah melotot hampir keluar melihat yang ditunjukkan oleh istrinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Ninoooooo... brengsek !!" umpat Alvaro menggebu-gebu sedangkan manusia yang sudah menyulut emosinya hilang seperti jailangkung.


"Buang tissu menjijikkan itu, saya masih kuat tanpa barang sialan itu!!" geram Alvaro pada istrinya.


Anna hanya tersenyum dalam hati melihat raut wajah suaminya yang tampak lebih buruk dibandingkan ketika dipaksa nikah.


Sialan si Nino menginjak harga diriku sebagai laki-laki. Aku bahkan dapat membuat istriku menjerit semalaman tanpa barang rendahan itu !! umpatnya dalam hati


"Minum dulu bang, Anna gak mau abang darah tinggi sedangkan si kutu kupret itu merasa menang sudah membuat abang kebakaran jenggot" cerocos Anna sembari mendekatkan air minum yang iya bawa ke bibir manis suaminya.


Alvaro yang sudah kalut lagi-lagi tanpa penolakan meminum air yang disodorkan istrinya.


Astaga so sexyyy... rasanya ingin aku perk*sa sekarang juga !! batin Anna bersorak. Jiwa j*langnya meronta-ronta melihat jakun yang naik turun.


Pletakkk..!! jari manis Alvaro sudah nangkring di dahi cantik istrinya


"Berhenti berpikir mesum ! kau seperti ingin memperk*saku saja !!" ucap Alvaro


"Astagaa.. abang tidak salah kalo Anna memuja semua yang ada ditubuh abang itu malah bagus yang salah itu kalo Anna memuja suami tetangga !!" dengus Anna merasa kesal dengan ucapan suaminya


"Lagian memperk*sa suami sendiri tidak akan dipenjara" gerutu Anna lagi.


Entah mengapa setiap adu argumen dengan istrinya, Alvaro selalu menjadi pihak yang mengalah.


"Diam atau kau sungguh ingin aku tidur di sofa ?" ancam Alvaro kemudian dan sukses membuat istri centilnya bungkam.


Aku tau kamu akan diam jika membahas tentang kasur umpat Alvaro dengan serigainya karena tau kelemahan istrinya.


"Kalian cepat bersih-bersih kami tunggu diruang makan !" suara mama Marta melihat manten baru yang masih berdiri jauh dari keluarga inti.

__ADS_1


Alvaro hanya mengangguk dan detik selanjutnya melingkarkan tangannya dipinggang ramping istrinya. Menuntun Anna untuk masuk kekamar dan berganti pakaian sekaligus bersih-bersih.


Seperti rumah sendiri Alvaro langsung menggiring tubuhnya kedalam kamar mandi sedangkan Anna langsung menuju meja rias untuk membersihkan riasannya.


15 menit kemudian terdengar suara pintu terbuka memunculkan Alvaro masih dengan handuk yang melilit dipinggangnya.


Anna hanya melongo melihat pahatan indah tubuh suaminya


Sungguh pesona duda tiada duanya batin Anna bergemuruh masih dengan mata yang masih naik turun memperhatikan ke sexy an suaminya.


"Tutup mulutmu, ilermu mengundang nyamuk dan sebangsanya!!" tegas Alvaro dan dengan reflek Anna mengelap bibir yang tanpa noda tersebut membuat Alvaro hanya terkekeh dengan sifat mesum istrinya.


"Bang boleh nyicil gak ? minimal nyentuh aja gitu lain-lainnya baru dilanjut nanti?" seru Anna menghampiri suaminya dengan wajah memohon.


Saat tangan Anna hendak menyentuh dada bidang suaminya, gerakannya kalah cepat dengan Alvaro yang sudah menekan kepala Anna dengan sebelah tangannya alhasil tangan cantik istrinya tidak bisa menyentuh bagian perut kotak-kotak suaminya yang sangat menantang.


"Jangan sentuh-sentuh!! dan cepat mandi kita ditunggu untuk makan malam!" peringatan Alvaro agar tidak mengundang tingkah aneh istrinya lagi


Istriku limited edition gumam Alvaro kemudian setelah istrinya masuk kedalam kamar mandi sembari menggelengkan kepala. Jika gadis lain akan teriak karena terkejut melihat laki-laki bertelanjang dada maka istrinya patut dikecualikan karena jiwa j*langnya meronta-ronta untuk memperk*sanya.


Masih dengan acara mengganti bajunya yang hampir selesai, terdengar teriakan dari balik kamar mandi yang membuat Alvaro mendengus akibat kecerobohan istrinya.


Alvaro tanpa menjawab istrinya langsung mengambilkan handuk dan membawanya kedepan kamar mandi


"Buka pintunya ini handuknya!" seru Alvaro yang tidak dapat jawaban dari istrinya


"Anna...." ucap Alvaro sekali lagi dengan sedikit menaikkan nada bicaranya.


"Masuk saja bang tidak dikunci" saut Anna kemudian membuat Alvaro jadi serba salah seperti buah simalakama. Masuk akan menggali kubur sendiri, tidak masuk maka acara makan malam berganti makan tengah malam.


Dasar gadis licik !! dia menguji imanku saja! umpat Alvaro. Tau akan sifat istrinya yang keras kepala membuat Alvaro pasrah dan masuk ke kamar mandi daripada semakin lama keluarga menunggu semakin tidak enak dan berfikir macam-macam.


Dengan menguatkan iman Alvaro mantap masuk kedalam kamar mandi sembari menenteng handuk pesanan istrinya.


Wajah Alvaro memerah, tubuhnya panas seperti terbakar melihat pemandangan toples istrinya.


Shitt.. aku lelaki normal !! batin Alvari bergemuruh.


Sedangkan Anna tanpa rasa malu semakin maju mendekati suaminya dengan merentangkan tangannya.

__ADS_1


Secepat kilat Alvaro memalingkan pandangan sebelum jiwa liarnya semakin tak terbendung. Bersamaan dengan fokus yang teralihkan tangannya dengan mantap menjulurkan handuk yang digenggam kepada istrinya.


Hening tidak ada pembicaraan dan masih belum terlihat tanda-tanda istrinya mengambil handuk yang diberikan.


"Ambil handuknya dan pakai!" seru Alvaro memecah keheningan namun Anna masih bungkam tanpa niat untuk mengambil apalagi memakai handuknya.


Masih dengan kedongkolannya, Alvaro memusatkan pandangannya kembali pada istrinya. Anna masih dengan posisi sebelumnya berdiri toples dengan merentangkan tangannya.


Alvaro yang peka dengan tingkah istri dadakannya segera memasangkan handuk ketubuh istrinya dan dilanjutkan memanggul seperti karung beras keluar dari kamar mandi.


Seperti bayi yang masih belum bisa memakai pakaiannya sendiri begitu juga dengan Anna. Dengan penuh perjuangan Alvaro memakaikan pakaian pada istrinya.


"Hufff.. akhirnya selesai!" dengus Alvaro dan dibalas kecupan bertubi-tubi di wajahnya oleh Anna.


"Terimakasih Hubby, ayo kita keluar !" ucap Anna kemudian dengan meloncat cepat ketubuh Alvaro untuk digendong.


Alvaro melangkah ke meja makan dengan masih menggendong Anna seperti bayi koala sedangkan yang digendong hanya senyum-senyum seperti orang gila.


Mama Marta dan mom Luna yang melihat manten baru tersebut saling melirik dengan serigai di wajahnya. Entah kelicikan apa yang akan mereka lakukan pada manten baru tersebut hanya mereka dan setan yang tau.


Seperti mati lampu ya sayang, seperti mati lampu


Cintaku tanpamu ya sayang bagai malam tiada berlalu


Seperti mati lampu ya sayang, seperti mati lampu


Cintaku tanpamu ya sayang bagai malam tiada berlalu


Senandung mama Marta dan mom Luna menyindir manten baru tersebut. Alvaro yang mendengar sindiran tersebut merasa malu sedangkan Anna telinganya seakan tuli.


"Anna.. turun dulu jangan nempel terus seperti benalu. Suamimu butuh asupan tenaga untuk membuatkan mama cucu!" sambar mama Marta lagi. Alvaro yang mendengar ucapan frontal mertuanya hanya bisa menahan malu.


"Mama seperti tidak muda saja! Anna kan maunya dimanja sama Abang" ketus Anna sembari beringsut dari dari gendongan suaminya.


Alvaro hanya menguatkan mental agar tidak gila menghadapi keluarga barunya.


Oh tuhan kuatkan mentalku semoga tidak gila dengan semua ini batin Alvaro setelah duduk tenang disamping istrinya.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2