Love You Boss

Love You Boss
Ep 30


__ADS_3

Hari berganti hari tak terasa sebulan sudah Nino menjalani hukuman.


Penantian yang sangat panjang dan melelahkan akhirnya usai sudah.


"Huft.. akhirnya aku bisa tidur nyenyak. Bye-bye tulisan yang membuat minus dan silinder !!" ucap Alvaro setelah selesai mengecek berkas terakhirnya.


"Selamat bos untuk kebebasannya !" ucap Satu masih dengan mode datar ala kutub selatan.


"Mari merayakan hari kebebasan bos !" semangat Dua impresif.


"Kau benar Dua !! ayo merayakan hari bebas guys !" semangat Nino sembari melangkah keluar dari ruangan yang sebulan ini menampungnya.


"Apa agenda pertama kita bos ?" Dua menimpali sembari berjalan mengikuti langkah Nino.


"Sebaiknya kita isi tenaga dulu setelah itu baru ngegym sebentar lanjut tenis dan.. "


"Nonton !!" ucap Satu datar menyela ucapan Nino.


"Kau ini tidak bisakah berekspresi sedikit saja jangan seperti kanebo karatan ?!" kesal Nino ketika dengan semangat ia mengungkapkan khayalannya sudah diakhiri terlebih dahulu oleh pengawalnya.


"Huft.... sudahlah bos dia dulu saat penerimaan gen ekspresi kehabisan jadinya begitu !" Dua menimpali.


"Baiklah ayo berangkat menemui si adu ada !!" ucap Nino sembari melempar kunci mobilnya pada Satu yang siap sedia dalam segala kondisi dan cuaca.


Dirumah megah yang tak pernah tenang kini semakin gaduh akibat ulah Anna yang aneh bin ajaib.


"Abang ayo masakkan Anna !!" manja Anna merajuk pada Alvaro.


"Sayang tapi aku tak pernah memasak. Jangankan memasak membedakan panci dan wajan saja aku tak bisa !" frustasi Alvaro berusaha menolak keinginan istri tercintanya.


"Abang jahat !! gak cinta Anna lagi !! hiks.. hiks.. kembalikan saja Anna pada mama dan ayah !!" ucap Anna tersenggal-senggal karena isakan tangisnya.


"Ada apa ini kenapa mantu mama menangis hmm ?!" ucap mom Luna lembut namun tatapannya pada sang anak seakan ingin memanggang hidup-hidup.


Alvaro menciut melihat tatapan mommynya namun ia juga bingung cara untuk menenangkan sang istri dari tangisnya.


"Abang gak mau masakin Anna mom padahal Anna lapar dan ingin masakan abang !!" seru Anna dalam pelukan mom Luna.


"Mantu mom ingin makan apa hmm ?" tanya mom Luma kembali masih dengan mengelus rambut Anna.


"Anna ingin makan tempe bulat yang dipanggang diatasnya ditaburi keju dan saos !" semangat Anna.

__ADS_1


Astaga setauku yang bulat itu tahu kenapa ini jadi tempe gak sekalian telor kotak, trapesium, limas segitiga !! frustasi Alvaro dalam hati.


Ajaib sekali perpaduan rasa comberan !! ringis mom Luna dalam hati sembari melihat sang Anak yang memijit pangkal hidungnya.


"Baiklah untuk mantu mommy apa sih yang tidak ! Al pasti mau membuatnya untuk istri tercintanya ! benarkan Al ?" ucap mom Luna jangan lupakan dengan tatapan mengintimidasi.


Alvaro dengan beban yang menumpuk memberanikan diri mengangguk tanda menyanggupi. Masih dengan senyum yang dipaksakan.


Anna yang melihat Alvaro mengangguk seketika berubah menjadi sumringah.


Benar-benar moodnya naik turun padahal tidak pms !! keluh Alvaro dalam hati.


"Bibiii.... bibi....!" teriak Anna semangat membuat mom Luna meringis sedangkan Alvaro reflek menutup telinganya.


Astaga istriku macam toa masjid al barokah !! ucap Alvaro lagi-lagi hanya dalam hati.


"Sayang lain kali manggilnya jangan dengan tenaga naruto ya ! mom bisa tunarungu seketika ini!" protes mom Luna masih dengan memegangi telinganya yang berdengung.


"Maaf mom Anna terlalu bersemangat" saut Anna hanya cengengesan sembari menunjukkan jari tangannya yang membentuk V sejajar dengan wajahnya.


"Ini non apronnya !!" ucap bibi setelah sampai didepan Anna masih dengan nafas yang tersenggal-senggal.


"Terimakasih bibi !!" ramah Anna pada bibi yang dibalas anggukan.


"Abang pakai ini ya please ?!" ucap Anna menunjukkan Appron pink dengan gambar hello kitty.


Mom Luna hanya mampu menahan tawa melihat Appron yang dibentang luas oleh Anna sedangkan Alvaro kini sudah memelototkan matanya.


"Astaga sayang apa tidak ada yang lebih baik dari itu ?! atau abang tidak usah memasak dengan appron itu saja ya ?!" negoisasi Alvaro pada sang istri membuat Anna yang mendengar ucapan penolakan dari sang suami sudah membuat matanya mengembun lagi.


Alvaro yang paham jika istrinya akan menangis lagi akhirnya mau tidak mau memakai appron yang diberikan Anna.


"Ututu... comelnya suami akuh jadi makin cinta dah !" ucap Anna sembari mencubit kedua pipi Alvaro.


Mom Luna perlahan menjauh dari anak dan mantunya.


"Lebih baik menjauh kan daripada ikut terkena getahnya" gumam mom Luna setelah sampai di ruang baca.


Anna dengan semangat menarik sang suami kearah dapur. Betapa kagetnya para pelayan saat berpapasan dengan Alvaro dan Anna dengan kondisi Alvaro yang jauh dari kata mempesona.


Luntur sudah pesonaku ulah istriku sendiri jerit Alvaro dalam hati.

__ADS_1


Sementara ditempat lain anak manusia sedang mengisi perutnya dengan sangat lahap seakan tidak diberi makan sebulan.


"Waw ini benar-benar nikmat lambung !!" ucap Nino setelah menghabiskan semua makanannya sembari bersender di kursi.


"Benar bos !!" ucap Dua menimpali masih dengan menunjukkan dua jempolnya.


"Sungguh nikmat tuhan mana yang kau dustakan !!" ucap Nino dengan mengelus perutnya yang terasa penuh.


"Aku tak yakin masih bisa bermain tenis !" gumam Satu yang masih didengar oleh Dua.


"Kau benar Satu rasanya aku tak mampu membungkukkan tubuhku tertahan oleh perut !! bos bagaimana jika diubah saja kegiatan kita ?!" ucap Dua mengusulkan.


"Sepertinya langsung menonton saja setelah itu pulang sebelum daddy memanggang kita hidup-hidup !!" ucap Nino setelah berfikir sekian abad.


Mereka bertiga akhirnya keluar dari restoran menuju bioskop keluarga untuk menonton film horor.


"Huwaaa bos kenapa memilih genre horor ?" Dua bergidik ngeri pasalnya bioskop yang luasnya allahuakbar hanya berisi mereka bertiga.


"Kau ini penakut sekali !! lebih baik kau ganti celanamu dengan rok !" decih Satu kesal.


"Benar ini hanya film bukan sungguhan kau jangan mendramatisir seperti kaum hawa saja !" Nino berucap sembari memukul kepala Dua.


"Baiklah baiklah tapi aku ditengah !!" ucap Dua sembari memposisikan diri ditengah-tengah Satu dan Dua.


"Sebenarnya yang bos ini siapa ?! kenapa kalian tidak berakhlak sama sekali!" sinis Nino melirik Dua.


"Dia saja bos aku tak ikut-ikutan !" ucap Satu merasa tidak terima disamakan dengan Dua yang kurang seons.


Dua memilih bungkam melihat layar. Nino dan Satu akhirnya memilih diam juga dan fokus pada layar didepannya.


"Huwaa bos aku ingin pipis !!" jerit Dua memeluk Nino erat ketika hantunya menampakkan diri tanpa aba-aba.


"Hisss.... lepas Dua !! aku ini masih normal !!" ucap Nino sembari mendorong Dua dari tubuhnya.


"Maaf bos namanya reflek takut gitu !!" ucap Dua setelah mendudukkan diri ditempat semula.


Kini giliran Satu yang terkena imbasnya. Pasalnya ketika hantu kedua muncul Nino dengan ancang-ancang berpindah ke kursi didepannya.


"Kau memalukan sekali Dua !!" kesal Satu melempar tubuh Dua ke kursi di belakangnya setelah berhasil melepas pelukan Dua.


"Kalian kejam sekali !!" ucap Dua sembari memposisikan diri tiduran di lorong dekat Satu dan memejamkan mata.

__ADS_1


Bersambung


Maaf jarang update karena masih sibuk dengan penelitian. Semoga kalian masih berkenan untuk membaca tulisan ini. Jangan lupa Like untuk menyemangati author


__ADS_2