
Seminggu sudah Alvaro dan Anna mengarungi honeymoon di negara yang didambakan oleh Anna lengkap dengan pengacau yang setia menemani sang suami kemanapun melangkah. Mungkin jika sang suami melangkah ke dalam kubur mereka akan terus setia mengikuti.
"Sayang apa semua barangmu sudah dimasukkan dalam koper ?" tanya Alvaro memastikan karena otak pikun istrinya bekerja sangat cepat ketika sedang genting.
"Sepertinya sudah bang !!" ucap Anna sembari melihat-lihat kembali di atas nakas.
"Baiklah jika begitu ayo kita keluar!!" Alvaro menggandeng sang istri sedangkan tangan kirinya menarik koper sang istri.
Ini namanya jailani datang seorang diri pulang membawa kawan ucap Alvaro tentu saja dalam hati. Bagaimana tidak kesal datang dengan tangan kosong pulang dengan 2 koper yang isinya semua barang-barang sang istri.
Diluar Satu dan Dua dengan sigap mengambil alih koper dari bosnya.
"Jika ada acara penobatan koper terbanyak sepertinya nyonya akan menjadi salah satu pemenangnya !!" Dua berceletuk.
Satu tidak mengerti arah pembicaraan Dua sehingga tak merespon apa-apa hanya menaikkan salah satu alisnya.
"Dasar tidak peka!! lihatlah datang dengan tangan kosong pulang dengan 2 koper sekaligus !!" panjang kali lebar Dua menjelaskan pada Satu.
Sementara itu Alvaro dan Anna yang mendengar Dua bergosip tidak main-main lagi langsung live didepan mata mereka.
"OMG !! abang dapat darimana si manusia seperti mereka tidak sungkan sungkan bergosip majikannya di depannya langsung !!" depresi Anna melihat penampakan pengawal setia suaminya.
"Sayang sudah jangan emosi !! mereka meskipun begitu tetap setia dan cekatan!!" Alvaro membela kedua pengawalnya.
Abang tidak belok kan ?" sengit Anna menatap tajam sang suami.
"Maksudnya ?" beo Alvaro tidak paham yang dimaksud sang istri
Giliran uang saja otak mengalir tanpa hambatan yang lainnya nyangkut-nyangkut dulu dikali !! umpat Anna dalam hati.
"Abang gak doyan terong kan ? berabe kalo terong makan terong !!" ketus Anna kembali setelah menarik nafas dalam-dalam hingga kali bedadung.
"Apa kau meragukanku sayang ?!" tak terima Alvaro dituduh homo oleh sang istri
Mulutnya pedas sekali menyamakanku dengan manusia berang-berang !! umpat Alvaro dalam hati.
Tatapan Alvaro masih setajam celurit pak sakera. Anna tersadar sudah mengusik singa yang sedang tidur.
Haduh mati aku mode savagenya muncul pemirsah !! batin Anna bergemuruh.
Anna kalang kabut dengan mendinginnya kembali Alvaro.
__ADS_1
"Bang..." rengek Anna berusaha merayu Alvaro hingga ia depresi sendiri karena diamnya Alvaro.
Anna bahkan sengaja membuat bibirnya compang-camping dengan es krim untuk menarik perhatian Alvaro namun nihil yang dimaksud tetap tak beraksi.
"Ahhhhh..." teriak Anna frustasi membuat Nino, Satu, dan Dua yang sejak tadi tertidur langsung membulatkan matanya.
"Astagaa kakak ipar bisa tidak itu mulut kaleng-kalengnya dijahit dulu !! bisa-bisa kita menemui malaikat israil sebelum waktunya kalo si pilot punya riwayat jantung !!" Nino geram.
"Nyonya, saya tau suaranya bagus tapi jika begini rasanya orang ingin memberi sianida pada nyonya!" Satu bersuara.
"Nyonya membuatku nyaris serangan magg" Dua menimpali.
"Goblok dimana-mana kalo kaget itu serangan jantung kalo serangan magg itu kelaparan Dua!!" ralat Satu geram dengan Dua yang selalu salah.
"Namanya juga reflek" elak Dua.
"Diammmm...!!" teriak Anna kembali setelah melihat perdebatan pengawalnya.
Nino memejamkan mata kembali setelah memasang earphonenya.
Satu dan Dua masih membeo melihat wajah setengah gila nyonyanya.
"Bibir nyonya penuh coklat seperti donald bebek !!" Satu menyambar karena Dua terlalu bertele-tele.
Anna segera menghapus noda yang ada di wajahnya dengan kasar
"Sudah bersih kan ?! Puas kalian !!" sinis Anna dengan menekan kata puas hingga membuat Satu dan Dua kembali memejamkan mata.
Nino jangan ditanya ia sudah mengarungi samudera menuju mimpi ilahinya.
Alvaro menyunggingkan senyum tipis yang tak terlihat namun ia yang dapat merasakan. Tingkah konyol sang istri saat merayunya membuat ia gemas.
Jika saja ini dirumah sudah pasti kau ku hukum sayang !! beo Alvaro dalam hati.
Anna yang kesal karena sang suami tidak mengubrisnya segera membalikkan badan memunggungi sang suami. Tubuhnya ia bungkus dengan selimut namun kakinya masih menendang-nendang udara.
"Kondisikan kakimu atau aku ikat!!" perintah Alvaro tegas pada sang istri bukannya mengindahkan Anna bahkan menendang-nendang semakin brutal.
"Dia benar-benar seperti anak kecil' gumam Alvaro menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah kekanakan sang istri.
Tangannya bergerak membetulkan selimut sang istri sebelum akhirnya ia fokus kembali pada benda pipih di depannya.
__ADS_1
Ia sudah fokus mencari pundi-pundi rupiah untuk sang istri matrenya.
...****************...
"Hari ini mereka datang semoga membawa calon cucu diperut mantuku!!" mom Luna berharap sembari menunggu anak dan mantunya sampai.
"Mom mereka masih 1 minggu menggarap sawah mungkin belum berkecambah hanya vigornya saja yang pecah" ucap dad Ferdi.
Yang benar saja dad Ferdi menyamakan benih sang anak dengan benih kedelai. Meskipun sama-sama benih.
"Dady lupa apa sekali tembak dady membuat momy mengelembung !!" sinis mom Luna pada dad Ferdi sedangkan tersangka hanya nyengir kuda.
Itu artinya benihku kualitas super bangga dad Ferdi tentu saja dalam hati. Mana berani dad Ferdi mengatakan langsung yanga ada jatahnya dipotong 7 hari 7 malam seperti orang berkabung.
Dady Ferdi memilih memilih untuk membuka koran sembari menunggu anak serta menantunya.
"Mom bisa tidak duduk diam ?! mereka akan pulang pada waktunya !!" kesal Dad Ferdi melihat mom Luna seperti setrikaan padahal dari sini sudah terlihat ke parkiran.
Sampai detik ini aku masih belum paham mengapa wanita suka sekali merepotkan diri ucap dad Ferdi dalam hati melihat kelakuan sang istri.
"Dad itu tidakkah mencemaskan anak kita ?! itu dua-duanya dad ditambah menantu mom !!" cemas mom Luna.
Ya bagaimana tidak cemas pasalnya jam ini menit ini sudah lewat dari waktu yang seharusnya mereka datang namun sampai saat ini belum juga sampai.
Hati mom Luna sangat menghawatirkan mereka semua.
"Ini kenapa kompak sekali tidak mengangkat telfonnya !!" kesal mom Luna saat menghubungi Alvaro dan Nino. Berdering tapi tak diangkat sungguh menyesakkan hati.
"Mom lupa mereka satu gen ?" ucap dad Ferdi masih menaikkan satu alisnya pada sang istri.
"Iya bapak dan anak sama saja !! menyebalkan !" sinis mom Luna sembari mendudukkan kembali tubuhnya disamping sang suami.
"Mom jika hanya seperti cacing kepanasan lebih baik kekamar !! mengganggu konsentrasi papi saja!" kesal dad Ferdi karena pergerakan mom Luna menyebabkan koran yang dipegang dad Ferdi bergerak kesana kemari maju mundur cantik seperti lagu Syahrini.
Mataku ini sudah bermasalah jika membaca seperti diguncang tornado bisa-bisa bukan hanya minus ini mata tapi juling sekaligus batin dad Ferdi menjerit.
Dengan kesal dad Ferdi menutup koran yang ia buka dan berganti menyesap tehnya.
Mom Luna seakan tuli dengan protes suaminya ia lebih menghawatirkan buah hatinya serta menantu gesreknya.
Bersambung
__ADS_1